Setiajid Setiajid
Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewaganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Modal Sosial dalam Pengembangan Desa Wisata (Studi Diskriptif Kualitatif di Desa Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang) Maulidah, Salasatun; Setiajid, Setiajid
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i2.48839

Abstract

MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (STUDI DISKRIPTIF KUALITATIF DI DESA PANDANSARI KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG)Salasatun Maulidah, Drs. Setiajid, M.SiProgram Studi Ilmu Politik (S-1), Jurusan Politik dan Kewarganegaran, Fakultas Ilmu Sosial,Universitas Negeri SemarangE-mail: salasatunmaulidah@gmail.com Abstrak: Terbentuknya desa wisata Pandansari bertujuan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki Desa Pandansari serta diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Keinginan masyarakat dalam membantu pengembangan pariwisata di desa wisata Pandansari tentunya tidak dapat terlepas dari modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat Desa Pandansari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan modal sosial dalam pengembangan desa wisata Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan fokus penelitian modal sosial dalam pengembangan desa wisata Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Sumber data diperoleh dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam unsur modal sosial di desa wisata Pandansari, yaitu: (1) jaringan digunakan untuk membangun hubungan yang baik dengan semua elemen masyarakat; (2) kepercayaan dibagun dengan mengadakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif kepada masyarakat; (3) norma digunakan untuk mengatur kegiatan yang ada di desa wisata Pandansari; (4) nilai yang digunakan adalah nilai khas masyarakat yaitu nilai kedesaan berupa nilai paseduluran, dan gotong royong. (5) resiprocity diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat dan kegiatan sosial lainnya tidak membeda-bedakan, saling peduli, dan membantu; (6) proactive action berupa perilaku aktif, kreatif, dan inisiatif yang dituangkan oleh pengelola dalam bentuk program. Saran yang diberikan penulis adalah (1) pemerintah Desa Pandansari diharapkan dapat ikut berperan aktif dalam mempromosikan desa wisata Pandansari; (2) pengelola desa wisata Pandansari diharapkan dapat membuat program dan kegiatan yang inovatif dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Desa Pandansari; (3) masyarakat Desa Pandansari diharapkan dapat menyumbangkan ide/gagasannya terkait pengembangan desa wisata Pandansari.
The Democratic Anomaly in 2020 Regional Head Elections (PILKADA) with a Single Candidate in Semarang City Susanti, Martien Herna; Setiajid, Setiajid
Jurnal Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol 7, No 3 (2022): Decision and Democracy
Publisher : Political Science Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ipsr.v7i3.40403

Abstract

This research aims to describe the democratic anomaly in the election of a single candidate in the city of Semarang and the deception background factors of the victory of the incumbent in the election of a single candidate in Semarang City in 2020. This study uses a qualitative descriptive design. The research location is in Semarang City. The research focus includes incumbent capabilities in the regional head elections in 2020. The sampling techniques used are purposive sampling and snowball sampling. Research informants encompass the success team of candidate pairs and the people of Semarang City. Research data was collected through interviews, Focus Group Discussion (FGD), and documentation study. Data validity was tested using data triangulation and analyzed using interactive qualitative analysis techniques. The study results show that many groups have predicted the existence of a single candidate in the 2020 Semarang City Election. Considering the incumbent's achievements while serving as mayor of Semarang, a single candidate as a democratic anomaly is accepted as a natural thing. Some factors determine the incumbent’s victory—first, political capital. The incumbent's ability to bring the City of Semarang to win various awards creates a sense of satisfaction from the public and political parties for his leadership performance while in office. Second, ocial capital. Incumbents are very popular in Semarang City, so they have high electability. Third, the economic capital. Incumbents benefit more financially, especially when it comes to the issue of campaign costs, to gain support for their victory.
Menumbuhkan Spirit Toleransi Generasi Mileneal Dalam Mereduksi Isu Primordial Pada Pemilu Tahun 2024 Di Kabupaten Semarang Setiajid, Setiajid; Susanti, Martien Herna; Sumarto, Slamet; Pranoto, Rahel Gloria
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2977

Abstract

In the 2024 elections, the use of social media is often used by a number of elites to spread the issue of primordialism based on ethnic, religious, and regional sentiments as a strategy to gain support. Partner problems: (1) the millennial generation's low knowledge about elections; and (2) the high potential for utilization of the millennial generation by participants in the 2024 General Election. The objectives of the service activities are: (1) to provide knowledge about the importance of the intelligent millennial generation in using their right to vote in the 2024 General Election, and (2) to provide awareness of the importance of the spirit of tolerance in reducing primordial issues in the 2024 elections. The method for implementing community education is in the form of socialization. The results of the activity showed that, after participating in the socialization, participants were able to understand the urgency of voting rights and detect hoax news and black campaign information that misled voters. The spirit of tolerance needs to continue to be developed in order to minimize primordial issues that have the potential to cause national disintegration. In conclusion, tolerance is important to ward off issues of primordialism which have a disintegrating impact.