Yohanna Claudia Dhian Ariani Harbelubun
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENULISAN KARYA ILMIAH GURU SEKOLAH DASAR PASCA PELATIHAN Wijayanti, Sri Hapsari; Ariani, Yohanna Dhian
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA Vol 3, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penulisan penelitian tindakan kelas dari dari sekolah dasar di Cisauk, Tangerang setelah mengikuti bimbingan dan latihan penelitian tindakan kelas. Data diperoleh dari tiga karya tulis guru. Penelitian nini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen. Hasil penelitian ditemukan, terdapat ketidakcermatan dan konsistensi dalam penulisan. Selain itu,  tulisan tidak tepat penulisan pada judul, kurang jelas dan sitematis berkaitan dengan latar belakang, kurang sejalan antara tujuan dan rumusan penelitian, tidak focus dalam penulisan kajian teori, tidak menjelaskan mata pelajaran, serta kurangnya referensi yang berkaitan dengan pelajaran sekolah dasar. Dengan demikian, bimbingan dan latihan penelitian tindakan kelas dibutuhkan untuk jangka panjang, untuk meningkatkan kemampuan guru dalam meneliti dan mereancang serta menerapkan prinsip penulisan karya tulis ilmiah dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Disamping itu, untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas, guru harus memahami apa itu penelitian tindakan kelas dan memiliki waktu untuk melakukan penelitian. Kata kunci: Guru, Karya Tulis Ilmiah, Penelitian Tindakan Kelas
SIKAP BAHASA GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP BAHASA INDONESIA RAGAM TULIS BAKU Wijayanti, Sri Hapsari; Darmoyo, Syarief; Dhian, Yohanna Claudia
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v18i1.12144

Abstract

The fostering of positive attitude toward Indonesian language to the students is done at least by teachers who also have a positive attitude towards the Indonesian language. This study aimed to observe the language attitude of elementary school teachers in Jakarta towards Indonesian formal writing and to reveal whether there are differences in language attitudes in terms of the status of schools (private and public). This study is descriptive qualitative and quantitative. Data collected through essay writing tests, questionnaires, and interviews. Questionnaires were distributed to 57 respondents from five areas in Jakarta, while the interviews were conducted to 12 teachers. Likert scales questionnaire form consist of statements about three components of attitude, namely cognitive, affective, and conative. This study found that elementary school teachers in Jakarta has a positive attitude towards Indonesian formal writing. Additionally, there were no significant differences between the language attitudes of public school teachers and private school teacher of elementary school. Although this study found that the teachers have a positive attitude towards Indonesian formal writing, their writing still showed deficiencies in application of aspects of language. 
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Pendekatan Komunikatif Pada Siswa Sekolah Dasar Yohanna Claudia Dhian; Christina Darpi; Helena Susan Geovani
Psiko-Edukasi Vol 10, No 1 (2012): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan faktor yang utama dalam melakukan komunikasi. Bahasa mempunyai dua bentuk yaitu verbal dan nonverbal. Bahasa verbal adalah bahasa yang menggunakan kata atau kalimat untuk menyampaikan pesan atau ide dengan mengucapkan. Bahasa non verbal adalah kegiatan dalam menyampaikan pesan atau kata tanpa mengucapkan sepatah kata namun berupa gerakan tubuh dan mimik wajah. Berbicara merupakan produk dari bahasa verbal yang dikemas dalam bunyi ujaran dan penguasaannya disebut keterampilan berbicara. Pendekatan komunikatif adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang mengacu pada kebutuhan peserta didik dan fungsi bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi. Pendekatan komunikatif berusaha membuat si terdidik memiliki kecakapan berbahasa khususnya berbicara. Dengan sendirinya, acuan pokok setiap unit pelajaran ialah fungsi bahasa dan bukan tata bahasa, tetapi tata bahasa dapat digunakan sebagai  sarana untuk melaksanakan maksud komunikasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas rendah. Pada siklus pertama, penilaian tertuju pada ekspresi fisik anak dalam berbicara. Pada siklus kedua, penilaian tertuju pada ekspresi fisik dan ekspresi suara anak. Pada siklus ketiga, penilaian tertuju pada ekspresi fisik, ekspresi suara, dan ekspresi verbal anak dalam berbicara. Penilaian yang diberikan kepada siswa, yaitu berupa wawancara dan observasi secara individual.
KECENDERUNGAN SISWA SMA DI BEKASI DALAM MEMILIH TOPIK ESAI DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER Sri Hapsari Wijayanti; Yohanna Claudia Dhian
Humaniora Vol 24, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.559 KB) | DOI: 10.22146/jh.1061

Abstract

Gender dan bahasa lisan atau tulis sudah banyak diungkap memiliki hubungan yang signifikan. Penelitian ini mengamati (a) sejauh mana siswa SMA laki-laki dan perempuan di Bekasi memahami esai serta (b) kecenderungan pemilihan topik dari segi gender. Data penelitian berupa esai yang ditulis 136 siswa/i dari 6 SMA (3 SMA negeri dan 3 SMA swasta) di Bekasi, Jawa Barat. Selain melalui tesmenulis, pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara, kuesioner, dan pengamatan langsung. Penelitian yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif ini mengungkap bahwa topik yang dipilih siswa perempuan tidak terbatas topik personal, tetapi juga topik publik, sama dengan laki-laki. Baik laki-laki maupun perempuan cenderung menulis esai dengan topik masalah sosial (47%), teknologi (14%), personal (12%), nasionalisme (6%), dan kesehatan (5%). Siswa perempuan menyukai topik seputar masalah sosial, sedangkan siswa laki-laki menyukai masalah teknologi informatika/komunikasi. Perempuan juga lebih terbuka mengungkap perasaan di dalam menulis daripada laki-laki.Kata Kunci: gender, esai, menulis, topik, wacana
PENULISAN KARYA ILMIAH GURU SEKOLAH DASAR PASCAPELATIHAN Sri Hapsari Wijayanti; Yohanna Dhian Ariani
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v3i2.94

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penulisan penelitian tindakan kelas dari dari sekolah dasar di Cisauk, Tangerang setelah mengikuti bimbingan dan latihan penelitian tindakan kelas. Data diperoleh dari tiga karya tulis guru. Penelitian nini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen. Hasil penelitian ditemukan, terdapat ketidakcermatan dan konsistensi dalam penulisan. Selain itu,  tulisan tidak tepat penulisan pada judul, kurang jelas dan sitematis berkaitan dengan latar belakang, kurang sejalan antara tujuan dan rumusan penelitian, tidak focus dalam penulisan kajian teori, tidak menjelaskan mata pelajaran, serta kurangnya referensi yang berkaitan dengan pelajaran sekolah dasar. Dengan demikian, bimbingan dan latihan penelitian tindakan kelas dibutuhkan untuk jangka panjang, untuk meningkatkan kemampuan guru dalam meneliti dan mereancang serta menerapkan prinsip penulisan karya tulis ilmiah dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Disamping itu, untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas, guru harus memahami apa itu penelitian tindakan kelas dan memiliki waktu untuk melakukan penelitian.
Pembelajaran Pragmatik yang Terlupakan di Sekolah Dasar Yohanna Claudia Dhian Ariani Harbelubun
Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru Vol. 14 No. 1 (2022): TING XIV 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elementary school students are also affected by the technology and IT development craze. The influence of gadget use among elementary students has grown because to the COVID-19 pandemic. This is incorrect since the world is changing quickly and we need to be ready to adapt if we don't want to fall behind. Ethics and communication guidelines must still be observed, despite the openness of communication venues. Elementary school pupils absolutely must learn about ethical communication. Of course, the school community, families, and the neighborhood community are involved in this. This article explores ideas regarding the value of pragmatic education beginning with elementary school students. This research methodology combines literature analysis and narrative inquiry. This article explores the revival of pragmatic education as a means of reinforcing communication ethics in young learners.
Efforts to increase teacher knowledge in implementing the merdeka curriculum in Cisauk District, Tangerang Sri Hapsari Wijayanti; Yohanna Claudia Dhian; Alfonso Horrison; Margaretha Theresia; Theodora Jessica
Community Empowerment Vol 8 No 11 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10183

Abstract

Teachers and school principals who are members of the teacher working group (KKG) cluster 10, Cisauk District, Tangerang Regency, feel unprepared to implement the merdeka curriculum in the 2023/2024 academic year. This is due to their lack of participation in training and guidance on the practice of implementing the merdeka curriculum. The aim of this community service is to enhance the knowledge and understanding of teachers in KKG cluster 10, Cisauk District, in implementing the merdeka curriculum. The program stages include preparation, training, monitoring, and evaluation. Based on the completeness of each question, teachers still need assistance in creating teaching modules, and individual teachers reported an increase in knowledge. However, overall, there was a 24-point increase in knowledge. This program will continue with assistance in creating teaching modules for implementing the merdeka curriculum.
Upgrading videography knowledge and skills in making Canva-based learning videos for elementary school teachers Sri Hapsari Wijayanti; Alfonso Harrison; Yohanna Claudia Dhian; Theodora Jessica; Margaretha Theresia
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 4 (2023): November 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i4.11324

Abstract

Utilizing videos as a learning tool is known to enhance motivation. To create more professional learning videos, understanding videography techniques is crucial. The Canva application, widely popular today, aids education by facilitating the design of engaging learning videos. Unfortunately, teachers in the Teacher Working Group (KKG) Cluster 10, Cisauk District, lack proficiency in using Canva, particularly in crafting learning videos. The community service aims to enhance the knowledge and skills of 28 participants from 9 public elementary schools and 1 private elementary school in Cisauk District, focusing on videography techniques and Canva application operation. Scheduled from September to October 2023 at SDN Suradita, the activity involves preparation, training, assignments, and concludes with monitoring and evaluation. Evaluation results indicate a 30% increase in teachers' knowledge and a 4.6% boost in insight into videography and Canva. Similarly, teachers' proficiency in crafting learning videos with Canva improves. However, limited activity time prevents teachers from applying videography techniques with complete camera devices. The next step involves testing Canva-produced learning videos to gauge their impact on student learning outcomes and motivation.
Implementasi Metode Permainan Bahasa untuk Siswa Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Sosial dan Humanis Harbelubun, Yohanna Claudia Dhian Ariani
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 11 No. 1 (2023): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2023.vol11(1).12066

Abstract

Character formation can be integrated not only into learning materials but also into the learning methods that we choose and use. The game method is also a method that we can design for conveying material as well as building and shaping children's character. Especially for elementary school students, the game method is definitely liked by children. If psychologically the child is happy in learning, then knowledge and character values can be easily accepted by the child, which also makes it easier for the teacher to direct the social values and positive values of each game. This article examines the socio-epistemological philosophy of the game method in elementary school. This research was conducted using descriptive qualitative methods, interviews, and FGD techniques. The participants in this study were elementary school teachers in Jakarta. The language game method studied is a game that has an impact on learning, both to improve results and to shape the social character of students. The purpose of this study is to further examine the sociological impact of the game method. It is this sociological impact that will shape students from elementary school into people who are humane and have social character.
Penguatan Karakter Kepedulian Sesama untuk Mencegah Perilaku Perundungan di SD Stevanus, Ivan; Harbelubun, Yohanna Claudia Dhian Ariani; Budhayanti, Clara Ika Sari
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v8i2.6079

Abstract

Education plays a role in shaping the character of each student as a provision in socializing and interacting with their environment. Character education is considered the most influential in the progress of a country because through humans with character it will produce human resources who know their identity, form good traits, support creativity, care and build leadership qualities. Character education aims to improve the quality of the implementation and results of education in schools that lead to the achievement of character formation and noble morals. One indicator in character formation is a caring character. A caring character is an attitude that has concern for others and the environment, and helps others who are affected by disasters or misfortunes; besides that, a caring attitude also guides students to be able to understand others by controlling their speech, attitudes, and behavior so as not to offend others and accept the strengths and weaknesses of others. The purpose of this training is to improve the caring character in preventing bullying behavior towards others in Strada Nawar Elementary School students in grades III-VI of elementary school totaling 202 students. This activity is carried out in 3 stages, namely the preparation stage in the form of offline materials; the implementation stage, training is carried out offline for 1 day; the third stage, evaluation of the implementation of training and reporting. The targeted output is a journal article published in an accredited national journal. The training material can be accessed by elementary school students.