Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KADAR LAKTOSA, KEASAMAN DAN TOTAL BAHAN PADAT WHEY FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN JUS KACANG HIJAU Dwi Novrina Nawangsari; A M Legowo; Sri Mulyani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2012): Februari 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.713 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jus kacang hijau serta pemanfaatan whey (diversifikasi produk) yang difermentasi oleh bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus acidophillus, Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Bahan yang digunakan berupa kacang hijau dan whey yang berasal dari tahu susu. Kacang hijau yang akan digunakan sebelumnya direndam selama 8 jam. Rasio antara jus kacang hijau dengan air  sebesar 1:1. Kepadatan stater yang digunakan 1,8x108sel/ml. Penelitian ini menggunakan Racangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan kemudian dianalisis dengan Sidik Ragam. Variabel yang diuji adalah kadar laktosa, keasaman dan total bahan padat. Hasil penelitian menunjukkan penambahan jus kacang hijau berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar laktosa, keasaman dan total bahan padat. Kadar laktosa 2,166%-2,378%, keasaman 0,408%-0,831%, dan total bahan padat 11,969%-14,031%. Penambahan jus kacang hijau yang terbaik dalam minuman probiotik sebanyak 30% pada proses karena efektif menurunkan kadar laktosa, meningkatkan keasaman dan menaikkan total bahan padat.
The Reproductive Performance of Local Sheep Following Induced Superovulation With Cattle Hypophisa Extracts Dwi Mei Hanifah; Suci Andanawari; Haris Tri Wibowo; Rosa Zulfikhar; Dwi Novrina Nawangsari; Sunardi, Sunardi; Dewi Pranatasari; Hendro Sukoco; Annisa Putri Cahyani
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 2 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v2i12.7204

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of pituitary extract on estrous characteristics and the percentage of pregnancy in sheep. This study used a sample of 18 individuals. This study used 3 treatments 6 replications. The treatment used was the control treatment by giving 1 ml of PGF2α. Treatment 1 is by administering 1 ml of PGF2α, 1;0.5;0.25 ml of pituitary extract and 1 ml of PGF2α. Treatment 2 is by administering 1 ml of PGF2α, 2;1;0.5 ml of pituitary extract and 1 ml of PGF2α. The results showed that there was a very significant difference in the use of pituitary extract, this could affect the onset of estrus 0.00 (P<0.01), and there was also a significant difference (P<0.05) in the intensity of estrus.
Respons Wanita Tani terhadap Pengolahan Patty Susu di Desa Gedangan Cepogo Boyolali Sudarmanto, Bambang; Dwi Novrina Nawangsari; Yesrika Nur Astria Ningrum
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i2.1451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons wanita tani terhadap pengolahan patty susu dan pengaruh karakteristik wanita tani yaitu tingkat pendidikan, jumlah kepemilikan ternak, pengalaman mengolah susu  terhadap respon. Desain kajian menggunakan one-shot case study dengan pendekatan penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Pengambilan 41 sampel menggunakan metode proposional sampling. Tingkat respons dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh karakteristik wanita tani terhadap respons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respons wanita tani berada pada kategori sangat tinggi dengan skor 3.302 (skala 779 - 3.895), Terdapat pengaruh sangat signifikan (P<0,01) pada tingkat pendidikan, jumlah kepemilikan ternak, dan pengalaman mengolah susu terhadap respon wanita tani dalam pengolahan patty susu, serta tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) pada katagori umur wanita tani.