Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM E-VOTING DENGAN PROTOKOL TWO CENTRAL FACILITIES MENGGUNAKAN FINGERPRINT SEBAGAI OTENTIKASI VOTER Muhammad Ilyas Sikki; Sugi Guritman; Hendra Rahmawan
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 1 No. 3 (2013): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The e-voting system which developed using two central facilities protokol consist of three component that is voting machine as client for interaction with voter, central legitimization agency (CLA) as server voter authentication, and central tabulating facility (CTF) as server for result recapitulation voter vote count. Research in this thesis just focused to voter authentication process on voting machine toward database of voter that stored in CLA with using fingerprint biometric technology. Fingerprint biometric technology used for voter registration process, voter verification process, and voter authentication process who will doing election. Registration process for acquire voter fingerprint image database, verification process to be sure voter database can be verificated or not, and authentication process for voter authorization who can be permitted or not by system give of vote in election
SISTEM AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) MENGGUNAKAN SMS Inta Maryanto; Muhammad Ilyas Sikki
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 6 No. 1 (2018): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan energi listrik merupakan salah satu faktor penting ditengah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Contohnya untuk keperluan industri kecil diperlukan energi listrik yang terus menerus atau kontinyu dalam menjalankan fungsi maupun produksinya. Pada kenyataanya suplai energi listrik dari PLN terkadang mengalami gangguan seperti sumber listrik PLN padam sehingga dibutuhkan back-up suplai utama PLN yang lain, seperti genset. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat alat Automatic Transfer Switch (ATS) dan Automatic Main Failure (AMF) yang akan menghidupkan genset ketika sumber listrik PLN padam serta mematikan genset ketika sumber listrik PLN kembali menyala. Sistem ini menggunakan fasilitas SMS pada jaringan GSM, untuk memberi informasi perpindahan listrik PLN ke genset dan sebaliknya. Pengiriman SMS dan pengaturan pengsaklaran dilakukan oleh rangkaian mikrokontroler Arduino2560. Pada sistem ini juga terdapat sensor arus dan tegangan untuk memonitoring tegangan dan arus pada blok PLN dan genset, dan dari hasil pengujian sensor tegangan telah diperoleh nilai rata-rata pada blok PLN sebesar 215VAC dan blok genset sebesar 184V sedangkan dari pengujian sensor arus diperoleh nilai rata-rata pada blok PLN sebesar 0,11A dan blok genset sebesar 0,13A. Nilai sensor tegangan dan sensor arus yang diperoleh dari blok PLN dan blok genset masih dalam batas toleransi. Sedangkan pengujian perpindahan listrik dari PLN ke genset dan perpindahan listrik dari genset ke PLN memiliki waktu perpindahan yang sama yaitu 5 ms dan waktu yang diperlukan untuk mengirim SMS dari modul SIM900 ke handphone yaitu 2 detik, catatan waktu ini bisa berubah-ubah tergantung kondisi jaringan SIM card GSM. Kata kunci: Mikrokontroler, SMS, GSM The availability of electrical energy is an important factor in the midst of rapid technological developments. For example for small industry needs continuous electrical energy in performing its functions and production. In fact, the supply of electrical energy from PLN is sometimes disrupted so another electricity back-up supply is needed, such as genset. The purpose of this research is to make Automatic Transfer Switch (ATS) and Automatic Main Failure (AMF) equipment that will turn on the generator when PLN power source goes out and turn off the generator when PLN power source is back on. This system uses SMS facility on GSM network, to give information of PLN electricity transfer to generator and vice versa. SMS delivery and switching settings are performed by the Arduino2560 microcontroller circuit. In this system there is also a current and voltage sensors to monitor the voltage and current on the PLN block and generator, and from the test of the voltage sensor obtained the average value on PLN block is 215VAC and genset block of 184V while from the current sensor testing obtained the average value on PLN block of 0.11A and genset block of 0.13A. The value of the voltage sensor and current sensor obtained from PLN block and genset block are still within tolerable limits. While testing of the electricity transfer from PLN to the generator and the transfer of electricity from the generator to the PLN has the same displacement time of 5 ms and the time required to send SMS from SIM900 module to handphone that is 2 seconds, this time record can change depending on network condition GSM SIM card. Keywords : microcontroller, SMS, GSM
ANTENA MIKROSTRIP SINGLE LAYER DUAL BAND UNTUK KOMUNIKASI SATELIT PADA SPEKTRUM S-BAND DAN KU-BAND Sri Marini; Sukwati Dewi Asrika; Muhammad Ilyas Sikki
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 6 No. 2 (2018): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena mikrostrip adalah suatu konduktor metal yang menempel diatas ground plane yang diantaranya terdapat bahan dielektrik. Antena mikrostrip merupakan antena yang memiliki masa ringan, mudah untuk difabrikasi, dengan sifatnya yang konformal sehingga dapat ditempatkan pada hampir semua jenis permukaan dan ukurannya kecil dibandingkan dengan antena jenis lain. Karena sifat yang dimilikinya, antena mikrostrip sangat sesuai dengan kebutuhan saat ini sehingga dapat diintegrasikan dengan peralatan telekomunikasi. Antena Mikrostrip single layer untuk Satelite Communication Mobile beroperasi pada S-Band dan Ku Band, pada frekuensi center kerja 2,4 GHz dan 17,1 GHZ dengan Nilai VSWR 1,1 dan Nilai Return loss ≤ -10 dB Perancangan Antena menggunakan CST Microwave Studio. Microstrip antenna is a metal conductor attached to the ground plane which includes dielectric material. Microstrip antenna is an antenna that has a light mass, is easy to fabricate, with a conformal nature so that it can be placed on almost any type of surface and its size is small compared to other types of antennas. Because of its properties, microstrip antennas are very suitable with current requirements so that they can be integrated with telecommunications equipment. Single layer Microstrip Antenna for Satellite Communication Mobile Operates on S-Band and Ku Band, at 2.4 GHz and 17.1 GHZ Working Center Frequency with 1.1 VSWR Value and Return loss Value ≤ -10 dB Antenna Design using CST Microwave Studio.
Tegangan Jatuh Jaringan Distribusi pada Penyulang Takar Tegangan Menengah 20 KV Gardu Induk Pondok Kelapa PT.PLN (Persero) Rayon Bantar Gebang Andri Ridwan; Andi Hasad; Muhammad Ilyas Sikki
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 7 No. 2 (2019): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh arus, jarak, diameter dan jenis penghantar yang terjadi pada sistemdistribusi jaringan tegangan menengah terhadap tegangan jatuh pada penyulang takar di PT.PLN (Persero) Rayon BantarGebang. Perhitungan tegangan jatuh dilakukan pada tiap-tiap segmen penghantar utama dan dibagi menjadi beberapaskenario berdasarkan jenis dan diameter penghantar. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengandistribusi frekuensi, dimana dapat dilihat bahwa peningkatan nilai tegangan jatuh yang terjadi pada penyulang takar akansemakin besar akibat perubahan nilai arus, jarak dan diameter penghantar. Dari hasil perhitunganyang dilakukan,diketahui bahwa tegangan jatuh yang terjadi pada skenario 1 kondisi nyata penyulang takar dengan penghantar AllAllumunium Alloy Conductor 150 sebesar 1,3 kV atau 6,7 persen, paling besar terjadi pada skenario 2 sebesar 2.3 kV atau11.5 persen dan yang paling rendah pada skenario 3 sebesar 0.6 kV atau 3 persen, maka dengan menggunakan skenario3 penghantar All Allumunium Alloy-Solation 150 dapat menekan besarnya jatuh tegangan menjadi 0.6 kV meskipun dalamkeadaan beban puncak maksimal.
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN BAKAR TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN UAP Qamaruddin .; Muhammad Ilyas Sikki
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2016): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jitm.v4i2.726

Abstract

Pada dunia industri terutama pada sektor produksi makanan, banyak yang menggunakan alat penukar kalor sebagai salah satu media untuk salah satu cara menghemat pemakaian bahan bakar yang dilakukan. Dengan pemasangan alat penukar kalor yang dipasang pada ekonomiser dengan pemakaian bahan bakar solar (HSD) sebesar 50% sampai dengan 100%. Jenis alat penukar kalor yang pasang adalah jenis shell and tube. Dengan memanfaatkan gas buang untuk pemanasan boiler, akan menakibatkan tingkat efisiensi boiler menjadi lebih tinggi dan juga dapat menghemat kebutuhan bahan bakar. Uap panas yang terbuang dimanfaatkan untuk pemanasan air pada alat penukar kalor sebesar 103 0C sementara uap panas yang terdapat di bolier sebesar 249 0C, dalam hal ini pemanasan boiler dapat terbantu oleh uap panas yang keluar dari alat penukar kalor. Dengan pengaturan beberapa variasi tekanan uap yaitu : 5,7 bar, 5,8 bar, 6 bar, 6,2 bar, 6,4 bar yang diatur pada boiler sehingga kita dapat menentukan atau memprediksi kebutuhan bahan bakar pada burner