Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisa Rugi-Rugi Energi Listrik Pada Jaringan Distribusi (JTM) Di PT. PLN (Persero) Area Gorontalo Awaludin Muhammad; Hans Tumaliang; Sartje Silimang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i3.23634

Abstract

Abstract - The distribution of electrical energy originating from the plant and distributed to consumer should be effective, efficient and reliable. Review from these criteria, in the generation of electrical energy and the distribution of electrical energy must be done rationally and economically. In the distribution network the amount of electrical energy that reaches the load is not the same as the amount of electrical energy generated due to the losses of energy. Loss on the power system network is also caused by uneven loadings between the three phase systems, the heat generated on the channel conductor and the transformer, as well as the heat generated in the bad conductor joints (loss contact). The calculation is very difficult due to the different loading conditions of the system at any time in accordance with the needs of consumers of electric power systems. Thus, the amount of loss is different from time to time, so the total loss of electric power every month and every day is different, therefore it takes an accurate calculation method to calculate the power loss of medium voltage distribution network. This accurate calculation method,to calculate the losses of electrical energy or power in PT. PLN (Persero) Gorontalo Area.Keywords : Distribution Of Electrical Energy; Losses OfElectrical Energy; Phase System; Power System. Abstrak - Distribusi energi listrik yang berawal dari pembangkit dan diakhiri dengan penggunaan oleh konsumen haruslah bersifat efektif, efisien dan dapat diandalkan. Melihat dari kriteria tersebut maka dalam pembangkitan energi listrik serta distribusi energi listrik haruslah dilakukan secara rasional dan ekonomis. Pada jaringan distribusi jumlah energi listrik yang sampai ke beban tidak sama dengan jumlah energi listrik yang dibangkitkan karena terjadi susut atau rugi-rugi (losses) energi. Rugi rugi pada jaringan sistem tenaga listrik juga disebabkan oleh pembebanan yang tidak seimbang antara ketiga sistem fasa, panas yang timbul pada konduktor saluran maupun transformator, serta panas yang timbul pada sambungan konduktor yang buruk (losscontact). Perhitungan sangat sukar karena kondisi pembebanan sistem yang berbeda setiap saat sesuai dengan kebutuhan konsumen sistem tenaga listrik. Dengan demikian besar rugi-ruginya berbeda dari waktu ke waktu, sehingga total rugi daya listrik setiap bulan dan setiap harinya berbeda-beda, karena itu dibutuhkan suatu metode perhitungan yang akurat. Metode perhitungan yang akurat ini, untuk meghitung rugi energi listrik atau daya di PT. PLN (Persero) Area Gorontalo. Kata Kunci : Distribusi Energi Listrik; Sistem Fasa; Sistem Tenaga Listrik; Susut/Losses Energi Listrik.
Rancang Bangun Sistem Kendali Automatic Transfer Switch Perusahaan Listrik Negara – Generator Set Fernando Tawurisi; Glanny M.Ch. Mangindaan; Sartje Silimang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 3 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i3.26651

Abstract

Abstract — The continuity of the distribution of electricity from the power plant to consumers cannot be guaranteed to be available at all times. This is due to the possibility of disruption that occurs at the power plant, transmission lines and distribution channels. To simplify the operation of the generator set, with the aim of increasing the reliability of the supply of electrical energy, we need a system that can work automatically in its control. This research produces an Automatic Transfer Switch (ATS) / Automatic Main Failure (AMF) tool that can move supplies from PLN to the generator or vice versa. The method used is to design a tool that can detect stresses at both sources and carry out the process of programming the tool. From several analyzes, ATS / AMF was able to acquire data in the form of voltage with an average error of 4.57 Vac. From the test results, it was found that there was a time lag between the interruption of PLN supply until the generator set was turned on and ready to be loaded for 15 seconds. And when PLN returns to normal, there is a lag time of less than 1 second in the transfer of supplies from the generator to PLN.Keywords — Automatic transfer Switch ; Automatic main Failure ; Control System ; voltage Abstrak — Kontuinitas penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit sampai ke konsumen tidak bisa dijamin tersedia setiap saat. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan gangguan yang terjadi pada pusat pembangkit, saluran transmisi maupun saluran distribusi. Untuk mempermudah pengoperasian genset , dengan tujuan untuk meningkatkan keandalan penyediaan energi listrik, maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat bekerja secara otomatis dalam pengontrolannya. Penelitian ini menghasilkan Alat Automatic transfer Switch (ATS) / Automatic Main Failure (AMF) yang dapat memindahkan suplai dari PLN ke Genset Ataupun Sebaliknya. Metode yang digunakan dengan merancang alat yang dapat mendeteksi tegangan pada kedua sumber serta melakukan proses pemrogrman pada alat. Dari beberapa analisa didapatkan, ATS/AMF mampu mengakuisisi data berupa tegangan dengan galat rata-rata sebesar 4,57 Vac. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa terdapat jeda waktu antara suplai PLN yang  mengalami gangguan sampai genset dihidupkan dan siap dibebani yaitu sebesar 15 detik. Dan pada saat PLN kembali normal didapatkan jeda waktu kurang dari 1 detik dalam perpindahan suplai dari genset ke PLN.Kata Kunci — Automatic transfer Switch ; Automatic main Failure ; sistem kendali ; Tegangan 
Perbaikan Tegangan Pada Saluran Distribusi 20kV Feeder Tinoring Ahasweros Mampori; Sartje Silimang; Meita Rumbayan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v12i1.47881

Abstract

Abstract — One of the problems in the distribution of electric power is the voltage drop that occurs in the distribution process. Voltage drop is a voltage drop starting from the feeder source to the end of the line. There are several causes that can result in a voltage drop, one of which is the resistance and inductance along the line which can cause voltage losses and will reduce the amount of voltage reaching the end of the line. Apart from that, the farther the distance from the voltage source to the end of the line, the more voltage losses that occur in the power distribution line. And also that affects is the amount of load used by the consumer itself . Therefore, the purpose of this study is to find out how to improve the quality of the voltage or reduce the voltage drop on the power distribution line. To solve the problem of voltage drop, in this study using the analysis method of calculating the voltage drop and using uprating conductor method for the solution which initially used a conductor with an area of ​​70mm replaced with a 150mm conductor. After analyzing and calculating the voltage drop before and after the replacement of the conductor, the results obtained are, for the voltage drop in the Tinoring Feeder of 6.165%. For solutions with conductor replacement, the voltage drop value is 3.8%. This shows that replacing the conductor area with a larger size can solve the problem of voltage drop in the distribution of electric power. Keywords: Distribution of electric powe,r Improving voltage quality, Replacement of conductors, Voltage drop. . Abstrak — Salah satu masalah pendistribusian tenaga listrik adalah adanya jatuh tegangan yang terjadi dalam proses pendistribusian. Jatuh tegangan merupakan penurunan tegangan yang dimulai dari sumber penyulang sampai di ujung saluran. Ada beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya jatuh tegangan salahsatunya adalah adanya resistansi dan induktansi sepanjang saluran yang dapat menyebabkan terjadinya rugi-rugi tegangan dan akan mengurangi jumlah tegangan sampai di ujung saluran. Selain dari itu semakin jauh jarak sumber tegangan sampai ke ujung saluran maka semakin bayak pula rugi tegangan yang terjadi dalam saluran pendistribusian tenaga listrik . Dan juga yang mempengaruhi adalah jumlah beban yang digunakan oleh konsumen itu sendiri . Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara untuk memperbaiki kualitas tegangan atau mengurangi jatuh tegangan pada saluran pendistribusian tenaga listrik. Untuk mengatasi masalah jatuh tegangan, dalam penelitian ini menggunakan metode analisa perhitungan jatuh tegangan dan menggunakan solusi penggantian luas penghantar yang awalnya menggunakan penghantar dengan luas 70mm diganti dengan penghantar 150mm . Setelah melakukan analisa dan perhitungan jatuh tegangan sebelum dan sesudah penggantian penghatar , maka di peroleh hasil yaitu, untuk jatuh tegangan di penyulang Feeder Tinoring Sebesar 6,165 %. Untuk solusi denganp penggantian penghantar diperoleh nilai jatuh tegangan sebesar 3,8 %. Ini menunjukkan bahwa penggantian luas penghantar dengan ukuran yang lebih besar dapat mengatasi masalah jatuh tegangan dalam pendistribusian tenaga listrik. Kata Kunci : Jatuh Tegangan, Memperbaiki kualitas tegangan, Pendistribusian tenaga listrik , Penggantian penghantar.
Indeks Keandalan Sistem Distribusi Daya Listrik Berdasarkan SAIFI dan SAIDI: Reliability Index of Electrical Power Distribution System Based on SAIFI and SAIDI Silimang, Sartje
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - System reliability becomes an important part in the distribution of electrical energy. Disruptions from both internal and external factors that caused a long duration blackouts and often occured can affect the level of system reliability, in fact the blackouts that occured can cause cost losses due to undistributed energy. Therefore, it needs to calculate the reliability index based on SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) and SAIDI (System Average Interruption Duration Index) in North Minahasa area which have 9 feeder from 4 main station and compare the result of calculating with PLN, IEEE, and WCS&WCC standard which has been multiplied with Sulawesi area adjustment factors by 1.3 and the calculation of cost loss experienced due to blackouts in 2019 and 2020. Based on the calculation result and analysis shows that almost all feeder in 2019 and 2020 had SAIFI and SAIDI value exceeding the standard except SW 2 feeder with SAIFI and SAIDI value by 0,00028 times/customer/year and 0,00083 hours/customer/ year in 2019 and in 2020 by 0,00011 times/customer/year and 0,00032 hours/customer/year. With the total of cost loss in 2019 and 2020 is Rp.2.069.227.200 and Rp.859.432.000. All the feeders that do not exceed the standard can be said reliable and the feeders that exceed the standard is unreliable. Keywords - Cost loss; North Minahasa; Reliability; SAIDI; SAIFI. Abstrak - Keandalan sistem menjadi bagian penting dalam pendistribusian energi listrik. Gangguan- gangguan baik oleh faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan pemadaman yang durasinya begitu lama dan sering terjadi dapat mempengaruhi tingkat keandalan sistem, bahkan pemadaman yang terjadi dapat menimbulkan kerugian biaya karena energi yang tidak tersalurkan. Untuk itu perlu dilakukan perhitungan indeks keandalan berdasarkan SAIFI (System Avarage Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Avarage Interruption Duration Index) di area Minahasa Utara yang terdapat 9 penyulang dari 4 Gardu Induk dan membandingkan hasil perhitungan dengan standar PLN, IEEE, WCS&WCC yang telah dikalikan dengan faktor   penyesuaian daerah Sulawesi sebesar 1,3 serta perhitungan kerugian biaya yang dialami akibat adanya pemadaman tahun 2019 dan 2020. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa menunjukkan bahwa hampir semua penyulang di tahun 2019 dan 2020 memiliki nilai SAIFI dan SAIDI melebihi standar kecuali penyulang SW 2 dengan nilai SAIFI dan SAIDI tahun 2019 sebesar 0,00028 kali/pelanggan/tahun dan 0,00083 jam/pelanggan/tahun serta tahun 2020 sebesar 0,00011 kali/pelanggan/tahun dan 0,00032 jam/pelanggan/tahun. Dengan total kerugian biaya di tahun 2019 dan 2020 sebesar Rp.2.069.227.200 dan Rp.859.432.000. Semua penyulang yang tidak melebihi standar dapat dikatakan andal dan yang melebihi standar dapat dikatakan tidak andal. Kata kunci – Kerugian Biaya; Minahasa Utara; Keandalan; SAIDI; SAIFI.