Articles
Pemeliharaan Motor Induksi 3 Fasa Tegangan 380 V Pada GT 2.1 di PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Belawan
Hervan Fernando Sitorus;
Armansyah Armansyah;
R. Harahap
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 3 (2022): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v7i3.6306
Waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah 25 Januari 2022 – 25 Februari 2022, yang telah dilaksanakan di PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Belawan pada bagian Har Listrik PLTGU Belawan yang beralamat di Jl. P. Sicanang No. 1 Belawan, Medan. Pada laporan kerja praktek ini, penulis melakukan perawatan bentuk preventive maintenance, predictive maintenance, dan corrective maintenance pada Pemeliharaan Motor Induksi 3 Fasa.Dimana perawatan motor induksi 3 fasa merupakan salah satu equipment atau peralatan yang banyak digunakan untuk menunjang berbagai proses tersebut. Biasanya motor induksi digunakan sebagai pemutar pompa, blower, atau juga compressor. Pemeliharaan atau maintenance adalah kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu aset dan memperbaikinya agar selalu dalam keadaan siap pakai untuk melaksanakan prduktivitas secara efektif dan efisien sesuai dengan standar. Untuk meningkatkan performa pembangkit dalam PLTU, dan menjaga performa kerja dan pada sebuah motor perlu dilakukan maintenance secara rutin. Perawatan Motor listrik merupakan salah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan realibility keandalan proses produksi dalam suatu industri. Dalam berbagai kegiatan industri yang tentunya penuhdengan proses-proses yang ada, motor listrik merupakan salah satu equipment atau peralatan yang banyak digunakan untuk menunjang berbagai proses tersebut. Pada industri-industri besar, motor listrik motor induksi menjadi penggerak utama untuk menggerakkan peralatanperalatan lainnya.
PENGARUH ENDAPAN POLUTAN GARAM PADA ISOLATOR PIRING TERHADAP ARUS BOCOR
Raja Harahap;
Armansyah Armansyah;
Yusmartato Yusmartato;
M. Iqbal
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v9i1.9760
Isolator yang bersih mempunyai tahanan yang sangat besar. Namun bila permukaannya menjadi kotor nilai tahanannya menjadi jauh berkurang. Pengotoran tersebut dapat terjadi karena isolator banyak terpasang di alam terbuka, sehingga bahan-bahan pengotor (polutan) akan mudah menempel pada permukaannya. Bahan-bahan polutan ini berangsur-angsur membentuk suatu lapisan tipis pada permukaan isolator. Untuk isolator-isolator yang terpasang dekat dengan pantai, unsur polutan yang paling berpengaruh terhadap unjuk kerja isolator adalah garam yang terbawa oleh angin. Polutan ini bersifat konduktif terutama pada keadaan cuaca lembab, berkabut atau pada hujan gerimis. Jika cuaca seperti ini terjadi, maka akan terjadi arus bocor melalui polutan tersebut. Adanya arus bocor ini akan memicu terjadinya peluahan parsial pada permukaan isolator.
Sistem Water Level Control (WLC) Sebagai Pengontrolan Pompa Reservoar
Hermansyah Alam;
Raja Harahap;
Armansyah Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v10i2.12219
Sembilan puluh persen kebutuhan air PPPG Teknologi Medan disuplay dari air bawah tanah yang dihisap dengan menggunakan pompa aksial dan selanjutnya ditampung pada bak penampung air (reservoar) bawah. Agar air dapat didistribusikan secara merata, air dari bak penampung bawah dipompa dengan pompa sentrifugal ke bak penampung (reservoar) atas yang berfungsi sebagai bak distribusi. Sebagai penggerak mula untuk memutar pompa digunakan motor induksi tiga phasa rotor sangkar. Pemilihan motor induksi tiga phasa sebagai penggerak mula, adalah karena motor jenis ini mempunyai torsi yang besar dan mudah untuk dikendalikan. Agar proses pengisian air pada bak penampung dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka sistem pengendalian pompa melalui pengontrolan motor penggerak dirancang secara otomatis, sehingga pompa dapat diatur, pada saat kapan harus mengisi dan pada saat kapan harus berhenti mengisi. Komponen-komponen kontrol yang digunakan untuk mengendalikan bekerja tidaknya motor pompa secara otomatis adalah kontraktor magnit, Thermal Over Load Relay dan Water Level Control Type Solid State.
Rancang Bangun Sistem Kontrol Smarthome Berbasis PLC
Hervan Fernando Sitorus;
R. Harahap;
Armansyah Armansyah;
Yusniati Yusniati
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v8i1.6832
Smart home dapat mengubah kehidupan kita seakan menjadi lebih cerdas karena menjadi simbol di mana dapat bekerja secara otomatis. Dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) beban penerangan pada prototype smart home juga dapat dikendalikan dengan push button seperti rumah pada umumnya. PLC ini menggunakan ladder diagram sebagai bahasa pemograman. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain suatu sistem pengontrolan smarthome dengan menggunakan PLC dan dilengkapi dengan tampilan interface pada laptop. Tugas akhir ini menggunakan beberapa komponen seperti PLC, Power supply , push button , relay, mcb. Berkembangnya teknologi yang sangat pesat serta tingginya inovasi manusia membuat munculnya produk produk teknologi yang semakin canggih, salah satunya PLC, sistem kontrol smarthome merupakan salah satu kemajuan teknologi di bidang mekanik dan elektronika baik digital maupun analog. penerangan pada prototype Smart Home juga dapat dikendalikan dengan push button seperti rumah pada umumnya. Lampu yang dinyalakan menggunakan push button akan dipantau melalui HMI sehingga lampu pada HMI akan ikut menyala.
Penggunaan Sistem Solar Sel Pada Rumah Sederhana Sebagai Penerangan
Armansyah Armansyah;
Jamilah Husna;
Khorul Ihwan Harahap
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 3 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v8i3.8802
Potensi energi matahari sebagai sumber energi terbarukan banyak tersedia dialam. Oleh karena itu,sejak diciptakan sebuah teknologi yang dapat mengkonversikan cahaya matahari menjadi energi listrik yang dinamakan solar sel (panel surya), maka harapan pada pengembangan teknologi ini menjadi sangat besar. Tetapi pada kenyataannya, kapasitas Panel Surya yang ada saat ini masih rendah. Hanya berkapasitas 100 watt peak (WP). Pemanfaatan energi matahari merupakan satu di antara sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk penerangan lampu rumah yang menggunakan lampu LED dengan bertegangan DC. Pada sistem ini penerangan lampu rumah tangga menggunakan solar sel, prinsip kerjanya secara keseluruhan adalah pada saat energi matahari di pancarkan ke permukaan bumi, maka solar sel akan bekerja menangkap energi matahari yang di pancarkan tersebut. Komponen panel surya ini mengkonversikan energi cahaya matahari tersebut menjadi energi listrik. Dan energi listrik tersebut akan di simpan pada Batteray, proses ini disebut pengisian daya pada Batteray. Batteray akan mengalami proses selama adanya energi matahari terpancar yaitu kira-kira 12 jam, Mulai dari jam 06.00 WIB sampai dengan jam 18.00 WIB. Pengambilan data Panel Surya ini berlokasi di kabupaten PALUTA (Padang Lawas Utara) Kecamatan Padang Bolak Desa Siurang Git-Git
Perlindungan Peralatan Tower Telekomunikasi dari Sambaran Petir
Armansyah Armansyah;
Zulfadli Pelawi;
Jamilah Husna
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 3 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v9i3.10582
Salah satu alat pelindung terhadap tegangan surja petir adalah Arester. Sambaran petir merupakan suatu peluahan listrik antar suatu awan bermuatan dengan bumi, atau antar awan bermuatan dengan awan lainnya. Sambaran petir tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik yang ada disekitar bangunan atau obyek yang terkena induksinya. Untuk menghindari akibat sambaran petir maka diperlukan pengamanan berupa penangkal petir yang memadai, serta sistem pengamanan tersebut mempunyai daerah perlindungan (jangkauan/zona) yang efektif dan tidak terkena sambaran petir. Analisa daerah perlindungan ini berdasarkan pada metode elektromagnetis, yaitu yang menghubungkan sifat sambaran petir dengan geometris sistem perlindungan dari sambaran petir dengan adanya konsep jarak sambar. Dengan pendekatan secara geometri maka daerah perlindungan pada menara/tower dapat dianalisa dengan akurat.
Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Tegangan Panel Surya
Zulfadli Pelawi;
Armansyah Armansyah;
Jamilah Husna
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v10i1.12212
Penggunaan energy terbarukan merupakan alternative untuk mengurangi permintaan energy ke PLN dan pengoptimalan potensi alam. Sel surya merupakan teknologi yang mengubah cahaya matahari menjadi energy listrik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan intensitas cahaya matahari terhadap tegangan pada sebuah panel sel surya. Metode penelitian ini adalah pengukuran intensitas matahari secara real dan pengukuran daya keluaran panel sel surya tersebut, adapun bahan yang digunakan adalah lumen meter digunakan untuk mengukur intensitas cahaya matahari, multimeter digunakan untuk mengukur tegangan dan arus, battery charge regulator dengan kapasitas 10 A, Panel sel surya dengan kapasitas 100 Wp, dan battery 80 Ah. Pengujian dilakukan selama 6 hari, setiap hari pengujian dimulai dari jam 08.00 – 18.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya matahari tertinggi terjadi antara jam 11.00 – 13.00 dengan nilai intensitas cahaya matahari sebesar 98.700 lux – 118.400 lux, sedangkan daya keluaran sel surya tertinggi sebesar 16,86 watt dengan intensitas cahaya matahari terukur 118.400 lux
Evaluasi Sistem Pembumian Peralatan Listrik Pada Gedung Pesantren Mawaridussalam Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang
Carles Ritonga;
Raja Harahap;
Yusmartato Yusmartato;
Armansyah Armansyah
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 8, No 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v8i1.6829
Sistem pembumian bertujuan untuk mengamankan peralatan-peralatan listrik maupun manusia yang berlokasi di sekitar gangguan dengan cara mengalirkan arus gangguan ke bumi (tanah). Salah satu faktor untuk mendapatkan nilai tahanan pembumian yang kecil yaitu letak elektroda yang akan di tanam, untuk mengetahui nilai pembumian tersebut maka diperlukan pengukuran.Salah satu unsur yang perlu diperhatikan dalam pengukuran suatu sistem pembumian adalah kondisi tanah di daerah di mana sistem pembumian tersebut akan dipasang. Pengukuran dilakukan menggunakan metode tiga titik dengan menancapkan elektroda batang di tanah dan parit berair, di tanah kering pada kondisi tanah yang berbeda dengan kedalaman bervasiasi. Hasil dari penelitian ini di dapatkan perhitungan untuk tanah berarir kedalaman 0,5 m sebesar 29 Ohm dan kedalaman 1 m sebesar 16 Ohm. Untuk tanah kering kedalaman 0,5 m sebesar 146 Ohm dan kedalaman 1 m sebesar 84 Ohm. Dan untuk tanah krikil kedalaman 0,5 m sebesar 731 Ohm dan kedalaman 1 m sebesar 420 Ohm. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tahanan pembumian pada tanah dan parit berair dan tanah kering dengan kondisi tanah yang berbeda di areal Pondok Pesantren Mawaridussalam Jalan Peringgan Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang.
Analisis Faktor Ketidaksamaan Beban Pada Beberapa Feeder Jaringan Sistem Distribusi
Armansyah Armansyah;
Jamilah Husna;
Ramayulis Nasution
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v9i2.9769
Sampai saat ini kebutuhan daya akan energi listrik terus meningkat sehingga menjadi problem utama bagi pelanggan dan produsen energi listrik itu sendiri sebagai pemanfaatan energi listrik yang digunakan dalam berbagai kebutuhan antara lain industri, rumah tangga, perkantoran dan lain – lain. Jadi perlulah sebuah pemikiran untuk melakukan perhitungan tentang jumlah akan kebutuhan daya beban puncak yang terjadi pada feeder – feeder yang terhubung dengan permintaan maksimum dari berbagai beban yang terjadi pada waktu yang berbeda, disebabkan karena bermacam – macam keadaan beban. Setelah didapat harga faktor diversiti dari masing – masing feeder maka dapatlah diketahui effesiensi dari energi listrik pada saat jam – jam puncak tersebut. Untuk itu perlu diketahui data beban pemakaian energi listrik mulai dari konsumen industri samapai ke konsumen rumah tangga selama 24 jam dengan interval waktu 30 menit. Setelah dilakukan analisa perhitungan maka sampailah kepada kesimpulan bahwa penggunaan beban energi listrik di Kota Medan pada hari ini tidak lagi dapat di daya gunakan secara efektif diakibatkan besarnya permintaan dari pada ketersediaan energi listrik.
Analisis Parameter Sistem Pembumian Grid Gardu Induk KIM Mabar
Armansyah Armansyah;
Zulfadli Pelawi;
Dimas Teguh Wibowo
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jet.v9i1.9758
Pada saat ini kehidupan masyarakat semakin maju, makin banyak membutuhkan daya listrik. Di samping penambahan penyediaan daya listrik, peningkatan pelayanan juga merupakan hal pokok yang harus diperhatikan oleh pihak produsen tenaga listrik. Kehandalan dari sistem distibusi tenaga listrik, akhir-akhir ini semakin dituntut oleh pihak konsumen untuk melayani berbagai macam beban listrik yang menunjang semua kegiatan kehidupan. Dalam hal ini PT. PLN juga harus mengambil langkah-langkah dalam mengamankan pemakaian tenaga listrik tersebut, maka masalah yang timbul pada gardu induk KIM Mabar, seperti timbulnya tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan transfer akibat kegagalan isolasi haruslah ditindak lanjuti karena dapat menjadi masalah pada gardu induk tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka salah satu caranya adalah dengan melakukan pembumian titik netral dan pembumian badan (body) peralatan-peralatan pada gardu induk. Dan salah satu sistem pembumian yang cukup layak untuk diterapkan adalah sistem pembumian langsung dalam bentuk kisi-kisi (grid) dengan menggunakan elektroda batang yang tujuan utamanya adalah untuk memperoleh nilai tahanan pembumian yang kecil dan nilai tahanan pembumian yang seragam.