Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IBM MESIN PENGOLAH TANAH LEMPUNG UNTUK PEMBUATAN GERABAH Renny James Betaubun; Sjafrudin Latar; Nelda Maelissa
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmi.v1i1.272

Abstract

Dalam era otonomi daerah yang memberikan peran sebesar-besarnya bagi daerah untuk mengembangkan potensi yang tersimpan, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang membawa dampak pada pemberdayaan masyarakat di pedesaan.Pemberdayaan sumberdaya manusia di daerah khususnya Maluku. Sebagai anak bangsa merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan Pemerintah maupun lembaga pendidikan dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat. untuk mewujudkannya. Hasil pengolahan tanah lempung secara tradisional dengan injakan kaki atau mengunakan tangan dirasakan hasilnya kurang merata proses pengolahannya, sehingga hasil luaran tidak terlalu baik kualitas gerabahnya. Proses pelaksanaan dimulai dari observasi dan tinjauan lapangan serta temu kelompok pengrajin harapan di negeri Ouw kecamatan Saparua, kabupaten Maluku Tengah, untuk membahas menyangkut permasalahan yang dihadapi kelompok pengrajin gerabah Harapan, maka terjalin kerja sama untuk melaksanakan pembuatan mesin pegolahan tanah lempung untuk pembuatan gerabah. Kegiatan PKM ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hasil gerabah yang baik yang berkualitas dan mengefektifkan waktu dan tenaga serta lebih ekonomis yang diharapkan hasil produksi lebih baik dan dapat di pasarkan lebih luas bukan saja di daerah Maluku tetapi juga di daerah lain sehingga omset penjualan lebih meningkat. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan juga uji kelayakan, dan pelatihan tentang penggunaan mesin pengolah tanah lempung.
Pelatihan Pembuatan Oven Dan Talang Air Berbahan Dasar Senk Plat Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Kelompok Pemuda Desa Naku Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon Renny James Betaubun
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.764 KB) | DOI: 10.31959/jpmi.v2i2.373

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan knowledge dan skill kelompok pemuda desa Naku melalui kerja plat yang diaplikasikan dalam pembuatan oven dan talang air. Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali dengan teknik memotong, melipat dan menyambung plat dengan benar baik secara manual maupun dengan menggunakan mesin yang ada. Sasaran pengabdian adalah pemuda-pemuda desa Naku dalam usia produktif, terutama bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Permasalahan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan diawali dengan survey pendahuluan untuk melihat situasi dan kondisi di lapangan mengenai keseharian pemuda desa Naku. Pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan, menggunakan metode ceramah yaitu dengan teknik presentasi dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dan latihan dalam bentuk praktek secara langsung dalam pemanfaatan senk plat untuk pembuatan oven dan talang air. Evaluasi dilakukan selama proses kegiatan berlangsung sampai selesai dan memberikan hasil bahwa pemuda-pemuda dengan usia produktif ini memiliki kemampuan yang perlu ditunjang dengan pengetahuan praktis yang diterima. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan tingkat keberhasilan dengan indikasi adanya pemahaman terhadap materi kerja plat yang diberikan terlihat dari keseriusan mereka untuk melakukan kerja plat, adanya respon positif dari peserta mengingat kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan kerja plat ini merupakan hal yang baru pernah diikuti oleh mereka. Rasa antusias mereka ditunjukkan dengan semangat yang diperlihatkan selama mengikuti pelatihan ini sampai selesai. Peserta mampu menerapkan teknik kerja plat secara konvensional maupun dengan menggunakan tenaga mesin dan menghasilkan produk dari bahan plat senk yaitu 4 buah oven dan 1 set talang air. Kata kunci: teknik kerja plat; senk plat; oven; talang air; pemuda desa Naku
Pembuatan Pemanas Air Tenaga Surya Sebagai Bentuk Penerapan Iptek Bagi Masyarakat Desa Wakasihu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah Renny James Betaubun
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.642 KB) | DOI: 10.31959/jpmi.v2i2.375

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan iptek bagi masyarakat desa Wakasihu dengan sasaran kegiatan adalah tukang maupun bekerja di bengkel melalui pembuatan dan pengenalan sistem alat pemanas tenaga surya. Penggunaan bahan bakar fosil untuk proses pemanasan air akan menimbulkan polusi udara dan suatu saat bahan bakar ini akan habis sehinggga perlu dicari sumber energi alternatif salah satunya adalah tenaga surya. Dalam pelaksanaannya, peserta dikenalkan dengan alat pemanas air dengan sumber energi surya, jenis bahan isolator yang dipakai, pembuatan alat dan cara pemasangannya. Permasalahan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan diawali dengan survey pendahuluan untuk melihat situasi dan kondisi di lapangan di desa Wakasihu. Pelaksanaan dilakukan dengan sosialisasi pengenalan alat pemanas air tenaga surya, simulasi dilakukan dengan memperlihatkan cara pembuatan alat pemanas ini, serta cara pemasangan instalasi jaringan pipa. Evaluasi dilakukan selama proses kegiatan berlangsung sampai selesai dan memberikan hasil bahwa peserta mampu mengenal dan mengetahui tentang alat pemanas air fungsi dan manfaatnya untuk kebutuhan sesehari. Luaran hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah satu alat pemanas air tenaga surya dilengkapi dengan jaringan pipanya serta rangka dudukan alat. Suhu panas yang dihasilkanpun tergantung cuaca daerah setempat. Kata kunci: Penerapan Iptek, Alat Pemanas Air, Tenaga Surya, Masyarakat desa Wakasihu
Evaluasi Saluran Drainase Jalan Wolter Monginsidi Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon Syafna Maruapey; Renny James Betaubun; Juvrianto Chrissunday Jakob
KOLONI Vol. 3 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v3i1.600

Abstract

In general, drainage is defined as a series of water structures that reduce and remove excess water from an area or land so that the land can function optimally. If drainage is problematic, it will result in puddles on the highway's surface. One of the highways that experience inundation due to problematic drainage is Wolter Monginsidi Street in Passo, Baguala District, Ambon City. The old drainage is damaged and the channel dimensions are small. So that the drainage channel is remade on the road. The old drainage channel is 894 m long, 78 cm wide and 76 cm high. In comparison, the new existing drainage channel has a length of 894 m, a width of 120 cm, and a height of 120 cm using 16-20 mm reinforcement. Therefore, it is necessary to evaluate the drainage channel on Jalan Wolter Monginsidi Passo, Baguala District, Ambon City to determine the dimensions of the existing channel, population growth, and disposal of household sewage entering the drainage channel and runoff discharge on the highway. Based on the calculation, the number of residents in the 10th year (the year 2032) is as many as 1,165 people, with the amount of discharge water (Qb) = 0, 00023283 m3 / s / ha, runoff discharge (Qr) = 0.00467 m3 / s, channel discharge (Qs) = 2.796480 m3 / s with a difference of 2.791783 m3 / s. So that the capacity of the drainage channel meets and is feasible to use
Analisis Penanganan Kerusakan Pada Ruas Jalan Desa Laala-Olas Kabupaten Seram Bagian Barat Gersom Herman Reasoa; Renny James Betaubun; Elisabeth Talakua
KOLONI Vol. 3 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v3i1.608

Abstract

Handling damage to the Laala-Olas village road section is by conducting a topographic survey and planning drainage channels. Where topography is a branch of science that focuses on examining the land surface and natural appearance of the earth's culture. The results of topographic studies are in the form of three-dimensional images or photographs, the output of which describes the relief of the high and low surface of the earth, the shape of the area, the slope of the earth, the object of the slope of the mountains, and others. Drainage itself is one of the elements of public infrastructure that people need in order to have a safe, comfortable, clean and healthy life. Its presence is very important for an area, especially residential areas and highways. This research method is carried out directly at the research location to obtain existig data directly from the field and literature research. the author uses the terrestrial method for topographic measurements and the rational method for planning drainage channels at the research location. From the topographic measurement data, the elevation of the new road body is planned at STA 0+000 - STA 0+850 by 60 cm from the original road body, at STA 2+650 - STA 4+750 and STA 4+900 - 6+000 by 40cm from the original road body. Then in the calculation of excavation and embankment, the excavation volume is 8403,62m3 and the embankment volume is 26960,94m3. in the planning of drainage channel dimensions for a 10-year return period, the peak width of the channel is 90cm, the width of the channel base is 55cm, and the channel depth is 75cm
Evaluate Silurian Drainage Jalan Raya A. Y Patty Kecamatan Sirimau Kota Ambon Juensi Stela Sabono; Renny James Betaubun; Edison Hukom
KOLONI Vol. 3 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v3i2.613

Abstract

In general, drainage is an attempt to drain excess water in a certain context of use. If there is a problem with drainage, it will cause puddles on the surface of the highway. One of the roads that experienced puddles is A.Y. Patty Sirimau District, Ambon City. The drainage channel is not able to accommodate rainwater runoff which results in an increase in water discharge resulting in puddles on the highway. Therefore, it is necessary to evaluate the drainage channel of A.Y. Patty Sirimau District, Ambon City, to determine the dimensions of the existing canal, population growth, household dirty water disposal that enters the drainage channel and runoff discharge on the highway. From the results of calculations and analysis, it is obtained that the projected population in the 10th year is 2,9 1 18 people with discharge discharge (Qab) = 0.006955 m3/sec/ha and runoff discharge on the A.Y highway. Patty Sirimau District, Ambon City is Qs = 19.87599 m3/s, Or = 0.06341 m3/s with a difference in discharge of 19.81258 m3/s. So that the capacity of the drainage channel meets and is still suitable for use.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Dusun Tapi Kecamatan Leihitu Barat Gamarullaila Tuhelelu; Renny James Betaubun
KOLONI Vol. 3 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v3i3.672

Abstract

This research aims to (1) Find out the availability and need for clean water in Tapi Hamlet (Lorong Madu) (2) Find out the capacity of clean water discharge that can be used to meet the needs of the community in Tapi Hamlet (Lorong Madu) (3) Find out how much water is needed for Projection of population in the next 10 years in Tapi Hamlet (Lorong Madu). The method used in this research is quantitative. The results of the research are that the availability of water in Tapi Hamlet (Lorong Madu) is very sufficient, and the water requirement for Tapi Hamlet (Lorong Madu) is 4560 liters/day. From the calculation results it was found that the availability of water discharge was 0.0625 m3/second which apparently was sufficient for the planned water discharge requirement, namely 0.000009 liters/second (0.0000000009 m3/second). From the calculation results the population of Tapi Hamlet for the next 10 years from 2021 to 2031 for 57 people is 4560 liters/day (0.53 liters/second).