Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Influence of Sharia Compliance Dimensions on Sharia Standard Implementation in Beauty Care Services Andi Faradilla; Rahma Hidayati Darwis; Fitriani Fitriani
Journal of Management and Business Innovations Volume: 08, Number: 01, 2026
Publisher : Management Department Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jombi.v8i01.30095

Abstract

The rapid growth of the halal beauty industry has increased the demand for beauty services that comply with Islamic principles. However, empirical studies examining sharia compliance at the organizational level of beauty service providers remain limited. This study aims to analyze the influence of three dimensions of sharia compliance, namely product halalness, service ethics and aurah protection, and spiritual values and sharia branding, on the implementation of sharia standards at Arnhilah Aesthetic Care Clinic. A quantitative approach was employed using a survey of 101 clinic customers selected through accidental sampling. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results indicate that product halalness has the strongest positive and significant effect on sharia standard implementation (β = 0.602; p < 0.001), followed by service ethics and aurah protection (β = 0.173; p = 0.023). Spiritual values and sharia branding also demonstrate a positive effect, although with marginal significance (β = 0.183; p = 0.050). Simultaneously, the three dimensions explain 49.4% of the variance in sharia standard implementation. These findings suggest that comprehensive implementation of sharia standards requires the integration of halal product assurance, ethical service practices, and authentic Islamic organizational values. The study contributes to the development of multidimensional sharia compliance assessment in beauty service organizations. Keywords: Halal Cosmetics, Islamic Business Ethics, Sharia Compliance, Sharia Standard Implementation
Partisipasi Masyarakat Dalam Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Wakaf Produktif Di Kabupaten Bone Moliza Mahrani; Kamiruddin Kamiruddin; Rahma Hidayati Darwis
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jebmak.v5i2.1760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi masyarakat, faktor pendorong dan penghambat keterlibatan masyarakat, serta dinamika persepsi, pengalaman, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola wakaf dalam upaya pemberdayaan ekonomi lokal di Pondok Pesantren Al-Mubarak Jampalenna, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian melibatkan 5 informan yang terdiri atas pengelola wakaf, wakif, penerima manfaat wakaf, tokoh agama, dan pihak Kantor Urusan Agama (KUA). Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terhadap program wakaf tergolong tinggi dan didominasi oleh bentuk penerimaan, pemberian aset wakaf, dukungan terhadap pengelolaan, serta pemanfaatan hasil wakaf. Faktor pendorong utama partisipasi masyarakat meliputi tingginya religiusitas, kepercayaan terhadap pengelola wakaf, transparansi pengelolaan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kegiatan sosial-keagamaan. Adapun faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan ekonomi masyarakat, keterbatasan pendanaan lembaga, dan masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai wakaf produktif. Persepsi dan pengalaman masyarakat terhadap pengelolaan wakaf cenderung positif serta didukung oleh tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap pengelola dan dukungan kelembagaan dari KUA. Kontribusi penelitian ini terletak pada ditawarkannya model dinamika partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi melalui wakaf yang mengintegrasikan bentuk partisipasi, faktor pendorong dan penghambat, serta persepsi, pengalaman, dan tingkat kepercayaan masyarakat berbasis modal sosial. Model ini dapat menjadi rujukan bagi nazir, lembaga wakaf, dan pemangku kebijakan dalam mengoptimalkan pengelolaan wakaf produktif untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bone.