Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : REKAYASA

Optimasi Ekstraksi Pati Jagung Madura-3 Berdasarkan Lama Perendaman dan Konsentrasi NaOH Mojiono, Mojiono; Sholehah, Diana Nurus
Rekayasa Vol 13, No 2: August 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.189 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i2.6429

Abstract

Produksi jagung di Madura memberikan andil besar terhadap total produksi jagung di Jawa Timur. Di tingkat nasional, BPS menunjukkan bahwa produksi jagung di Jawa Timur mencapai 6 juta ton, berkontribusi sebesar 31.3%, atau hampir sepertiga dari total produksi jagung nasional. Produksi jagung yang besar seharusnya didukung dengan kesiapan teknologi produksi untuk mengolahnya menjadi aneka produk turunan, seperti pati. Pati jagung adalah bahan strategis karena digunakan di berbagai sektor, khususnya pangan. Studi ini dilakukan untuk optimasi proses ekstraksi pati jagung Madura-3. Teknik optimasi dilakukan menggunakan desain rancangan d-optimal pada Response Surface Methodology (RSM). Kondisi optimasi meliputi lama perendaman (X1) dan konsentrasi NaOH (X2), dengan rentang sebagai berikut: X1 (12 jam – 36 jam) dan X2 (0.05 – 0.5%). Hasil uji statistik memperlihatkan bahwa model yang berhasil dikonstruksi dinyatakan signifikan, ditunjukkan dengan F value sebesar 7.30, dan Prob lebih dari F sebesar 0.0075 (P kurang dari 0.05). Selain itu, lack of fit adalah 0.45, memperlihatkan bahwa parameter ini tidak signifikan. Lack of fit yang tidak signifikan memang diinginkan. Selain itu, nilai adequate precision dari model mencapai 7.469 (diinginkan lebih dari 4.0) Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi optimum dapat dicapai pada kondisi X1 = 36 jam dan X2 = 0.05%. Kondisi optimum ini diprediksi mampu menghasilkan nilai rendemen 5.29%, dengan nilai desirability 0.719. Extraction of Madura-3 corn starch by optimizing soaking time and NaOH concentrationCorn production in Madura showed a tremendous contribution to total production in the Province of East Java. Noticeably, the province was recorded to yield 6 million tons of corn, responsible for approximately 31.3% of domestic production in 2018, as reported by BPS-Statistics. For this reason, there is a need for developing technology that enables to convert the corn into other valuable products, such as starch. Corn starch is essential material since it is applied in copious sectors mainly including food and pharmacy. This present work aimed at optimizing conditions for isolating starch of Madura-3 corn carried out using d-optimal design in Response Surface Methodology (RSM). The variables included soaking time (X1) and concentration of NaOH (X2), arranged as follows: X1 (12 – 36 h) and X2 (0.05 – 0.5%) according to preliminary research. The results demonstrated that the model constructed from data was significant, resulting in an F value of 7.30 and Prob more than F of 0.0075 (P less than 0.05). Furthermore, the statistical analysis showed a lack of fit at 0.45, which means that it was insignificance, which is favorable for this experiment.  In addition, adequate precision of the constructed model was achieved at 7.469 (more than 4.0). Based on the statistical evaluation, the optimum condition for starch isolation was found at X1 = 36 h and X2 = 0.05%, which was predicted to yield starch at 5.29% with the desirability value of 0.719.
Identifikasi Kadar dan Pengaruh Sifat Kimia Tanah terhadap Metabolit Sekunder Kunyit (Curcuma domestiva Val.) di Bangkalan Sholehah, Diana Nurus; Amrullah, Arief; Badami, Kaswan
Rekayasa Vol 9, No 1: April 2016
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.752 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v9i1.3336

Abstract

Respon Pertumbuhan dan Produksi Andrographolida Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) Akibat Perbedaan Dosis Pupuk Guano Suhartono, Suhartono; Sholehah, Diana Nurus; Murdianto, Rohmad Suci
Rekayasa Vol 13, No 2: August 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.881 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i2.6905

Abstract

Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) merupakan salah satu tanaman obat unggulan Indonesia selain temulawak, mengkudu, pegagan, lidah buaya, lada, dan kunyit. Peningkatan produktivitas sambiloto dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidaya melalui sistem pemupukan.  Kajian aplikasi pupuk guano terhadap pertumbuhan, produksi dan kandungan andgrographolida pada tanaman sambiloto terbatas, sehingga perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk guano terhadap pertumbuhan dan kandungan andrographolida pada tanaman sambiloto. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada bulan Januari - April 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan 6 taraf dosis pupuk guano dengan 4 ulangan. Perlakuan dosis pupuk guano per hektar meliputi G0 (control/tanpa pupuk guano), G1 (5 ton), G2 (7.5 ton), G3 (10 ton), G4 (12.5 ton), dan G5 (15 ton). Pada setiap percobaan terdapat 6 tanaman dengan rincian 3 tanaman sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemupukan guano pada dosis 15 ton/ha (G5) memberikan hasil terbaik untuk parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah total dan berat kering total tanaman. Kandungan andrographolida (%) tertinggi diperoleh pada dosis pupuk guano 7.5 ton/ha (G2), sedangkan produksi andrograpolida (mg) tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan G4 (dosis pupuk guano 12.5 ton/ha).Response of Growth and Production of Srographic Andrographolida Plants (Andrographis paniculata Nees) Due to Differences in Guano Fertilizer Doses Bitter plant (Andrographis paniculata Nees.) including one featured Indonesian medicinal plants in addition to ginger, noni, gotu kola, aloe vera, pepper, and turmeric. Increased productivity is bitter to do with the improvement of farming techniques through a system of fertilization. Study of guano fertilizer application on the growth, production, and content andrographolide the bitter plant is limited, so it is necessary to know the effect of guano fertilizer on the growth and content of the plant andrographolide bitter. This research was conducted at the experiment station Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University Trunojoyo Madura at January-April 2016 by using a completely randomized design (RAL) non-factorial with 4 replications consisting of G0 (control/without guano fertilizer), G1 ( fertilizer guano 5 tons/ha) G2 (7.5 tons/ha), G3 (10 tons/ha), G4 (12.5 tons/ha) and G5 (15 tons/ha) on each trial there are 6 plants with details of 3 plants in the sample. The results showed that the guano fertilizer at a dose of 15 tons/ha (G5) can be increased plant height, leaf number, leaf area, total wet weight, and total dry weight. The highest content of andrographolide obtained at doses of 7.5 tons/ha (G2) of guano fertilizer, while the highest yield of andrographolide obtained at doses 12.5 tons/ha of guano fertilizer (G4).
UJI AKTIVITAS MINYAK CAMPLONG (Callophyllum inophyllum) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum sp. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABE Sholehah, Diana Nurus
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.854 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i1.2113

Abstract

Hama dan penyakit menjadi kendala utama dalam proses budidaya cabe, salah satunya adalah penyakit antraknosa yang dapat menyerang setiap bagian tanaman, memiliki daya rusak yang sangat tinggi dan penularanya juga sangat cepat sehingga sangat merugikan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi minyak camplong terhadap pertumbuhan jamur Colletotrichum sp.  penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabe. Hasil isolasi antraknosa pada sampel cabe yang diteliti menunjukkan bahwa colletotrichum sp yang teridentifikasi adalah jenis C. gloeosporiorides. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Hasil uji aktivitas minyak camplong terhadap  jamur ini pada konsentrasi 2 %, 6 % dan 10 % menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10 % memberikan hambatan pertumbuhan koloni yang nyata pada pengamatan 7 hari setelah inkubasi yaitu 2,20 cm dan persentase penghambatan sebesar 47,20 %.