Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INTEGRASI EKONOMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM DI INDONESIA Ayu Nursasi; Nanda Hanifah; Rifani Tri Handani; Sarpini Sarpini
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 12 (2024): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v2i12.3271

Abstract

Kebijakan integrasi ekonomi membawa pengaruh pada pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Integrasi ekonomi dengan inisiatif seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA) dan kebijakan terkait lainnya menawarkan peluang bagi UMKM untuk mengakses pasar internasional, mentransfer teknologi, serta mengadopsi digitalisasi yang dapat meningkatkan dayasaing mereka. Namun, UMKM juga menghadapi tantangan besar, seperti persaingan ketat dengan produk impor, keterbatasan modal, teknologi yang terbatas, serta fasilitas yang belum memadai, khususnya di wilayah terpencil. Metode pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka, dengan menghimpun data dari berbagai literatur yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan integrasi ekonomi memberikan peluang besar, banyak UMKM yang masih kesulitan untuk memanfaatkannya sepenuhnya karena berbagai hambatan struktural. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk meningkatkan akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, adopsi teknologi, serta Pembangunan infrastruktur yang mendukung UMKM. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi antara berbagai pihak, UMKM dapat lebih berdayasaing di pasar global serta berkontribusi lebih signifikan pada perekonomian Indonesia.
Evolusi Sistem Moneter Internasional Era Standar Emas, Bretton Woods hingga Sistem Nilai Tukar Mengambang Fatimah Rasyidah Az Zahra; Isti Masruroh; Kuni Naela Rohmah; Sarpini Sarpini
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 12 (2024): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v2i12.3338

Abstract

This article explores the evolution of the international monetary system from the Gold Standard and Bretton Woods to the current floating exchange rate system. The international monetary system has evolved alongside global economic dynamics, starting with the Gold Standard, which ensured exchange rate stability but collapsed due to World War I. The Bretton Woods system introduced a golden era of stable fixed exchange rates and increased global investment but eventually failed due to political and economic instability. The subsequent floating exchange rate system provided flexibility but remained vulnerable to market speculation and fluctuations. This evolution has profoundly impacted international trade, global economic stability, and capital flows, highlighting how each system has significantly shaped global economic dynamics.
Implementasi Teori Keunggulan Komparatif dalam Kebijakan Perdagangan Indonesia: Studi Kasus Sektor Pertanian Kelapa Sawit Abdan Sifa; Lulu Khulwatun Iffah; Mahardika Wahyu Pradana; Ulfatus Sofiah; Sarpini Sarpini
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v3i1.3384

Abstract

Indonesia, sebagai negara berkembang dengan perekonomian yang sangat bergantung pada sektor pertanian, memiliki potensi besar untuk mengimplementasikan teori keunggulan komparatif, terutama dalam industri kelapa sawit. Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam biaya produksi dan produktivitas. Namun, implementasi teori keunggulan komparatif dalam kebijakan perdagangan Indonesia untuk sektor kelapa sawit menghadapi beberapa tantangan, seperti kebijakan proteksionis negara konsumen terkait isu keberlanjutan, serta hambatan internal seperti ketimpangan distribusi pendapatan dan ketergantungan pada komoditas tunggal. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah terhadap perdagangan kelapa sawit khususnya di kancah internasional. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian kualitatif, statistik tidak digunakan, melainkan fokus pada pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Agar analisis dan evaluasi hasil penelitian lapangan lebih kuat, dibutuhkan landasan teori yang kokoh, yang dapat diperoleh dari buku, penelitian sebelumnya, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber relevan lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian ini.
Ekonomi Terbuka dan Ketahanan Ekonomi: Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi Ine Savilia; Inna Af”idatul Mukaromah; Kholissotun Khasanah; Sarpini Sarpini
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v3i1.3437

Abstract

Abstrak Di tengah pesatnya globalisasi, banyak negara semakin terintegrasi dalam sistem perekonomian internasional. Konsep ekonomi terbuka, yang mencakup perdagangan internasional, investasi asing, serta aliran modal dan teknologi, semakin relevan. Perekonomian terbuka memberikan peluang untuk pertumbuhan, diversifikasi produk, dan peningkatan kesejahteraan, tetapi juga membawa tantangan seperti ketergantungan pada faktor eksternal dan krisis global. Ketahanan ekonomi, yang mengacu pada kemampuan negara untuk mengatasi tekanan eksternal dan internal, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis bagaimana perekonomian terbuka mempengaruhi ketahanan perekonomian, serta tantangan dan peluang yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ekonomi terbuka memberikan akses ke pasar global dan mendorong pertumbuhan, ketergantungan pada faktor risiko eksternal mengancam stabilitas ekonomi domestik. Oleh karena itu, strategi seperti diversifikasi ekonomi dan penguatan sektor domestik sangat penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi di era globalisasi. Kata Kunci: Ekonomi terbuka, ketahanan ekonomi, globalisasi.
KEBIJAKAN EKONOMI INTERNASIONAL : KEBIJAKAN PROMOSI EKSPOR DAN SUBSTITUSI IMPOR PUPUT DWI PUSPITA SARI; Sarpini Sarpini
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 3 No. 12 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v3i12.7516

Abstract

International economic policy is one of the main instruments used by governments to strengthen national competitiveness in a rapidly changing global environment. Two major policy approaches that are often implemented, especially in developing countries, are export promotion policies and import substitution policies. Export promotion focuses on encouraging domestic industries to enter international markets by providing incentives, improving product quality, and expanding market access. Meanwhile, import substitution encourages countries to reduce dependence on imported goods by building strong domestic production capacities. This paper provides a comprehensive explanation of the concepts, objectives, mechanisms, and impacts of both policies. It discusses how export promotion can stimulate foreign exchange earnings, encourage innovation, and integrate domestic industries into global value chains. Likewise, it explores how import substitution can strengthen national industries, reduce vulnerabilities to external shocks, and create employment opportunities. The paper also highlights the limitations of each approach, such as the possibility of inefficiency in protected industries under import substitution or the risk of overreliance on global markets under export promotion. Furthermore, it emphasizes that many countries today successfully combine the two strategies in a balanced manner to achieve sustainable and long-term economic development. Ultimately, the effectiveness of these policies depends on institutional capacity, industrial readiness, and the alignment of policies with broader national development goals.