Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Metode Ali Mustafa Yaqub dalam Memahami Hadis Intoleransi antar Umat Beragama Azis Arifin
Holistic al-Hadis Vol 6 No 1 (2020): June 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/holistic.v6i1.3239

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kualitas hadis-hadis Nabi yang matannya oleh sebagian orang Islam di Indonesia dan berbagai belahan dunia lain cenderung dipahami mengandung ajaran intoleransi antar umat beragama. Serta memaparkan pemaknaan hadis-hadis tersebut melalui penerapan metode pemahaman hadisyang digagas oleh Ali Mustafa Yaqub. Penelitian studi kepustakaan dengan metodi analisis konten dan deskriptif analisis dan dipadu dengan pendekatan takhrij hadis, penelitian ini menghasilkan temuan-temuan sebagai berikut: Pertama bahwa kualitas hadis intoleransi pada bagian klausa pertama adalah ḥasan lighairih, sedangkan pada bagian klausa kedua berkualitas ḍa’īf. Adapun penerapan metode Ali Mustafa Yaqub dalam memahami hadis intoleransi antar umat beragama bahwa secara historis hadis tersebut muncul pada saat abi dan umat Islam hendak mengepung Yahudi Bani Quraiẓah atas pengkhianatan mereka terhadap kesepakatan perjanjian damai. Maka jelas, kontek hadis teresebut adalah dalam kondisi perang. Dengan demikian, hadis tersebut tidak dapat diamalkan pada saat kondisi damai.
Fungsi Hadist Terhadap Al – Qur’an Ola Alifiyanti Zahra Purnama; Farhan Daffa Amrulloh; Azis Arifin
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v2i4.1929

Abstract

According to experts, a hadith is a saying or action of the Prophet Muhammad SAW. In fact, the meaning of Hadith is conveying something, namely news from one person to another. Writing this journal uses a qualitative method with a library research method by looking for sources from journals, papers and books. Hadith is the second source of law after the Qur'an and Hadith is a complement to the Qur'an, the function of hadith is as a correct interpretation in the application of Islamic law. Hadith is the first reference or main source of law in Islam. Hadith also provides a view of human life.
Pemikiran Kritik Hadis M. Syuhudi Ismail: Integrasi Metode Klasik dan Pendekatan Modern di Indonesia Ferdiansah, Febri Ferdiansah; Ola Alifiyanti Zahra Purnama; Azis Arifin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14328

Abstract

Kajian hadis di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan melalui kontribusi para sarjana kontemporer, salah satunya M. Syuhudi Ismail. Ia berupaya menjembatani metodologi hadis klasik dengan perspektif analisis modern, sehingga melahirkan pendekatan yang kritis dan kontekstual. Penelitian ini didasarkan pada studi kepustakaan terhadap karya-karya utama Syuhudi, seperti Hadis Nabi Menurut Pembela, Pengingkar, dan Pemalsunya dan Kaidah Kesahihan Sanad Hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Syuhudi menekankan pentingnya keseimbangan proporsional antara kritik sanad dan kritik matan, menolak pengabaian hadis secara total, serta mendorong penafsiran rasional yang tetap relevan dengan realitas kontemporer. Kontribusi intelektualnya berperan besar dalam membentuk perkembangan studi hadis di Indonesia, meskipun gagasan-gagasannya belum sepenuhnya diterima di kalangan pesantren tradisional.
Pemikiran Kritik Hadis M. Syuhudi Ismail: Integrasi Metode Klasik dan Pendekatan Modern di Indonesia Ferdiansah, Febri Ferdiansah; Ola Alifiyanti Zahra Purnama; Azis Arifin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14328

Abstract

Kajian hadis di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan melalui kontribusi para sarjana kontemporer, salah satunya M. Syuhudi Ismail. Ia berupaya menjembatani metodologi hadis klasik dengan perspektif analisis modern, sehingga melahirkan pendekatan yang kritis dan kontekstual. Penelitian ini didasarkan pada studi kepustakaan terhadap karya-karya utama Syuhudi, seperti Hadis Nabi Menurut Pembela, Pengingkar, dan Pemalsunya dan Kaidah Kesahihan Sanad Hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Syuhudi menekankan pentingnya keseimbangan proporsional antara kritik sanad dan kritik matan, menolak pengabaian hadis secara total, serta mendorong penafsiran rasional yang tetap relevan dengan realitas kontemporer. Kontribusi intelektualnya berperan besar dalam membentuk perkembangan studi hadis di Indonesia, meskipun gagasan-gagasannya belum sepenuhnya diterima di kalangan pesantren tradisional.
MAKNA HIATUS DALAM HADIS: TELAAH ATAS KONSEP ISTIRAHAT DAN JEDA DALAM KEHIDUPAN MUSLIM: Makna Hiatus Dalam Hadis: Telaah Atas Konsep Istirahat Dan Jeda Dalam Kehidupan Muslim Hafid Khoirum Majid; Azis Arifin; Muhammad Alif
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 5 No 2 (2025): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v5i2.846

Abstract

Modern life is characterized by increasing activity pressures, productivity demands, and a fast-paced pace, resulting in increasingly neglected spaces for pause and rest. This situation raises the need to revisit the concept of hiatus as an essential part of maintaining a Muslim's physical, mental, and spiritual balance. This article aims to examine the concept of hiatus in the hadith through a thematic approach (maudhu'i) to authentic hadiths related to rest, self-reflection, i'tikaf, 'uzlah, and time management. The selected hadiths are grouped by theme and analyzed through their historical context and spiritual values. The results show that according to the hadith, hiatus is not simply a cessation of activity, but rather a practice of spiritual awareness that serves to awaken self-clarity, strengthen the relationship with God, and balance the physical-spiritual rhythm. Its application is evident in traditions such as i'tikaf, voluntary sleep, reading, and directed solitude. The study also found that uncontrolled hiatus has the potential to lead to laziness, neglect of responsibilities, and social alienation. This finding implies that the concept of hiatus in the hadith can be used as a basis for developing self-management and spiritual health for modern Muslims.