Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL PENINGKATAN KINERJA INOVATIF DALAM KONTEKS TEKNOLOGI INFORMASI Setyo Utomo, Bambang; -, Widodo
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 3, No 2 (2012): September 2012 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v3i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun model dalam peningkatan kinerja inovatif, sehingga dapat meningkatkan kualitas  hasil pendidikan dan daya saing bangsa, yang berbasis profesionalisme dalam konteks Teknologi Informasi. Responden adalah guru SMA Negeri  di Kabupaten  Jepara yang berjumlah 300 guru yang terdiri dari 125 guru yang telah mendapatkan sertifikasi dan 175  guru yang belum sertifikasi. Teknik analisis menggunakan The Structural Equation Modelling (SEM) dari paket software AMOS 5.0 .Model estimasi Maximum Likelihood (ML) besarnya sampel 100-200. Mengacu pada pendapat tersebut maka jumlah sampel 120. Temuan studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan  guru yang belum dan telah  bersertifikasi kinerja inovatif guru. Kemudian  dalam konteks adaptabilitas teknologi informasi rendah ada pengaruh sertifikasi terhadap profesionalisme dan profesionalisme terhadap kinerja inovatif. Namun tidak ada pengaruh  sertifikasi terhadap kinerja inovasi guru. Hasil studi ini di harapkan untuk dapat meningkatkan kinerja inovatif  guru melalui konteks adaptasi teknologi informasi.This research aims to establish the model of innovative performance improvemnet toward education result quality refinement and competitive advantage of the nation which is based on professionalism in Information Technology. The samples are taken from 300 teachers of Senior High School State-Owned in Jepara Regency, whic is consist of 125 sertified teahcers and 175 unsertified teahers. The Structural Equation Modelling (SEM) is used to analyse the data, with samples estimated model Maximum Likelihood (ML) is 100 – 200 which lead to the number of sampleis 120. The result shows there is no difference between sertified and unsertified theachers toward profesionalism and information technology adaptibility and profesionalism toward innovative performance. This study achieves to increase teacher performance by using adapted information technology context.
Model Peningkatan Kinerja Inovatif dalam Konteks Teknologi Informasi Setyo Utomo, Bambang; -, Widodo
JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) Vol 3, No 2 (2012): September 2012 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v3i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun model dalam peningkatan kinerja inovatif, sehingga dapat meningkatkan kualitas  hasil pendidikan dan daya saing bangsa, yang berbasis profesionalisme dalam konteks Teknologi Informasi. Responden adalah guru SMA Negeri  di Kabupaten  Jepara yang berjumlah 300 guru yang terdiri dari 125 guru yang telah mendapatkan sertifikasi dan 175  guru yang belum sertifikasi. Teknik analisis menggunakan The Structural Equation Modelling (SEM) dari paket software AMOS 5.0 .Model estimasi Maximum Likelihood (ML) besarnya sampel 100-200. Mengacu pada pendapat tersebut maka jumlah sampel 120. Temuan studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan  guru yang belum dan telah  bersertifikasi kinerja inovatif guru. Kemudian  dalam konteks adaptabilitas teknologi informasi rendah ada pengaruh sertifikasi terhadap profesionalisme dan profesionalisme terhadap kinerja inovatif. Namun tidak ada pengaruh  sertifikasi terhadap kinerja inovasi guru. Hasil studi ini di harapkan untuk dapat meningkatkan kinerja inovatif  guru melalui konteks adaptasi teknologi informasi.This research aims to establish the model of innovative performance improvemnet toward education result quality refinement and competitive advantage of the nation which is based on professionalism in Information Technology. The samples are taken from 300 teachers of Senior High School State-Owned in Jepara Regency, whic is consist of 125 sertified teahcers and 175 unsertified teahers. The Structural Equation Modelling (SEM) is used to analyse the data, with samples estimated model Maximum Likelihood (ML) is 100 – 200 which lead to the number of sampleis 120. The result shows there is no difference between sertified and unsertified theachers toward profesionalism and information technology adaptibility and profesionalism toward innovative performance. This study achieves to increase teacher performance by using adapted information technology context.
Model Peningkatan Kinerja Inovatif dalam Konteks Teknologi Informasi Setyo Utomo, Bambang; -, Widodo
JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) Vol 3, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v3i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun model dalam peningkatan kinerja inovatif, sehingga dapat meningkatkan kualitas  hasil pendidikan dan daya saing bangsa, yang berbasis profesionalisme dalam konteks Teknologi Informasi. Responden adalah guru SMA Negeri  di Kabupaten  Jepara yang berjumlah 300 guru yang terdiri dari 125 guru yang telah mendapatkan sertifikasi dan 175  guru yang belum sertifikasi. Teknik analisis menggunakan The Structural Equation Modelling (SEM) dari paket software AMOS 5.0 .Model estimasi Maximum Likelihood (ML) besarnya sampel 100-200. Mengacu pada pendapat tersebut maka jumlah sampel 120. Temuan studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan  guru yang belum dan telah  bersertifikasi kinerja inovatif guru. Kemudian  dalam konteks adaptabilitas teknologi informasi rendah ada pengaruh sertifikasi terhadap profesionalisme dan profesionalisme terhadap kinerja inovatif. Namun tidak ada pengaruh  sertifikasi terhadap kinerja inovasi guru. Hasil studi ini di harapkan untuk dapat meningkatkan kinerja inovatif  guru melalui konteks adaptasi teknologi informasi.This research aims to establish the model of innovative performance improvemnet toward education result quality refinement and competitive advantage of the nation which is based on professionalism in Information Technology. The samples are taken from 300 teachers of Senior High School State-Owned in Jepara Regency, whic is consist of 125 sertified teahcers and 175 unsertified teahers. The Structural Equation Modelling (SEM) is used to analyse the data, with samples estimated model Maximum Likelihood (ML) is 100 – 200 which lead to the number of sampleis 120. The result shows there is no difference between sertified and unsertified theachers toward profesionalism and information technology adaptibility and profesionalism toward innovative performance. This study achieves to increase teacher performance by using adapted information technology context.
TRANSFORMASI DIGITAL DAN INOVASI PRODUK BAMBU: PENGUATAN KAPASITAS EKONOMI KREATIF DESA MOJOREJO TAHUN 2025 Muslih, Mohammad; Rusli, Lathiefa; Tsuroya Alfadla, Maya; Setyo Utomo, Bambang; Diannita, Rindang
Jurnal Al Basirah Vol. 5 No. 2 (2025): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v5i2.443

Abstract

Program pengabdian masyarakat tahun 2025 di Desa Mojorejo, Kabupaten Ponorogo, merupakan fase kedua dari inisiatif Kampung Bambu Mojorejo yang bertujuan memperkuat kapasitas ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kegiatan ini difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu inovasi produk bambu, penguatan merek dan digitalisasi pemasaran, serta penerapan teknologi tepat guna (TTG) modern. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk menumbuhkan kemandirian komunitas melalui pemanfaatan aset lokal dan partisipasi warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi sebesar 45%, diversifikasi produk hingga 200%, dan kenaikan pendapatan pengrajin rata-rata 130%. Selain itu, mitra pengrajin berhasil mengembangkan identitas merek “Roemah Bamboe” dan “Deling Studio” yang memperluas jangkauan pasar hingga nasional. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara teknologi, kreativitas, dan pemberdayaan komunitas mampu mendorong transformasi sosial-ekonomi desa menuju keberlanjutan.