Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : CJPP

PERBEDAAN SENSE OF BELONGINGNESS DITINJAU DARI JALUR SELEKSI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Dinda Rizqia Widodo; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41922

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sense of belongingness ditinjau dari jalur seleksi pada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantittif, dengan metode komparatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif (Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), dan Fakultas Ekonomi (FE)). Simple random sampling digunakan oleh peneliti untuk mengambil mahasiswa yang masuk Unesa dari jlur SNMPTN, SBMPTN, dan SPMB/Mandiri, dan diperoleh sebanyak 654 subjek. Instrumen PSSM (adaptasi Fadilah, Maslihah dan Misbach, 2018) digunakan untuk melihat perbedaan sense of belongingess pada mahasiswa. Teknik analis data menggunakan Teknik analisa varians. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sense of belongingness ditinjau dari Jalur Seleksi pada mahsiswa Universitas Negeri Surabaya. Hal ini diperoleh dari nilai signifikansi sebesar 0.003 (Sig. < 0.05). Manfaat dari penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai refrensi bagi universitas untuk mengembangkan atau meninjau ulang program kegiatan yang dimiliki untuk membantu meningkatkan sense of belongingness pada mahasiswa yang diterima melalui Jalur Seleksi baik SNMPTN, SBMPTN, maupun SPMB/Mandiri. Selain itu dapat bermanfaat sebagai bahan refrensi tambahn bagi peneliti yang ingin mendalami topik serupa dilingkungan serupa. Kata Kunci: sense of belongingness, jalur seleksi, mahasiswa Abstract This study aims to determine whether there is a difference in the sense of belongingness in terms of the selection pathway among students of the State University of Surabaya. The approach used in this research is a quantitative approach, with a comparative method. Research subjects are active students (Faculty of Education (FIP), Faculty of Social Sciences and Law (FISH), and Faculty of Economics (FE)). Simple random sampling was used by researchers to take students who entered Unesa from the SNMPTN, SBMPTN, and SPMB/Mandiri lines, and obtained 654 subjects. The PSSM instrument (adaptation of Fadilah, Maslihah and Misbach, 2018) was used to see differences in the sense of belonging among students. Data analysis techniques use variance analysis techniques. Based on the results of the data analysis, it shows that there is a difference in the sense of belongingness in terms of the Selection Pathway for students at the State University of Surabaya. This is obtained from a significance value of 0.003 (Sig. <0.05). The benefit of this research is that it can be used as a reference for universities to develop or review their program of activities to help increase the sense of belonging to students who are accepted through the Selection Pathway, both SNMPTN, SBMPTN, and SPMB / Mandiri. In addition, it can be useful as additional reference material for researchers who wish to explore similar topics in similar environments. Keywords: sense of belongingness, selection path, college student.
GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA DEWASA AWAL YANG MEMILIKI ORANG TUA DENGAN GANGGUAN JIWA Dewi Febriyani; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45819

Abstract

Abstrak Memiliki orang tua dengan gangguan jiwa berpotensi mengalami resiko tinggi terhadap penyakit mental dan fisik saat dewasa. Diperlukan adanya penerimaan diri sebagai wujud keberhasilan seseorang untuk menerima kelemahan dan kelebihan dirinya. Dewasa awal yang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa perlu melakukan penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada dewasa awal yang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun subjek penelitian ini berjumlah dua orang dengan karakteristik laki-laki dan perempuan dewasa awal berusia 20-30 tahun, memiliki orang tua (ayah) dengan gangguan jiwa, tinggal bersama orang tua dengan gangguan jiwa. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan sistem wawancara semi-struktur serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Adapun uji keabsahan penelitian ini menggunakan triangulasi dan member check agar data valid dan akurat. Penelitian ini menemukan 5 tema yaitu latar belakang memiliki orang tua dengan gangguan jiwa, dampak memiliki orang tua dengan gangguan jiwa, faktor penerimaan diri, aspek penerimaan diri, dan tahapan penerimaan diri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada subjek memaparkan bahwa kedua subjek memiliki penerimaan diri secara baik, meskipun membutuhkan proses yang panjang dan sulit untuk dapat bangkit dari keterpurukan akibat memiliki orang tua dengan gangguan jiwa. Kata Kunci: memiliki orang tua gangguan jiwa, dewasa awal, penerimaan diri. Abstract Having parents with mental disorders potentially high risk of mental and physical illness as adults. Self-acceptance is needed as a form of one's success to accept his weaknesses and strengths. Early adults who have parents with mental disorders need to do self-acceptance. This study aims to determine the description of self-acceptance in early adults who have parents with mental disorders. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The subjects of this study were two people with the characteristics of men and women of early adulthood aged 20-30 years, having parents (fathers) with mental disorders, living with parents with mental disorders. The data collection technique in this study used a semi-structured interview system and was analyzed using thematic analysis techniques. The validity test of this research uses triangulation and member check so that the data is valid and accurate. This study found 5 themes, namely the background of having parents with mental disorders, the impact of having parents with mental disorders, self-acceptance factors, aspects of self-acceptance, and stages of self-acceptance. Based on the results of research conducted on the subject, it was explained that both subjects had good self-acceptance, although it required a long and difficult process to be able to rise from adversity due to having parents with mental disorders. Keywords: have parents with mental disorders, early adulthood ,self-acceptance
HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR BROKEN HOME Fatimah Ayu Fernandasari; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45820

Abstract

Abstrak Peningkatan angka perceraian yang semakin tinggi berdampak tidak hanya kepada hubungan suami istri, tetapi juga hubungan antara orang tua dengan anak. Situasi tersebut membuat terpengaruhnya tingkat kebahagiaan, kebingungan dalam pengambilan keputusan, stabilitas emosi, tuntutan untuk mampu menyesuaikan diri pada perbedaan pola asuh yang diterima, serta kurangnya pendampingan orang tua untuk anak terutama pada saat masa transisi perkembangan yang berdampak pada kesuksesan tugas perkembangan. Dampak perceraian dapat diminimalisir dengan peningkatan subjective well-being individu. Peningkatan subjective well-being salah satunya dapat berhubungan dengan nilai attachment. Peneliti mencoba menguji apakah terdapat hubungan antara attachment dengan subjective well-being pada remaja akhir broken home. Responden penelitian berjumlah 162 dengan kriteria yaitu rentang usia 18-21 tahun dan orang tua bercerai secara hukum. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan non-probability sampling method yaitu incidental sampling. Analisis hubungan dilakukan menggunakan pearson product moment dengan bantuan SPSS 23. Data menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar -0.557, artinya terdapat hubungan negatif antara attachment dengan subjective well-being pada remaja akhir berlatar belakang broken home. Kata Kunci: attachment, subjective well-being, remaja akhir. Abstract The increasing divorce rate has an impact not only on the husband and wife relationship but also relationship between parents and children. This situation affects the level of happiness, confusion in decision making, emotional stability, demands to be able to adjust to the differences in parenting received before and after the divorce process as well as the lack of parental assistance for children during the developmental transition. The impact can be minimized by the subjective well-being of individuals. One of the things that can contribute to subjective well-being is attachment. Thus, this study tries to test whether there is a relationship between attachment and subjective well-being in late adolescence from a broken home. The research respondents were 162 and had meet the criteria for 18-21 years of age whose parents were legally divorced. The research was conducted using quantitative methods with data collection techniques using non-probability sampling method, namely incidental sampling. Relationship analysis using pearson product moment with the help of SPSS 23. Data analysis resulted in a correlation coefficient value of -0.557, meaning that there is a negative relationship between attachment and subjective well- being in late adolescence with broken home background. Keywords: attachment, subjective well-being, late adolescence.
STUDI LIFE HISTORY PADA PEREMPUAN DEWASA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA AKIBAT PERSELINGKUHAN Aulia Mufidah; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46149

Abstract

HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA X Dwiyani Az Zahroh; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46603

Abstract

Abstrak Kemampuan siswa dalam mengenali dirinya disebut sebagai harga diri atau self-esteem. Self-esteem merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Peneliti ingin meneliti lebih jauh mengenai prestasi belajar siswa yang kemudian ditinjau dari self-esteem siswa selama kegiatan pembelajaran yang dilakukan jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu ada tidaknya hubungan antara kemampuan siswa dalam menghargai dirinya atau self-esteem dengan prestasi belajar siswa pada saat pembelajaran jarak jauh berlangsung. Penelitian dilakukan di SMA X Surabaya dan melibatkan sejumlah 132 siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Teknik analisis yang kemudian digunakan adalah menggunakan teknik analisis Pearson Product Moment yang gunanya mencari ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel satu dengan variabel yang lainnya, yang kemudian memperoleh hasil sebesar 0,368. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-esteem dengan prestasi belajar siswa di SMA X. Siswa yang memiliki self-esteem yang tinggi akan akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih prestasi belajar yang diharapkan dibandingkan siswa yang memiliki self-esteem rendah. Kata Kunci: Self-Esteem, Prestasi Belajar, Pembelajaran Jarak Jauh Abstract The ability of students to recognize themselves is called self-esteem or self-esteem. Self-esteem is one of the factors that can affect student achievement. Researchers want to investigate further about student achievement which is then reviewed from students' self-esteem during distance learning activities. The purpose of this study is to find out whether there is a relationship between students' ability to respect themselves or self-esteem with student achievement during distance learning. The research was conducted at SMA X Surabaya and involved a number of 132 class XI students as research subjects. The analysis technique which is then used is the Pearson Product Moment analysis technique which is used to find out whether or not there is a relationship between the two variables, one with another variable, which then obtains a result of 0.368. The results of the study indicate that there is a relationship between self-esteem and student achievement in SMA X. Students who have high self-esteem will try their best to achieve the expected learning achievement compared to students who have low self-esteem. Keywords: Self-Esteem, Learning Achievment, Distance Learning
SIKAP TERHADAP MARKETPLACE SHOPEE Ayutyas Pramodha Wardhana; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46790

Abstract

HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA KELAS XI DI SMA X Anggita Tri Wijayanti; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46794

Abstract

STRATEGI COPING STRESS PADA MAHASISWA KORBAN BULLYING DI UNIVERSITAS X Rizki Mulianingsih; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47178

Abstract

Abstrak Memilih teman Bullying merupakan sebuah perilaku yang bertujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik atau secara verbal dengan menganggap korabn lemah. Seperti fenomena yang ada dikalangan mahasiswa kerap terjadi. Sehingga perilaku bullying tersebut dapat menyebabkan timbulnya pengaruh yang tidak baik untuk korban bullying tersebut seperti stress. Jika stress tersebut tidak ditangani dengan baik maka dapat mengakibatkan hal yang fatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping stress pada korban bullying di universitas X,dengan menggunkan metode penelitian kualitatif serta memakai pendekatan dengan studi kasus. Pada penelitian ini menggunakan dua subjek dengan karakteristik yang memiliki rentang usia 21-23 tahun dan pernah menjadi korban bullying. Penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur, obeservasi serta dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunkan teknik analisi tematik sebagai analisis secara rinci serta menghasilkan data yang urut serta lengkap. Penelitian ini menghasilkan empat tema yaitu awal mula terjadinya bullying, dampak dari bullying, pemilihan strategi coping stress serta faktor-faktor yang mempengaruhi coping stress. Dari hasil penelitian ini kedua subjek mengggunakan dua strategi coping stress yaitu problem focused coping serta emotional focused coping yang digunakan subjek sesuai dengan keadan masing-masing. Meskipun masa pengobtan yang cukup lama dan bertahap, kedua subjek tetap bisa melakukan coping stress dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih baik dan bersemangat kembali. Kata Kunci: bullying, mahasiswa, stress, coping stress Abstract Bullying is a behavior that aims to hurt others either physically or verbally by assuming the korabn is weak. Like the phenomenon that exists among students often occurs. So that bullying behavior can cause adverse influences for victims of bullying such as stress. If the stress is not handled properly, it can lead to fatal things. This study aims to find out the coping stress strategy in victims of bullying at university X by using qualitative research methods and using an approach with case studies. The study used two subjects with characteristics who ranged in age from 21 to 23 and had been victims of bullying. The study used structured interviews, obesityrvasi as well as documentation. In this study using thematic analysis techniques as detailed analysis and produce sequential and complete data. This study produced four themes, namely the beginning of bullying, the impact of bullying, the selection of coping stress strategies and factors that influence coping stress. From the results of this study, both subjects used two coping stress strategies, namely problem focused coping and emotional focused coping used by subjects in accordance with their respective requirements. Despite the long and gradual period of observation, both subjects were still able to coping with stress well and become better individuals and re-energized. Keywords: bullying, student, stress, coping stress
PENGARUH ANONIMITAS TERHADAP SELF DISCLOSURE PADA GENERASI Z DI TWITTER Cintania Syaeischa Lyan Pramesti; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47347

Abstract

Abstrak Generasi Z merupakan generasi yang lebih senang berbagi perasaan, emosi, pikiran, dan pengalaman mereka melalui media sosial, terutama di media sosial Twitter. Pembagian informasi yang berlebihan akan berpotensi menimbulkan risiko privasi bagi penggunanya. Risiko privasi ini dapat diminimalisir dengan meningkatkan anonimitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara anonimitas terhadap self disclosure Generasi Z di Twitter. Penelitian ini dilakukan pada lingkup media sosial Twitter dengan melibatkan 335 orang Generasi Z di Twitter yang berusia 12-27 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah adaptasi dari skala Perceived Anonymity dan modifikasi dari skala Revised Self-Disclosure Scale. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh anonimitas terhadap self disclosure adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa anonimitas berpengaruh signifikan terhadap self disclosure pada kalangan Generasi Z di Twitter. Analisis tambahan juga dilakukan untuk melihat hubungan antara kedua variabel dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0.373. Hasil koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel mempunyai arah hubungan yang positif dan termasuk dalam kategori hubungan yang lemah. Penelitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan informasi mengenai kegunaan anonimitas dalam Twitter untuk melakukan self disclosure yang lebih positif, dan dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya dengan variabel yang serupa. Kata Kunci: Anonimitas, self disclosure, Generasi Z, Twitter Abstract Generation Z is the generation that prefers to share their feelings, emotions, thoughts, and experiences through social media, especially on Twitter. Excessive sharing of information will potentially pose a privacy risk to its users. This privacy risk can be minimized by increasing anonymity. This study aims to determine whether there is an impact between anonymity on Generation Z's self disclosure on Twitter. This research was conducted in the scope of Twitter social media by involving 335 Generation Z people on Twitter aged 12-27 years. The measuring instrument used in this study is an adaptation of the Perceived Anonymity scale and a modification of the Revised Self-Disclosure Scale. The data analysis technique used to determine the effect of anonymity on self disclosure is simple linear regression analysis. These results show that anonymity has a significant effect on self-disclosure among Generation Z on Twitter. Additional analysis was also carried out to see the relationship between the two variables, with a correlation coefficient of 0.373. The correlation coefficient results indicate that the relationship between the two variables has a positive relationship direction and is included in the category of a weak relationship. This research can helps provide information about the usefulness of anonymity on Twitter to make a more positive self disclosure and can be used as a reference for further study with similar variables. Keywords: Anonymity, self disclosure, Generation Z, Twitter
GAMBARAN RESILIENSI PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG MENGALAMI KEGAGALAN MENUJU HUBUNGAN PERNIKAHAN Pipit Yussi Tamiah Widiyawati; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47434

Abstract

AbstrakMemilih teman hidup dan membentuk sebuah keluarga merupakan salah satu tugas perkembangan bagi dewasa awal yang dapat dilakukan dengan adanya pertunangan, namun kesulitan maupun kegagalan bisa saja dialami oleh setiap individu misalnya Putri yang pernah mengalami kegagalan secara berturut-turut dalam menjalin hubungan menuju pernikahan. Individu dewasa awal diharapkan dapat mengetahui pentingnya memiliki kemampuan resiliensi dengan baik, agar dapat menghadapi peristiwa tidak terduga seperti adanya kegagalan hubungan menuju pernikahan, sehinga tugas perkembangan yang dijalani akan berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada perempuan dewasa awal yang mengalami kegagalan menuju hubungan pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik yang berfokus pada permasalah kegagalan hubungan yang dialami oleh subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi. Teknik analisa data dengan melakukan analisis tematik dan triangulasi sebagai uji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada subjek, antara lain gambaran resiliensi yang meliputi regulasi emosi, optimisme, kemampuan analisis masalah, empati, efikasi diri, serta pencapaian. Faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi meliputi faktor internal yang berasal dari efikasi diri dan faktor eksternal yang berasal dari dukungan sosial.Kata Kunci: resiliensi, dewasa awal, pernikahan.AbstractChoosing a life partner and forming a family is one of the developmental tasks for early adulthood that can be done with an engagement, but difficulties and failures can be experienced by every individiual, for example Putri who has experienced successive failure in a relationship leading to marriage. Early adult individuals are expected to know the importance of having good resilience skills, in order to be able to deal with unexpected event such as a failed relationship leading to marriage, so that developmental tasks are carried out well. This study aims to determine the description of resilience in early aduls women who experience failure towards marriage relationship. This study uses a qualitative method with an intrinsic case study approach that focuses on the problem of relationship failure experienced by the subject. Data were collected through semi-structured interviews and observation. Data analysis technique by doing thematic analysis and triangulation as a test of validity. The results of the study show an overview and factors that influence resilience in the subject, including a picture of resilience which includes emotion regulation, optimism, problem analysis skills, empathy, self-efficacy, and achievement. Factors that influence resilience include internal factors originating from self-efficacy and external factors originating from social support.Keywords: resilience, early adulthood, marriage.