Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Kader Dalam Peningkatan Cakupan ASI Ekslusif Melalui Kelompok Pendukung ASI Sukesi; Rekawati Susilaningrum
Health Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan. 
Gambaran Depresi Pada Remaja Korban Kekerasan Seksual kiki berliana; Dwi Purwanti, S.Kp., SST., M.Kes.; Sukesi, A.Per.Pend., S.Kep., Ns., M.Kes; Dr. K.Kasiati, S.Pd., S.Tr Keb., M.Kes
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i4.56

Abstract

Introduction: Sexual violence or rape is sort of violence that is all too common.. Rape victims as adolescents might suffer form a variety of consequences including psychological trauma in the type of depression. Physical symptoms include a lack of self-efficacy, eating and sleeping disorders, anhedonia, and psychological symptoms such as self-weakness, self-control, sensitivity, a sense of worthlessness, lacking in self, and social symptoms can include withdrawal from the environment and emotional distress. The purpose of this literature review is to examine different study findings on the description of depression in adolescents who have been sexually abused. Methods: PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyzes) and the JBI checklist were used to conduct literature review. The phrases were gathered from 7 databases (Semantic Scholar, Wiley, Sage Journals, Proquest, PubMed, Researche Gate, and Elsevier) which yielded 1781 articles of which 36 were chosen to fit the inclusion criteria. Articles are timed for the previous five years. Results: According of 36 articles review, 6 articles describe low self-concept, 5 articles describe emotional dysregulation, 3 article describes a loss of interest (anhedonia),3 article describes disturbed sleep pattern, 2 article describe an eating disorders, 4 articles describes disturbed psycotic problems, and 3 article describes self harm,4 article describes suicide attempt, and 3 article describes antisocial behavior and 3 articles describes psychotic symptomps. as a description of adolescent depression with sexual violence experiences. Conclution: The incidence of low self concept is the most prevalent of the 36 articles. Discussion : Of course, futher study is indeed to examine other aspects of depression among teenagers who have suffered sexual abuse.”
Pengaruh Abdominal Stretching Exercise Terhadap Dismenore Pada Remaja Putri Di MAN Bangkalan Dea Rosalia Putri; Evi Pratami; Kharisma Kusumaningtyas; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i2.66

Abstract

Dismenore merupakan rasa sakit, kram pada pinggang hingga perut bagian bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari yang terjadi saat dan sebelum menstruasi. Salah satu upaya mengatasi nyeri dapat menggunakan Metode farmakologis dengan mengkonsumsi obat-obat analgetik seperti asam mefenamat, ibu profen, dan nefroxen. Sedangkan non farmakologi merupakan upaya yang dilakukan tidak menggunakan obat-obatan sehingga tidak menimbulkan efek samping.Tujuan dari penelitian ini untuk diketahuinya pengaruh Abdominal Stretching Exercise terhadap dismenore pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen yang bersifat one grup pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Siswa Kelas XI Di MAN Bangkalan yang mengalami dismenore sejumlah 84 orang. Besar sampel dalam penelitian ini mengunakan rumus slovin dengan jumlah sampel 70  responden kelas XI di MAN Bangkalan dengan teknik Purposive sampling. Variabel indenpenden dalam penelitian ini adalah Abdominal Stretching Exercise, variabel dependen adalah dismenore. Intsrumen pada penelitian ini menggunakan Numeric Ratting Scale (NRS), Standart Operasional Prosedur (SOP) dan Lembar Observasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian abdominal stretching exercise sebagian besar mengalami nyeri skala ringan Dan setelah pemberian abdominal stretching exercise setengahnya mengalami skala tidak nyeri. Dari Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon dengan nilai signifikansi p-value 0,000 yang artinya adanya pengaruh abdominal stretching exercise terhadap dismenore pada remaja putri di MAN Bangkalan Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian Abdominal Stretching Exercise kepada remaja putri dapat mengurangi dismenore. diharapkan setelah melakukan Abdominal Stretching Exercise responden dapat menerapkan setiap mengalami menstruasi untuk mengurangi nyeri dismenore yang dialaminya  
Perbedaan Pemberian Aromaterapi Lavender dan Yoga Terhadap Kejadian Emesis Pada Ibu Hamil Elsabillah Rike Chenarna; Sukesi; Tatarini Ika Pipitcahyani; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i2.73

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah suatu kondisi dimana ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, dalam upaya promotif dan preventif terhadap hiperemesis gravidarum perlu dilakukan penanganan dini gejala mual dan muntah fisiologis agar kadar muntah pada ibu hamil tidak berlebihan sampai terjadi hiperemesis gravidarum. Ibu hamil diharapkan menggunakan terapi nonfarmakologi untuk mengatasi mual muntah seperti aromaterapi lavender atau yoga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan two-group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan diri di Klinik Anugrah Pratama Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 26 responden, diambil secara purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Rhodes INVR/Rhodes Index for Nausea, Vomitting dan Retching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan aromaterapi lavender hampir setengah responden tidak mengalami mual muntah dan hampir setengah responden yang mendapatkan yoga mengalami mual muntah ringan. Hasil uji statistik menunjukkan pengaruh aromaterapi lavender terhadap kejadian emesis pada ibu hamil (p=0,008) dan pengaruh yoga terhadap kejadian emesis pada ibu hamil (p=0,007). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian aromaterapi lavender dan yoga terhadap kejadian emesis pada ibu hamil. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai terapi nonfarmakologis yang lebih efektif untuk menurunkan angka kejadian emesis pada ibu hamil.
Hubungan Perilaku Remaja dengan Anemia Pada Remaja Putri Di SMAN 2 Malang Irfani Nur Sa'adah; Evi Pratami; Sherly Jeniawaty; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): December
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.39

Abstract

Anemia merupakan kondisi konsentrasi hemoglobin atau jumlah sel darah merah dibawah normal. Kadar hemoglobin pada remaja putri normalnya adalah 12 mg%. Bersumber dari data Kemenkes RI, persentase anemia pada remaja putri masih tinggi yaitu sebesar 32% yang artinya 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Sedangkan di Jawa Timur berdasarkan data (Dinkes Provinsi Jawa Timur, 2020) 42% remaja putri di Jawa Timur mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku remaja dengan anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini siswa perempuan kelas X di SMAN 2 Malang. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 125 responden. Variabel indepeden dalam penelitian ini adalah anemia sedangkan variabel  dependen adalah perilaku remaja. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dan alat Haemometer quick test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Pengetahuan remaja putri hampir seluruh (96,1%) pengetahuan baik, sikap remaja putri sebagian besar (53,9%) sikap positif, tindakan remaja putri hampir seluruh (79,7%) tindakan cukup. Hasil uji analisis hubungan pengetahuan dengan anemia didapatkan p value = 0,030, hasil uji analisis hubungan sikap dengan anemia didapatkan p value hubungan antara sikap dengan anemia pada remaja putri didapatkan p value = 0,783, hasil uji analisis hubungan tindakan dengan anemia didapatkan p value = 0,511. Simpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan anemia dan tidak ada hubungan sikap dan tindakan dengan anemia. Diharapkan dengan penelitian ini bisa menjadi pencegahan tingkat sekolah dengan cara meningkatkan pengetahuan pada remaja putri.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Progestin dengan Siklus Menstruasi Nabilatul Mukaromah; Novita Eka Kusuma Wardani; Siti Alfiah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): December
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.77

Abstract

Pendahuluan : Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh WUS di Indonesia. Penggunaan kontrasepsi suntik progestin meningkat beberapa waktu belakangan dan menunjukkan gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi. Metode : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan studi Cross Sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Tanah Kali Kedinding. Sampel yang digunakan berjumlah 102 responden pengguna kontrasepsi suntik dengan Teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan kontrasepsi suntik progestin, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah siklus menstruasi. Pengambilan Data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil : Penelitian ini menunjukkan sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 59.8% memilih kontrasepsi suntik progestin. Sebagian besar akseptor kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 71.6% memiliki siklus menstruasi yang tidak normal. Analisis : Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi diperoleh nilai signifikan ρ = 0.000 (< 0.05) dengan Contingen Coefficiency sebesar 0.509. Pembahasan : Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi suntik progestin dengan siklus menstruasi dengan keeratan hubungan sedang. Saran : Diharapkan calon akseptor lebih cerdas memilih kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan serta mempertimbangkan efek samping yang akan di dapat.
Pengaruh Aplikasi Klik KB terhadap Pengetahuan Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur Cicilia Dewi; Sukesi; Tatarini Ika Pipitcahyani; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i2.81

Abstract

Aplikasi Klik KB adalah sebuah inovasi yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, mendapatkan edukasi serta melakukan konsultasi secara online. Namun, penggunaan aplikasi ini masih belum maksimal, petugas kesehatan masih lebih sering menggunakan lembar balik sebagai alat pemberian konseling mengenai macam-macam metode kontrasepsi Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penyuluhan menggunakan aplikasi “Klik kb” terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi. Penelitian ini merupakan quasi-experiment dengan menggunakan group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah WUS di Desa Kedungrejo yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 36 responden, diambil menggunakan Purposive sampling. Variabel independen berupa media aplikasi “klik kb” dan variabel dependen berupa pengetahuan WUS. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara bivariat dengan hasil penelitian menunjukan sebelum responden yang diberi penyuluhan dengan aplikasi “klik kb” rata-rata pengetahuan adalah 17,89 dan setelah diberi penyuluhan menggunakan media aplikasi “klik kb” rata-rata skor pengatahuan menjadi mengalami peningkatan pengetahuan dengan rata-rata 20,77. Dari analisis menggunakan Wilcoxon Matched Pairs Test (p = 0,001 atau p value < α) disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media aplikasi “Klik Kb” terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan adanya pengaruh penggunaan media aplikasi “klik kb” terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi sebelum dan setelah diberikan media aplikasi di Desa Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk sehingga aplikasi “klik kb” diharapkan dapat digunakan dalam memberikan penyuluhan.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun Di KB TKIT Al Hikmah Surabaya Aldita Hajar Setya Rohmah; Astuti Setiyani; Novita Eka Kusuma Wardani; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.204

Abstract

Usia dini merupakan periode masa pertumbuhan dan perkembangan, pada masa tersebut semua potensi pada anak akan berkembang dengan pesat. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak. Dilihat dari kenyataannya orang tua pada zaman sekarang banyak yang memberikan gadget pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain CrossSectional. Variabel independen adalah penggunaan gadget dan variabel dependen adalah interaksi sosial. Populasi penelitian ini sebanyak 156 orang tua. Sampel ditentukan dengan metode Purposive Sampling sebanyak 112 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Spearman Rank. Penelitian menunjukkan Penggunaan Gadget memiliki hubungan dengan Interaksi Sosial Anak. Analisis Spearman Rank dengan p-Value = 0,005. Dengan taraf signifikan p <0,05 dengan nilai r hitung = -0,263 H1 diterima, artinya ada hubungan antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya. Hasil uji statistik Spearman Rank bahwa r hitung = -0,263 yang berarti hubungan tidak searah, semakin tinggi penggunaan gadget semakin menurun interaksi sosial pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.
Efektivitas Pijat Batuk Pilek dengan Lama Penyembuhan ISPA pada Balita Hilda Rizky Amelia; Sherly Jeniawaty; Uswatun Khasanah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.209

Abstract

Batuk pilek rentan terjadi pada anak balita, apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memperberat kondisi anak. Pada tahun 2023 sampai bulan Oktober terjadi peningkatan kasus ISPA di Kecamatan Sepulu dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 30%. Pijat batuk pilek salah satu solusi mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pijat batuk pilek terhadap lama penyembuhan ISPA pada Balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami ISPA pada bulan Februari-April 2024 yang ada sebanyak 65 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 30 responden. Untuk menganalisis adanya perbedaan digunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyembuhan batuk sebelum mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah normal (73,3%). Sedangkan lama penyembuhan batuk setelah mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah cepat (70%). Dari hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test hasil uji p value didapatkan p value = 0,000 maka H1 diterima yang artinya Pijat batuk pilek lebih efektiv terhadap lama penyembuhan ISPA pada balita. Disimpulkan bahwa pijat batuk pilek sangat efektiv dalam penyembuhan batuk pilek pada balita. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.
Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan Status Gizi Balita 12-24 Bulan Meishafa Nanda Mutyovi; Sukesi Sukesi; Novita Eka Kusuma Wardani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk121

Abstract

Malnutrition in toddlers can hinder the growth of mental, physical and thinking abilities, so that nutritional status is very important to pay attention to. The purpose of this study was to analyze the relationship between the pattern of complementary feeding with breast milk and the nutritional status of toddlers aged 12-24 months. This study applied a cross-sectional design, which included 105 toddlers aged 12-24 months in Rejosopinggir Village, Tembelang, Jombang, who had been selected using a proportional random sampling technique. Feeding patterns were measured by filling out questionnaires, while nutritional status was measured by measuring height and weight. Data were analyzed using Chi-square test. The results showed that the p-value = 0.000. Furthermore, it was concluded that the pattern of giving complementary food to breast milk is related to the nutritional status of toddlers in Rejosopinggir Village.Keywords: toddler; nutritional status; complementary foods for breast milk ABSTRAK Kekurangan gizi pada balita bisa menghambat pertumbuhan mental, fisik dan kemampuan berpikir, sehingga status gizi sangat penting untuk diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara pola pemberian makanan pendamping air susu ibu dengan status gizi pada balita 12-24 bulan. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang mengikutsertakan 105 balita berusia 12-24 bulan di Desa Rejosopinggir, Tembelang, Jombang, yang telah dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pola pemberian makanan diukur melalui pengisian kuesioner, sedangkan status gizi diukur dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Data dianaIisis menggunakaniuji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa pola pemberian makanan pendamping air susu ibu berhubungan dengan status gizi balitadi Desa Rejosopinggir.Kata kunci: balita; status gizi; makanan pendamping air susu ibu