Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG ARTRITIS RHEUMATOID DENGAN UPAYA PENATALAKSANAANNYA Nugroho, Christianto
Jurnal AKP Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akp - Desember 2014
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

United Nation Of Health Agency or World Health Organization ( WHO ) establishes 65 years as the age that shows the aging process takes place in a real and someone has called the elderly. One of the rheumatic group that often accompany old age is Rheumatoid Arthritis ( Fitriany , 2009). In Indonesia, the incidence  of  Rheumatoid Arthritis in the elderly has increased. Though this disease can be treated if the elderly have a good knowledge. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge with management efforts of Rheumatoid Arthritis at Badas Public Health Centers Kediri Regency .Research design used in study was the Analitic Cross Sectional.  Population in this study were all elderly with Rheumatoid Arthritis. The size was 30 elderly. Sampling technique using purposive sampling with a sample of 15 elderly. Instrument of the research using a questionnaire to measure knowledge and knowledge management using a questionnaire to measure management efforts. The place of research in the Badas Public Health Centers Kediri Regency. Analysis of the data used is Descriptive Analytics .  Results of the research in this study showed the majority of respondents have less knowledge, less salvage as much as 7 respondents ( 46.7 % ). So it can be concluded that there was relationship between knowledge with management efforts of Rheumatoid Arthritis at Badas Public Health Centers Kediri regency Researcher concluded the relationship between knowledge with management efforts of Rheumatoid Arthritis in the elderly due to age, education, gender, occupation, and experience. Thus the role of health educators is very important, the cooperation of all parties also contribute in improving the quality of life of the elderly. Ranging from health centers, neighborhood health center, club elderly or in a hospital. And the runners are expected to participate actively and independently in each extension activities mainly on the management of Rheumatoid Arthritis . Keywords: knowledge, management efforts, and elderly
TINGKAT KEPUASAN IBU TENTANG MUTU PELAYANAN POSYANDU BALITA Wulansari, Yuni; Nugroho, Christianto
Jurnal AKP Vol 8, No 1 (2017): Jurnal AKP - Juni 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKepuasan ibu terhadap mutu pelayanan di posyandu dipengaruhi banyak faktor bukti nyata (tangible), reliability (keandalan/dapat dipercaya), responsiveness (ketanggapan) serta assurance (jaminan kepastian). Hal ini harus dipenuhi oleh petugas atau kader posyandu agar semua sasaran terpuaskan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan ibu tentang mutu pelayanan kesehatan Posyandu Balita di Posyandu Dusun Sambiroto Desa Sambirobyong Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya adalah semua ibu balita yang ada di Posyandu Balita dengan jumlah 30 ibu dengan sampel 30 responden diambil dengan teknik total sampling. Variabel penelitian adalah tingkat kepuasan tentang mutu pelayanan kesehatan posyandu balita dikumpulkan dengan menggunakan koesioner dengan jumlah 25 pertanyaan. Data yang dihasilkan diolah dengan cara editing, cording, scoring, tabulating dan dianalisis secara prosentase. Data disajikan dalam bentuk diagram dan tabel.Dari hasil penelitian didapatkan secara umum sebagian besar responden puas yaitu sebanyak 21 responden (70%) , sangat puas 8 responden (26,7%) dan cukup puas 1 responden (3,3%) dari total 30 responden.Hal ini disebabkan sarana atau fasilitas fisik posyandu sudah memadai, petugas memberi pelayanan dengan ramah, sopan, cepat tanggap, professional dan dapat diandalkan.Disimpulkan bahwa mutu pelayanan di posyandu Dusun Sambiroto Desa Sambirobyong Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri sudah dinilai memuaskan. Disarankan agar pelayanan yang ada tetap di pertahankan. Kata Kunci : kepuasan, mutu pelayanan posyandu balita
SELF EFFICACY PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA BPJS CABANG KEDIRI: SELF EFFICACY PATIENTS DM TYPE 2 IN BPJS KEDIRI BRANCH AREA christianto nugroho
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.696 KB) | DOI: 10.53599/jip.v1i1.17

Abstract

Abstrak : Diabetes mellitus (DM) merupakan sekelompok penyakit metabolik dengan karakteristik peningkatan kadar glukosa darah, Penderita DM seringkali mengalami kesulitan untuk menerima diagnose DM, terutama ketika ia mengetahui bahwa hidupnya diatur oleh diet makanan dan obat- obatan. Pasien DM yang bersikap negatif terhadap pengobatan akan mengakibatkan kegagalan penatalaksanaan DM, hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kemampuan sosial pasien, Pasien Diabetes mellitus (DM) cenderung mengalami gangguan mekanisme koping salah satunya adalah self efficacy. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui self efficacy pada pasien DM tipe 2. Desain penelitian ini menggunakan deskripsi dengan sampel pada penelitian ini adalah pasien DM Type 2 yang tergabung dalam peserta Pronalis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) di wilayah kerja BPJS cabang Kediri di kelompok prolanis larasati dan prosehat bugar , Jawa Timur, Indonesia pada bulan April-Mei 2015. Sampel penelitian ini adalah semua peserta Prolanis berjumlah 34 orang yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DMSES (Diabetes Management Self Efficacy Scale), kemudian dianalisa menggunakan analisis diskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan Self Efficacy pada pasien DM tipe 2 dalam kateori sedang, ini mengindikasikan pasien DM belum mampu mengontrol penyakitnya secara maksimal yaitu dalam pengontrolan makan dan diet, program latihan/olah raga, dan pengobatan. Kesimpulan: Self Efficacy pada pasien DM tipe 2 dalam kategori sedang. Abstract : Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by an increase in blood glucose levels. DM sufferers often have difficulty accepting a diagnosis of DM, especially when he knows that his life is governed by a diet of food and medicine. DM patients who are negative towards treatment will result in failure of DM management, this can affect the quality of life and social ability of patients, Diabetes mellitus (DM) patients tend to experience coping mechanism disorders, one of which is self efficacy. The purpose of this study was to determine self-efficacy in type 2 DM patients. The design of this study used the description of the sample in this study were DM Type 2 patients who were members of the Pronalis (Chronic Disease Management Program) in the working area of ​​the Kediri BPJS branch in the Prolanis larasati group and prosehat fit, East Java, Indonesia in April-May 2015. The sample of this study were all 34 participants selected from total sampling. Data were collected using the DMSES (Diabetes Management Self Efficacy Scale) questionnaire, then analyzed using descriptive analysis. The results of this study indicate Self Efficacy in patients with type 2 DM in the medium category, this indicates that DM patients have not been able to control their disease to the fullest, namely in controlling food and diet, exercise / sports programs, and medication. Conclusion: Self Efficacy in patients with type 2 DM in the medium category.
ANALISIS SELF EFFICACY PESERTA PELATIHAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN PADA KORBAN BALITA TENGGELAM: ANALYZE THE SELF-EFFICACY OF TRAINING PARTICIPANTS IN EMERGENCY HANDLING OF TODDLERS DROWNING christianto nugroho; Suryono
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.36 KB) | DOI: 10.53599/jip.v2i2.73

Abstract

Abstrak : Tenggelam atau drowning didefinisikan sebagai kematian karena akfiksia akibat terendam pada cairan, terutama air. Permasalahan mitra yang dirumuskan yaitu rendahnya pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri (Self Efficacy) dalam penanganan kegawatdaruratan tenggelam pada balita dan upaya antisipasi yang dapat dilakukan di rumah untuk mencegah resiko kecelakaan tenggelam pada balita.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Self Efficacy peserta pelatihan penanganan kegawatdaruratan pada korban balita tenggelam di Desa Darungan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Desain Penelitian ini menggunakan pendekatan One Group Pre Test-Post Test Design, pengumpulan data dilakukan dengan panduan kuesioner. Populasi penelitian adalah keseluruhan peserta pelatihan kegawatdaruratan pada korban balita tenggelam di desa Darungan yang berjumlah 15 orang, sampel menggunakan total sampel yaitu 15 responden. Variabel independent penelitian ini adalah pelatihan kegawatdaruratan korban balita tenggelam dan variabel dependent panelitian ini adalah Self Efficacy. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner yang mengukur tingkat self efficacy peserta sebelum dilakukan pelatihan dan setelah dilakukan dilakukan pelatihan. Kemudian data ditabulasi untuk melihat tingkat Self Efficacy dan dilakukan uji beda menggunakan uji Paired t-test. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah Self Efficacy sebelum dilakukan pelatihan memiliki rata rata di skor 67 dalam kategori rata-rata rendah (< 69%) dan Self Efficacy setelah dilakukan pelatihan memiliki rata rata di skor 95,4 dalam kategori rata-rata sedang (69 – 99%) serta analisis pre dan post pelatihan diketahui sig.(2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05, bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara hasil Self Efficacy peserta pelatihan penanganan kegawatdaruratan pada korban balita tenggelam pada data pretest dan post test, artinya bahwa pelatihan penanganan kegawatdaruratan pada balita tenggelam memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan Self Efficacy peserta pelatihan. Dari penelitian ini di simpulkan pelatihan penanganan kegawatdaruratan pada korban balita tenggelam memberikan efek terhadap peningkatan Self Efficacy masyarakat darungan. Abstract : Drowning or drowning was defined as death due to akfiksia due submerged in fluids, especially water. The partner problems formulated are low knowledge, skills and self-confidence (Self Efficacy) in handling emergency drowning in toddlers and anticipatory efforts that can be done at home to prevent the risk of drowning accidents in toddlers. The purpose of this study was to analyze the self-efficacy of training participants in emergency handling of toddlers drowning in Darungan Village, Pare District, Kediri Regency. The design of this study used the One Group Pre-Test-Post-Test Design approach, data collection was carried out with a questionnaire guide. The study population is the overall trainee emergency in toddler drowning victims in the village darungan which totaled 15 people, a sample using a total sample of 15 respondents. The independent variable of this research is Training in Emergency Handling Of Toddlers Drowning and the dependent variable of this research is Self Efficacy. Data were collected by questionnaire that measures the level of self-efficacy of participants prior to the training and after the training is done. Then the data were tabulated to see the level of self efficay and different test performed using a Paired t-test. The results obtained in this study are that self-efficacy before training has an average score of 67 in the low average category (<69%) and self-efficacy after training has an average score of 95.4 in the medium average category ( 69 - 99%) as well as the pre and post training analysis, it is known that sig. (2 tailed) of 0.000 <0.05, that there is a significant difference between the results of the self-efficacy of training participants in emergency handling of children under five drowning in the pretest and posttest data, meaning that Emergency handling training for drowning toddlers has a significant effect on changes in self-efficacy of training participants. This research concluded emergency handling training in toddler drowning victims have an effect on self-efficacy enhancement darungan society.
ANALISIS BENTUK LAYANAN HOMECARE YANG DIINGINKAN PASIEN BERDASARKAN KASUS PENYAKIT DI MASA PENDEMI COVID-19. : ANALYSIS OF HOME CARE SERVICES AS PATIENT EXPECTATION DURING PANDEMIC OF COVID -19. christianto nugroho; Suryono; Bambang Wiseno
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.348 KB) | DOI: 10.53599/jip.v3i1.78

Abstract

Abstrak : Homecare merupakan pelayanan kesehatan di rumah yang memberikan kesempatan bagi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Faktor kasus penyakit terhadap bentuk layanan homecare masih memerlukan analisis lebih mendalam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kasus penyakit terhadap bentuk layanan homecare yang diinginkan pasien pada masa pendemi covid-19 di RS Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien di RSUD Pare dan sampel penelitian 172 responden dengan tehnik simple random sampling pada bulan September 2020. Instrument penelitian ini menggunakan bentuk kuesioner yang berisi data diagnosa medis dan bentuk layanan homecare yang diinginkan oleh responden. Setelah data terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan SPSS 20 dan dilakukan uji statistik dengan crostab Hasil penelitian menunjukkkan bentuk layanan homecare berurutan sebagai berikut Perawatan 91 responden, pengobatan 54 respoden, konsultasi kesehatan 22 respoden, dan Fisoterapi 5 responden dari semua kasus penyakit yang dialami oleh pasien. Bentuk layanan homecare dapat disimpulkan bahwa pelayanan keperawatan oleh tenaga perawat, pengobatan oleh dokter, konsultai kesehatan dan fisioterapi merupakan perpaduan yang harmonis untuk mewujudkan pelayana homecare yang baik dan servis yang memuaskan bagi masyarakat, sehingga kesehatan ditengah masyarakat bisa terwujud. Abstract : Homecare is a health service at home that provides opportunities for the community to reach maximum health services. The factor of disease cases in the form of homecare services still requires more in-depth analysis. The purpose of this study was to analyze disease cases against the form of homecare services that patients expected during the COVID-19 pandemic at Kabupaten Kediri Hospital, Kediri, East Java, Indonesia. The design of this study was cross-sectional. The population of this study were all patients at RSUD Pare and the research sample was 172 respondents using simple random sampling technique. Collecting data with a questionnaire about the form of homecare services and cases of patient illness, then multivariate analysis was carried out with linear regression test. The results showed that the form of homecare services was sequentially as follows: Treatment of 91 respondents, treatment of 54 respondents, health consultation of 22 respondents, and Physiotherapy 5 respondents from all cases of disease experienced by patients. The form of homecare services can be concluded that nursing services by nurses, treatment by doctors, health consultants and physiotherapy are a harmonious combination to create good homecare services and satisfying services for the community, so that health in the community can be realized.
ANALISIS SELF EFFICACY PERAWAT BERDASARKAN DATA DEMOGRAFI DI TENGAH PANDEMI COVID-19: SELF EFFICACY ANALYSIS OF NURSES BASED ON DEMOGRAPHIC DATA IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC christianto nugroho; ikhwan kosasih
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.465 KB) | DOI: 10.53599/jip.v3i2.86

Abstract

Abstrak : COVID-19 telah menyebabkan krisis kesehatan global dengan meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal setiap hari. Melihat banyaknya kasus dan gejala pasien covid-19 diatas memberi gambaran bahwa betapa banyaknya pasien dan resiko yang harus dihadapi oleh perawat, hal ini mempengarui psikologi perawat secara umum dan terkhusus mempengaruhi efficacy diri perawat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis self efficacy perawat berdasarkan data demografi ditengah pandemi covid-19. Penelitian ini bersifat deskripsi analitik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif di RSUD Pare pada bulan april – september 2021. Populasi penelitian adalah semua perawat RS. Kabupaten Kediri. Jumlah sampel yang diambil 181 orang, Pengambilan data dilakukan dengan lembar kuesioner yang berisi tentang self efficay. Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa self efficacy sedang pada umur responden 26-35 tahun (35,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan 73,5%, tingkat pendidikan D-3 Keperawatan 69,1%, lama kerja 2-10 tahun 38,7%. Sedangkan analisis self efficacy berdasarkan data demografi ditunjukkan dengan varibel umur memiliki nilai p = 0,001 r = 0,352, jenis kelamin nilai p = 0,045 r = 0,182, pendidikan nilai p=0,513 r =0,133, lama kerja nilai p = 0,007 r = 0,297. Umur, jenis kelamin,pendidikan, dan lama kerja memberikan dukungan yang baik pada self efficacay seseorang dalam melakukan kegiatan, termasuk kondisi perawat selama pandemi covid-19, mereka mengalami perubahan self efficacy selama merawat pasien dengan covid-19. Abstract : COVID-19 has caused a global health crisis with the number of people getting infected and dying every day. Seeing the number of cases and symptoms of COVID-19 patients above illustrates how many patients and the risks nurses must face, this affects the psychology of nurses in general and in particular affects the nurse's self-efficacy. The purpose of this study was to analyze the self-efficacy of nurses based on demographic data amid the covid-19 pandemic. This research is an analytical description using a quantitative approach at Pare Hospital in April – September 2021. The research population is all hospital nurses. Kediri Regency. The number of samples taken was 181 people. Data was collected using a questionnaire sheet containing self-efficacy. Based on the data above, it shows that self-efficacy is moderate at the age of the respondent 26-35 years (35.4%), the most gender is female 73.5%, education level D-3 Nursing 69.1%, length of work 2-10 years 38,7%. While the self-efficacy analysis based on demographic data is indicated by the age variable having p-value = 0.001 r = 0.352, gender p = 0.045 r = 0.182, education p-value = 0.513 r = 0.133, length of work p = 0.007 r = 0.297. Age, gender, education, and length of work provide good support for a person's self-efficacy in carrying out activities, including the condition of nurses during the covid-19 pandemic, they experience changes in self-efficacy while caring for patients with covid-19.
HUBUNGAN KNOWLEDGE TRANSFER TERHADAP BUDAYA PATIENT SAFETY PERAWAT Pratiwi Pratiwi Yuliansari; Christianto Nugroho
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.342 KB) | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.933

Abstract

Budaya keselamatan adalah elemen mendasar dalam meningkatkan atau mempertahankan kualitas dalam pelayanan kesehatan. Salah satu cara efektif mengurangi kejadian keselamatan pasien, perlu menggunakan pendekatan yang berfokus pada kegagalan dalam sistem di mana tenaga kesehatan memberikan pelayanannya. Kesalahan klinis dilaporkan sebagai penyebab kematian tertinggi ketiga di negara berkembang, dengan laporan yang menunjukkan bahwa 80% dari kesalahan klinis tersebut sebenarnya dapat dicegah. Berbagi pengetahuan adalah bidang penelitian yang relatif baru. Metode yang mencakup proses dan strategi, yang dapat mengarah pada pemanfaatan temuan penelitian dan peningkatan hasil untuk keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan berbagi pengetahuan terhadap budaya keselamatan pasien pada perawat.Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 80 responden yang dipilih secara cluster sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner. Data penelitian kemudian dianalisis dengan uji regresi linier dengan tingkat signifikansi p <0,05.Hasil penelitian menemukan nilai signifikansi berbagi pengetahuan pada budaya keselamatan pasien adalah p = 0,00. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara berbagi pengetahuan pada keselamatan pasien dengan persentase peluang untuk mempengaruhi sebesar 40%.Ada hubungan yang sangat kuat antara berbagi pengetahuan dengan budaya keselamatan pasien. Penyedia layanan kesehatan, terutama rumah sakit, diharapkan dapat menerapkan dan membentuk budaya berbagi pengetahuan sebagai program rutin dan terdokumentasi dengan baik untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan.Kata Kunci: Berbagi Pengetahuan, Keselamatan Pasien, Kualitas Layanan KeperawatanDOI: 10.5281/zenodo.4724260
Hubungan Komunikasi, Kedudukan terhadap Profesional Concept Self Nursing pada Mahasiswa Keperawatan Post Pandemi Covid-19 di Indonesia Erwin Yektiningsih; Fajar Rinawati; Christianto Nugroho
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.995-1002

Abstract

Masa pandemi Covid-19 menggunakan sistem pembelajaran pembatasan interaksi sosial untuk mengurangi penyebaran di pada mahasiswa keperawatan menyebabkan tahapan dasar pembentukan menyiapan profesional concept self nursing kurang efektif. Tujuan penelitian ini mahasiswa dinilai kemampuan softskill di post pandemic Covid-19 mengenai komunikasi, kedudukan terhadap profesional concept self nursing, Metode penelitian menggunakan cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa keperawatan di Indonesia dengan sample sebanyak465 mahasiswa keperawatan diperoleh secara purposive sampling, yaitu dengan mengambil sampel dari perwakilan Institusi Kesehatan di Indonesia sesuai kriteria inklusi. Analisa data digunakan Spearman-rho. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami profesional concept self nursing di tingkat cukup sebanyak 51,2%, kemampuan komunikasi di tingkat kurang sebanyak 83.9%, dan kedudukan di tingkat cukup sebanyak 59.8%%. Hasil analisa data didapatkan komunikasi (ρ value = 0.070) memiliki tidak significant, sedangkan kedudukan (ρ value = 0.000) memiliki significant correlation terhadap profesional concept self nursing.
Study Diskriptif Resiko Jatuh Pada Lansia Kusnul, Zauhani; Nugroho, Christianto
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.369

Abstract

Abstrak Latar belakang: Jatuh didefinisikan sebagai kehilangan keseimbangan yang tidak disengaja sehingga menyebabkan seseorang secara tidak siap berada di lantai atau tanah. Jatuh pada lansia meningkat secara dramatis seiring bertambahnya usia dan merupakan penyebab utama cedera, kehilangan kemandirian dan kematian. Kejadian jatuh sering terjadi pada lansia, hal ini berhubungan dengan proses penuaan yang menyebabkan lansia mengalami penurunan berbagai fisiologis. Diantaranya penurunan fungsi sistem muskuloskeletal berupa penurunan kekuatan, elastisitas dan fleksibilitas otot, serta kecepatan waktu reaksi. Penurunan kekuatan otot selanjutnya akan menurunkan kemampuan mempertahankan keseimbangan tubuh lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan menggunakan metode diskriptif observasional yang dilaksnakan pada bulan April 2024 di panti sosial tresna werda Pare. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling, dengan kriteria inklusi lansia yang kooperatif, mampu mendengar dan melihat, mampu memahami dan mengikuti instruksi. Variabel penelitian ini meliputi ; kekuatan otot ekstremitas atas dan bawah, penurunan fungus kognitif, depresi dan penurunan kemampuan mobilitas. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kekuatan otot ekstremitas atas didapatkan hasil bahwa 21,6% lansia mengalami penurunan kekuatan otot, dan 59,5% lansia mengalami penurunan kekuatan otot ekstremitas bawah, mayoritas lansia mengalami penurunan fungsi kognitif, baik ringan, sedang maipun berat, resiko jatuh pada lansia menggunakan Tinetti Assesment Tool didapatkan bahwa semua lansia memiliki resiko jatuh dengan prosestase terbanyak adalah resiko tinggi (40,5%). Kesimpulan: Berdasar data hasil penelitian ini dapat ditarik Kesimpulan bahwa mayoritas lansia memiliki resiko untuk mengalami jatuh. Data studi pendahuluan ini dapat digunakan sebagai data awal perencanaan intervensi untuk mencegah dan menurunkan angka kejadian jatuh pada lansia. Kata kunci: lansia, resiko jatuh, kekuatan otot, kesembangan
PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DENGAN PEMBATASAN KONSUMSI GULA, GARAM DAN LEMAK: IMPROVING ADOLESCENT HEALTH THROUGH EDUCATION ON PREVENTION OF INFECTIOUS DISEASES BY LIMITING SUGAR, SALT AND FAT CONSUMPTION Kusnul, Zauhani; Nugroho, Christianto
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.306

Abstract

Abstrak   Penyakit tidak menular banyak berkaitan dengan aspek perilaku dan gaya hidup. Di kalangan remaja, pola konsumsi garam, gula, dan lemak yang berlebihan perlu menjadi perhatian utama karena kebiasaan ini dapat menyebabkan obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme lainnya yang memengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit menular. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pola makan tidak sehat karena pengaruh lingkungan, akses mudah terhadap makanan cepat saji, dan minimnya pemahaman tentang pentingnya pola makan seimbang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga pola makan dengan mengendalikan konsumsi gula, garam dam lemak untuk mencegah penyakit tidak menular di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terselenggara dalam format kegiatan pertemuan kader posyandu remaja yang dilaksnakan di ruang Kahuripan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri pada hari selasa-rabu, 24-25 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 37 kader posyandu remaja perwakilan dari kecamatan kecamatan di Kabupaten Kediri. Pemberian materi dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, permainan dan tanya jawab. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan peserta menyatakan bahwa mereka mendapat banyak informasi baru terkait pentingnya bertindak bijak dalam menjaga pola konsumsi sehari hari terutama konsumsi gula, garam dan lemak untuk mecegah berbagai penyakit tidak menular di masa depan. Kata kunci : penyakit tidak menular, gula, garam, lemak, remaja   Abstract   Non-communicable diseases are closely related to behavioral and lifestyle aspects. Among adolescents, excessive consumption of salt, sugar, and fat needs to be a major concern because this habit can cause obesity, hypertension, type 2 diabetes, and other metabolic disorders that affect the body's resistance to infectious diseases. According to data from the World Health Organization (WHO), adolescents are an age group that is vulnerable to unhealthy eating patterns due to environmental influences, easy access to fast food, and minimal understanding of the importance of a balanced diet. The purpose of this activity is to increase adolescent knowledge and awareness of the importance of maintaining a diet by controlling sugar, salt, and fat consumption to prevent non-communicable diseases in the future. This community service activity was held in the format of a meeting of adolescent posyandu cadres which was carried out in the Kahuripan room of the Kediri Regency Health Office on Tuesday-Wednesday, September 24-25, 2024. This activity was attended by 37 adolescent posyandu cadres representing sub-districts in Kediri Regency. The provision of material was carried out using lecture, discussion, game and question and answer methods. Overall the activity went well and participants stated that they got a lot of new information related to the importance of acting wisely in maintaining daily consumption patterns, especially sugar, salt and fat consumption to prevent various non-communicable diseases in the future. Keywords: non-communicable diseases, sugar, salt, fat consumption, teenagers