Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : CJPP

HUBUNGAN ANTARA FANATISME DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA FANS JKT48 DI SURABAYA Gefanly Anno Damasta; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i04.36343

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan fanatisme dan perilaku konsumtif fans JKT48 di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pada penelitian ini populasinya adalah anggota komunitas fans JKT48 Surabaya sebanyak 150 orang, sedangkan sampel penelitian ini sejumlah 36 orang dan data sampel yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dua skala yaitu fanatisme dan perilaku konsumtif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan SPSS 26.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi sebesar r = 0,195 dengan taraf signifikansi sebesar 0,017, sehingga terdapat hubungan antara fanatisme dengan perilaku konsumtif pada anggota fans JKT48 Surabaya. Korelasi antara fanatisme dan perilaku konsumtif pada anggota fans JKT48 Surabaya masuk kriteria sangat lemah. Kata Kunci: fanatisme, perilaku konsumtif, metode korelasional. Abstract The purpose of this study was to examine the relationship between fanaticism and consumptive behavior of JKT48 fans in Surabaya. This research uses a quantitative approach with a correlational method. In this study the population is a member of the JKT48 Surabaya fan community as many as 150 people, while the sample of this study was 36 people and the sample data was taken using saturated sampling technique. The research instrument used a two-scale questionnaire, namely fanaticism and consumptive behavior. The data analysis technique used in this study is the product moment correlation and the data obtained were analyzed using SPSS 26.0 for windows. The results of this study indicate a correlation of r = 0.195 with a significance level of 0.017, so there is a relationship between fanaticism and consumptive behavior among JKT48 Surabaya fans. The correlation between fanaticism and consumptive behavior among JKT48 Surabaya fans is very weak. Keywords: fanaticism, consumptive behavior, correlational method.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Adhita Paramitha Puteri; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41517

Abstract

Abstrak Motivasi belajar menjadi pendorong individu dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tercapainya tujuan pembelajaran di situasi pandemi ini, memaksa mahasiswa harus memiliki motivasi belajar tinggi. Perubahan proses pembelajaran dari luring menjadi daring, membuat mahasiswa membutuhkan penyesuaian dari diri individu dan dukungan dari orang sekitar agar tetap menunjang peningkatan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan dukungan sosial dengan motivasi belajar pada mahasiswa saat pembelajaran daring. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Surabaya dengan melibatkan seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan yang berjumlah 360 mahasiswa dari angkatan 2018, 2019, dan 2020. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linier berganda yang mendapatkan hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0,505 dan koefisien determinasi sebesar 0,255. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tingkat hubungan yang sedang antara kontrol diri dan dukungan sosial dengan motivasi belajar dan kontribusi yang diberikan kontrol diri dan dukungan sosial terhadap motivasi belajar sebesar 25,5%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, bahwa kontrol diri dan dukungan sosial merupakan dua variabel yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk meningkatkan motivasi belajar, apalagi pada saat pembelajaran daring, kemampuan kontrol diri yang baik dan dukungan sosial sangat dibutuhkan. Kata Kunci : Kontrol diri, Dukungan Sosial, Motivasi Belajar, Mahasiswa Abstract Learning motivation is the driving force for individuals to achieve learning goals. The achievement of learning objectives in this pandemic situation forces students to have high learning motivation. Changes in the learning process from offline to online, make students need adjustments from themselves and support from people around them in order to continue to support increased motivation to learn. This study aims to determine the relationship between self-control and social support with learning motivation in students when learning online. This research was conducted at the State University of Surabaya involving all students of the Department of Psychology, Faculty of Education, totaling 360 students from the 2018 2019 and 2020 batches. The analytical technique used in this study was multiple linear regression which obtained a correlation coefficient of 0.505 coefficient of determination of 0.255. The results of this study indicate that there is a moderate level of relationship between self-control and social support with learning motivation and the contribution given by self-control and social support to learning motivation is 25.5%. Based on the results obtained, that self-control and social support are two variables needed by students to increase learning motivation, especially when online learning, good self-control skills and social support are needed. Keywords: Self-control, Social Support, Learning Motivation, College Students
HUBUNGAN ANTARA STUDENT ENGAGEMENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH SISWA SMA X Candra Diastama; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41522

Abstract

Abstrak Situasi pandemi memaksa pihak sekolah melakukan beberapa penyesuaian terutama saat kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang semula dilakukan secara tata muka di kelas, berubaha menjadi tatap muka melalui media daring. Durasi pemberian materi menjadi semakin pendek, dan lebih banyak menekankan pemberian tugas. Proses mengerjakan tugas yang semula mendapatkan pendampingan guru, berubah menjadi kegiatan mandiri dan minim pengawasan. Kondisi tersebut membutuhkan kekuatan siswa untuk terlibat secara aktif, fokus pada kegiatan pembelajaran dan tugas pembelajaran meskipun tanpa pengawasan secara langsung. Penelitian ini bertujuan menguji keterkaitan antara keterlibatan dalam pembelajan atau student engagament dengan motivasi belajar pada situasi pandemik. Penelitian ini dilakukan pada sebuah SMA di salah kota di Propinsi Jawa Timur, dan melibatkan semua siswa kelas XI, yang berjumlah 200 orang. Teknik analisis spearman rho dipilih untuk mencari hubungan antara kedua variabel, dan diperoleh korelasi sebesar 0,466. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa student engagement adalah satu variabel yang dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, terutama pada saat pembelajaran jarak jauh, dimana tidak ada pengawasan secara langsung. Kata Kunci : Student engagement, motivasi belajar Abstract The pandemic situation forced the school to make some adjustments, especially during learning activities. Learning activities that were originally carried out face-to-face in the classroom have changed to face-to-face through online media. The duration of giving material is getting shorter, and more emphasis is placed on giving assignments. The process of doing tasks that originally received teacher assistance, turned into independent activities and minimal supervision. These conditions require the strength of students to be actively involved, focus on learning activities and learning tasks even without direct supervision. This study aims to examine the relationship between involvement in learning or student engagement with learning motivation in a pandemic situation. This research was conducted at a high school in one city in East Java Province, and involved all students of class XI, which amounted to 200 people. Spearman rho analysis technique was chosen to find the relationship between the two variables, and obtained a correlation of 0.466. Based on the results of the study, student engagement is a variable that is needed to increase students' learning motivation, especially during distance learning, where there is no direct supervision. Keywords: Student engagement, motivation learning
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN STRES AKADEMIK PADA SISWA DI SMA X Dhea Karina Pramesta; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41594

Abstract

Abstrak Pembelajaran jarak jauh pada pandemi Covid-19 memberikan pengalaman yang berbeda dengan kondisi normal pada siswa. Kondisi ini dapat memunculkan tuntutan akademik yang memicu munculnya persepsi yang berbeda pada siswa. Siswa yang tidak memiliki keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki untuk menghadapi situasi dapat mempersepsikan tekanan dalam taraf apapun sebagai hal yang menekan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan efikasi diri dengan stres akademik pada siswa kelas XI di SMA X. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan siswa di SMA X kelas XI sejumlah 250 siswa. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen yaitu General Self-Efficacy Scale untuk mengukur efikasi diri danPerceived Academic Stress untuk mengukurstres akademik. Data yang didapatkan selanjutkan akan dianalisis menggunakan uji Spearman Rho dengan bantuan SPSS 25.0 for Windows, dengan hasil 0,345 (>0,05) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig<0,05). Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa hubungan antara efikasi diri dengan stres akademik bersifat lemah dan efikasi diri tidak memberikan kontribusi yang besar bagi stres akademik siswa. Kata Kunci: efikasi diri dan stres akademik, efikasi diri, stres akademik. Abstract Distance learning during Covid-19 pandemic gives students a different experience from the normal learning conditions. This condition can bring up the academic demands that trigger the emergence of different perceptions in students. Students who do not have confidence in their abilities to deal with situations can perceive pressure at any level as a pressure for them. This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and academic stress in class XI students at SMA X. The population used in this study were students in SMA X grade XI with a total of 250 students. The data collection technique in this study used an instrument General Self-Efficacy Scaleto measure self-efficacy and Perceived Academic Stress Scale to measure academic stress. The data obtained then analyzed using the Spearman Rho test with the help of SPSS 25.0 for Windows, the results show 0.345 (>0.05) and a significance value of 0.000 (sig<0.05). The results of this study found that the relationship between self-efficacy and academic stress was weak and self-efficacy did not make a major contribution to students' academic stress. Keywords:self-efficacy and academic stress, self-efficacy, academic stress.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI DI SMA X Aprilian Agung Erdianto; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41668

Abstract

Abstrak Prokrastinasi akademik merupakan permasalalahan yang sering muncul di kalangan siswa. Situasi pandemic saat ini mengharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Sistem pembelajaran daring juga mengakibatkan adanya perubahan-perubahan mulai dari durasi pemberian materi yang pendek dan lebih menekankan pada pemberian tugas. Pemberian tugas yang semakin menumpuk dan minimnya pendampingan serta pengawasan pada siswa dapat mengakibatkan siswa melakukan penundaan dalam pengerjaan tugas yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI di SMA X selama menjalani pembelajaran daring di masa pandemi. Sampel yang digunakan merupakan keseluruhan siswa dari populasi sehingga termasuk dalam teknik pengambilan sampel jenuh. Jumlah siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini sebanyak 223 siswa baik dari jurusan IPA maupun IPS. Teknik analisa data yang digunakan adalah product moment pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan memiliki arah negatif antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI di SMA X. Koefisien korelasi yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar -0.244, memberikan gambaran bahwa terdapat hubungan yang rendah diantara kedua variabel. Berdasarkan hasil penelititian diketahui bahwa efikasi diri adalah satu variabel yang dapat menentukan tingkat prokrastinasi akademik pada siswa, terutama selama menjalankan pembelajaran jarak jauh yang mengharuskan tidak adanya pengawasan secara langsung dari guru. Selain itu, baik efikasi diri maupun prokrastinasi akademik tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan jurusan siswa di sekolah. Kata Kunci: Efikasi Diri, Prokrastinasi Akademik, Siswa Abstract Academic procrastination is a problem that often arises among students. The current pandemic situation requires teaching and learning activities to be carried out online. The online learning system also resulted in changes ranging from a short duration of material giving and more emphasis on giving assignments. Giving assignments that are piling up and the lack of assistance and supervision to students can result in students delaying the work given. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and academic procrastination in class XI students at SMA X online learning during the pandemic. The sample used is all students from the population so that it is included in the saturated sampling technique. The number of students who became subjects in this study were 223 students from both science and social studies majors. The data analysis technique used is Pearson's product moment. The results of this study indicate a significant and negative relationship between self-efficacy and academic procrastination in class XI students at SMA X. The correlation coefficient obtained in this study is -0.244, giving an illustration that there is a low relationship between the two variables. Based on the research results, it is known that self-efficacy is a variable that can determine the level of academic procrastination in students, especially during distance learning which requires no direct supervision from the teacher. In addition, both self-efficacy and academic procrastination were not influenced by gender and students' majors at school. Keyword: Self-Efficasy, Academic Procrastionation, Student
HUBUNGAN ANTARA PEER ATTACHMENT DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU PSIKOLOGI UNESA SELAMA MASA PANDEMI Anisa Eka Septiningwulan; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41673

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 berdampak besar pada setiap aspek kehidupan, salah satunya turut dialami oleh mahasiswa yang harus melakukan perkuliahan secara online. Mahasiswa baru Psikologi Unesa yang belum melakukan perkuliahan secara langsung harus mampu menyesuaikan diri dengan lebih baik. Penyesuaian diri khususnya yang dilakukan di perguruan tinggi harus dilakukan karena adanya lingkungan dan sistem perkuliahan yang baru. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat keterkaitan antara peer attachment dengan penyesuaian diri pada mahasiswa baru Psikologi Unesa selama masa pandemi. Penelitian ini melibatkan semua mahasiswa baru Psikologi Unesa yaitu mahasiswa tingkat 1 dan tingkat 2 sejumlah 228 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik analisis yang digunakan berupa product moment pearson yang digunakan untuk mencari hubungan antara kedua variabel. Hasilnya diperoleh korelasi sebesar 0,239 yang menandakan bahwa adanya hubungan yang rendah antara variabel peer attachment dengan penyesuaian diri. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peer attachment adalah satu variabel yang dapat melihat tingkat penyesuaian diri mahasiswa baru dalam menyesuaikan diri khususnya di lingkungan perguruan tinggi selama kegiatan perkuliahan secara online dilakukan. Pada penelitian ini diketahui pula bahwa jenis kelamin dan beda angkatan dapat mempengaruhi tingkat penyesuaian diri pada mahasiswa baru Psikologi Unesa. Kata Kunci: peer attachment, penyesuaian diri, mahasiswa, perguruan tinggi Abstract The Covid-19 pandemic has had a major impact on every aspect of life, one of which is experienced by students who have to conduct lectures online. New Unesa Psychology students who have not done lectures directly must be able to adapt better. Adjustments, especially those carried out in universities, must be carried out because of the new environment and lecture system. This study was conducted with the aim of looking at the relationship between peer attachment and self-adjustment in Unesa Psychology new students during the pandemic. This study involved all new Unesa Psychology students, namely level 1 and level 2 students totaling 228 students. This study uses a quantitative method with a correlational approach. The analysis technique used in the form of Pearson's product moment was chosen to find the relationship between the two variables. The result is a correlation of 0.239 which indicates that there is a low relationship between the peer attacehmnt variable and self-adjustment. Based on the results of the study, it is known that peer attachment is a variable that can see the level of adjustment of new students in adjusting themselves, especially in the university environment during online lecture activities. In this study, it is also known that gender and different generations can affect the level of adjustment of new students of Psychology Unesa. Keyword: peer attachment, self adjustment, student, college
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SAAT PEMBELAJARAN JARAK JAUH Dinda Miranti Putri; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41677

Abstract

Abstrak Dunia Psikologi mengenal fenomena menunda untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu tugas dengan sebutan prokrastinasi akademik. Hal ini semakin sering dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka di sekolah saat ini berubah menjadi pembelajaran jarak jauh sehingga siswa yang sudah biasa didampingi dan diberikan pemahaman materi pelajaran berubah menjadi kegiatan belajar mandiri dari rumah dan minim pengawasan. Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya prokrastinasi akademik salah satunya adalah motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prokrastinasi akademik saat pembelajaran jarak jauh dengan melibatkan sebanyak 190 siswa kelas X di salah satu SMA yang ada di Propinsi Jawa Timur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pearson product moment dengan tujuan mengetahui hubungan antara kedua variabel dengan menggunakan bantuan program SPSS 25.0 for windows. Hasil analis data menunjukkan bahwa nilai korelasi antara motivasi belajar dengan prokrastinasi akademik sebesar sebesar -0,340 (p<0,05) artinya bahwa terdapat hubungan signifikan antara prokrastinasi akademik saat pembelajaran jarak jauh. Hal tersebut menunjukkan bahwa jika motivasi belajar siswa tinggi maka prokrastinasi akademik siswa akan cenderung rendah. Kata Kunci: motivasi belajar, prokrastinasi akademik, pembelajaran jarak jauh. Abstract The world of psychology recognizes the phenomenon of delaying doing or completing a task called academic procrastination. This is increasingly being done during the Covid-19 pandemic. Learning that is usually done face to face in schools is now turning into distance learning so that students who are accustomed to being accompanied and given an understanding of the subject matter turn into independent learning activities from home and minimal supervision. One of the factors that can influence the occurrence of academic procrastination is learning motivation. This study uses quantitative research methods. The purpose of this study is to determine the relationship between learning motivation and academic procrastination during distance learning by involving as many as 190 class X students in one of the senior high schools in East Java Province. The data analysis technique used is Pearson product moment with the aim of knowing the relationship between the two variables using the SPSS 25.0 for windows program. The results of the data analysis show that the correlation value between learning motivation and academic procrastination is -0.340 (p<0,05), meaning that there is a significant relationship between academic procrastination during distance learning. This shows that if students' learning motivation is high, students' academic procrastination will tend to be low. Keywords: learning motivation, academic procrastination, distance learning.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC DISHONESTY PADA MAHASISWA Fian Rachmad Pradia; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41680

Abstract

Abstrak Banyaknya tuntutan dan kegiatan dalam perkuliahan dapat membuat munculnya berbagai perilaku tertentu dalam perkuliahan. Perilaku-perilaku tersebut dapat mengarah pada sisi negatif maupun positif. Perilaku curang dan tidak jujur merupakan salah satu perilaku yang muncul dan mengarah pada sisi negatif dalam pendidikan khusunya perkuliahan. Keinginan mendapatkan hasil dan nilai yang tinggi tanpa adanya usaha dan keyakinan lebih disebut menjadi salah satu faktor munculnya perilaku ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat hubungan atau keterkaitan antara keyakinan pada kemampuan diri atau self-efficacy dengan perilaku tidak jujur dalam pendidikan atau academic dishonesty. Penelitian ini dilakukan di lingkup Jurusan X Universitas Y dengan melibatkan 433 mahasiswa Jurusan X Universitas Y angkatan 2018 hingga 2020. Teknik analasis data yang digunakan peneliti untuk mencari keterkaitan antara kedua variabel adalah teknik korelasi pearson product moment dengan perolehan nilai korelasi sebesar -0,360. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki keterkaitan atau hubungan yang tidak terlalu kuat dengan intensitas perilaku academic dishonesty pada kalangan mahasiswa Jurusan X Universitas Y. Kata Kunci : Self-efficacy, academic dishonesty, mahasiswa. Abstract The number of demands and activities in lectures can make certain behaviors appear in lectures.These behaviors can lead to either a negative or a positive side. Cheating and dishonest behavior is one of the behaviors that appears and leads to the negative side in education, especially lectures. The desire to get results and high scores without any effort and belief is said to be one of the factors for the emergence of this behavior. This study aims to see the relationship between belief in self or self-efficacy with dishonest behavior in education or academic dishonesty. This research was conducted in the scope of Department X University Y involving 433 students of Department X University Y class 2018 to 2020. The data analysis technique used by researchers to find the relationship between the two variables was the Pearson product moment correlation technique with a correlation value of -0.360. The results showed that self-efficacy had a not very strong relationship with the intensity of academic dishonesty behavior among students of Department X, University of Y. Keywords: Self-efficacy, academic dishonesty, college students.
Hubungan antara Optimisme dengan Adversity Quotient pada Fresh Graduate Universitas Negeri Surabaya Desy Rizkyta Hariyati; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41697

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak perusahaan harus gulung tikar, sehingga menyebabkan persaingan fresh graduate untuk mendapatkan pekerjaan di tengah situasi pandemi semakin sulit. Kondisi tersebut membutuhkan peran adversity quotient sebagai kemampuan individu dalam merespon rintangan dan situasi sulit agar fresh graduate dapat menghadapi berbagai kesulitan dalam mencari pekerjaan di tengah pandemi. Adversity quotient dapat ditingkatkan melalui adanya keyakinan dan ekspektasi positif yaitu yang disebut dengan optimisme. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan optimisme dengan adversity quotient pada fresh graduate Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala adversity quotient dari Stoltz (2007)dan skala optimisme LOT-R dari Carver dan Scheier (2002) yang diberikan secara online melalui google form. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 212 orang yang diambil melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu freshgraduate S1 lulusan Universitas Negeri Surabaya tahun 2019-2020, tidak terikat kerja pada suatu instansi atau perusahaan, dan sedang mencari pekerjaan. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi sederhana product moment pearson dan diperoleh korelasi sebesar 0,530 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara optimisme dengan adversity quotient pada fresh graduate Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimisme menjadi suatu hal yang penting untuk meningkatkan adversity quotient pada fresh graduate agar dapat gigih berjuang mengadapi kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Kata Kunci: optimisme, adversity quotient, fresh graduate Abstract The Covid-19 pandemic has resulted in many companies having to go out of business, which makes the competition for fresh graduates to get jobs in the midst of a pandemic situation increasingly difficult. This condition requires the role of the adversity quotient as an individual's ability to respond to obstacles and difficult situations so that fresh graduates can face various difficulties in finding work in the midst of a pandemic. Adversity quotient can be increased through positive beliefs and expectations, which is called optimism. The purpose of this study is to determine the relationship between optimism and adversity quotient on fresh graduates of the State University of Surabaya. This research is a quantitative research with a correlational design. The measuring instrument in this study uses the adversity quotient scale from Stoltz (2007) and the LOT-R optimism scale from Carver and Scheier (2002) which is given online via google form. The sample in this study was 212 people who were taken through a purposive sampling technique with the criteria of fresh graduate S1 graduates from the State University of Surabaya in 2019-2020, not bound to work in an agency or company, and looking for job. The data in this study were analyzed using a simple Pearson product moment correlation test and obtained a correlation of 0.530 which means that there is a fairly strong relationship between optimism and adversity quotient on fresh graduates of the State University of Surabaya. The results of the study show that optimism is an important thing to increase the adversity quotient of fresh graduates so that they can persistently struggle to face difficulties in getting a job. Keyword: optimism, adversity quotient, fresh graduate
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA X SELAMA PEMBELAJARAN DARING Kintan Cahya Oktaviani; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41811

Abstract

Abstrak Dampak dari adanya pandemic Covid-19 sangat besar terutama pada aspek pendidikan. Kebijakan pembelajaran secara daring diterapkan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Situasi ini membuat siswa harus dapat mempertahankan bahkan meningkatkan dorongan untuk mengikuti pembelajaran daring. Motivasi belajar merupakan daya penggerak atau pendorong dari dalam diri maupun luar diri individu dalam pencapaian kegiatan belajarnya. Salah satu hal yang berkontribusi pada motivasi belajar adalah dukungan lingkungan sosial, termasuk dari teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas X di SMA X selama pembelajaran daring. Subjek penelitian merupakan siswa kelas X di slah satu SMA yang berada di Kabupaten Pasuruan sejumlah 208 siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Teknik analisis data menggunakan analisis pearson product moment dengan bantuan SPSS 25.0 for windows dan diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,002 serta nilai koefisien korelasi adalah 0,245. Hasil dari uji hipotesis adalah terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan dukungan sosial teman sebaya. Kata Kunci: Motivasi belajar, dukungan sosial teman sebaya, siswa SMA. Abstract The impact of the Covid-19 pandemic is very large, especially in the education aspect. The online learning policy is implemented as an effort to break the chain of the spread of Covid-19. This situation makes students have to be able to maintain and even increase the drive to take part in online learning. Learning motivation is a driving force from within and outside the individual in achieving learning activities. One of the things that contribute to learning motivation is the support from the social environment, including from peers. This study aims to examine the relationship between peer social support and the learning motivation of 10th graders in SMA X during online learning. The research subjects were 10th grade students in one of the senior high schools in Pasuruan Regency with a total of 208 students. This study uses quantitative research methods with the type of correlation research. The data analysis technique used Pearson product moment analysis with the help of SPSS 25.0 for windows and the sig (2-tailed) value was 0.002 and the correlation coefficient value was 0.245. The results of the hypothesis test are that there is a positive relationship between learning motivation and peer social support. Keywords: Learning motivation, peer social support, high school students.