Articles
Marzano Taxonomy-Based Assessment Instrument to Measure Analytical and Creative Thinking Skills
Wiwik Kartika Sari;
Ella Izzatin Nada
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpk.v6i1.40117
Penilaian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Penilaian yang didesain dengan baik akan dapat mengukur kemampuan siswa sesuai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kemampuan berpikir analitis dan kreatif merupakan kemampuan esensial yang harus dikuasai oleh siswa. Instrumen tes yang digunakan oleh guru dalam penilaian hasil belajar siswa pada pembelajaran jarak jauh masih mengukur kemampuan berpikir rendah Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan instrumen penilaian berbasis Taksonomi Marzano untuk mengukur kemampuan berpikir analitis dan kreatif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah 4D sampai tahap development. Instrumen yang telah didesain kemudian divalidasi oleh 3 pakar dan dinyatakan valid. Instrumen kemudian diuji cobakan kepada 450 siswa kelas XI. Data hasil ujicoba kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil analisi data diketahui bahwa 17 butir soal yang dikembangkan valid, reliabel, memiliki tingkat kesukaran dan daya pembeda yang memadai. Instrumen penilaian ini dapat membantu guru mengukur kemampuan berpikir analitis dan kreatif dibarengi dengan proses pembelajaran di kelas menggunakan metode pembelajaran yang merangsang siswa berpikir tingkat tinggi.
Digital Literacy Analysis of Chemistry Education Students in Using the ChemDraw Application
Ella Izzatin Nada;
Wiwik Kartika Sari
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 5, No 3 (2020): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/jkpk.v5i3.46441
Students digital competence abilities can be measured using the individual competence framework. There are five indicators used: information, communication, content creation, safety, and problem-solving. This study analyses students digital literacy profile with high, medium, and low ChemDraw skills. This research is a qualitative descriptive study. The trial was conducted on 25 Chemistry Education Students at UIN Walisongo Semarang with high, medium and low ChemDraw skills. Data were obtained using ChemDraw test instruments, observation and questionnaires. The data obtained were analysed based on digital literacy indicators to obtain student digital literacy profiles. The results showed that the digital literacy level of students with high ChemDraw skills had a moderate level of digital competence. Students with medium ChemDraw skills have a moderate level of digital competence. Meanwhile, students with low ChemDraw skills have a low level of digital competence
Implementation of Online Learning Based Quizizz for Identification of Difficult Concepts and Misconceptions in Buffer Material
Apriliana Drastisianti;
Wiwik Kartika Sari;
Dante Alighiri
PAEDAGOGIA Vol 23, No 2 (2020): PAEDAGOGIA Jilid 23 Nomor 2 (2020)
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/paedagogia.v23i2.52239
This study aims to identify difficult concepts and misconceptions of buffer solution material during online learning. Basic Chemistry 2 course learning on buffer solution material is carried out online. The research subjects were 25 chemistry education students who took the Basic Chemistry 2 course for the 2019/2020 academic year. The research method used is descriptive. Data collection was carried out by providing multiple-choice tests using quizzes, a questionnaire to determine learning media, and an online learning process evaluation questionnaire. The results showed that the biggest difficult concept was the working principle concept of the buffer solution (92%). The misconceptions experienced by students are assuming that the reaction of acidic and alkaline solutions always produces a buffer solution, H2SO4 and SO42- are components of the buffer solution, the addition of strong acids to alkaline buffer solutions cause the solution to be neutral, and those that play a role in determining the pH of the buffer solution are weak acids / weak bases and their salts.
ANALISIS LITERASI DIGITAL CALON GURU KIMIA DALAM PELAKSANAAN PPL BERBASIS VIRTUAL DI MASA PANDEMI COVID-19
Wiwik Kartika Sari;
Ella Izzatin Nada
Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia Vol 4 No 2 (2020): Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia
Publisher : Chemistry Education Department of Education and Teaching Faculty
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/ojpk.v4i2.6704
The COVID-19 pandemic has changed the offline learning process to be online, including the implementation of Field Experience Practices (PPL) activities carried out by chemistry education students. The online learning process which is carried out requires students to be proficient in the use of technology. This study aims to analyze the digital literacy skills of chemistry teacher candidate students. This research is a qualitative descriptive which the subjects were 60 students of chemistry education. Data were collected through survey and interview techniques. The instrument used to collect data was a digital literacy questionnaire which was declared valid and reliable based on the instrument test results. The digital literacy aspects tested are information, communication, content creation, safety, and problem solving. Based on the research data analysis, it can be concluded that the digital literacy skills of chemistry teacher candidate students are good. The percentage of the digital literacy level of chemistry education students on each indicator was 87% in the information category, 82% in the communication category, 78% in the content-creator category, 82% in the safety category, and 82% in the problem solving category.
Efektivitas Lesson Design Berbasis Hypothetical Learning Trajectory dalam Pembelajaran Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Wiwik Kartika Sari;
Ella Izzatin Nada
Journal of Natural Science and Integration Vol 3, No 1 (2020): JNSI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.522 KB)
|
DOI: 10.24014/jnsi.v3i1.9379
Perencanaan pembelajaran merupakan aspek penting untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Kualitas pembelajaran dapat ditinaju dari dialog dan aktivitas yang terjadi di kelas. Dialog yang efektif akan terjadi ketika interaksi antara guru dan siswa dapat secara kritis menginterogasi topik pelajaran, mengekspresikan dan mendengarkan banyak sudut pandang, serta menciptakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dialog yang efektif adalah dialog yang responnnya terantisipasi sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Prediksi dan antisipasi respon dapat disusun dalam suatu lintasan pembelajaran yang biasa disebut hypothetical learning trajectory. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis prediksi respon siswa dan antisipasi respon dalam lesson design dengan respon siswa saat proses pembelajaran serta untuk mengetahui kecenderungan aktivitas pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sampel sebanyak 32 siswa kelas XI. Materi pada penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Proses pembelajaran direkam dan ditranskrip, dialog selama proses pembelajaran dianalisis kesesuaiannya dengan prediksi respon siswa dan antisipasi respon yang ada dalam lesson design. Hasil analisis menunjukan bahwa 16% prediksi respon siswa tidak muncul, 21% respon siswa diluar prediksi dan 63% respon sesuai dengan prediksi respon yang telah disiapkan serta kecenderungan aktivitas selama proses pembelajaran menunjukan pembelajaran berpusat pada siswa. Melalui penelitian ini, dapat diketahui bahwa tugas – tugas yang dikembangkan guru, pertanyaan dan umpan balik yang diberikan atas respon siswa mempengaruhi kedalaman dan keluasan pemikiran siswa.
Development of Information Literacy Worksheets Based on Guided Inquiry Approach on Acid-Base Material
Zia Nujunda Shaumi;
Anissa Adiwena Putri;
Wiwik Kartika Sari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The ease of accessing information can cause problems for students if the information obtained cannot be accounted for. Students’ information literacy can be improved through appropriate learning resources and learning media. The aims of this research is to develop teaching materials in the form of worksheets based on information literacy based on a guided inquiry approach on acid-base materials. This research uses the ADDIE development model which is carried out until the development stage. The data collection technique used a questionnaire to determine the feasibility and practicality of the worksheet. The feasibility of the worksheet was assessed by 3 expert validators. The interest and practicality of worksheet are assessed by the responses of students and teachers. The results of the validation test by experts are 85% in the very feasible category. The results of the response test of students and teachers were categorized as very interested and very practical with percentages of 92% and 91%, respectively. Based on the results of the assessment, information literacy worksheet based on a guided inquiry approach on acid-base material is very suitable to be used as acid-base teaching materials to improve information literacy.
Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Minyak Bumi Berbasis Green Chemistry Berbantuan Articulate Storyline
Nurul Atsna Qonita;
Wiwik Kartika Sari;
Julia Mardhiya
PAEDAGOGIA Vol 25, No 2 (2022): PAEDAGOGIA Jilid 25 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/paedagogia.v25i2.64041
Pembelajaran dengan media konvensional menyebabkan siswa cenderung bosan dan menjadi penyebab kurangnya minat, motivasi, dan berpikir kritis. Era digital menuntut calon guru untuk berinovasi dalam mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbantuan articulate storyline berbasis green chemistry pada materi minyak bumi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (define, design, develop and disseminate). Penelitian ini dibatasi sampai tahap development. Kajian penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap media pembelajaran kimia minyak bumi berbasis green chemistry berbantuan articulate storyline. Hasil validasi produk dilakukan oleh para ahli dengan menggunakan analisis data Aiken’s V. Hasil validitas memperoleh nilai sebesar 0,82 dengan kategori sangat tinggi. Adapun hasil uji coba skala kecil mendapatkan respon yang baik dari siswa dengan persentase rata-rata 71%.
Pelatihan Pengembangan Instrumen HOTS bagi Guru Kimia SMA dan MA di Kota Semarang sebagai Upaya Mewujudkan Paradigma Pendidikan Abad 21
Wiwik Kartika Sari;
Ella Izzatin Nada;
Busiri AH
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.122 KB)
|
DOI: 10.21580/dms.2022.221.12797
Assessment is a process to measure students' thinking skills and learning outcomes. Teachers must be able to develop assessment instruments by the demands of the curriculum for assessing higher-order thinking skills. The purpose of this service activity is to provide training in the development of HOTS assessment instruments for SMA/MA teachers in the Semarang. The method used in this service is the discourse and discussion method using an active participatory approach and technical guidance. Training activities are carried out online through the Zoom channel. The number of participants who took part in the training was 18 teachers. The results of this training activity are the teacher's ability to develop the HOTS assessment instrument for chemistry learning by the educatioradigm 21 and the 2013 curriculum. The skills developed include: identifying higher order thinking indicators according to the taxonomy, identifying higher order thinking indicators based on HOTS types, compiling an assessment grassessmentoping questions, making answer keys, and scoring, rubrics.Penilaian merupakan proses untuk mengukur kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa. Guru harus mampu mengembangkan instrumen penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum, yaitu instrumen penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pengembangan instrumen penilaian High Order Thinking Skills (HOTS) bagi guru SMA/MA di Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan pendekatan partisipatif aktif dan bimbingan teknis. Kegiatan pelatihan dilakukan secara daring melalui kanal Zoom. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan sebanyak 18 orang terdiri dari 16 guru SMA dan 2 guru MA. Hasil kegiatan pelatihan ini berupa kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian HOTS untuk pembelajaram kimia sesuai dengan paradigma pendidikan 21 dan kurikulum 2013. Kemampuan yang dikembangkan antara lain: mengidentifikasi indikator berpikir tingkat tinggi sesuai dengan taksonomi, mengidentifikasi indikator berpikir tingkat tingggi berdasarkan jenis HOTS, menyusun kisi-kisi penilaian, mengembangkan butir soal, membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian.
Analisis kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan kimia pada pembelajaran daring
Wiwik Kartika Sari;
Ella Izzatin Nada
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10 NOMOR 2 DESEMBER 2022
Publisher : IAIN Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23971/eds.v10i2.3173
Kemampuan argumentasi ilmiah merupakan kemampuan esensial yang harus dikuasai oleh mahasiswa pendidikan sebagai bagian dari literasi sains. Argumentasi ilmiah merupakan kemampuan mengkaitkan klaim, bukti ilmiah dan alasan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan kimia pada proses pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 20 mahasiswa pendidikan kimia semester 2 yang mengambil mata kuliah kimia dasar II. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa adalah instrumen penilaian berpikir tingkat tinggi yang terdiri dari 5 soal. Instrumen tersebut telah divalidasi melalui proses expert judgment dan dinyatakan valid. Hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan kimia selama proses pembelajaran daring berada pada kategori sedang. Kemampuan argumentasi mahasiswa rata – rata berada pada level 1-2. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan proses pembelajaran. Kegiatan yang melibatkan argumentasi mahasiswa perlu ditingkatkan untuk mengembangkan kemampuan pemahaman konsep dan keterampilan berargumentasi.
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM LARUTAN ASAM BASA BERBASIS PBL (PROBLEM BASED LEARNING) BERORIENTASI GREEN CHEMISTRY
Asfiyatus Sundusiyah;
Sri Mulyanti;
Wiwik Kartika Sari
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Zarah
Publisher : Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian pengembangan ini didasarkan pada petunjuk praktikum yang dimanfaatkan dalam penunjuang aktivitas praktikum kimia di MA Negeri Demak masih berupa lembar kerja, belum berbasis pemecahan masalah, serta belum menerapkan prinsip green chemistry. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kualitas serta kevalidan dan menghasilkan produk dalam bentuk petunjuk praktikum berbasis problem based learning (PBL) terkait green chemistry pada materi asam basa kelas XI. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi beberapa fase meliputi fase Define, Design, Develop dan Diffusion, dengan topik penelitian kecil 9 peserta didik. Ciri khas dari buku pedoman pelatihan hasil pengembangan adalah media cetak yang berbasis masalah dan green chemistry. Kualitas panduan praktikum dinilai oleh validator ahli dan respon peserta didik. Hasil uji validasi panduan praktikum ahli materi dan media mendapat kategori sangat valid dengan nilai validitas 0,95 dan 0,94. Dengan jawaban peserta didik terhadap petunjuk praktikum, hasil tes mendapat kategori sangat baik (SB) dengan persentase 89%. Pedoman praktik berbasis PBL untuk materi asam-basa fokus kimia hijau, yang dikembangkan dari data validasi ahli dan tanggapan peserta didik, merupakan bahan ajar yang sesuai dan memerlukan pengujian lebih lanjut di ruang kelas besar untuk menentukan keefektifan pembelajaran.