Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Relationship Between Caring Leadership and Nurse Job Satisfaction at dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital Siti Khofifah; Tri Sumarni; Indri Heri Susanti
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.434

Abstract

Nurses as health workers who play an important role in determining the quality of service in hospitals must be managed properly, one of which is by providing job satisfaction. The style or behavior of the leader greatly affects his subordinates. The leader's caring behavior toward subordinates or employees is called caring leadership. The purpose of this study was to determine the relationship between caring leadership and nurse job satisfaction at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. The research method used is descriptive correlation using a cross-sectional design. The sampling technique uses purposive sampling with a total sample of 96 nurses. Research instruments. using the Caring Factor. Survey-Caring of Manager (CFS-CM) is a caring leadership questionnaire and Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) is a job satisfaction questionnaire. The analysis used Kendall's Tau-b (Ʈ) correlation test. The results obtained caring leadership in the medium category were 64 respondents (66.7%) and nurse job satisfaction in the medium category was 52 respondents (54.2%). The results of statistical tests using Kendall's Tau-b (Ʈ) obtained a calculated p-value of 0.0396 (p < 0.05). The conclusion is that there is a meaningful relationship between caring leadership and nurse job satisfaction at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. It is recommended that nurses maintain and improve their ability to provide nursing care to patients so that job satisfaction can be met. Nurses are also expected to be active in providing input to management on the criteria for a good head of space so that nurses' job satisfaction increases.
Senam Kaki untuk Pencegahan dan Pengobatan Neuropati Perifer Diabetik pada Penderita Diabetes Mellitus Tri Sumarni; Yuli Dwi Hartanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v2i2.1016

Abstract

Diabetic peripheral neuropathy is the most common complication of DM. Diabetic neuropathy has a negative impact on peripheral foot and ankle function (strength and flexibility), thereby affecting daily physical activity and quality of life for people with DM. DM foot exercises are useful for strengthening intrinsic and extrinsic leg muscles and increasing flexibility, improving leg blood circulation so as to prevent complications of DM. This community service activity aims to increase the understanding of DM sufferers about DM foot care and improve skills related to DM foot exercises. The method of implementing the service is screening knowledge about foot care and DM foot exercise, counseling and discussion about DM foot care and DM foot exercise simulation. The target of the activity was DM sufferers, totaling 20. Most service participants were aged 61-70 years (55%), female (90%), had high blood sugar levels at the time (63%). Regarding knowledge about DM foot care, before counseling most were in the poor category (55%) and after counseling most were good (70%).
Edukasi Terapi Mindfulness untuk Mengurangi Tingkat Stres Kerja pada Karyawati di Pabrik Sohun Gunung Madu Desa Ledug Kabupaten Banyumas Sya’billa Yozamurti; Tri Sumarni; Indri Heri Susanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i2.8278

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh karyawati, terutama di lingkungan kerja dengan beban dan tuntutan tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, seperti meningkatkan risiko kelelahan, gangguan tidur, kecemasan, serta menurunkan produktivitas dan kualitas kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi stres kerja melalui intervensi yang efektif. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah terapi mindfulness, yaitu teknik yang berfokus pada peningkatan kesadaran individu terhadap pikiran, emosi, dan pengalaman saat ini tanpa memberikan penilaian. Terapi ini membantu individu mengelola stres dengan lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawati pabrik Sohun Gunung Madu dalam mengelola stres kerja melalui demonstrasi terapi mindfulness. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pengukuran tingkat stres kerja menggunakan instrumen stres kerja, pengukuran tingkat pengetahuan melalui kuesioner pre-test dan post-test, serta evaluasi menggunakan lembar observasi dan minat menggunakan kuesioner. Kegiatan ini melibatkan 25 karyawati pabrik Sohun Gunung Madu yang diberikan edukasi mengenai terapi mindfulness dalam dua sesi pertemuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 84% karyawati berada di kategori stres sedang, 4% di kategori tinggi, dan 12% di kategori rendah. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) menunjukkan penurunan ke tingkat stres rendah. Dengan demikian, terapi mindfulness dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam mengurangi stres kerja pada karyawati dan meningkatkan kesejahteraan mental mereka.
Implementasi Hot Pack untuk Peningkatan Suhu Tubuh pada Pasien Hipotermi Post Operasi dengan Anestesi Spinal di RSUD Cilacap Darojattulloh Darojattulloh; Dwi Novitasari; Tri Sumarni
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i3.6041

Abstract

Hypothermia is a common complication in postoperative patients with spinal anesthesia, which can increase the risk of bleeding, delay healing, and reduce patient comfort. One non-pharmacological intervention to prevent this condition is the use of Hot Packs. This community service activity aims to implement Hot Packs as an effort to increase body temperature in postoperative hypothermic patients with spinal anesthesia at Cilacap Regional Hospital. The implementation method involved 30 participants selected through screening of patients with body temperatures <36°C. The intervention was carried out by placing a Hot Pack on the back of the neck for 15 minutes, then the patient's body temperature was measured using a tympanic thermometer before and after the intervention. The analysis results showed a significant increase in body temperature, from an average of 35.2°C before the intervention to 36.0°C afterward, with an average difference of 0.777°C (SD 0.467°C) and a p value = 0.000. These findings prove that the implementation of Hot Packs is effective in increasing the body temperature of hypothermic patients after spinal anesthesia. This intervention is considered simple, economical, and easy to apply by health workers in daily clinical practice.
Penerapan Relaksasi Benson Dalam Manajemen Nyeri Akut Pada Pasien Cholelithiasis Post Laparatomi Colesistectomy Di Ruang Wijaya Kusuma Bawah RSUD Kardinah Kota Tegal Salsa Dwi Ayuni; Tri Sumarni; Laelly Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.137

Abstract

Cholelithiasis atau batu empedu merupaka batu yang terbentuk di kantung empedu yang tersusun oleh kolesterol, bilirubin, dan empedu. Laparatomy merupakan salah satu prosedur pembedahan mayor abdomen. Setiap pembedahan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan trauma bagi pasien. Salah satu yang sering dikeluhkan pasien adalah nyeri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah Teknik relaksasi benson. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan teknik relaksasi benson pada pasien cholelithiasis post laparatomy colesistectomy dengan nyeri akut di RSUD Kardinah Kota Tegal. Studi dilakukan melalui observasi selama 3 hari, dengan intervensi selama 3x 24 jam pada tanggal 16–18 April 2025. Metode dalam desain studi kasus ini adalah studi kasus deskriptif dengan subjek satu pasien berusia 50 tahun. Data dikumpulkan melalui pengkajian nyeri sebelum dan sesudah intervensi relaksasi Benson. Hasil menunjukkan penurunan signifikan pada skala nyeri dari 7 menjadi 3 setelah penerapan teknik relaksasi Benson. Teknik relaksasi Benson efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien post laparatomy colesistectomy, meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses penyembuhan.
Edukasi Pencegahan Hipertensi pada Siswa di MAN 1 Banyumas Anindita Nur Cahyani; Tri Sumarni; Murniati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2289

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan mulai ditemukan pada remaja. Berdasarkan data nasional, sekitar 4% remaja mengalami hipertensi, dengan prevalensi meningkat 15,7% dari 2013 ke 2020. Hasil pra survei di MAN 1 Banyumas menunjukkan belum pernah dilakukan edukasi maupun skrining adanya faktor risiko pada siswa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap pencegahan hipertensi sejak dini. Metode yang digunakan meliputi pengkajian karakteristik siswa (usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga dengan hipertensi), skrining tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran pengetahuan melalui kuesioner pre test dan post test, serta penilaian sikap siswa terhadap pencegahan. Edukasi diberikan dengan metode ceramah dan tanya jawab menggunakan media power point dan buku saku kepada 35 siswa kelas X 1 MAN 1 Banyumas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 28 siswa (80%) dan sesudah diberikan edukasi semua siswa berada dalam kategori baik sebanyak 35 siswa (100%). Selain itu, sebagian besar siswa menunjukkan sikap mendukung terhadap pencegahan hipertensi yaitu sebanyak 31 siswa (88,57%). Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai skrining kesehatan mendukung peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan hipertensi sejak dini.
Edukasi Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Kecemasan Siswa di SMK Kesehatan Kesatrian 2 Purwokerto Hasna Nabilla Dwi Saputri; Tri Sumarni; Indah Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2304

Abstract

Kecemasan adalah suatu keadaan psikologis yang ditandai oleh perasaan takut atau khawatir dalam kurun waktu yang cukup singkat maupun lama. Kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang sering dialami remaja dan dapat berdampak pada konsentrasi belajar serta prestasi akademik. Menurut WHO( 2023), kecemasan merupakan gangguan kesehatan jiwa dengan prevalensi tertinggi di dunia dengan 4% dari populasi global atau setara dengan 301 juta orang di dunia mengalami gangguan kecemasan. Hasil pra survei di SMK Kesehatan Kesatrian 2 Purwokerto menunjukkan belum pernah dilakukan edukasi maupun kegiatan tentang terapi non farmakologi untuk menurunkan kecemasan siswa disekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi relaksasi otot progresif sebagai upaya menurunkan kecemasan siswa. Metode yang digunakan meliputi pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Revised Children’s Manifest Anxiety Scale (RCMAS), pemberian edukasi, demonstrasi, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media PowerPoint. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dengan nilai rata-rata post test sebesar 81,44 serta penurunan tingkat kecemasan dari 24 siswa (70,6%) menjadi 6 siswa (17,6%). Edukasi relaksasi otot progresif terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam membantu menurunkan kecemasan siswa di lingkungan sekolah.
Implementasi Terapi Hipnosis 5 Jari sebagai Intervensi Non-Farmakologis untuk Mengurangi Nyeri Fraktur Mandibula di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Aprilia Sukma Prameswari; Tri Sumarni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.561

Abstract

Fraktur adalah patah tulang kontinuitas karena trauma atau patologi, dengan patah tulang mandibula sering disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di negara berkembang. Penelitian deskriptif studi kasus ini mengkaji penerapan perawatan keperawatan nyeri akut pada Tn. D dengan fraktur mandibula di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menggunakan intervensi hipnosis nonfarmakologis lima jari. Diagnosis utama: nyeri akut berdasarkan SDKI. Skala nyeri awal 5 menurun menjadi 2 setelah intervensi 3 × 24 jam. Teknik ini secara efektif menurunkan rasa sakit dan kecemasan melalui relaksasi. Kesimpulan: Intervensi nonfarmakologis keperawatan berbasis bukti sangat penting untuk pemulihan pasien fraktur mandibula.
Edukasi Mekanisme Koping untuk Meningkatan Koping dalam Mencegah Stres Kerja pada Karyawati di Pabrik Soun Scorpio Desa Karangsoka Kabupaten Banyumas Aprilia Sukma Prameswari; Tri Sumarni; Febi Septiani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.698

Abstract

Stres kerja merupakan permasalahan signifikan bagi karyawati dengan beban kerja tinggi yang jika tidak dikelola dapat menurunkan produktivitas. Pendidikan kesehatan mengenai mekanisme koping adaptif menjadi solusi penting untuk meningkatkan kemampuan individu dalam merespons tekanan secara positif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan koping 25 karyawati di Pabrik Soun Scorpio, Desa Karangsoka, melalui edukasi menggunakan media power point dan leaflet. Metode evaluasi melibatkan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan, stres kerja, serta mekanisme koping partisipan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 50,2 menjadi 56, serta penurunan tingkat stres kerja yang signifikan, di mana jumlah responden pada kategori stres rendah meningkat dari 4 orang menjadi 15 orang. Selain itu, terdapat penguatan mekanisme koping tinggi pada responden setelah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi mekanisme koping efektif dalam menurunkan tingkat stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawati di lingkungan kerja.