Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

COMMUNITY STRUCTURE OF FRESHWATER GASTROPODS IN NORTH KOLAKA REGENCY SOUTHEAST SULAWESI Muhammad Fajar Purnama; La Ode Muh. Junaidin Sirza; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i1.282

Abstract

Kabupaten Kolaka Utara merupakan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan topografi wilayah terdiri dari gunung, bukit dan lembah. Kontur ini secara alami membentuk system hidrologi perairan sungai yang dinamis atau bertipologi deras (zona air deras). Karakteristik ekologi khas lainnya seperti kecepatan arus tinggi dan sungai relatif dangkal (shallow water). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021 di Kabupaten Kolaka Utara. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui struktur komunitas gastropoda perairan tawar di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini menerapkan metode kombinasi (kualitatif-kuantitatif) dalam penenutuan lokasi sampling dan proses pengambilan sampel. Penetapan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan keberadaan komunitas gastropoda dan pengambilan sampel secara kuantitatif menggunakan teknik simple random sampling atau acak sederhana. Sampel gastropoda dikoleksi secara manual dengan alat bantu metal hand scoop dan gloves. Total sampel gastropoda yang diperoleh pada 17 titik sampling sebesar 1563 individu. Struktur komunitas gastropoda di Kabupaten Kolaka Utara terdiri atas 19 Genus dan 33 spesies yang tersebar pada 9 Famili yaitu Achantinidae, Ampullariidae, Ariophantidae, Lymnaeidae, Neritidae, Pachychilidae, Planorbidae, Thiaridae dan Viviparidae. Hasil analisis struktur komunitas gastropoda menunjukan kondisi yang relatif stabil, dimana rata-rata kelimpahan gastropoda mencapai 91,94 ind./m2 dan kelimpahan jenis gastropoda berkisar 0,29-16 ind./m2. Keanekaragaman jenis gastropoda berkategori sedang dengan besaran nilai maksimal  (H’ = 2,96) atau mendekati H’>3 (kategori tinggi), keseragaman sedang (E = 0,85), kekayaan jenis tinggi (R = 4,35), dominansi yang menunjukan tidak adanya spesies yang mendominasi (C = 0,08) dan sebaran gastropoda menunjukkan pola mengelompok (Ip = 0,01). Tipe perairan tawar di Kabupaten Kolaka Utara umumnya adalah sungai berbatu (rocky river) sehingga komunitas gastropoda didominasi oleh famili Neritidae dan Thiaridae khususnya jenis Tarebia granifera, Melanoides tuberculata dan Clithon corona.
REKAM-JEJAK BARU SPESIES ASING INVASIF (SAI) Tarebia granifera Lamarck (1822) DI AREA AIR TERJUN TUMBURANO (KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN-SULAWESI TENGGARA) Muhammad Fajar Purnama; La Ode Muh. Junaidin Sirza; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i1.283

Abstract

Air terjun Tumburano merupakan hulu dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Tumburano yang meliputi Sebagian besar Kawasan Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 tahun di area air terjun Tumburano, Desa Tumburano. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelimpahan siput air tawar invasif Tarebia granifera (Lamarck, 1822). Selain itu penelitian ini juga dimaksudkan untuk melihat seberapa besar eksistensi dan ancaman spesies asing invasif T. granifera di Kabupaten Konawe Kepulauan khususnya di area air terjun Tumburano berdasarkan perspektif kelimpahan populasinya. Lokasi pengambilan sampel ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling dan pengambilan sampel biotanya menggunakan metode simple random sampling pada lokasi yang telah ditentukan berdasarkan keberadaan atau tempat ditemukannya T. granifera. Sampel dikoleksi secara manual dengan metode handpicking dan alat bantu gloves, dikarenakan populasinya cendrung hidup sebagai bentos epifauna dan hanya beberapa diantaranya membenamkan diri pada subtrat pasir berlumpur (± 2 cm), sehingga sangat mudah dalam proses sampling atau pengambilannya. Siput invasif T. granifera sangat mendominasi habitat dan relung hidup di dasar substrat air terjun Tumburano. Hal ini terlihat dari keberadaan populasi spesies asing tersebut, yang memenuhi ruang dasar perairan dan hanya terdapat beberapa siput jenis lain seperti Thiara winteri, Thiara scabra dan Neritina pulligera (4-7 individu). Kelimpahan T. granifera di kawasan air terjun Tumburano berkisar antara 53-126,3 ind.m-1. Kecendrungan kelimpahan populasi tertinggi terdapat pada bulan April 2020 dan menurun di Juni-Agustus 2020 hingga kembali meningkat pada bulan April 2021. Dominansi yang tinggi menjadikan siput invasif T. granifera sebagai populasi biota akuatik terbesar penyusun ekosistem air terjun Tumburano.