Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelanggaran Maksim pada Tuturan Remaja Perempuan Yatim: Kajian Psikopragmatik Alfian Rokhmansyah; Purwanti Purwanti; Nur Ainin
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): VOLUME 4 NUMBER 1 MARCH 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.381 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i1.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pelanggaran maksim yang dilakukan seorang remaja perempuan yatim dan faktor-faktor yang memengaruhi tuturannya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang berbentuk studi kasus. Pemaparan data dilakukan secara deskriptif. Objek penelitian (OP) adalah seorang remaja perempuan yatim berusia 21 tahun. Data utama penelitian adalah tuturan dalam kegiatan tindak tutur sehari-hari dari OP. Sedangkan data sekunder berupa identitas diri OP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim yang dilakukan OP, yaitu (a) maksim kearifan, (b) maksim kedermawanan, (c) maksim pujian, (d) maksim kerendahan hati, dan (e) maksim kesepakatan. Adapun faktor yang memengaruhi cara berbahasa OP, yaitu (a) kurang mendapat perhatian menyebabkan bentuk tuturan OP condong kasar, (b) posisi sebagai anak sulung dalam keluarga disiplin rendah menyebabkan OP berani mengungkapkan gagasan secara bebas, dan (c) kehilangan sosok teman diskusi menyebabkan OP selalu berusaha mencari teman diskusi untuk mengetahui suatu hal ataupun menyelesaikan masalah.
Penggunaan Kata Seru sebagai Foregrounding dalam Novel Durga Umayi Karya Y.B. Mangunwijaya: Kajian Stilistika Alfian Rokhmansyah; NFN Purwanti; Pandu Pratama Putra
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v9i1.146

Abstract

things to be conveyed and sometimes used to bring up a characteristic which can attracts the reader’s attention. The purpose of this research is to reveal the use of interjection as foregrounding in Durga Umayi novel by Y.B. Mangunwijaya. To achieve this goals, this research uses the concept of foregrounding contained in stylistics studies. This research is a library research with qualitative approach. Data collection using note taking and utilize card as research instrument. The results showed that the interjection used in Durga Umayi by Y.B. Mangunwijaya both singular and repetition, that is 44 interjections. The dominant interjection is ‘ya’ 150 words, ‘nah’ 45 words, ‘ah’ 45 words, and ‘kok’ 36 words.  In addition, there also some other interjection but not dominant. The repetition of interjection indicates that Durga Umayi isn’t a serious novel which will dictate the reader. Moreover, it will indicate a direct communication between the author and the reader.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE BAHASA ARAB PADA PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN IBADURRAHMAN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Hadika Azizul Ala; Widyatmike Gede Mulawarman; Purwanti Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 4, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i4.3025

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang alih kode dan campur kode bahasa Arab pada pembelajaran di Pondok Pesantren Ibadurrahman. Tujuan penelitian yaitu: menemukan bentuk alih kode dan campur kode bahasa Arab yang terjadi pada pembelajaran di Pondok Pesantren Ibadurrahman dan menguraikan faktor-faktor terjadinya alih kode dan campur kode bahasa Arab yang terjadi pada pembelajaran di Pondok Pesantren Ibadurrahman. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dekskriptif. Data dalam penelitian ini adalah bahasa Arab pada tuturan guru dan santri di Pondok Pesantren Ibadurrahman. Sumber data penelitian ini adalah pengajar dan santri kelas IX Madrasah Tsanawiyyah Ibadurrahman dalam pembelajaran Muthala’ah, di Pondok Pesantren Ibadurrahman. Lokasi penelitian ini di Pondok Modern Ibadurrahman beralamatkan di Jalan K.H.A. Tsani Karim, L III, Blok C, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: Observasi, rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini yaitu: alih kode dan campur kode bahasa Arab pada pembelajaran di Pondok Pesantren Ibadurrahman. Peristiwa yang terjadi berupa alih kode dalam wujud intern dengan bentuk alih kode bahasa Arab kiasan ke bahasa Arab fashih. Alih kode ekstern dengan bentuk alih kode bahasa arab ke bahasa Indonesia. Campur kode yang terjadi berupa campur kode ke dalam berupa sisipan kata bahasa Arab kiasan ke bahasa Arab fashih dan campur kode ke luar berupa sisipan kata, frasa, dan klausa. Kata Kunci: alih kode bahasa Arab, campur kode bahasa Arab, sosiolinguistik
VARIASI BAHASA DALAM PENJUALAN ONLINE DI GRUP FACEBOOK ‘BUSAM’: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK Fretiagrisah Fretiagrisah; Mursalim Mursalim; Purwanti Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5429

Abstract

Variasi bahasa dalam penelitian ini adalah tuturan-tuturan lisan berupa penawaran yang digunakan oleh penjual saat menjual barang hasil produksi kepada pembali. Penelitian ini menganalisis bentuk variasi bahasa dan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya variasi bahasa dalam penjualan online di grup Facebook BUSAM. Tujuan penelitian yaitu: mendeskripsikan bentuk variasi bahasa dalam penjualan pakaian di grup Facebook BUSAM, mendeskripsikan faktor-faktor terjadinya variasi bahasa dalam penjualan pakaian di grup Facebook BUSAM. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Pendekatan penelitian  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak, teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, teknik catat, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Teknik penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif. Berdasarkan hasil dan analisis data, ditemukan variasi bahasa dari segi penutur yang dilihat dari idiolek dan dialek. Terdapat variasi bahasa dari segi keformalan yaitu, ada gaya atau ragam santai (kasual), dan gaya atau ragam akrab (intimate). Terdapat variasi bahasa dalam penjualan online di grup Facebook BUSAM karena adanya peristiwa tutur yang tejadi dalam proses penawaran oleh sepuluh penjual pakaian. Faktor-faktor yang memengaruhi variasi bahasa dalam penjualan online di grup Facebook BUSAM yaitu: disebebkan karena faktor situasional, faktor bilngualisme, faktor umur, faktor fisik, dan faktor jenis kelamin.
Slang dalam Bahasa Indonesia: Kajian Morfosemantik M. Bahri Arifin; Asnan Hefni; Purwanti Purwanti
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 1s (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.119 KB) | DOI: 10.30872/diglosia.v5i1s.402

Abstract

Slang is one of language varieties used by a speaker in an informal communication event for specific purposes. It is used for the purpose of effective communication among a group of speakers; however it can also trigger a communication failure. Slang usage results in effective and fluent communication if speakers and hearers have familiarity and comprehension towards form and meaning of slang utterances, and vice versa. This study is aimed at describing the analysis result of Indonesian slang utterances based on morphological aspects and semantics which cover morphological process of slang word formation and types of slang meanings. The design of this study was qualitative approach with descriptive analysis method. The data were obtained from the recording technique/the inventory of Indonesian slang utterances. The list of slang utterances was comprised of familiar utterances and those used by Indonesian speakers during face-to-face or virtual interaction. Based on the analysis, Indonesian slang words were formed by morphological process and phonological structure change. Through morphological process, Indonesian slang word was formed by abbreviating first syllable in the first word and it is in the form of abbreviation. In addition, slang word formation through phonological structure change covered complete word reversal, syllable reversal, and vocal replacement. The meanings of Indonesian slang words were lexical, denotative, conceptual and connotative.
PERFORMANSI MANTRA DI KALANGAN MASYARAKAT BANJAR Ian Wahyuni; Purwanti Purwanti; Muhammad Sayuti
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini fokus pada tradisi lisan yang mengandung kearifan lokal. Mantra merupakan salah satu tradisi lisan yang hidup dan berkembang di suatu masyarakat, khususnya dalam masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan struktur sintaksis mantra Banjar di kalangan masyarakat Banjar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian ini diperoleh melalui buku kumpulan “Mantra Banjar”. Data dikumpulkan melalui tahapan observasi: baca, catat, dan untuk menambah informasi peneliti juga mewawancarai informan. Kemudian data dianalisis dengan tahapan; klasifikasi data sesuai dengan struktur sintaksisnya sehingga menemukan pola. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih. Memilah dan menentukan langsung unsur sintaksis berdasarkan kategori, fungsi, dan peran yang terdapat dalam kumpulan mantra Banjar, dengan menggunakan teknik pilah unsur bagi (PUB). Analisis struktur sintaksis mantra Banjar mengandung kesesuaian unsur bentuk, fungsi, dan peran. Performansi struktur sintaksis mantra pada masyarakat Banjar membentuk kalimat tunggal dan majemuk dalam beberapa pola. Unsur fungsi yang dominan pada mantra, yaitu subjek, predikat, dan keterangan membentuk kalimat tunggal. Unsur kategori yang dominan, yaitu frasa verba sebagai inti sintaksis; dan unsur peran yang dominan sejalan dengan frasa verba, yaitu perintah, perbuatan, dan larangan.
Environmental Sustainability and Corporate Responsibility: A Legal Framework for Indonesian Business in the Future Nur Arifudin; Purwanti Purwanti
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i2.4339

Abstract

This study examines how legal frameworks, corporate responsibility, and environmental sustainability interact with one another in the Indonesian industry. The study evaluates business behavior, legal frameworks, and environmental governance through a normative analysis to find ways to improve sustainability and responsibility. The results highlight the positive aspects of Indonesia's legal system, including its extensive legislation and corporate responsibility-promoting programs. Nonetheless, there are still issues, such as lax regulations and ineffective enforcement systems. Stakeholder viewpoints highlight how crucial it is to promote sustainability through openness, public involvement, and multi-stakeholder cooperation. The suggestions include bolstering capacity-building initiatives, encouraging transparency, aligning regulations, enforcing stricter enforcement, and rewarding sustainable behaviors. By implementing these ideas, Indonesia may establish a more sustainable and conscientious corporate environment, striking a balance between environmental stewardship and economic growth.
Legal Construction that Strengthens Individual Legal Responsibility in Corporate Leadership Regarding Practices Social and Environmental Responsibility in Indonesia Nur Arifudin; Purwanti Purwanti
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 22 No. 001 (2023): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v22i3.4354

Abstract

In the realm of corporate leadership, the integration of Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) practices has gained increasing attention as organizations seek to align their operations with sustainable development goals. This paper delves into the legal constructs aimed at strengthening individual legal accountability within corporate leadership concerning TJSL practices. The study engages in a comprehensive analysis of the evolving legal landscape, highlighting mechanisms designed to foster responsible decision-making and governance within corporations. A focal point of the investigation is the examination of legal frameworks that establish a direct connection between individual executives and their fiduciary duties towards social and environmental considerations. The paper explores various jurisdictional approaches to holding corporate leaders accountable, ranging from fiduciary duties extensions to the incorporation of TJSL principles into directorial responsibilities. By scrutinizing case law, statutory provisions, and international standards, the research uncovers patterns in legal precedents that uphold the principle of individual accountability. Furthermore, the paper scrutinizes the challenges inherent in enforcing such legal constructs, especially in transnational contexts. It addresses issues of jurisdictional reach, cross-border liability, and the harmonization of diverse legal frameworks to ensure cohesive accountability standards. The study also assesses the role of corporate governance mechanisms, internal policies, and external incentives that interact with legal provisions to motivate proactive TJSL practices. In conclusion, this paper sheds light on the transformative potential of legal mechanisms in fostering a culture of responsible corporate leadership aligned with social and environmental values. It emphasizes the synergy between legal mandates and ethical imperatives, ultimately contributing to the advancement of sustainable business practices within a global context.