Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

https://doi.org/10.36873/ KESIAPAN MASYARAKAT UNTUK MENGEMBANGKAN INTENSIFIKASI USAHATANI PADI LADANG PADA LAHAN GAMBUT DI DESA TUWUNG KECAMATAN KAHAYAN TENGAH KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH: Readiness Of The Community To Develop The Intensification Of Rice Field Business On Peat Land In Tuwung Village, Kahayan Tengah District, Pulang Kisau Regency, Central Kalimantan Province Suharno Suharno; Trisna Anggreini; Siti Zubaidah; Eti Dewi Nopembereni
AgriPeat Vol. 22 No. 2 (2021): JURNAL AGRIPEAT VOL. 22 NO. 2, SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of dryland rice farming on peatlands has great potential in order to increase national food production, especially rice. This research is a preliminary study or base line study of the action research on the intensification of upland rice on one hectare of peatland which was carried out in Tuwung Village, Kahayan Tengah District, Pulang Pisau Region of Central Kalimantan. This study aims to determine the technical and socio-economic potential and the readiness of the local community to participate in this activity. The research was conducted by exploring the opinions and responses of the local community through Focused Group Discussions (FGD) and digging up secondary data and information and appropriate literature. Tuwung village has great technical potential in the form of a fairly large land, which is 9,253 ha in the form of dry land in a peat swamp ecosystem supported by rainfall and an appropriate agro-climate for agricultural development. Currently, most of the land is in the form of rubber plantations, secondary forests and shrubs and shrubs from former cultivation that have been left uncultivated (not cultivated) for more than ten years, as well as river and oxbow lake areas, which are lakes formed from dead streams that have been formed by the river. Agricultural potentials that can be developed in this village include upland rice and secondary crops, horticulture (fruits and vegetables), animal husbandry, aquaculture (karamba) and forestry. The support and enthusiasm of the local community for the success of the study on the intensification of upland rice farming on peatlands in this village is very high, as evidenced by the establishment of a farmer group called the “Bawi Hapakat”, which is a women's farmer group. The farmer groups are the target of community development and empowerment and as direct beneficiaries of this activity
Analisis Pendapatan Dan Efisiensi Usaha Pengelolaan Kotoran Ayam Menjadi Pupuk Organik Pada Peternakan Citra Di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah Naga, Alib Biswanto Putranda Nur; Prajawahyudo, Tri; Anggreini, Trisna; Barbara, Betrixia; Yamani, Ahmad Zaki
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 20 No. 1 (2025): Februari 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v20i1.19545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis pengelolaan kotoran ayam menjadi pupuk organik; (2) Menganalisis pendapatan dari pengelolaan kotoran ayam menjadi pupuk organik; dan (3) Menganalisis efisiensi usaha atau nisbah pendapatan dari pengelolaan kotoran ayam menjadi pupuk organik di Peternakan Citra Kelurahan Tangkiling Km. 48, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif khususnya pada metode analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Pengelolaan kotoran ayam menjadi pupuk organik pada Peternakan Citra dilakukan bersamaan dengan proses pemeliharaan ayam broiler dengan menebar sekam, menaburkan kapur dan menyemprotkan EM4 (Effective Microorganism 4) sebagai dekomposer yang dapat mempercepat penguraian kotoran ayam menjadi pupuk kompos sehingga pada akhir periode pemeliharaan ayam broiler, pupuk kompos akan dikumpulkan dan siap untuk dijual; (2)Pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha pengelolaan kotoran ayam menjadi pupuk organik pada Peternakan Citra yaitu sebesar Rp. 2.421.222,00; dan (3) Efisiensi usaha yang diperoleh dari pengelolaan kotoran ayam menjadi pupuk organik pada Peternakan Citra sebesar 1,58 dimana usaha ini dapat dikatakan efisien.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usaha Budidaya Lebah Madu Pada Kelompok Tani Hutan Lima Bersaudara Di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya Doniy, Doniy; Anggreini, Trisna; Pordamantra, Pordamantra; AD, Yuprin; Ludang , Ellydia; Asiaka, Fandi K.P.
J-SEA (Journal Socio Economic Agricultural) Vol. 20 No. 2 (2025): Agustus 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/j-sea.v20i2.21447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui aktivitas budidaya lebah madu yang dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan Lima Bersaudara di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya; 2) Menganalisis faktor- faktor pakan lebah, jumlah stup, suhu, hama, masa panen, dan pengalaman beternak memengaruhi produksi madu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dilakukan secara bertahap melalui berbagai tahap, seperti pembuatan dan penempatan stup, pemindahan koloni, perawatan, pemanenan, pengemasan, dan pemasaran madu. Hasil uji menunjukkan bahwa model tidak mengalami penyimpangan seperti autokorelasi, multikolinearitas, dan heterokedastisitas. Uji Kesesuaian Model pada koefisien determinasi (R2) sebesar 90,6% menunjukkan bahwa itu sesuai dengan model dan dapat menjelaskan dampaknya terhadap produksi lebah madu. Variabel lain selain variabel independen dalam penelitian menyumbang 9,4 persen dari total.  Pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05), Fhitung sebesar 47,747 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,527 dalam uji simultan.  Ini menunjukkan bahwa variabel dependen produksi madu (Y) pada Kelompok Tani Hutan Lima Bersaudara di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya dipengaruhi oleh variabel independen berikut: pakan lebah (X1), jumlah stup (X2), suhu (X3), hama (X4), masa panen (X5), dan pengalaman berternak (X6). Uji secara parsial atau individu beberapa variabel independen yang mempengaruhi secara signifikan variabel dependen (Produksi Madu), yaitu pakan lebah (X1), jumlah stup (X2), masa panen (X5), dan pengalaman berternak lebah (X6). Uji juga beberapa variabel independen yang tidak mempengaruhi secara signifikan variabel dependen (Produksi Madu), yaitu suhu (X3) dan hama (X4).