Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Improving Speaking Skill Through Mobile-Assisted Language Learning (MALL) Darmawati Darmawati
Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.572 KB) | DOI: 10.32493/jtsi.v1i1.1949

Abstract

Technology plays important role in education these days, it has changed teaching and learning languages. Mobile Assisted Language Learning (MALL)  plays crucial roles in this field. The focus of this study is to find out how effective to use MALL to help students to improve their English speaking skill. This study, therefore, aims at improving students’ speaking ability through Mobile–Assisted Language learning. This study was a classroom action research, which was carried out in three cycles. The participants of the research were second semester of computer science students in Pamulang University. Based on the findings, it showed that Mobile-Assisted Language Learning could improve students’ speaking ability in terms of pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. The more the students practice their speaking though MALL the better their speaking ability.
Implementasi Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Metode Scaffolding Self-Assessment Sulasih Sulasih; Darmawati Darmawati; Nur Najibah Sukmawati; Pari Purnaningsih; Resti Isnaeni
Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Pekodimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.374 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) meningkatkan motivasi siswa SMP Muhammadiyah Serpong dalam belajar bahasa Inggris secara langsung maupun dalam jaringan; (2) metode pembelajaran Scaffolding self-assessment saat proses belajar mengajar bahasa Inggris; (3) memberikan variasi aktivitas pembelajaran agar tidak selalu berfokus kepada guru. SMP Muhammadiyah Serpong mengharapkan para siswa untuk bisa belajar secara mandiri, dikarenakan sangat terbatasnya waktu bagi guru untuk menjelaskan secara mendalam setiap mata pelajaran, apalagi selama masa pandemic, pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga hasilnya belum bisa seperti yang diharapkan. Guru mengalami kesulitan dalam memantau tingkat pemahaman pada setiap siswa dalam memahami mata pelajaran bahasa Inggris dikarenakan terbatasnya instruksi yang bisa diberikan kepada siswa melalui daring. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris karena inti dari metode scaffolding self assessment adalah mengajak siswa untuk bisa belajar lebih mandiri tidak bergantung kepada guru sehingga dapat dijadikan salah satu referensi untuk siapa saja yang akan memberikan variasi baru untuk pelatihan bahasa Inggris dalam pembeljaran bahasa Inggris.Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Inggris; Self Assessment; Scaffolding
PELATIHAN COOPERATIVE LEARNING BAGI GURU-GURU SMK MUHAMMADIYAH 2 TANGERANG SELATAN Pari Purnaningsih; Darmawati Darmawati; Nur Najibah Sukmawati; Resti Isnaeni; Afrianti Wulandari
JAMAIKA: JURNAL ABDI MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.876 KB)

Abstract

SMK Muhammadiyah 2 Tangerang Selatan menuntut guru- guru untuk selalu dapat mengikuti pelatihanpengajaran agar para guru senantiasa dapat mengembangkan kemampuan masing-masing individu dalammenyampikan mata pelajaran. Keterbatasan waktu dan jarangnya ada pelatihan guru yang dapat merekajangkau dengan mudah membuat mereka jarang mengikuti pelatihan. Untuk mengatasi permasalahantersebut maka kami tim dosen Universitas Pamulang dalam rangka melakukan tri dharma perguruantinggi yaitu salah satunya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat, menawarkan diri untuk hadirmemberikan wawasan yang berbeda tentang Cooperative Learning. Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat berupa Pelatihan Cooperative Learning untuk Guru – Guru SMK Muhammadiyah 2Tangerang Selatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengembanganpembelajaran guru. Kemampuan mengembangkan pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan motivasisiswa untuk belajar terutama dalam bekerja kelompok dan saling bertukar pikiran untuk memecahkanmasalah bersama. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guruSMK Muhammadiyah 2 Tangerang Selatan yang berjumlah 31 orang. Pelatihan Cooperative Learninguntuk Guru-Guru SMK Muhammadiyah 2 Tangerang Selatan dilakukan dengan metode ceramah,demonstrasi dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konseppengantar dan teori media pembelajaran. Metode demonstrasi digunakan untuk menunujukkan tahapanpembelajaran menggunakan model Cooperative Learning. Sedangkan metode latihan digunakan untukmempraktikkan pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning. Dan tanya jawabdilakukan untuk memberi kesempatan peserta pelatihan berkonsultasi dalam mengatasi kendala yangdihadapi dalam menerapkan model pembelajaran tersebut.
ANALYSIS IMPLEMETATION OF COOPERATIVE LEARNING IN ENGLISH CLUB FOR INFORMATICS ENGGINEERING STUDENTS PAMULANG UNIVERSITY Darmawati Darmawati; Sulasih Sulasih
Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Vol. 5 No. 2 (2023): JULY 2023
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ljlal.v5i2.30602

Abstract

This qualitative research aims to explore the implementation of cooperative learning in English club activities for Informatics Engineering students at Pamulang University. The study focuses on investigating the effect of cooperative learning on students' English language skills, as well as identifying the benefits and obstacles of using cooperative learning approach in the context of English club activities. The research used a case study design, where data were collected through observation, interviews, and document analysis. The participants were selected purposively from the members of the English club, and the data were analyzed using a thematic analysis approach. The findings suggest that cooperative learning has a positive impact on students' English language skills, particularly in terms of improving their speaking and listening abilities. Moreover, the study identifies several benefits of using cooperative learning, such as increased motivation, enhanced collaboration, and greater engagement. However, the study also reveals some challenges associated with the implementation of cooperative learning, including the need for sufficient planning and organization, as well as the issue of student participation. These findings have significant implications for the development of effective cooperative learning strategies in English club activities for Informatics Engineering students at Pamulang University.
D-PBICC Model: Digital Project-Based Learning for High School Students' Intercultural Competence Neneng Misliyah; Darmawati Darmawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11206

Abstract

Intercultural Communicative Competence (ICC) has become crucial in the era of globalization, yet English teaching in Indonesia often separates language from its cultural context. This study aims to develop and test the validity, practicality, and effectiveness of the Digital Project-Based Learning for Intercultural Communicative Competence (D-PBICC) model for senior high school students within the context of the Independent Curriculum. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The limited trial subjects involved one eleventh grade class in an urban high school in Jakarta that independently implemented the Independent Curriculum. Data collection was carried out through a needs analysis questionnaire, expert validation sheets, ICC scales (pre-test and post-test), observation sheets, and a social media content analysis project assessment rubric. Quantitative data were analyzed using a paired-sample t-test in SPSS, while qualitative data were analyzed thematically using directed coding. The results of the study indicate that the developed D-PBICC model meets high validity criteria (88%) based on expert assessments, and is highly practical according to teacher and student responses. Implementation of the model significantly improved all five components of students' ICC (attitudes, knowledge, interpreting skills, finding skills, and critical cultural awareness). The social media content analysis procedure as a core assignment successfully transformed students from passive consumers into critical analysts capable of distinguishing diverse cultural products, practices, and perspectives. The main conclusion indicates that the D-PBICC model is effective as a pedagogical innovation relevant to the needs of the Independent Curriculum.  
Analysis of Grammatical Errors in the Use of Complex Sentences Among EFL University Students Nurdin Nurdin; Wiwit Sariasih; Darmawati Darmawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11259

Abstract

Producing complex sentences is an important part of academic writing and effective communication in English. But many English as a Foreign Language (EFL) learners struggle repeatedly with grammar when they are trying to construct complex sentences. The present study aims at investigating the grammatical errors in the use of complex sentences of undergraduate students in English Literature and the factors leading to these errors. The study employed a qualitative case study design with 30 participants, including one English lecturer and 29 undergraduate students taking an academic writing course. The data were gathered from students’ written assignments, semi-structured interviews with the lecturer and selected students and classroom observations. Thematic analysis was used to analyze the collected data to identify the recurring patterns of grammatical errors and the factors influencing students’ performance. The results revealed a number of primary types of grammatical errors in the production of complex sentences. These included misapplication of subordinate conjunctions, errors in subject–verb agreement, inconsistency of tense, sentence fragments, run-on sentences, omission of vital grammatical components, and incorrect construction of a relative clause. Thematic analysis also showed four main themes for these mistakes: limited competence in grammar, influence of L1, limited practice on complex sentence construction, and problems in applying grammar knowledge in the context of academic writing task. The study concludes that the grammatical errors in the construction of complex sentences are caused not only by the lack of knowledge of English grammar, but also the difficulty of transferring the explicit knowledge of grammar to communicative writing practice. The results highlight the significance of integrating explicit grammar teaching with contextualized writing tasks, continuous formative feedback and collaborative learning approaches to improve students’ grammatical accuracy. Keywords: grammatical mistakes, complex sentences, English Literature students, qualitative methodology, thematic analysis, academic writing
Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Cinta dalam Pendidikan Agama Islam untuk Menciptakan Budaya Akademik yang Humanis Sri Wahyuni; Darmawati Darmawati
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi internalisasi nilai-nilai cinta dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Pamulang serta kontribusinya dalam membentuk budaya akademik yang humanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dosen PAI, observasi proses pembelajaran, serta analisis dokumen berupa RPS dan bahan ajar. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi nilai cinta diwujudkan melalui tiga tahap utama, yaitu: (1) keteladanan dosen, dengan menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan sikap saling menghargai dalam interaksi akademik; (2) pembelajaran kontekstual, dengan mengaitkan materi PAI pada realitas kehidupan mahasiswa sehingga mendorong terciptanya kesadaran spiritual yang inklusif; serta (3) pembiasaan dan penguatan budaya akademik, melalui kegiatan diskusi kelompok, kolaborasi lintas mata kuliah, dan pembiasaan doa bersama sebelum perkuliahan. Internalisasi nilai-nilai cinta ini berkontribusi pada terciptanya iklim akademik yang harmonis, saling menghormati, dan mendukung terbentuknya karakter mahasiswa yang religius, toleran, serta berorientasi pada kemanusiaan. Penelitian ini merekomendasikan agar internalisasi nilai-nilai cinta dalam PAI tidak hanya dilakukan di kelas, tetapi juga diperluas pada kegiatan organisasi kemahasiswaan dan program pengabdian masyarakat, sehingga nilai-nilai tersebut benar-benar membentuk budaya akademik yang humanis di lingkungan universitas.