Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengenalan Metode Tanam SRI (System Rice of Intensification) dengan Teknologi untuk Peningkatan Produktifitas dan Ramah Lingkungan Bayu Dwi Apri Nugroho; Chusnul Arif; Nur Aini Iswati Hasana; Rizki Maftukhah; Fadila Suryandika; Umi Hapsari; Badi’atun Nihayah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.55636

Abstract

Pengembangan pertanian di lahan iklim kering dengan metode budidaya SRI (System of Rice Intensification) dengan teknologi sederhana dinilai efektif untuk dapat meningkatkan produktifitas lahan. Tujuan dari pengenalan metode tanam SRI dengan penerapan teknologi yaitu memberikan ilmu dan pengetahuan kepada petani terkait metode budidaya pertanian dengan menggunaakan teknologi dalam mengambil keputusan kepada petani dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta dapat mengaplikasikan pertanian yang ramah lingungan. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kambaniru dan Wukukalara, Kec. Kambera, Kab. Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur pada bulan Juli 2018-Juli 2019. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini (1) Potensi untuk scaling up dan replikasi dari kegiatan ini untuk merubah paradigma (membawa perubahan secara luas). Hal ini terkait dengan resiko budidaya pertanian terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini maupun di masa mendatang (2) Bentuk transfer pengetahuan dan teknologi kepada penerima manfaat (3) Terwujudnya keselarasan dengan kebijakan nasional dan provinsi (4) Tercapainya efektifitas dan efisiensi (kelayakan ekonomi dan kewajaran finansial, serta efektifitas kegiatan). Kegiatan demplot budidaya padi SRI mampu memberi percontohan kepada Kelompok Tani di Desa Kambaniru dan Desa Wukukalara tentang budidaya padi yang ramah lingkungan yang berupa penghematan air dan penurunan gas emisi rumah kaca, serta memiliki produktivitas yang cukup tinggi yaitu sebesar 6.25 ton/ha.
POTENSI PENGEMBANGAN PERKEBUNAN MANGGA BERBASIS ORGANIK DI DESA ORO-ORO OMBOKULON SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Fadila Suryandika; Maroeto Maroeto; Iis Purnamawati; Wiwin Windriyanti; Penta Suryaminarsih; Pangesti Nugrahani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan perkebunan mangga berbasis organik di Desa Oro-Oro Ombokulon Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual mangga. Pengembangan perkebunan mangga organik sejalan dengan upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) menganalisis faktor internal dan eksternal pengembangan kebun mangga berbasis organik 2) menyusun alternatif strategi pengembangan kebun mangga organik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil identifikasi faktor internal dan eksternal diperoleh beberapa faktor utama seperti: ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk dan pestisida organik, kemauan dan keterampilan petani, keunikan varietas mangga, penurunan produktivitas pada masa transisi, produk organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi, pupuk dan pestisida organik sebagai produk sampingan, dan ancaman munculnya pesaing. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh kombinasi strategi SO, WO, ST, dan WT yang dapat digunakan untuk pengembangan perkebunan mangga berbasis organik. Beberapa strategi tersebut antara lain pengembangan produk pupuk dan pestisida organik berbasis bahan baku lokal, pengembangan agrowisata mangga organik, pengembangan keterampilan dan penguatan kelembagaan, pengembangan budidaya komoditas musiman yang dapat berdampingan dengan tanaman mangga, promosi dengan menonjolkan keunikan produk, mengajukan paten/hak kekayaan intelektual/lisensi organik atas produk, serta menjalin kerjasama dengan mitra.
Pengenalan ZPT Alami Untuk Budidaya Melon di Dusun Ngadilegi Desa Plintahan Kec. Pandaan Kab. Pasuruan Tri Susiyanti; Galuh Akmal Yudistira Wibowo; Fadila Suryandika
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v2i1.745

Abstract

This community service activity aims to utilize natural ingredients such as shallots, bamboo shoots, and coconut water as an alternative phytohormone in the growth of melon plants cultivated by partners. The target of the implementation of community service activities is the Madulegi Farmer Group in North Ngadilegi Hamlet. The method used in this activity is in the form of FGD (Focus Group Discussion) which is carried out directly or face-to-face and demonstrates the making of natural growth regulatory substances from shallots, bamboo shoots, and coconut water. The farmers' response was very enthusiastic about the introduction of this natural growth regulator for melon cultivation. Farmers in Ngadilegi Hamlet can understand well about the materials and equipment needed, as well as the process of making and utilizing these natural growth regulatory substances. Through this activity, it is hoped that it can provide an alternative for farmers to utilize natural ggrowth regulatory substances with materials that are easily obtained around and are relatively cheap and safe, so as to increase melon productivity
Peningkatan Peran Kelompok PKK Wanita dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Urban Farming Puji Lestari Tarigan; Fadila Suryandika
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 4 No 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v4i1.1449

Abstract

Kegiatan pertanian di perkotaan terbatas oleh ketersediaan lahan. Namun, kebutuhan akan pangan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Sehingga diperlukan suatu upaya bagi masyarakat kota untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Upaya tersebut dapat dimulai pada lingkungan keluarga. Wanita dalam keluarga sangat berperan penting bagi tersedianya bahan makanan yang mampu memenuhi asupan bagi keluarga. Penyuluhan diberikan di Kelurahan Kalijudan dan Kelurahan Jagir. Kedua kelompok PKK Wanita memiliki perbedaan dalam sikap dalam menghadapi urban faming. Kelompok di Kelurahan Kalijudan ada yang telah melaksanakan, namun belum memiliki perencanaan khusus. Sedangkan di Kelurahan Jagir, secara umum belum pernah melaksanakan kegiatan urban farming. Kedua kelompok ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah maupun akademisi untuk dapat mencapai tujuan yaitu ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga.
Growth and Yield of Urban Farming Water Spinach (Ipomea aquatica) in Different Light Intensity Treatments Fadila Suryandika; Maryam Eyka Dijono Saputro; Puji Lestari Tarigan; Arul Mordoko
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4004

Abstract

Water spinach (Ipomea Aquatica) is one of the superior commodities that is often used in urban farming cultivation models. The short lifespan and easy maintenance are the reasons water spinach is chosen for urban farming cultivation. One of the factors that must be considered when cultivating water spinach using urban farming is sufficient sunlight intensity for optimal growth of water spinach. This research aims to analyze the growth and yield of water spinach in the urban farming cultivation model using location placement treatments that have different sunlight intensities. The research method used for analysis of growth and yield which are presented in graphs and analyzed using t-tests. The results of plant growth urban farming water spinach for the parameters of plant height and number of leaves with different treatments of sunlight intensity showed that the values were not significantly different. However, water spinach plants in the unshaded treatment had a higher average plant height and number of leaves than those in the shaded treatment. Meanwhile, the fresh weight and dry weight of water spinach showed that plants with unshaded performance had a higher weight than shaded plants.
The Role of Agroforestry for Climate Change Adaptation and Mitigation Didik Utomo Pribadi; Moch. Sodiq; Fadila Suryandika
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4012

Abstract

The agroforestry system is a plant cultivation technology as a form of adaptation and mitigation to climate change. The role of agroforestry in adapting to climate change through the translocation or transfer of germplasm approach, local genetic adaptation, and plasticization of individual species. The role of agroforestry in mitigating climate change through carbon sequestration, stock protection, and utilization of renewable energy.
Root Length and Root Weight of Pak Choy (Brassica chinensis L.) in Wick System Hydroponics Impact of Liquid Organic Fertilizer Nova Triani; Ahmad Zaydan Hanif; Fadila Suryandika
Nusantara Science and Technology Proceedings The 4th International Conference on Agriculture and Environmental Sciences (ICAES) 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.3907

Abstract

Organic farming is gaining attention worldwide because it is healthier. Pak choy plants (Brassica chinensis L.) have various benefits and are widely consumed by the public. Roots are plant organs that function in holding the plant up and absorbing water and nutrients into the plant body. Many pak choy plants are cultivated using a hydroponic system. Liquid organic fertilizer (LOF) can be a nutritional alternative for plants that are cultivated hydroponically but organically. This research aims to determine the effect of concentration and interval of application of liquid organic fertilizer on the hydroponic wick system on pak choy plants. The research was carried out from August to September 2022 at Green House Emak Farm and Hydroponic Wadungasri, Waru, Sidoarjo Regency. This research is a factorial experiment with two factors arranged in a Completely Randomized Design (CRD). The first factor is NASA liquid organic fertilizer nutrient concentration with 4 treatment levels (5, 10, 15, 20 ml/L), while the second factor is the time interval for administering liquid organic fertilizer which consists of 3 treatment levels (3, 5, and once every 7 days). Control treatment using AB mix nutrition. Each treatment was repeated 3 times and used 4 plant samples. The results of the research showed that the combination of liquid organic fertilizer treatment with a concentration of 10 ml/L and at intervals of once every 3 days had a real impact on the observation parameter of fresh root weight of 11.07 grams. The interval treatment for applying liquid organic fertilizer had a significant effect on the root length parameters of pak choy plants, namely 10.79 cm.
PENGARUH ARAH PENANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA AEROPONIK VERTIKAL HEKSAGONAL Suryandika, Fadila; Wibisono, Ari; Suharjono, Hadi
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i1.7433

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman yang cocok untuk dibudidayakan dengan metode aeroponik vertical horizontal, karena kebutuhan terhadap kondisi lingkungan yang terkontrol jika dibudidayakan pada dataran rendah. Arah penanaman dalam budidaya selada dengan sistem aeroponik vertical memiliki peran penting, arah penanaman yang tidak tepat dapat menyebabkan penyebaran cahaya matahari yang tidak merata sehingga dapat menurunkan laju dan hasil fotosintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arah penanaman yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang dibudidaya secara aeroponik vertical heksagonal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial dengan perlakuan 6 arah penanaman (A) yaitu: A1 (Arah Barat), A2 (Arah Barat Laut), A3 (Arah Timur Laut) A4 (Arah Timur), A5 (Arah Tenggara), dan A6 (Arah Barat Daya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah penanaman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada sistem aeroponik vertikal heksagonal. Arah penanaman A4 (arah timur) memiliki nilai rata-rata tertinggi pada parameter jumlah daun, lebar tajuk, dan berat segar, namun tidak berbeda nyata pada parameter panjang akar dan berat kering. Perlakuan arah penanaman A4 (arah timur) memberikan pengaruh terbaik terhadap berat segar tanaman selada dengan peningkatan sebesar 7,69% dibanding dengan perlakuan A1 (arah barat).
The Effect of Organic Fertilizer Dosage and Planting Distance on the Growth and Yield of Kale (Brassica oleracea L. var. Acephala) Raissa, Widya Shafa; Widiwurjani, Widiwurjani; Suryandika, Fadila
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.10268

Abstract

Organic fertilizers, such as earthworm fertilizer, and adjusting planting distances to meet plant demands can boost kale plant yields, particularly curly kale. The purpose of this study was to determine the effect of organic fertilizer dosage and planting distance on the growth and yield of kale (Brassica oleracea L. var. Acephala). The research method used a Split Plot Design approach involving two main treatment factors. The results found that the combination of 9 tons/ha (2.16 kg) of manure and a planting distance of 40 x 40 cm produced the best results for crown diameter. The combination of 6 tons/ha (1.44 kg) of manure and a planting distance of 20 x 40 cm gave the best results for fresh root weight per plant at harvest. All criteria were not significantly affected by the use of manure. The treatment of a planting distance of 30 x 40 cm gave the best results for plant height, which was 31.96 cm. Regarding the findings of this study, further researchers can conduct soil analysis before administering the manure coat and re-analyze it after 1 month of administration to determine the quality of the fertilizer content and pay attention to the balance of planting distance for plants, so as to prevent the emergence of diseases caused by high humidity and nutrient competition between plants. Fertilization can also be given to increase yields. The conclusion is that the administration of organic fertilizer doses and planting distances affect the growth and yield of Water Spinach (Brassica oleracea L. var. Acephala).
Pengaruh Pemberian PGPR dan Fobio Terhadap Pertumbuhan Caisim (Brassica juncea L.) Laila, Nita Nur; Suryandika, Fadila; Wiyatiningsih, Sri; Boleng, Maya Stolastika
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.18800

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan sayuran subtropis, namun memiliki daya adaptasi yang baik terhadap iklim tropis. Untuk meningkatkan hasil produksi diperlukan pupuk hayati yang mampu menyediakan unsur hara didalam tanah, salah satunya diperlukan adanya PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian PGPR dan Fobio pada budidaya  caisim, serta mengetahui pengaruh kedua PGPR tersebut. Penelitian menggunakan metode Rancang Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah kontrol dengan tidak diberikan apapun pada media tanam. Faktor kedua adalah pemberian PGPR pada media tanam yang diaplikasikan dengan jarak 3 hari dalam satu minggu. Faktor ketiga adalah pemberian Biopestisida Fobio pada media tanam yang diaplikasikan dengan jarak 3 hari dalam satu minggu. Perlakuan yang diberikan yaitu menggunakan PGPR dan Biopestisida Fobio dengan konsentrasi yang diberikan masing-masing perlakuan sebanyak 10 ml/liter, yang diaplikasikan sebanyak 2 kali. Hasil yang didapatkan untuk tinggi tanaman pemberian Biopestisida Fobio memiliki nilai rata-rata tertinggi, sedangkan jumlah daun pemberian PGPR memiliki nilai rerata tertinggi.