Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SOSIALISASI LITERASI KEUANGAN DAN PENTINGNYA INVESTASI EMAS KEPADA IBU RUMAH TANGGA Achmad Zainul Rozikin; Endang Sri Suyati; Istigfaris Rezki; Sonia; Eti Ambarsari Dadi; Nurul Hudah; Nurul Azkia; Ika Puji Rahayu; Lusi Risnadi; Yiska hosana; Ratri Pramudita; Febria Ditha Rosalina; Nor Hairani; Sabirullah; Teya Agustina; Intan Syifa; Ihsanu Rozikin; Eka Khairunnisa; Dibyo Waskito Guntoro; Iin Nurbudiyani; Ilham; Nur Annisa; Arna Purtina; Amelia Dwi Astuti; Haris Munandar; M. Ziaurrahman; Herman; Dea Monika; Fitriani
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i1.1189

Abstract

Literasi keuangan merupakan pemahaman akan keuangan dalam pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan, dan mempertimbangkan pengeluaran yang akan digunakan. Literasi keuangan cukup penting dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat bisa mengontrol keuangan pribadi dan keluarga. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan berupa sosialisasi kepada ibu rumah tangga di Perumahan Bangas Permai Kota Palangka Raya. Alasan menjadikan ibu rumah tangga sebagai partisipan kegiatan ini adalah ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengelola keuangan keluarga. Mereka juga yang biasanya mengelola keuangan keluarga, dari keperluan pokok hingga menabung. Hasil dari kegiatan ini adalah ibu rumah tangga menjadi paham cara mengelola keuangan dengan benar. Selain itu, mereka juga mengetahui produk investasi lain, seperti emas logam mulia dan saham. Mereka juga paham keuntungan apabila berinvestasi dalam bentuk emas logam mulia daripada emas perhiasan. Jadi, kesimpulannya adalah ibu rumah tangga di Perumahan Bangas Permai Kota Palangka Raya sudah memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang benar, cara berinvestasi yang benar, dan produk-produk investasi. Kata kunci: Literasi keuangan, investasi, emas.  
Inovasi budidaya anggrek lokal berbasis konservasi untuk mahasiswa pertanian dan kehutanan Nurul Hidayati; Sari Marlina; Rita Rahmaniati; Pienyani Rosawanti; Mariati Mariati; Kamaliah Kamaliah; Djoko Eko Hadi Susilo; Fahruddin Arfianto; Hariyadi Hariyadi; Siti Rahmah; Hengki Agustino; Mahdiani Mahdiani; Afifah Kiki Dwi Wulandari; M. Iqbal Hidayat; Jefri Yandi; Sugiharto Sugiharto; Herman Herman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33485

Abstract

Abstrak Anggrek lokal Indonesia bernilai ekologis dan ekonomis tinggi, namun populasinya terancam akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi. Inovasi budidaya berbasis konservasi diperlukan untuk menjaga kelestarian sekaligus mendukung pemanfaatan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa pertanian dan kehutanan dibekali keterampilan praktis konservasi sehingga mampu menjadi agen pelestarian dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dalam budidaya anggrek lokal berbasis konservasi. Program ini difokuskan pada tiga aspek utama: pembuatan etalase anggrek lokal dari hutan, , repotting anggrek, serta identifikasi dan teknik budidaya anggrek. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya konservasi anggrek lokal, teknik budidaya yang tepat, serta potensi pengembangan anggrek sebagai komoditas bernilai ekonomi dan ekologi. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati anggrek lokal dan pemberdayaan mahasiswa sebagai agen konservasi dan pengembangan pertanian berkelanjutan. Kata kunci: anggrek lokal;  budidaya; konservasi. AbstractThis community service activity aims to increase the knowledge and skills of Agriculture and Forestry students at the University of Muhammadiyah Palangkaraya in the conservation-based cultivation of local orchids. This program focuses on three main aspects: creating a showcase of local orchids from the  forests , practicing orchid repotting, and identifying orchid species and their cultivation techniques. The implementation methods include counseling, demonstrations, and hands-on practice that actively involve students. The results of the activity show an increase in students' understanding of the importance of local orchid conservation, proper cultivation techniques, and the potential for developing orchids as a commodity with economic and ecological value. It is hoped that this activity can contribute to the preservation of local orchid biodiversity and empower students as agents of conservation and sustainable agricultural development. Keywords:  conservation; cultivation; local orchids.
Karyaku Bermakna Dan Berdampak: Penilaian Portofolio Tematik Berbasis Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Siswa Sekolah Dasar Ady Ferdian Noor; Sri Endang Mugi Rahayu; Herman Herman; Irvan Mahendra; Erika Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.509

Abstract

Paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai konteks psikopedagogi/ andragogi dan sosial budaya bagi setiap warga negara. Warga negara mengimplementasikan paradigma baru sebagai perwujudan partispasi dan tanggung jawab warga negara. Asesmen portofolio sebagai salah satu bentuk asesmen berbasis kelas melalui pengumpulan bukti autentik dari peserta didik. Asesmen berfungsi dan berperan menutupi kelemahan asesmen dilakukan selama ini. Sistem asesmen yang digunakan di sekolah dasar cenderung hanya melihat hasil belajar siswa dan mengabaikan proses pembelajaran, sehingga nilai akhir yang dilaporkan kepada orang tua dan pihak terkait hanya menyangkut ranah kognitif. Sikap, minat, motivasi dan keterampilan proses lainnya hampir tidak pernah tersentuh. Tujuan penelitian yaitu untuk mengungkap asesmen portofolio tematik pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dikaitkan dengan mata pelajaran lain, kurikulum 2013, e-portofolio, guru, reorientasi paradigma Pendidikan Kewarganegaraan, dan paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan. Asesmen portofolio berbasis paradigma baru diolah melalui data penelitian yang telah dilakukan untuk menghasilkan simpulan baru. Metode meta analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah artikel terkait asesmen portofolio tematik, paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan, dan siswa sekolah dasar. Hasil penelitian yaitu asesmen portofolio tematik Pendidikan Kewarganegaraan perlu dilaksanakan dan dikembangkan sesuai dengan paradigma baru secara berkelanjutan dan sistematis di sekolah dasar. Pengembangan portofolio memerlukan sinergi antara pemerintah dan sivitas pendidikan. Pengembangan portofolio Pendidikan Kewarganegaraan juga harus mulai mengintegrasikan unsur e-portofolio sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi era industri 4.0. Kesimpulannya, siswa pada akhirnya memiliki kemampuan sesuai dengan paradigma baru Pendidikan Kewarganegaraan, yaitu sebagai wahana pengembangan kemampuan, watak, dan karakter warga negara yang demokratis, bertanggung jawab, dan berbudi luhur/beradab.
Penguatan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda melalui Program Literasi Pancasila Berbasis Komunitas Herman Herman; Irvan Mahendra; M. Fatchurrahman
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v4i1.12904

Abstract

Latar Belakang: Melemahnya pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda di era digital dan globalisasi menjadi tantangan nyata yang memerlukan intervensi pendidikan non-formal yang kontekstual. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila, menumbuhkan semangat cinta tanah air, dan membangun kesadaran toleransi pada generasi muda Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Metode: Program dilaksanakan pada Maret–April 2025, melibatkan 45 peserta (pelajar SMA, mahasiswa, dan anggota karang taruna), menggunakan ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan literasi mandiri berbasis modul Pancasila yang dirancang secara kontekstual. Efektivitas diukur melalui pre-test dan post-test (25 butir pilihan ganda) serta angket respon peserta dengan skala Likert 1–5. Hasil: Rata-rata skor peserta meningkat dari 54,2 (pre-test) menjadi 78,6 (post-test), dengan selisih 24,4 poin (peningkatan sebesar 45% dari skor awal). Peserta berkategori "Sangat Baik" meningkat dari 6,7% menjadi 46,7%. Rata-rata skor respon peserta mencapai 4,5 dari skala 5. Kesimpulan: Program Literasi Pancasila memberikan indikasi yang kuat terhadap peningkatan pemahaman dan internalisasi nilai kebangsaan generasi muda, meskipun konfirmasi statistik melalui uji berpasangan masih perlu dilakukan untuk memperkuat klaim efektivitas.
Bhinneka Tunggal Ika in the Frame of Huma Betang's Philosophy Herman Herman; Ady Ferdian Noor; Rusmaniah Rusmaniah; Wening Mustikaningsih
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2023): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i1.6245

Abstract

Background: Indonesia is rich in diversity, which is caused by the spread of the population across many islands, so it has many differences in religion, ethnicity, race, and culture. The large number of differences will be vulnerable to division and intimidation. Aim: This research aims to integrate the values of the Huma Betang philosophy which is also embodied in the Bhinneka Tunggal Ika frame. This research uses a qualitative descriptive and literature study approach where researchers collect data from various literature sources and journals. Results and Dıscussion: The results of the research show that the philosophy of Huma Betang has the same meaning as the five precepts that Huma Betang has meaning 1) Belief in the Almighty God or Religious Values (Hatala) Dayak people believe in the existence of God; 2) Just and Civilized Humanity, the Value of Justice and Belom Bahadat which has the meaning of life must be fair to all God's people and have good manners; 3) Indonesian Unity or called Handep Hapakat & Isen Mulang, namely the spirit of cooperation and the spirit of never giving up; 4) Democracy led by the wisdom of decisions in representative deliberations, Hapakat Basara & Hupungkal Lingu Nalatai Hapangajan Karendem Malempang means uniting in resolving a problem by consensus so that everything can reach a common agreement; 5) Social Justice for all Indonesian People, also called Belum penyang hinje simpei or living in harmony and peace for the sake of shared prosperity. Conclusion: Huma Betang's philosophy has values that are relevant to Bhinneka Tunggal Ika, which is contained in the motto and ideological foundation of the Indonesian state. In the Huma Betang philosophy, it has the same meaning as the five precepts contained in Pancasila.
Cultivating Social Attitudes Through Social Studies Learning In Elementary Schools Herman Herman; Prita Widya; Nika Nurhalisah; Diah Setiawati; Nurfika Lita
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i2.7007

Abstract

Social studies learning is very necessary to shape the social attitudes of the younger generation. The younger generation acts as the pillar and spearhead of the nation's future, so that students must have good social attitudes in society and as a state. Social studies learning has a very important role in creating social attitudes in each student. The role of social studies learning, apart from developing aspects of students' knowledge, understanding and analytical skills regarding the social conditions of society, social studies learning is also predicted to play an active role in forming students' social attitudes. This research method uses literature review studies such as journals, articles, books and other sources related to social studies learning, instilling social attitudes in students, as well as the role of teachers in instilling social attitudes in each student. The results of this research reveal that the process of forming social attitudes, especially in the context of social studies learning, is an important aspect that must be carried out by teachers in the classroom in educating students. Activities to instill social attitudes through social studies learning can be instilled through social studies learning. Social studies learning can be implemented by incorporating social attitude values into students through strategies or learning systems that involve imitation elements or concrete model rolls through the habituation of other social attitudes such as honesty, discipline, responsibility, tolerance, mutual cooperation, politeness or politeness. , and confident. Social attitudes will be embedded and reflected in daily activities as seen from the learning process implemented by the teacher in social studies learning in the classroom.
Pelatihan Kemampuan Berani Tampil Melalui Debat dan Unjuk Bakat Bagi Mahasiswa Prodi BK dan PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Ady Ferdian Noor; Bulkani Bulkani; Iin Nurbudiyani; Herman Herman; Rahmat Rahmat; Helnayatun Helnayatun; Irma Yanti; Ahmad Rhicho Widianto
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v2i2.9122

Abstract

Tujuan pelatihan yaitu untuk melatih kemampuan berani tampil mahasiswa agar memiliki komunikasi dan kepercayaan diri untuk berinteraksi di depan banyak orang dan dengan masyarakat. Peserta pelatihan adalah mahasiswa prodi BK berjumlah 15 orang dan PGSD berjumlah 41 orang terdiri dari dua kelas, FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Metode yang digunakan yaitu semua mahasiswa melakukan debat dan kemudian yang nilainya masih kurang maksimal akan melakukan unjuk bakat. Proses debat dimulai dari melakukan diskusi antara dosen dengan mahasiswa untuk memilih dan menentukan tema debat dan tim dengan format debat yang telah dimodifikasi tetapi tetap memakai kelompok pro dan kontra dan mosi mendukung atau menolak. Kemudian menentukan waktu pelaksanaan debat dengan mengundi dari tim yang sudah terbentuk terdiri dari 3-5 orang setiap tim. Setelah debat selesai, kemudian diberikan penjelasan oleh pemateri untuk melanjutkan unjuk bakat bagi mahasiswa yang nilai kurang maksimal dan waktu untuk melihat bakat masing-masing mahasiswa. Temuan pelatihan ini yaitu mahasiswa kurang percaya diri, berani ke maju depan kelas, dan kurang berani berbicara mengungkapkan pemikiran dan hasil pelatihan bahwa mahasiswa mulai percaya diri melalui kemampuan menyampaikan ide pikiran berdasarkan logika di depan orang banyak dan menampilkan bakat. Simpulan yaitu pelatihan debat dan unjuk bakat mampu mengembangkan kemampuan berani tampil, percaya diri, menyampaikan ide pikiran berdasarkan logika, berkomunikasi, dan berinteraksi bagi mahasiswa prodi BK dan PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
Pentingnya Pencegahan Seks Bebas di Kalangan Remaja Herman Herman; Achmad Zainul Rozikin
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i1.10495

Abstract

Perilaku seks bebas di kalangan remaja merupakan salah satu permasalahan serius yang dapat mengancam masa depan generasi muda, termasuk di lingkungan sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya upaya pencegahan seks bebas di kalangan siswa SMA Negeri 1 Palangkaraya. Remaja SMA berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh pergaulan bebas, media digital, serta kurangnya pemahaman mengenai risiko dan dampak seks bebas. Melalui pendekatan studi deskriptif dengan metode diskusi dan tanya jawab. Kurangnya pengetahuan dan pendidikan seksual yang tepat serta minimnya pengawasan dari lingkungan sekitar menjadi faktor utama penyebab perilaku menyimpang tersebut. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain melalui penguatan pendidikan karakter dan keagamaan, penyuluhan kesehatan reproduksi, serta peran aktif guru dan orang tua dalam membimbing siswa. Hasil sosialisasi ini menegaskan bahwa pentingnya pencegahan seks bebas di SMA 1 Palangkaraya perlu dilakukan secara sistematis dan kolaboratif agar tercipta lingkungan sekolah yang sehat, aman,dan memperkuat spiritual.