Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu Wiwin Nur Aeni; Eleni Kenanga Purbasary; Puput Rahayu
Bima Nursing Journal Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v5i2.1342

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan suatu indikator untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Ibu hamil yang mengalami KEK akan berdampak pada ibu ataupun janinnya. Kekurangan Energi Kronik (KEK) dapat dipengaruhi oleh salah satunya adalah pola makan. Pola makan merupakan suatu cara atau usaha dalam pengaturan jumlah, frekuensi dan jenis makanan untuk mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau membantu kesembuhan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah 202 responden ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah  67 responden menggunakan rumus slovin. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 41 responden (61.2%) dalam kategori pola makan baik, dan sebanyak 58 responden (86.6%) dalam kategori tidak mengalami KEK. Hasil uji bivariat P-Value 0,294 (a = 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, sehingga  tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan ibu hamil dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu. Saran untuk pihak puskesmas selanjutnya perlu melakukan upaya yang bisa meningkatkan kesehatan ibu dan menghindari kejadian KEK.
Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lohbener: Correlation between Completion of Basic Immunizations and the Incidence of Stunting Among Toddlers in the Service Area of the Lohbener Community Health Center Eleni Kenanga Purbasary; Titin Hidayatin; Nelly Dinda Versanti
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.424

Abstract

Pendahuluan: Stunting dapat disebabkan oleh kekurangan gizi sejak lahir hingga beberapa tahun pertama kehidupannya. Anak yang mengalami stunting akan mengalami tubuh pendek, berbeda dengan anak pada umumnya. Salah satu cara mencegah stunting pada anak adalah imunisasi. Anak-anak yang menerima semua vaksinasi dasar yang direkomendasikan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka dan mencegah paparan beberapa infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lohbener. Metode: Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kwantitatif dengan pendekatan korelasional. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin. Desain sampel menggunakan purposive sampling dengan 93 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar checklist dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Chi square. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, dari 53 responden dengan imunisasi yang lengkap, 50 (94,3%) memiliki tinggi badan normal dan tidak mengalami stunting, sementara 3 (5,7%) mengalami stunting dengan nilai p value kurang dari 0,05. Kesimpulan: Temuan utama penelitian ini adalah kelengkapan imunisasi berhubungan dengan kejadian stunting stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lohbener. Diharapkan upaya-upaya peningkatan kesadaran tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap untuk mencegah stunting dengan memberikan edukasi kesehatan kepada kader posyandu, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat.