Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IDENTIFIKASI SOFT SKILLS GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Wiwin Sri Hidayati; Jauhara Dian Nurul iffah; Muhammad Farhan Rafi
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soft skills merupakan jalinan antara intrapersonal skills dan interpersonal skills. Implementasi soft skills dalam pembelajaran matematika dibutuhkan karena sejalan dengan standar proses pembelajaran, dimana salah satu prinsip pembelajaran menyeimbangkan antara soft skills dan hard skills. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi soft skills guru dalam pembelajaran matematika. Subjek adalah salah satu guru yunior di SMA N 3 Jombang. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan didukung dengan instrumen bantu lembar observasi, dan pedoman wawancara. Kredibilitas data dengan triangulasi waktu. Data yang kredible dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi soft skills subjek dalam pembelajaran matematika. Hasil identifikasi soft skills subjek dalam pembelajaran matematika di SMA sebagai berikut: (1) mengembangkan atribut manajemen waktu dalam pembelajaran; (2) mengembangkan atribut komunikasi matematika baik verbal maupun non verbal; (3) mengembangkan atribut kerja sama tim yang memang dibutuhkan dalam pembelajaran;dan (4) mengembangkan atribut penyelesaian soal dalam pembelajaran matematika
PELATIHAN PEMBUATAN UJIAN ATAU KUIS ONLINE BAGI MAHASISWA MICRO TEACHING Muhammad Farhan Rafi; Ima Chusnul Chotimah; Faisol Hamid
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketercapaian siswa dalam memahami suatu mata pelajaran bisa dilihat dari nilai mereka. Nilai tersebut berasal dari tes, kuis, ulangan atau ujian dari bapak ibu guru. Sejak pandemi covid-19 semua jenis kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring begitu juga proses penilaian siswa. STKIP PGRI Jombang mempunyai program Micro Teaching bagi mahasiswa semester VI. Salah satu kegiatannya adalah latihan mengajar termasuk latihan memberikan kuis, ulangan dan ujian kepada siswa. Permasalahan yang terjadi pada mahasiswa Micro Teaching adalah rendahnya pengetahuan atau penggunaan aplikasi online dalam penilaian siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penilaian online dengan menggunakan platform Google Form bagi mahasiswa Micro Teaching khususnya mahasiswa prodi pendidikan Bahasa Inggris. Pelatihan ini telah dilaksanakan secara daring melalui platform berupa Zoom dengan kegiatan sebagai berikut: pembuatan grup WA, penyampaian materi dengan presentasi, diskusi dan Tanya jawab dan melakukan praktik pembuatan penilaian online dengan menggunakan Google form. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiswa Micro Teaching tentang penggunaan aplikasi penilaian online dengan menggunakan Google form.
PEMANFAATAN POWTOON UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA REAL TEACHING DALAM MENGAJAR Muhammad Farhan Rafi; Dian Anik Cahyani
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi mendorong pengajar untuk memanfaatkan teknologi menggunakan media elektronik sebagai media pembelajaran sebagai alat dukung dalam proses pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi adalah Powtoon sebagai media presentasi yang dapat diubah menjadi video dan dapat diputar berulang-ulang. Powtoon adalah aplikasi online dengan animasi kartun yang menghadirkan efek transisi yang hidup. Powtoon mampu menyajikan materi yang lebih efektif melalui kemampuan visual, teks, grafis, gambar, foto, sound dan animasi. Mahasiswa STKIP PGRI Jombang yang melaksanakan kegiatan Real Teaching mempunyai permasalahan pada penyampaian materi dengan bentuk presentasi yang masih belum menarik. Kegiatan pengabdian yang bertujuan memberikan pelatihan media pembelajaran powtoon untuk meningkatkan kreativitas bagi mahasiswa real teaching dalam menyampaikan materi mampu memberikan solusi dengan baik. Pelatihan ini dilaksanakan di STKIP PGRI Jombang dengan sasaran mahasiswa prodi pendidikan Bahasa Inggris yang melaksanakan kegiatan Real Teaching pada semester Genap 2019/2020. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut: membuat Group WA, penyampaian materi melalui video, diskusi, tanya jawab, dan praktek. Pelatihan ini menghasilkan kemampuan mahasiswa real teaching dalam pembuatan bahan ajar berbasis media pembelajaran powtoon dan produknya dapat diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran di kelas dan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyengkan.
TEACHING SPEAKING WITH READER’S THEATRE Muhammad Farhan Rafi
E-LINK JOURNAL Vol 6, No 1 (2019): E-LINK JOURNAL
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.538 KB) | DOI: 10.30736/ej.v6i1.120

Abstract

The study aims to investigate the implementation of  the technique of Reader’s Theatre in the teaching learning process of speaking class at STKIP PGRI Jombang specially at subject of Speaking for Daily Communication. Since The objective of Speaking class is to improve and develop student’s speaking skill fluently, correctly and accurately, the technique of Reader’s Theatre is offered to help students to speak English very well. Students can speak with correct vocabulary, proper pronunciation and good grammar. The subject of the research is students of English department 2017 A and B. The research method isconducted by  describing all activities on speaking for daily communication by using Reader’s Theatre. To collect the data, the researcher uses the instrument by observing the condition of the class during the technique of reader’s theatre applied. The result of the research states that Reader’s Theatre can give a possitive activity to students involved in Speaking class. Students can have a good response toward the Reader’s Theatre technique. Key words: Reader’s theatre, Speaking class
KESULITAN SISWA TERHADAP TEKS BAHASA INGGRIS Muhammad Farhan Rafi; Suharyono .; Abdullah Farih
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca merupakan sebuah ketrampilan yang sangat penting, banyak hal akan bisa didapatkan dengan membaca. Siswa akan memperoleh informasi atau pengetahuan yang mereka belum mengetahui sebelumnya dari membaca teks atau bacaan. Dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris, Bacaan atau teks Bahasa Inggris merupakan materi yang harus diperoleh oleh siswa. Jika siswa mengalami kesulitan dalam memahami teks atau bacaan, maka ini akan mempengaruhi pemahaman dan tentunya akan mempengaruhi hasil belajar mereka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa dalam memahami bacaan atau teks Bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan deskriptif statistic. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data. Kuesioner ini diadopsi dari beberapa sumber dengan menyesuaikan kebutuhan penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Amin Mojokerto tahun ajaran 2021-2022. Berdasarkan dari hasil penelitian terdapat 6 kategori kesulitan memahami teks yaitu latar belakang tentang pengetahuan siswa terhadap teks, pemahaman siswa terhadap kalimat dalam teks, kosakata Bahasa Inggris siswa, motivasi siswa terhadap teks, memory siswa terhadap teks dan pemaham siswa terhadap struktur teks. Namun Kosa kata dan kalimat dalam teks merupakan kategori yang membuat kesulitan siswa dalam memahamu teks Bahasa Inggris
Gamified Flipped Classroom: Enjoyful Framework dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Muhammad Farhan Rafi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Nasional Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8555

Abstract

Strategi pembelajaran flipped classroom sudah menjadi tren sebagai pembelajaran aktif yang sedang berkembang saat ini. Keberadaan strategi pembelajaran flipped classroom telah diterapkan juga dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Strategi pembelajaran ini menarik untuk diimplementasikan karena tidak hanya mengubah teacher-centered menjadi student-centered tetapi juga memberikan peningkatan terhadap prestasi belajar dan keterlibatan siswa dalam prose pembelajaran. Namun demikian, dalam penerapannya masih ditemukan banyak tantangan dalam proses penerapannya, sehingga diperlukan adanya kerangka pembelajaran yang mampu memberikan proses yang kuat agar siswa mampu memiliki kemampuan sesuai capaian pembelajaran. Menanggapi hal tersebut dibutuhkan pembelajaran yang berbeda dalam proses flipped classroom yaitu game-based learning. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah atau framework pembelajaran yang mampu memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran siswa yaitu gamified-flipped classroom. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kerangka atau framework pembelajran yang kuat untuk strategi pembelajaran flipped classroom dengan menggabungkan game-based learning di dalamnya. Setelah menelaah teori yang relevan dan bukti temuan empiris, hasil penelitian ini memberikan framework strategi pembelajaran gamified-flipped classroom yang terdiri dari tiga bagian yaitu introduction, Self-study before class dan Learning Session in the class dengan memadukan aplikasi permainan didalamnya. Framework pembelajaran dalam penelitian ini dianggap sebagai penelitian awal, dengan demikian diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan kefektifannya.