Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN TINGKAT KEAKURATAN MODEL PREDIKSI KEBANGKRUTAN (MODEL ALTMAN, SPRINGATE, ZMIJEWSKI, GROVER, DAN TAFFLER) Farha Farha
SOLID Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v12i1.534

Abstract

Abstrak–Penelitian ini menganalisis perbandingan tingkat keakuratan model prediksi kebangkrutan model Atman, Springate, Zmijewski, Grover, dan Taffler. Analisis dilakukan pada 93 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Zmijewski merupakan model dengan tingkat keakuratan tertinggi yaitu sebesar 84%, di posisi kedua di tempati oleh model Altman dengan tingkat akurasi sebesar 83%, posisi ke tiga ditempati oleh model Grover dengan tingkat akurasi sebesar 82%, posisi ke empat ditempati oleh model Springate dengan tingkat keakuratan sebesar 78%, posisi terakhir ditempati oleh model Taffler dengan tingkat keakuratan sebesar 76%. Implikasi penelitian bagi pihak-pihak yang yeng berkepentingan untuk memantau kondisi suatu perusahaan sebaiknya mempertimbangkan penggunakan perhitungan dan rasio keuangan dalam model Zmijewski untuk memprediksi kemungkinan perusahaan akan mengalami kebangkrutan.
PENGARUH KOMUNIKASI WORD OF MOUTH DAN PREFERENSI KELUARGA TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA MEMILIH PERGURUAN TINGGI SWASTA DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Amiruddin Kalbuadi; Agus Hermanto; Lale Puspita Kembang; Rian Indranopa; Farha Farha
Eqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 11 No 02 (2022): EQIEN- JURNAL EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dr Kh Ez Mutaqien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34308/eqien.v11i02.963

Abstract

This study aims to see the effect of word of mouth communication and family preferences in students' decisions to choose private universities in West Nusa Tenggara Province. The research was conducted by collecting data using Google Form and Paper Base media to respondents whose criteria had been determined using the purposive sampling method. The number of respondents used amounted to 105 students. This study uses multiple linear regression analysis and hypothesis testing using t test and F test. The feasibility test of the model uses the classical assumption test. The results of the analysis and hypothesis testing indicate that word of mouth and family preferences have a partial effect on students' decisions to choose private universities in West Nusa Tenggara Province. In the simultaneous test using the F test, word of mouth and family preferences affect students' decisions to choose private universities in West Nusa Tenggara Province.
Analisis Perbandingan Laba Menggunakan Ekuitas dan Hutang Perusahaan Manufaktur pada Masa Pandemi Agus Hermanto; Farha Farha; Eluiz Yansirus Saniyah; Isra Dewi Kuntary Ibrahim
Target : Jurnal Manajemen Bisnis Vol 5 No 2 (2023): Target : Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/target.v5i2.3361

Abstract

Terdapat banyak perusahaan yang mengalami kerugian pada masa pandemi Coronavirus disease 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan tingkat laba perusahaan dengan menggunakan pendanaan hutang dan ekuitas perusahaan manufaktur pada sektor industri dasar dan kimia, sektor aneka industri, dan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dengan 160 sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik dekriptif terhadap laporan keuangan perusahaan pada tahun 2020 dengan menggunakan metode analisis uji beda independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan sumber pendanaan ekuitas memiliki laba lebih besar dibandingan dengan perusahaan yang menggunakan sumber pendaaan dari hutang, artinya perusahaan dimasa pandemi sebaiknya menggunakan sumber pendanaan dari ekuitas. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan manufaktur untuk memilih sumber pendanaan yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan finansial dan risiko yang dihadapi.