Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Tanah Dasar pada Ruas Jalan Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim terhadap Nilai CBR dan Swelling Shrinkage Indra Syaputra; Duha Awaluddin Kurniatullah; Bahtiar Bahtiar; Mujiati Mujiati; Bernathius Julison
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2749

Abstract

Infrastruktur jalan pada ruas Jayapura–Wamena, khususnya segmen Mamberamo–Elelim, memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah antara Papua dan Papua Pegunungan. Namun, ruas ini sering mengalami kerusakan perkerasan dan tanah dasar akibat kondisi geologi yang kompleks, curah hujan tinggi, serta karakteristik tanah yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik tanah dasar terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) dan perilaku swelling–shrinkage. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengambilan sampel tanah asli pada enam lokasi, yaitu STA 26+700, STA 30+600, STA 34+750, STA 39+475, STA 42+900, dan STA 44+800. Pengujian meliputi kadar air, berat jenis, batas Atterberg, batas susut, pemadatan standar Proctor, CBR laboratorium, dan swelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah memiliki sifat fisis dan mekanis yang bervariasi, dengan kadar air 10,92%–31,67%, berat jenis 2,58–2,75, dan indeks plastisitas 12,20%–19,57%. Nilai CBR pada kondisi unsoaked selalu lebih tinggi dibandingkan soaked, yang menunjukkan bahwa air menurunkan daya dukung tanah secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi plastisitas dan susut tanah, semakin rendah nilai CBR, sehingga diperlukan perbaikan tanah dasar dan pengendalian drainase.
Pengaruh Penambahan Filler Fly Ash PLTU Holtekamp dan Filler Karang Koya terhadap Campuran Aspal Panas Lataston (HRS-WC) Anddy Santoso; Bahtiar Bahtiar; Monita Yessy Beatrick Wambrauw; Duha Awaluddin Kurniatullah; Ira Widyastuti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i6.7761

Abstract

Kinerja campuran aspal panas jenis Lataston (Hot Rolled Sheet Wearing Course/HRS-WC) sangat dipengaruhi oleh jenis dan proporsi bahan pengisi (filler) yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filler Fly Ash PLTU Holtekamp dan filler karang koya terhadap karakteristik Marshall campuran aspal panas HRS-WC, dengan variasi kadar filler sebesar 3%, 3,5%, 4%, 4,5%, dan 5% terhadap berat total campuran. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan bahan utama agregat kasar, agregat halus, aspal penetrasi 60/70, serta dua jenis filler yaitu fly ash PLTU Holtekamp dan Karang Koya. Pengujian dilakukan berdasarkan prosedur Marshall Test untuk memperoleh nilai stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), serta parameter volumetrik seperti Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan filler Fly Ash dan filler karang berpengaruh terhadap kinerja campuran HRS-WC untuk beberapa variasi penggabungan filler dengan varian nilai kadar aspal optimum 7.75% dan 8.00% serta varian kadar aspal efektif diantara 6.28%-6.53%. Pada penggunaan filler fly ash dengan varian kadar 3% dan 3.5% dan penggunaan filler karang varian kadar 3% dan 3.5% serta penggunaan kombinasi/gabungan filler fly ash dan karang dengan varian kadar 3%, 3.5%, 4% dan 4.5% menunjukan nilai yang memenuhi parameter Spesifikasi Bina Marga 2018 dan dapat digunakan sebagai komposisi bahan campuran HRS-WC. Kesimpulannya adalah bahan fly ash PLTU Holtekamp dan bahan Karang Koya pada beberapa variasi kadar filler dapat digunakan sebagai alternatif filler dalam campuran HRS-WC.
Analysis of the Effects of Land-Use Changes on Increased Flood Discharge in the Hetuma River Using a Hydrological Approach Unas Tabuni; Mujiati; Bahtiar; Duha Awaluddin Kurniatullah; Bernathius Julison
Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/paqd3g14

Abstract

Changes in land use due to residential expansion and infrastructure development have increased surface runoff, contributing to higher flood discharge in the Hetuma River, Jayawijaya Regency. This study aimed to analyze the impact of land-use changes on increased flood discharge and develop an optimization model for drainage systems to reduce inundation in Wamena City. The research employed a hydrological approach using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (Hidrograf Satuan Sintetis or HSS) method and the Rational Method. The data used included BMKG rainfall records from 2013–2024, topographic data, watershed maps, and land-cover maps from 2015 and 2025. The results showed that forest areas decreased from 217.70 ha to 139.39 ha, while residential areas increased from 177.67 ha to 183.17 ha. These land-use changes increased the runoff coefficient, which subsequently contributed to higher flood discharge. Based on the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method, the design flood discharge of the Hetuma River reached 20.712 m³/s for the 2-year return period and 26.474 m³/s for the 100-year return period. Meanwhile, the Rational Method results indicated that flood discharge increased from 281.970 m³/s for the 2-year return period to 504.967 m³/s for the 100-year return period. Drainage analysis revealed that several channels in the Hom-Hom area were unable to accommodate runoff discharge due to sediment accumulation and limited channel capacity, requiring channel normalization and dimension improvements. Therefore, land-use changes were proven to contribute to increased flood discharge in the Hetuma River, highlighting the need for land-use management and drainage system optimization to reduce flood risks in Wamena City.