Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA MASYARAKAT DI DESA PURWODADI Nurul Hidayah Nasution; Ayus Diningsih; Indra Maulana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1044-1049

Abstract

Relaksasi otot progresif merupakan terapi yang dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan pada otot tubuh. Relaksasi ini merupakan latihan relaksasi yang memiliki berbagai manfaat dalam menjaga kesehatan maupun dalam penanganan penyakit. Pelatihan relaksasi dapat menurunkan efek destruktif dan gejala yang ditimbulkan dari suatu penyakit dan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini agar masyarakat lebih mandiri dalam menjaga dan memelihara kesehatannya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan sasaran perangkat desa dan masyarakat Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa dan di rumah masyarakat Desa Purwodadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan gerakan relaksasi otot progresif kepada masyarakat. Kegiatan ini dipandu oleh instruktur/pelatih dan media berupa video gerakan refleksi otot progresif untuk membantu dalam memandu gerakan masyarakat. Kegiatan ini juga diselingi dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh yaitu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 12 hari. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang perangkat Desa Purwodadi, 30 orang kader dan 60 orang masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diterima antusias oleh masyarakat Desa Purwodadi terbukti dengan tingkat persentasi kepuasaan sebesar 98% masyarakat merasa puas dengan kegiatan ini. Masyarakat merasakan dampak langsung setelah dilakukan pelatihan. Masyarakat menjadi lebih relaks setelah mempraktikkan gerakan otot progresif ini. Diharapkan agar gerakan relaksasi otot progresif ini disampaikan juga kepada anggota keluarga dan masyarakat lainnya agar keluarga dan masyarakat menjadi lebih sehat sehingga akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
PELATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA MASYARAKAT LANSIA DI DESA PURWODADI KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATU NADUA Indra Maulana Dongoran; Nurul Hidayah Nasution; Ayus Diningsih
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 3: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.454 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang manusia termasuk pada masyarakat lansia. Cara untuk dapat menjaga kesehatan masyarakat lansia dari bahaya hipertensi adalah upaya promotif dan preventif dengan melakukan aktifitas fisik/olahraga fisik. Tetapi masyarakat lansia masih banyak yang tidak tertarik untuk melakukan aktifitas fisik karena dianggap melelahkan dan tidak menarik. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menarik minat masyarakat lansia untuk melakukan aktifitas fisik adalah relaksasi otot progresif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat lansia melalui pelatihan relaksasi otot progresif yang dilakukan selama 2 hari terhadap 30 kader lansia. Metode yang dilakukan yaitu memberikan pelatihan mengenai releksasi otot progresif, demonstrasi rilekasasi otot progresif. Evaluasi dilakukan dengan melakukan observasi pre test dan post test keterampilan relekasi otot progresif. Setelah dilakukan pengumpulan data, terlihat adanya peningkatan keterampilan masyarakat lansia terkait relaksasi otot progresif dari 49% menjadi 86%.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Kemandirian Belajar Dan Produktivitas Akademik Mahasiswa Indra Maulana Dongoran; Khairunnisa Butar-Butar; Halman Paris Ritonga; Fatma Mutia; Haslinah Ahmad
Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia
Publisher : LPPM Politeknik Raflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jpvr.v6i1.1406

Abstract

Transformasi digital yang terjadi dalam dunia pendidikan telah mengubah cara mahasiswa memperoleh, mengolah, dan memanfaatkan informasi dalam proses pembelajaran. Kemampuan literasi digital menjadi salah satu kompetensi yang penting dimiliki mahasiswa, khususnya pada program studi pendidikan vokasional yang menuntut penguasaan teknologi dan kemampuan belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar dan produktivitas akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Desain Fashion Universitas Aufa Royhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui angket menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar mahasiswa (β = 0,621; p < 0,001) dan produktivitas akademik mahasiswa (β = 0,547; p < 0,001). Selain itu, kemandirian belajar juga terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktivitas akademik mahasiswa (β = 0,486; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan literasi digital mahasiswa, semakin tinggi tingkat kemandirian belajar dan produktivitas akademiknya. Oleh karena itu, penguatan literasi digital perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran pada pendidikan vokasional.
Pendampingan Psikososial Melalui Trauma Healing untuk Pemulihan Mental Anak Pasca Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025 Indra Maulana Dongoran; Halman Paris Ritonga; Haslinah Ahmad; Fatma Mutia
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1231

Abstract

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2025 memberikan dampak psikologis terhadap anak-anak, seperti kecemasan, ketakutan, kesedihan, dan penurunan interaksi sosial. Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Simatohir yang dijadikan sebagai lokasi posko pengungsian. Di posko pengungsian Desa Simatohir terdapat sekitar 200 kepala keluarga dengan lebih dari 500 jiwa pengungsi yang sebagian besar kehilangan tempat tinggal akibat tanah longsor. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 120 anak terdampak bencana yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek psikososial. Kondisi ini membutuhkan intervensi psikososial untuk membantu proses pemulihan mental anak pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan psikososial melalui trauma healing guna membantu pemulihan kondisi emosional anak-anak terdampak bencana. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa permainan edukatif, storytelling, menggambar dan mewarnai, ice breaking, relaksasi sederhana, serta permainan kelompok yang melibatkan sekitar 50 anak sebagai peserta kegiatan di posko pengungsian Desa Simatohir. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi perilaku dan angket sederhana mengenai kondisi emosional anak sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keberanian anak untuk berinteraksi sosial sebesar 76%, peningkatan partisipasi aktif sebesar 82%, serta penurunan tanda kecemasan dan ketakutan pada sebagian besar peserta. Program trauma healing terbukti membantu menciptakan suasana psikologis yang lebih positif pada anak pascabencana serta meningkatkan semangat dan rasa aman anak selama berada di pengungsian.
Determinan Model Karakteristik Budaya Kesehatan pada Pemanfaatan Pelayanan Pencegahan Covid-19 di Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan: Determinants of the Health Culture Characteristics Model in the Utilization of Covid-19 Prevention Services at the Padangmatinggi Health Center, Padangsidimpuan City Ahmad Safii Hasibuan; Saskiyanto Manggabarani; Indra Maulana; Anto J. Hadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2993

Abstract

Latar Belakang: Penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar berbagai level ini bertujuan agar rantai penularan Covid-19 dapat terhambat di Indonesia. Berbagai protokol kebijakan telah dipersiapkan oleh pemerintah, termasuk dalam tatanan kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat di era Covid-19. Kondisi seperti ini ada dihadapan kita dan memerlukan perubahan menuju kehidupan normal, termasuk pemanfaatan layanan puskesmas dalam pencegahan Covid-19 dengan pendekatan karakteristik budaya dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan model karakteristik budaya kesehatan pada pemanfaatan pelayanan pencegahan Covid-19 Di Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berdomisili di Puskesmas Padangmatinggi dan teknik pengambilan sampel purphosive sampling, yaitu dengan syarat: penduduk atau masyarakat yang berdomisili Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan ada anggota keluarga yang sakit dalam 3 (tiga) bulan terakhir. Hasil: Penelitian diperoleh bahwa ada hubungan persepsi (p=0,000), akses layanan (p=0,005), karakteristik budaya kesehatan (p=0,001) dan sikap (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan pencegahan covid-19 di puskesmas padangmatinggi. Kesimpulan: Bahwa persepsi, akses layanan, karakteristik budaya, sikap petugas merupakan faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan Covid 19. Sehingga perlunya dukungan dan sinergitas dari berbagai lintas sektor untuk memaksimalkan pencegahan dan penanggulangan covid 19 di tingkat pelayanan primer pusat kesehatan masyarakat.