Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Envisioning Critical Literacy through Literary Work for EFL Pre-Service Teachers Rahmat Setiawan; Armelia Nungki Nurbani
J-SHMIC : Journal of English for Academic Vol. 10 No. 1 (2023): J-SHMIC: Journal of English for Academic
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jshmic.2023.vol10(1).11252

Abstract

Teaching English seems to discredit literary works status as learning media, even though it has the inherent vigor to increase critical literacy. This is the fundamental case this research envisages to explore how literature as a bridge for critical literacy in the perspective of EFL pre-service teachers. Theoretically, this research is based on the concepts of literature, literacy, critical thinking, and EFL pre-service teachers. This research is a qualitative research. The approach used is a case study. The data in this study are responses or statements taken from several English education students who are EFL pre-service teachers. Data were taken from a discussion forum with 3 pre-service teachers as subjects. They are 7th semester students of English Language Education study program from 3 private universities in Surabaya. The technique of data is forum group discussion. The technique of data analysis is content analysis. From the analysis of the data, it results that the EFL pre-service teachers think that literary works are crucial to take portion because it can enhance the level of critical literacy through critical thinking, creativity, and open-mindedness.
A postcolonial autopsy on Javanese identity through Campursari lyrics Rahmat Setiawan; Armelia Nungki Nurbani; Sri Nurhidayah; Ani Asryan; Razanawati Nordin
NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Vol. 5 No. 2 (2023): NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/notion.v5i2.8161

Abstract

Campursari seems to reflect submissive identity, but in deconstructive perspective, the identity is chaotic space. By using postcolonial perspective, this research nails its analysis. The approach used in this research is library research with postcolonial approach. The data are the selected lyrics of Didi Kempot’s songs, they are Cidro, Tatu, Suket Teki, Pamer Bojo, and Sewu Kutho. The technique of data collection is documenting and the technique data analysis is interpretation. The result shows that Didi Kempot’s Campursari songs affirm the submissive way of loving. Cidro represents inferiority, Tatu represents surrender, Suket Teki represents inferiority, Pamer Bojo represents betrayal, and Sewu Kutho represents surrender. Those broken love defines Javanese identity which is seen submissive (dominated), but simultaneously, it also exposes a deconstructive point that loving is releasing, and releasing shows non-dominated side.
Powerpoint Sebagai Media Pembelajaran Daring Untuk Keterampilan Menyimak Siswa Usia Dini Armelia Nungki Nurbani; Natalia Christina Sugiyanto
Kanigara Vol 1 No 1 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i1.3159

Abstract

PowerPoint adalah media yang bisa dimanfaatkan oleh guru PAUD dalam pembelajaran menyimak. Keterampilan menyimak sangat penting untuk anak usia dini karena keterampilan tersebutlah yang pertama kali muncul dan harus dikuasi. Tetapi faktanya guru PAUD di lingkungan KKN-PPM Kelurahan Wiyung-Surabaya belum paham benar pemanfaatan PowerPoint untuk keterampilan menyimak. Oleh karena itu, tujuan pengabdian masyarakat ini adalah supaya guru PAUD dapat memanfaatkan PowerPoint untuk pembelajaran menyimak. Metode penjelasan dan pendampingan dilakukan saat pelatihan. Metode penjelasan dilakukan dengan memberikan ceramah secara daring kepada guru PAUD. Sedangkan metode pendampingan dilakukan dengan memberikan arahan cara membuat materi atau kuis menggunakan PowerPoint untuk keterampilan menyimak. Penggunaan PowerPoint sebagai media pembelajaran keterampilan menyimak mempermudah guru PAUD untuk menyiapkan materi dan kuis. Dari hasil praktek, para guru PAUD telah berkontribusi untuk menjadikan pembelajaran menyimak daring yang mudah dan menyenangkan untuk siswa.
Pengembangan Profesionalisme Pendidik Melalui Perencanaan Administrasi Perangkat Pembelajaran Bahasa Inggris di Tingkat SMA Rahmad Hidayat; Fajar Susanto; Endang M. Rahayu; Hertiki; Armelia Nungki Nurbani
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.4878

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan dan pembuatan perencanaan administrasi perangkat pembelajaran bagi guru mata pelajaran Bahasa Inggris tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai media pengembangan profesionalisme pendidik melalui program pengabdian masyarakat. Sehingga perangkat pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman di abad 21 yang menuntut keahlian diberbagai bidang utamanya keahlian digital dan teknologi informasi. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pelaksanaan bimbingan teknis. Data diperoleh dari observasi selama pelaksanaan kegiatan pelatihan, bimbingan teknis serta dokumen peta konsep yang dibuat dan dikumpulkan oleh para guru sebagai peserta yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris tingkat SMA di wilayah Surabaya. Pelatihan ini juga sebagai media peningkatan kemampuan sebanyak 40 guru peserta dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Para guru telah menunjukkan keberhasilannya dalam membuat peta konsep dan administrasi perangkat pembelajaran dengan baik sesuai dengan keahlian dan profesionalisme. Akan tetapi, ke depan peningkatan tentu masih tetap harus dilakukan terus menerus karena dunia pendidikan adalah dunia pembelajaran tanpa akhir.
Ideological Fantasy on Feminist Cliché in Harold Pinter’s The Room: A Žižekian Analysis Armelia Nungki Nurbani; Sri Nurhidayah
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.898.53--61

Abstract

This study aims to reveal women desires for freedom (without any menace), but she reproduces of male power restraints as it is represented in the drama script of Harold Pinter’s The Room. This research uses Žižek’s critical thinking framework regarding ideology, subject and practice. The approach used in this research is ground theory, the data used are quotations in the script, and the data source is the play script Harold Pinter’s The Room. With interpretation analysis techniques, this research reveals that the great ideals of women’s freedom are fantasmatic. Women’s freedom is an ideological fantasy. This play script reflects women’s freedom but instead explains the reality that they are shackled by patriarchal discourse. Harol Pinter seems to assert male power through the definition of women’s freedom through Rose in The Room. Therefore, the result shows that postmodernist, whose perspective is opposed to hierarchal system, is still trapped in patriarchal perspective AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap hasrat perempuan akan kebebasan (tanpa ancaman), namun ia justru mereproduksi pengekangan kekuasaan laki-laki seperti yang ada dalam naskah drama The Room karya Harold Pinter. Penelitian ini menggunakan kerangka berpikir kritis Žižek tentang ideologi, subjek dan tindakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah grounded theory, data yang digunakan adalah kutipan dalam naskah, dan sumber datanya adalah naskah drama The Room karya Harold Pinter. Dengan Teknik analisis interpretasi, penelitian mengungkapkan bahwa cita-cita agung kebebasan perempuan bersifat fantasmatik. Kebebasan perempuan adalah fantasi ideologis. Teks drama ini merefleksikan Kebebasan perempuan tetapi justru menjelaskan realitas bahwa ia terbelenggu oleh wacana patriarkis. Harold Pinter menegaskan kuasa laki-laki melalui definisi kebebasan perempuan melalaui Rose dalam The Room. Dengan kata lain, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posmodernis, yang notabene menentang hirarki, juga ada yang patriarkis.
Ideological Fantasy on Feminist Cliché in Harold Pinter’s The Room: A Žižekian Analysis Armelia Nungki Nurbani; Sri Nurhidayah
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.898.53--61

Abstract

This study aims to reveal women desires for freedom (without any menace), but she reproduces of male power restraints as it is represented in the drama script of Harold Pinter’s The Room. This research uses Žižek’s critical thinking framework regarding ideology, subject and practice. The approach used in this research is ground theory, the data used are quotations in the script, and the data source is the play script Harold Pinter’s The Room. With interpretation analysis techniques, this research reveals that the great ideals of women’s freedom are fantasmatic. Women’s freedom is an ideological fantasy. This play script reflects women’s freedom but instead explains the reality that they are shackled by patriarchal discourse. Harol Pinter seems to assert male power through the definition of women’s freedom through Rose in The Room. Therefore, the result shows that postmodernist, whose perspective is opposed to hierarchal system, is still trapped in patriarchal perspective AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap hasrat perempuan akan kebebasan (tanpa ancaman), namun ia justru mereproduksi pengekangan kekuasaan laki-laki seperti yang ada dalam naskah drama The Room karya Harold Pinter. Penelitian ini menggunakan kerangka berpikir kritis Žižek tentang ideologi, subjek dan tindakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah grounded theory, data yang digunakan adalah kutipan dalam naskah, dan sumber datanya adalah naskah drama The Room karya Harold Pinter. Dengan Teknik analisis interpretasi, penelitian mengungkapkan bahwa cita-cita agung kebebasan perempuan bersifat fantasmatik. Kebebasan perempuan adalah fantasi ideologis. Teks drama ini merefleksikan Kebebasan perempuan tetapi justru menjelaskan realitas bahwa ia terbelenggu oleh wacana patriarkis. Harold Pinter menegaskan kuasa laki-laki melalui definisi kebebasan perempuan melalaui Rose dalam The Room. Dengan kata lain, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posmodernis, yang notabene menentang hirarki, juga ada yang patriarkis.
PELATIHAN DAPUR BERSIH ANTI STUNTING MELALUI PENYEDIAAN MAKANAN BERGIZI UNTUK KELUARGA Rizqi Dharmawan; Harno Suntoko; Armelia Nungki Nurbani; Hafidatul Jannah; Devi Tri Ratna Sari
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38259

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis dan lingkungan rumah tangga yang kurang higienis, khususnya dapur sebagai pusat pengolahan makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku ibu rumah tangga dalam menyediakan makanan bergizi dan menjaga dapur bersih. Program dilaksanakan di Desa Jiken, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo dengan peserta sebanyak 53 ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi, pelatihan penyusunan menu seimbang berbasis pangan lokal, demonstrasi memasak sehat, serta pendampingan kebersihan dapur rumah tangga. Pengabdian dilakukan dengan beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.  Evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode campuran. Evaluasi kuantitatif dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner. Evaluasi kualitatif dilakukan melalui observasi langsung pada saat demonstrasi memasak dan kunjungan dapur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan gizi hingga rata-rata 57,08%, keterampilan menyusun menu seimbang berbasis pangan lokal, serta perubahan perilaku mayoritas peserta dalam menjaga kebersihan dapur. Program ini dapat direplikasi sebagai model intervensi pencegahan stunting berbasis keluarga.Kata kunci: Dapur Bersih; Gizi Seimbang; Stunting; Pengabdian Masyrakat. ABSTRACTStunting remains a public health issue affecting the quality of human resources in Indonesia. The primary causes of stunting are chronic malnutrition and poor household hygiene, particularly in the kitchen as the center of food preparation. This community service program aimed to improve the knowledge, skills, and behaviors of housewives in providing nutritious food and maintaining kitchen cleanliness. The program was implemented in Jiken Village, Tulangan District, Sidoarjo Regency, involving 53 housewives. The methods included nutrition education, training on balanced menu planning using local food ingredients, healthy cooking demonstrations, and household kitchen hygiene assistance. The program was conducted in three stages: planning, implementation, and evaluation. A mixed-method evaluation was employed. Quantitative evaluation was carried out through pre-test and post-test using a questionnaire. Qualitative evaluation was conducted through direct observation during cooking demonstrations and kitchen visits. The results showed a significant increase in nutritional knowledge by an average of 57.08%, improved skills in preparing balanced menus based on local food, and positive behavioral changes among the majority of participants in maintaining kitchen cleanliness. This program can be replicated as a family-based stunting prevention intervention model. Keywords: Clean Kitchen; Balanced Nutrition; Stunting; Community Service.