Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANTENA MIKROSTRIP SINGLE LAYER DUAL BAND UNTUK KOMUNIKASI SATELIT PADA SPEKTRUM S-BAND DAN KU-BAND Sri Marini; Sukwati Dewi Asrika; Muhammad Ilyas Sikki
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 6 No. 2 (2018): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena mikrostrip adalah suatu konduktor metal yang menempel diatas ground plane yang diantaranya terdapat bahan dielektrik. Antena mikrostrip merupakan antena yang memiliki masa ringan, mudah untuk difabrikasi, dengan sifatnya yang konformal sehingga dapat ditempatkan pada hampir semua jenis permukaan dan ukurannya kecil dibandingkan dengan antena jenis lain. Karena sifat yang dimilikinya, antena mikrostrip sangat sesuai dengan kebutuhan saat ini sehingga dapat diintegrasikan dengan peralatan telekomunikasi. Antena Mikrostrip single layer untuk Satelite Communication Mobile beroperasi pada S-Band dan Ku Band, pada frekuensi center kerja 2,4 GHz dan 17,1 GHZ dengan Nilai VSWR 1,1 dan Nilai Return loss ≤ -10 dB Perancangan Antena menggunakan CST Microwave Studio. Microstrip antenna is a metal conductor attached to the ground plane which includes dielectric material. Microstrip antenna is an antenna that has a light mass, is easy to fabricate, with a conformal nature so that it can be placed on almost any type of surface and its size is small compared to other types of antennas. Because of its properties, microstrip antennas are very suitable with current requirements so that they can be integrated with telecommunications equipment. Single layer Microstrip Antenna for Satellite Communication Mobile Operates on S-Band and Ku Band, at 2.4 GHz and 17.1 GHZ Working Center Frequency with 1.1 VSWR Value and Return loss Value ≤ -10 dB Antenna Design using CST Microwave Studio.
Tegangan Jatuh Jaringan Distribusi pada Penyulang Takar Tegangan Menengah 20 KV Gardu Induk Pondok Kelapa PT.PLN (Persero) Rayon Bantar Gebang Andri Ridwan; Andi Hasad; Muhammad Ilyas Sikki
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 7 No. 2 (2019): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh arus, jarak, diameter dan jenis penghantar yang terjadi pada sistemdistribusi jaringan tegangan menengah terhadap tegangan jatuh pada penyulang takar di PT.PLN (Persero) Rayon BantarGebang. Perhitungan tegangan jatuh dilakukan pada tiap-tiap segmen penghantar utama dan dibagi menjadi beberapaskenario berdasarkan jenis dan diameter penghantar. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengandistribusi frekuensi, dimana dapat dilihat bahwa peningkatan nilai tegangan jatuh yang terjadi pada penyulang takar akansemakin besar akibat perubahan nilai arus, jarak dan diameter penghantar. Dari hasil perhitunganyang dilakukan,diketahui bahwa tegangan jatuh yang terjadi pada skenario 1 kondisi nyata penyulang takar dengan penghantar AllAllumunium Alloy Conductor 150 sebesar 1,3 kV atau 6,7 persen, paling besar terjadi pada skenario 2 sebesar 2.3 kV atau11.5 persen dan yang paling rendah pada skenario 3 sebesar 0.6 kV atau 3 persen, maka dengan menggunakan skenario3 penghantar All Allumunium Alloy-Solation 150 dapat menekan besarnya jatuh tegangan menjadi 0.6 kV meskipun dalamkeadaan beban puncak maksimal.
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN BAKAR TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN UAP Qamaruddin .; Muhammad Ilyas Sikki
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2016): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jitm.v4i2.726

Abstract

Pada dunia industri terutama pada sektor produksi makanan, banyak yang menggunakan alat penukar kalor sebagai salah satu media untuk salah satu cara menghemat pemakaian bahan bakar yang dilakukan. Dengan pemasangan alat penukar kalor yang dipasang pada ekonomiser dengan pemakaian bahan bakar solar (HSD) sebesar 50% sampai dengan 100%. Jenis alat penukar kalor yang pasang adalah jenis shell and tube. Dengan memanfaatkan gas buang untuk pemanasan boiler, akan menakibatkan tingkat efisiensi boiler menjadi lebih tinggi dan juga dapat menghemat kebutuhan bahan bakar. Uap panas yang terbuang dimanfaatkan untuk pemanasan air pada alat penukar kalor sebesar 103 0C sementara uap panas yang terdapat di bolier sebesar 249 0C, dalam hal ini pemanasan boiler dapat terbantu oleh uap panas yang keluar dari alat penukar kalor. Dengan pengaturan beberapa variasi tekanan uap yaitu : 5,7 bar, 5,8 bar, 6 bar, 6,2 bar, 6,4 bar yang diatur pada boiler sehingga kita dapat menentukan atau memprediksi kebutuhan bahan bakar pada burner
Portable Solar Power Generation Technology for Strengthening Field Medical Services During Flood Disaster Situations Dickyansyah Dickyansyah; Inna Ekawati; Annisa Firasanti; Setyo Supratno; Muhammad Ilyas Sikki; MuhammadAmin Bakri; Retno Nugroho Whidhiasih; Malikus Sumadyo; Sugeng Sugeng
Journal of Intelligent Systems for Community Development Vol. 1 No. 1 (2026): 2026: JISCoDe Volume 1 Issue 1 Year 2026
Publisher : Indonesian Artificial Neural Network Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flood disasters frequently disrupt health services due to limited access to electricity in affected areas. This problem hinders the operation of field medical services, particularly for lighting, the operation of basic medical equipment, and emergency communication. This community service activity aims to develop and implement portable Solar Power Generation (SPG) technology as an independent electricity source to support field medical services during flood disaster situations. The implementation method was carried out through a multidisciplinary collaborative approach involving lecturers from different study programs at the Faculty of Engineering, Universitas Islam 45 Bekasi, in cooperation with the Bekasi Branch of the Indonesian General Practitioners Association (PDUI) as a partner. The activity stages consisted of planning, design and assembly of the portable SPG unit, functional testing, implementation, mentoring, and activity evaluation. The results show that the portable SPG unit was successfully developed in a compact, easily portable form capable of providing a stable electricity supply to support field medical services. The partner gave a positive response to the use of the device, considering it practical, safe, and effective for use in disaster emergency conditions. This activity demonstrates that the application of portable SPG-based renewable energy technology can serve as an appropriate solution to support humanitarian services and strengthen the readiness of health services in disaster-prone areas.