Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN KNOWLEDGE TRANSFER TERHADAP BUDAYA PATIENT SAFETY PERAWAT Yuliansari, Pratiwi Pratiwi; Nugroho, Christianto
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.933

Abstract

Budaya keselamatan adalah elemen mendasar dalam meningkatkan atau mempertahankan kualitas dalam pelayanan kesehatan. Salah satu cara efektif mengurangi kejadian keselamatan pasien, perlu menggunakan pendekatan yang berfokus pada kegagalan dalam sistem di mana tenaga kesehatan memberikan pelayanannya. Kesalahan klinis dilaporkan sebagai penyebab kematian tertinggi ketiga di negara berkembang, dengan laporan yang menunjukkan bahwa 80% dari kesalahan klinis tersebut sebenarnya dapat dicegah. Berbagi pengetahuan adalah bidang penelitian yang relatif baru. Metode yang mencakup proses dan strategi, yang dapat mengarah pada pemanfaatan temuan penelitian dan peningkatan hasil untuk keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan berbagi pengetahuan terhadap budaya keselamatan pasien pada perawat.Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 80 responden yang dipilih secara cluster sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner. Data penelitian kemudian dianalisis dengan uji regresi linier dengan tingkat signifikansi p <0,05.Hasil penelitian menemukan nilai signifikansi berbagi pengetahuan pada budaya keselamatan pasien adalah p = 0,00. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara berbagi pengetahuan pada keselamatan pasien dengan persentase peluang untuk mempengaruhi sebesar 40%.Ada hubungan yang sangat kuat antara berbagi pengetahuan dengan budaya keselamatan pasien. Penyedia layanan kesehatan, terutama rumah sakit, diharapkan dapat menerapkan dan membentuk budaya berbagi pengetahuan sebagai program rutin dan terdokumentasi dengan baik untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan.Kata Kunci: Berbagi Pengetahuan, Keselamatan Pasien, Kualitas Layanan KeperawatanDOI: 10.5281/zenodo.4724260
Relationship Of Knowledge Discuss Between Nurses And Leaders In The Effectiveness Of Implementing Nursing Care Pratiwi Yuliansari; Christianto Nugroho
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.304

Abstract

This study aim to examine the relationship of knowledge discuss between nurses and leaders in the effectiveness of implementing nursing care. This type of research is descriptive correlational with cross sectional approach, with sampling by cluster sampling, and obtained a sample of 80 respondents. Research data were collected by questionnaire and observation form by researchers. The results of the study found the significance value of knowledge discuss to effectiveness nursing care is p = 0.002 which can be interpreted that there is a relationship between knowledge discuss to effectiveness nursing care by supervision , with a percentage of the opportunity to influence by 51%. Nursing care is the main service in the hospital that must be maintained quality.
Homecare Interest For Post Hospitalizing Patient In Pare Region Christianto Nugroho; Suryono Suryono; Bambang Wiseno
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.450

Abstract

The main purpose of this research is for identifying the relevant market, analyzing homecare requests to the relevant patient (identify buyer, willingness to buy), determining the segment of homecare interest during covid-19. This research uses an analytic description by using a quantitative approach. The research population is posted hospitalizing patients in RSUD Pare. Data collection was gotten by disseminating questionnaires to the patient in RSUD Pare which shows the identification of respondents to the homecare during covid-19 based on demography, geography, illness, hospitalization class, patient desire. The final result of the research is found that the amount of post-hospitalizing patients with high interest is 102 respondents (59,3%), 59 respondents (34,3%) very high, and 11 respondents (6,4%) medium. Homecare can ease society to get maximal health service, which is provable by the high number of social interest to join the homecare program.
UPAYA PENGUATAN KESIAPAN MENTAL SOSIAL CALON PENGANTIN DI KUA KECAMATAN PARE : STRENGTHENING SOCIAL MENTAL READINESS OF PROSPECTIVE BRIDES AT KUA, PARE DISTRICT Kusnul, Zauhani; Nugroho, Christianto
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.367

Abstract

Memasuki jenjang pernikahan merupakan fase perkembangan yang sangat penting, hal ini tentu saja membutuhkan persiapan yang matang agar tujuan pernikahan dapat tercapai. Lebih jauh pernikahan memiliki peran besar dengan kelangsungan kehidupan berbangsa. Karena pondasi kesehatan bangsa ada di keluarga, sehingga calon pengantin sebagai anggota masyarakat yang akan membentuk keluarga baru sangatlah penting untuk memiliki kesiapan yang optimal baik secara fisik, mental maupun sosial. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa kegiatan edukasi bagi calon pengantin di wilayah Pare. Kegiatan dilaksanakan Stikes Pamenang dengan bekerja sama dengan KUA kecamatan Pare. Kegiatan ini terlaksana secara terjadwal/terprogram 3 bulan sekali. Kegiatan yang dilaksanankan terintegrasi dengan kegiatan pembinaan calon pengantin sesuai dengan agenda pembinaan calon pengantin yang dilaksanakan oleh pihak KUA Kata kunci : kesiapan, mental, sosial, calon pengantin   Abstract Entering the marriage stage is a very important phase of development, this of course requires thorough preparation for the purpose of marriage. Furthermore, marriage has a big role in the continuity of national life. Because the foundation of national health is in the family, so prospective brides and grooms as members of society who will form a new family are very important to have optimal readiness both physically, mentally and socially. The activities that will be carried out are community service activities in the form of educational activities for prospective brides and grooms in the Pare area. The activities are carried out by Stikes Pamenang in collaboration with the KUA of Pare District. This activity is carried out in a scheduled/programmed manner every 3 months. The activities carried out are integrated with the activities of coaching prospective brides and grooms in accordance with the agenda of coaching prospective brides and grooms carried out by the KUA Keywords: readiness, mental, social, prospective brides and grooms
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) BAGI PETUGAS MOBIL SIAGA DESA DI WILAYAH KABUPATEN KEDIRI Nugroho, Christianto; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.136

Abstract

Mobil siaga diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera di desa untuk ditransportasikan ke sarana kesehatan terdekat, sehingga perlu keahlian bagi sopir dan perangkat desa yang membantu proses transportasi. Dengan masalah tersebut diatas maka kami membantu petugas mobi siaga supaya mereka bisa kompeten dalam penangan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan memberikan Helath Education tentang BHD (Bantuan Hidup dasar) bagi petugas Mobil Siaga Desa di wilayah Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini adalah metode pendidikan kesehatan. Metode ini dipilih karena sesuai dengan permasalahan masyarakat mitra yaitu belum menguasai panduan penanganan kegawatdaruratan pada kecelakaan dengan benar. Pendidikan kesehatan tentang bantuan hidup dasar (BHD) ini diberikan kepada  petugas (sopir dan perangkat desa) mobil siaga dengan total 417 peserta dari 343 desa di wilayah kabupaten kediri.Berdasarkan hasil pengabdian masyakarat ini, peserta pelatihan rata- rata memiliki 75% belum pernah mengikuti atau terpapar mengenai BHD dan 24% orang belum mengetahui tentang BHD. Setelah melakukan kegiatan pelatihan BHD di Stikes Pamenang petugas mobil siaga desa memiliki pengetahuan tentang BHD meningkat dengan kriteria baik sebesar 52%. Keberadaan mobil siaga penting sekali bagi pelayanan kesehatan di masyarakat, sebagai sarana transportasi kepentingan masyarakat desanya, petugas mobil siaga yang sigap dan terampil diperlukan juga dalam membantu operasional mobil siaga ini. Pelatihan BHD bagi petugas mobil siaga sangat bermanfaat bagi masyakarat untuk menyiapkan tenaga yang handal di mobil siaga, sehingga dapat melayani masyarakat secara optimal.
HUBUNGAN KNOWLEDGE TRANSFER TERHADAP BUDAYA PATIENT SAFETY PERAWAT Yuliansari, Pratiwi Pratiwi; Nugroho, Christianto
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.933

Abstract

Budaya keselamatan adalah elemen mendasar dalam meningkatkan atau mempertahankan kualitas dalam pelayanan kesehatan. Salah satu cara efektif mengurangi kejadian keselamatan pasien, perlu menggunakan pendekatan yang berfokus pada kegagalan dalam sistem di mana tenaga kesehatan memberikan pelayanannya. Kesalahan klinis dilaporkan sebagai penyebab kematian tertinggi ketiga di negara berkembang, dengan laporan yang menunjukkan bahwa 80% dari kesalahan klinis tersebut sebenarnya dapat dicegah. Berbagi pengetahuan adalah bidang penelitian yang relatif baru. Metode yang mencakup proses dan strategi, yang dapat mengarah pada pemanfaatan temuan penelitian dan peningkatan hasil untuk keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan berbagi pengetahuan terhadap budaya keselamatan pasien pada perawat.Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 80 responden yang dipilih secara cluster sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner. Data penelitian kemudian dianalisis dengan uji regresi linier dengan tingkat signifikansi p <0,05.Hasil penelitian menemukan nilai signifikansi berbagi pengetahuan pada budaya keselamatan pasien adalah p = 0,00. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara berbagi pengetahuan pada keselamatan pasien dengan persentase peluang untuk mempengaruhi sebesar 40%.Ada hubungan yang sangat kuat antara berbagi pengetahuan dengan budaya keselamatan pasien. Penyedia layanan kesehatan, terutama rumah sakit, diharapkan dapat menerapkan dan membentuk budaya berbagi pengetahuan sebagai program rutin dan terdokumentasi dengan baik untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan.Kata Kunci: Berbagi Pengetahuan, Keselamatan Pasien, Kualitas Layanan KeperawatanDOI: 10.5281/zenodo.4724260
EDUKASI TENTANG KEGAWATAN MATERNAL BAGI CALON PENGANTIN : EDUCATION ABOUT MATERNAL EMERGENCIES FOR PROSPECTIVE BRIDES Kusnul, Zauhani; Nugroho, Christianto
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.422

Abstract

Abstrak   Kesehatan maternal merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa. Tingginya angka kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi penguatan persiapan pra nikah bagi calon pengantin terutama terkait pengetahuan tentang kegawatan maternal. Kegiatan edukasi kegawatan maternal bagi calon pengantin berlangsung dengan baik di kantor KUA kecamatan Pare, pada bulan Juni 2025 dihadiri 15 pasang calon pengantin. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama sehari berintegrasi dengan kegiatan pembinaan calon pengantin yang dilakukan oleh KUA. Materi meliputi masalah kesehatan dan kegawatan maternal yang sering terjadi seperti perdarahan, pre eclampsia, persalinan lama, abortus dan komplikasi lain. Dari kegiatan ini didapatkan data bahwa mayoritas calon pengantin belum memahami bahkan menyatakan belum pernah mendengar tentang kegawatan maternal. Setelah pemberian materi dan tanya jawab peserta sebagian besar menjadi memiliki pengetahuan dasar tentang kegawatan maternal. Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa pengetahuan calon pengantin tentang kegawatan maternal masih membutuhkan penguatan. Untuk selanjutnya direncanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan secara reguler bekerja sama dengan KUA kecamatan Pare. Abstract Maternal health is a crucial indicator in assessing the health status of a nation. High maternal morbidity and mortality rates in many developing countries, including Indonesia, remain a serious challenge to health development. The purpose of this activity was to strengthen pre-marital preparation for prospective brides and grooms, particularly regarding knowledge of maternal emergencies. The activity took place successfully at the Pare District Office of Religious Affairs (KUA) in June 2025, attended by 15 prospective brides and grooms. The one-day activity was integrated with the KUA's guidance program for prospective brides and grooms. The material covered common maternal health issues and emergencies, such as bleeding, pre-eclampsia, prolonged labor, abortion, and other complications. The activity revealed that the majority of prospective brides and grooms did not understand or even stated they had never heard of maternal emergencies. After the presentation and Q&A session, most participants gained basic knowledge of maternal emergencies. This activity revealed that prospective brides and grooms' knowledge of maternal emergencies still needs strengthening. This community service activity is planned to be held regularly in collaboration with the Pare District KUA
Screening Mental, Social, and Health Readiness Among Prospective Brides and Grooms Zauhani Kusnul; Nugroho, Christianto; Yuly Peristiowati; Herin Mawarti; Wiwik Afridah
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.958

Abstract

Background: Entering marriage is a crucial developmental phase, requiring thorough preparation to achieve the goals of marriage. The mental, social, and health readiness of prospective brides and grooms is crucial for the well-being of future generations. Purpose: The purpose of this study was to screen prospective brides and grooms for their mental, social, and health readiness. Methods: This observational study was conducted on 30 prospective brides and grooms in the Pare District Office of Religious Affairs (KUA) area, the samples take by with accidental sampling without inclusion and exclusion criteria. The variables included mental and social readiness, healthy lifestyle habits, blood pressure, and upper arm circumference for prospective brides and grooms. Results: The results showed that the prospective brides and grooms' mental and social readiness was relatively good. Regarding health readiness, two prospective brides had a low upper arm circumference (MUAC) and three prospective grooms had high blood pressure. Regarding smoking habits, the majority of the 15 prospective grooms, except for two, were smokers. Conclusion: The conclusion of this study are expected to provide important information in identifying issues in the health readiness of prospective brides and grooms that require strengthening.
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN PENDERITA STROKE HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF: NURSING CARE IN ADULT PATIENTS WITH HEMORRHAGIC STROKE WITH NURSING PROBLEMS INEFFECTIVE BREATHING PATTERNS Piryanti, Asri; Nugroho, Christianto
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.366

Abstract

Introduksi : Stroke Hemoragik terjadi ketika adanya gangguan aliran darah ke otak yang diakibatkan pecahnya pembuluh intraserebral sehingga menyebabkan lemahnya otot – otot pernapasan dan dada yang akan mengalami kesulitan bernapas. Tindakan yang perlu dilakukan adalah manajemen jalan napas. Tujuan studi kasus ini untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien penderita stroke hemoragik dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Metode : Asuhan keperawatan gawat darurat di Ruang HCU Mahakam RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur (Ny. S) selama 4 hari dan (Ny. J) selama 3 hari pada bulan November 2024. Metode yang dilakukan berupa pemecahan masalah dengan pendekatan proses keperawatan menggunakan metode deskriptif. Hasil : Hasil pengkajian didapatkan bahwa dua pasien Stroke Hemoragik, penurunan kesadaran, takipnea, terdapat otot bantu pernapasan, dan terdapat pernapsan cuping hidung. Masalah keperawatan prioritas yaitu pola napas tidak efektif. Tindakan yang dilakukan berupa memonitor pola napas, memposisikan semi fowler 30°, memberi minum hangat, dan mengkolaborasi pemberian bronkodilator. Evaluasi di hari terakhir menunjukkan (Ny. S) mengalami penurunan TTV, otot bantu napas menurun, pernapasan cuping hidung menurun, detak jantung melemah pasien meninggal dunia pola napas tidak efektif belum teratasi dan (Ny. J) otot bantu napas menurun, pernapasan cuping hidung menurun, takipnea menurun pola napas tidak efektif teratasi sebagian. Analisis : Manajemen jalan napas dengan pengaturan posisi semi fowler 30° dapat membuat oksigen didalam paru – paru meningkat, sehingga meringankan sesak napas. Aliran oksigen menuju otak menjadi tercukupi dan hipoksia serebral berkurang. Discuss : Rekomendasi untuk penulis selanjutnya dapat menyajikan data tentang tekanan ekspirasi dan inspirasi untuk memperkuat data pengkajian.   Abstract   Introduction: Hemorrhagic stroke occurs when there is an interruption of blood flow to the brain due to rupture of an intracerebral vessel, causing weakness of the respiratory and chest muscles that will have difficulty breathing. The action that needs to be taken is airway management. The purpose of this case study is to describe emergency nursing care in patients with hemorrhagic stroke with nursing problems of ineffective breathing patterns. Methods: Emergency nursing care in the Mahakam HCU Room at Dr. Saiful Anwar Hospital, East Java Province (Mrs. S) for 4 days and (Mrs. J) for 3 days in November 2024. The method used is problem solving with a nursing process approach using descriptive methods. Results: The results of the assessment found that two patients with hemorrhagic stroke, decreased consciousness, tachypnea, there are respiratory muscles, and there is nasal breathing. The priority nursing problem is ineffective breathing patterns. Actions taken in the form of monitoring breathing patterns, positioning semi-fowler 30 °, giving warm drinks, and collaborating on bronchodilator administration. Evaluation on the last day showed (Mrs. S) had a decrease in TTV, decreased breathing muscles, decreased nasal lobe breathing, weakened heart rate, the patient died, the ineffective breathing pattern had not been resolved and (Mrs. J) decreased breathing muscles, decreased nasal lobe breathing, decreased tachypnea, the ineffective breathing pattern was partially resolved. Analysis: Airway management with a 30° semi-Fowler position can increase oxygen in the lungs, thereby alleviating shortness of breath. The flow of oxygen to the brain is sufficient and cerebral hypoxia is reduced. Discuss: Recommendations for future authors could include presenting data on expiratory and inspiratory pressures to strengthen the review data.