Ervi Rachma Dewi
Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Metode Door To Door Dalam Pendampingan Gizi Balita Stunting di Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang Ervi Rachma Dewi; M. Husni Mubaroq; Devi Febriani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i2.220

Abstract

Stunting merupakan kondisi balita yang mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Faktor resiko stunting diantaranya status gizi, kebersihan lingkungan, makanan pendamping ASI, ASI ekslusif, berat badan lahir Data dari dinas kesehatan Kapupaten Rembang pada tahun 2020 menyebutkan kasus stunting terbanyak adalah di Kecamatan Pamotan dengan jumlah 261 kasus. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pemahaman responden tentang faktor resiko penyebab stunting. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah door to door melalui pendekatan, observasi, wawancara, dan sosialisasi serta pendampingan. Hasil dari pengabdian masyarakat diperoleh informasi responden berdasarkan usia, pendidikan, dan penghasilan keluarga. Kegiatan observasi didapatkan informasi tentang riwayat kehamilan, berat lahir bayi, pemberian ASI ekslusif, riwayat kelahiran, dan DDTK. Pada kegiatan wawancara didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yg kurang mengenai stunting sebanyak 35%. Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilakukan secara aktif dan antusias oleh responden. Simpulannya adalah pemahaman masyarakat pada faktor resiko stunting akan lebih efektif dalam melakukan intervensi terpadu pada kasus stunting balita. 
Perbedaan Alat Peraga Pernafasan dengan Media Ular Tangga dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Merokok Ervi Rachma Dewi; Abdul Wachid; Laila Noor Mufida
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2: Oktober 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/jpkm.v3i2.361

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dengan menggunakan metode alat peraga pernafasan dan permainan ular tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi pre experimental designs. Penelitian ini menggunakan rancangan posttest only design. Pengambilan sampelnya memakai simple random sampling, dengan diacak pada kelas 7 dan 8 pada 2 kelompok yaitu kelompok alat peraga pernafasan dan kelompok permainan ular tangga. Dengan menggunakan instrumen menyebar kuesioner secara langsung di MTs. NU Khoiriyah Bae Kudus. Analisis data menggunakan uji mann whitney. Pada hasil univariat alat peraga pernafasan mean 90,55 standar devisiasinya 8,988 sedangkan pada permainan ular tangga mean 96,40 standar devisiasi 5,384. Pada analisis data uji mann-whitney p value menunjukkan 0,026 0,05 artinya Ho ditolak Ha diterima, artinya terdapat perbedaan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dengan menggunakan metode alat peraga pernafasan dan permainan ular tangga. Ada perbedaan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dengan menggunakan metode alat peraga pernafasan dan ular tangga.
Edukasi Dampak Penggunaan Smartphone pada Remaja David Laksamana Caesar; Abdul Wachid; Ervi Rachma Dewi; Muhammad Husni Mubaroq; Eko Prasetyo
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.114

Abstract

Prosentase penggunaan smartphone pada kalangan remaja dan anak usia sekolah sangat tinggi. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2017 menunjukan > 43% remaja telah menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat memberikan dampak yang negative pada remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di tiga sekolah menengah di Jawa Tengah. Jumlah responden kegiatan sebanyak 450 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah ceramah dan diskusi, dengan menggunakan instrument slide presentasi dan video edukasi. Hasil kegiatan menunjukan siswa sangat tertarik dengan informasi yang diberikan oleh penyaji. Terdapat umpan balik dari siswa berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan dampak penggunaan smartphone, serta berbagai macam mitos dan faktanya. Harapanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menjadikan siswa lebih bijaksana dalam menggunakan smartphone.
ANALISIS HIGIENE SANITASI DAN KEPADATAN LALAT DI LINGKUNGAN PETERNAKAN AYAM David Laksamana Caesar; Ulin Hidayah; Ervi Rachma Dewi; Risna Endah Budiati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2023): J-KESMAS Volume 9 Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v9i1.3958

Abstract

Peternakan ayam merupakan salah satu usaha yang berpotensi menimbulkan dampak negative bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Higeine Sanitasi peternakan ayam merupakan upaya pencegahan dampak negative terhadap lingkungan dan masyarakat dengan jalan menjaga kebersihan diri dan lingkungan kandang untuk mencegah rantai perkembangbiakan vector penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hygiene, sanitasi, dan kepadatan lalat di lingkungan peternakan ayam. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Total sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 31 sampel. Terdapat dua instrument utama dalam penelitian ini yaitu lembar observasi yang digunakan untuk mengetahui kondisi hygiene dan sanitasi peternakan ayam, serta fly grill untuk mengetahui kepadatan lalat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui 48,8% responden memiliki kondisi personal hygiene yang sedang dan buruk. 64,5% kandang ternak dalam kondisi buruk, dan hanya 3,2% saja dalam kondisi baik. Jumlah kepadatan lalat dalam kondisi rendah sebanyak 89,5%. Perlu upaya peningkatan personal hygiene dan sanitasi lingkungan peternakan agar dampak negative yang ditimbulkan menurun.
KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENGURANGI TIMBULAN SAMPAH DI KABUPATEN KUDUS David Laksamana Caesar; Maria Ulfa; Deva Putri Mayari; Ervi Rachma Dewi
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2024): J-KESMAS Volume 10 Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v10i2.5910

Abstract

Berdasarkan data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2022 Jawa Tengah merupakan provinsi penghasil sampah tertinggi di Indonesia yaitu menghasilkan 5,76 juta ton atau 16,03% dari total timbulan sampah nasional. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan produksi sampah yang terbanyak adalah Kabupaten Kudus. Sampah yang terkelola di Pusat Daur Ulang Kabupaten Kudus pada tahun 2022 mencapai 1.312,54 ton/tahun sedangkan sampah masuk 1.890,70 ton/tahun, artinya belum semua sampah terkelola sepenuhnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kajian pengelolaan sampah organik untuk mengurangi timbulan sampah di pusat daur ulang Kabupaten Kudus. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kombinasi. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui jumlah timbulan sampah sebagai bahan baku kompos yang ada di pusat daur ulang, sehingga dapat diperoleh rata-rata jumlah kompos yang dihasilkan dan sisa jumlah sampah yang belum terolah. Analisis kualitatif dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang telah tersusun. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur. Jumlah informan sebanyak 6 orang.   Timbulan sampah di pusat daur ulang yaitu sebesar 5,49 m3, namun yang terkelola hanya 2,98 m3 perhari. Rata-rata jumlah kompos yang dihasilkan 1,95 m3/siklus, karena bahan baku kompos yang diproses mengalami penyusutan. Proses pengelolaan sampah organik yaitu melalui pemilihan, pencacahan, penimbangan, dan proses fermentasi dengan diberi EM4, air, tetes tebu hingga menjadi kompos selama 2 bulan prosesnya. Pusat daur ulang sampah efektif dalam mengurangi sampah efektif sebesar 79,6%.
Health Digital Literacy: Edukasi Kesehatan Remaja Dengan Media Digital Interaktif Ervi Rachma Dewi; Risna Endah Budiati; Eko Prasetyo; M. Maulana Yusuf; Ulya Lathifah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.620

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat meningkatkan akses internet di kalangan remaja, namun juga diiringi dengan risiko rendahnya literasi digital kesehatan yang dapat berdampak pada kesalahan pengambilan keputusan terkait kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam memahami, menilai, serta memanfaatkan informasi kesehatan secara aman, efektif, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan selama satu pekan (21–28 Januari 2026) di SMP Negeri 1 Mejobo Kudus dengan sasaran 40 siswa kelas VIII. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui edukasi, workshop penyusunan media digital kesehatan, serta pendampingan edukasi teman sebaya. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta penilaian keterampilan penyusunan media.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan dari perubahan kategori pengetahuan dari mayoritas kurang (62,5%) sebelum intervensi menjadi mayoritas baik (87,5%) setelah intervensi. Peserta juga mampu menyusun media edukasi kesehatan digital seperti poster dan menyampaikan informasi kesehatan kepada teman sebaya melalui kegiatan pameran. Selain itu, terbentuk agen edukator sebaya yang berperan dalam memperluas edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital kesehatan remaja serta menghasilkan media edukasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, integrasi program literasi digital kesehatan dalam kegiatan rutin sekolah sangat direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif di kalangan remaja.
Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Anti Perundungan pada Mahasiswa David Laksamana Caesar; Arina Hafadhotul Husna; Ervi Rachma Dewi; Naisya Zaidatul Aziza
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.597

Abstract

Kasus perundungan di perguruan tinggi dalam lima tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan bahwa 3 dari 10 perempuan pernah mengalami kekerasan seksual, dengan sebagian besar kasus terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Provinsi Jawa Tengah mencatat peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan, hal ini menunjukan bahwa kampus belum menjadi zona aman dari tindakan kekerasan seksual dan perundungan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang pencegahan kekerasan seksual dan anti perundungan di lingkungan kampus, harapanya melalui kegiatan ini mahasiswa paham tentang konsep kekerasan seksual dan perundungan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan beberapa metode yaitu ceramah, diskusi, dan simulasi. Media yang digunakan dalam kegiatan antara lain power point dan video. Hasil kegiatan menunjukan bahwa mahasiswa memahami tentang dasar hukum, konsep relasi kuasa, dampak kekerasan seksual dan perundungan. Mahasiswa juga mengetahui mekanisme pelaporan dan pendampingan, jika terjadi kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus.