windaningsih windaningsih
communication Science Department, Faculty of Economic & Communication Bina Nusantara University Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEMIOTIKA HUMOR POLITIK DALAM TAYANGAN TALK SHOW SENTILAN SENTILUN windaningsih windaningsih
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.495 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.16.1.2445

Abstract

Secara umum humor dimaknai sebagai sesuatu yang menggelikan, memesona, aneh, identik dengan kelucuan, sehingga mampu merangsang seseorang untuk tertawa atau tersenyum. Tidak hanya menjadi bumbu dalam sebuah pementasan seni, seperti ludruk, ketoprak, program komedi juga banyak sekali ditayangkan di televisi seperti Opera Van Java, Ngelaba, Ketoprak Humor, Warkop DKI, Kadir dan Doyok, Indonesia Lawak Club, Sentilan-sentilun, Sitkom dan masih banyak lagi yang lainnya. Program talk show komedi Sentilan-sentilun yang tayang di Metro Tv dengan durasi 30 menit merupakan program komedi yang sedikit berbeda dengan mengangkat tema seputar dunia politik dan isu-isu nasional lainnya. Dengan kemasan komedi yang menarik, konten politik disini lebih mudah dicerna dan diterima oleh masyarakat, bahkan tak jarang menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial. Hal ini menarik karena selama ini tema politik dianggap terlalu berat, selain itu kritik juga kurang bisa diterima oleh kalangan elit. Kemunculan humor politik memberikan warna baru bagi masyarakat tentang dunia politik. Secara denotasi dan konotasi episode ini menertawakan tingkah para politisi yang dianggap lucu dan memalukan karena suka mengemis atau meminta-minta bahkan seringkali memperumit masalah. Satire adalah humor yang mempermalukan menyindir suatu hal, situasi, atau tokoh cara ini paling sering digunakan hingga 28% dalam talkshow sentilan sentilun episode pindah rumah. Para pemain disini menyindir para penguasa yang seringkali disebut sebagai yang mulia yang tidak hanya merasa bodoh tetapi dianggap benar-benar bodoh. Pun yaitu jenis humor yang menggunakan permainan makna kata menjadi jenis humor kedua yang sering digunakan yaitu penggunaan kata yang dibolak balik dalam kalimat menjadi sesuatu yang menarik dan saling terkait. Karena maknanya yang semakin variative. Selanjutnya adalah bombats yaitu berbicara secara muluk-muluk atau retoris. Selain itu penggunaan infintilism yaitu bermain dengan bunyi kata-kata dan Sarcam yaitu komentar yang menggigit dengan nada yang tajam. Bentuk bentuk humor yang muncul menunjukkan bahwa pemerintah memberikan ruang kepada masyarakat untuk memberikan kritik yang membangun kepada pemerintah, pejabat publik serta kebijakan-kebijakaan yang dikeluarkan.
SEMIOTIKA HUMOR POLITIK DALAM TAYANGAN TALK SHOW SENTILAN SENTILUN windaningsih windaningsih
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.495 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.16.1.2445

Abstract

Secara umum humor dimaknai sebagai sesuatu yang menggelikan, memesona, aneh, identik dengan kelucuan, sehingga mampu merangsang seseorang untuk tertawa atau tersenyum. Tidak hanya menjadi bumbu dalam sebuah pementasan seni, seperti ludruk, ketoprak, program komedi juga banyak sekali ditayangkan di televisi seperti Opera Van Java, Ngelaba, Ketoprak Humor, Warkop DKI, Kadir dan Doyok, Indonesia Lawak Club, Sentilan-sentilun, Sitkom dan masih banyak lagi yang lainnya. Program talk show komedi Sentilan-sentilun yang tayang di Metro Tv dengan durasi 30 menit merupakan program komedi yang sedikit berbeda dengan mengangkat tema seputar dunia politik dan isu-isu nasional lainnya. Dengan kemasan komedi yang menarik, konten politik disini lebih mudah dicerna dan diterima oleh masyarakat, bahkan tak jarang menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial. Hal ini menarik karena selama ini tema politik dianggap terlalu berat, selain itu kritik juga kurang bisa diterima oleh kalangan elit. Kemunculan humor politik memberikan warna baru bagi masyarakat tentang dunia politik. Secara denotasi dan konotasi episode ini menertawakan tingkah para politisi yang dianggap lucu dan memalukan karena suka mengemis atau meminta-minta bahkan seringkali memperumit masalah. Satire adalah humor yang mempermalukan menyindir suatu hal, situasi, atau tokoh cara ini paling sering digunakan hingga 28% dalam talkshow sentilan sentilun episode pindah rumah. Para pemain disini menyindir para penguasa yang seringkali disebut sebagai yang mulia yang tidak hanya merasa bodoh tetapi dianggap benar-benar bodoh. Pun yaitu jenis humor yang menggunakan permainan makna kata menjadi jenis humor kedua yang sering digunakan yaitu penggunaan kata yang dibolak balik dalam kalimat menjadi sesuatu yang menarik dan saling terkait. Karena maknanya yang semakin variative. Selanjutnya adalah bombats yaitu berbicara secara muluk-muluk atau retoris. Selain itu penggunaan infintilism yaitu bermain dengan bunyi kata-kata dan Sarcam yaitu komentar yang menggigit dengan nada yang tajam. Bentuk bentuk humor yang muncul menunjukkan bahwa pemerintah memberikan ruang kepada masyarakat untuk memberikan kritik yang membangun kepada pemerintah, pejabat publik serta kebijakan-kebijakaan yang dikeluarkan.
INSTAGRAM SOCIAL MEDIA TRAINING TO INTRODUCE THE BRAWIJAYA MUSEUM COLLECTIONS TO THE DIGITAL PUBLIC Sri Pandanari, Dika; Kabir, Gedong; Windaningsih; Setyowibowo, Bhekti; Dhamayanti, Meilani
SEEIJ (Social Economics and Ecology International Journal) Vol. 10 No. 1 (2026): March
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/seeij.v10i1.14562

Abstract

Brawijaya Museum is a military history center in Malang City that has a wealth of valuable collections. Unfortunately, this museum is not yet fully known by the digital community. Limitations in digital communication strategies, especially through social media, have limited the museum's reach to visits by educational institutions such as student groups facilitated by teachers. This community service activity aims to provide training in the use of social media, especially Instagram, to the management of the Brawijaya Museum to increase the visibility and appeal of the museum's collections to the wider public. The methods used in this activity include technical training, assistance in creating visual content and interactive narratives, optimizing Instagram features, and preparing guidelines for implementing Instagram social media management for the sustainability of the museum's existence on social media. The active participation of partners in each stage of the activity strengthens the sustainability of the program, while increasing their capacity to manage digital media independently. The results of this activity show an increase in the ability of partners to produce and manage content on Instagram, as well as the preparation of a digital communication strategy for managers. This activity is expected to be a model for strengthening digital capacity for other institutions in reaching the digital community more effectively