Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

AKTIVITAS PENGHAMBATAN α-GLUCOSIDASE PADA MINUMAN JELI KULIT MELINJO KUNING [ACTIVITY OF α-GLUCOSIDASE INHIBITION ON JELLY DRINK OF YELLOW MELINJO PEELS (Gnetum gnemon L.)] Mastuti, Titri Siratantri; Lausane, Aurelia Clara; Siregar, Tagor M.
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 2 No. 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melinjo peel has a high content of polyphenol compounds, is expected to inhibit the activity of the enzyme α-glucosidase. The activity of α-glucosidase is related to the absorption of glucose and blood sugar. The content of polyphenols in the melinjo peel can be utilized more optimally by making the juice of melinjo fruit peel and processed as a jelly drink. Making jelly drinks requires hydrocolloids as a gelling material. The objective of the research are to determine the type of melinjo peel juice that has the best α-glucosidase inhibition activity and determine the ratio of melinjo peel juice  and the best percentage of hydrocoloid in the making of jelly drinks. The first stage of research is to determine the type of melinjo peel  red, yellow, and green that will be selected into the best melinjo skin juice that has inhibitory activity αglucosidase and also has the best antioxidant activity. The second stage of research is making the best jelly drinks with treatment ratio between water and melinjo peel juice and percentage of the amount of hydrocoloid used. IC 50 of α-glucosidase inhibition activity yellow melinjo peels juice is 22,393 ppm as the highest activity. Based on organoleptic, color, texture, pH, total soluble solid, and syneresis tests that were done to all samples of jelly drink, the selected jelly drink is the one with 50:50 ratio of yellow melinjo peels juice to water and concentration of hydrocoloid of 0.20%. The jelly drink has IC 50  Î±-glucosidase inhibition of 30,974 ppm, antioxidant activity of 12.4054 mg VCE/100mL, phenolic total of 0.4037 mg GAE/g, flavonoid total of 0.0173 mg QE/g. ABSTRAKKulit melinjo memiliki kandungan senyawa polifenol yang tinggi, diharapkan dapat menghambat aktivitas enzim α-glukosidase. Aktivitas α-glukosidase berhubungan dengan penyerapan glukosa dan kadar gula di dalam darah. Kandungan polifenol pada kulit melinjo dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dengan cara mengambil sari kulit buah melinjo dan diolah sebagai minuman jeli. Pembuatan minuman jeli memerlukan hidrokoloid sebagai bahan pembentuk jel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis sari kulit melinjo yang memiliki aktivitas penghambatan α-glukosidase terbaik serta menentukan rasio sari kulit melinjo dan persentase hidrokoloid terbaik dalam pembuatan minuman jeli. Tahap pertama penelitian adalah menentukan jenis kulit melinjo merah, kuning, dan hijau yang akan dipilih menjadi sari kulit melinjo yang memiliki aktivitas penghambatan α-glukosidase dan juga memiliki aktivitas antioksidan terbaik. Tahap kedua penelitian adalah pembuatan minuman jeli dengan perlakuan rasio antara sari kulit melinjo dan air serta konsentrasi  hirokoloid  yang dipakai. Aktivitas penghambatan α-glukosidase tertinggi diperoleh dari sari kulit melinjo kuning d engan nilai IC50 sebesar 22.393 ppm. Berdasarkan uji organoleptik, warna, tekstur, pH, total padatan terlarut, dan sineresis, minuman jeli terpilih dengan rasio sari kulit melinjo kuning:air 50:50 dan konsentrasi hidrokoloid  0,20%. Minuman jeli sari kulit melinjo kuning memiliki nilai IC50 penghambatan  α-glukosidase 30974 ppm, aktivitas antioksidan 12,4054 mg VCE/100mL, total fenolik  0,4037 mg GAE/g, total flavonoid 0,0173 mg QE/g.Kata kunci : aktivitas antioksidan, α-glukosidase, hidrokoloid, kulit melinjo, minuman jeli
AKTIVITAS INHIBISI α-GLUKOSIDASE PADA MINUMAN FUNGSIONAL JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT MELINJO KUNING (Gnetum gnemon Linn.) Siregar, Tagor Marsillam; Neysha, Aileen
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 3 No. 2 (2020): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yellow melinjo (Gnetum gnemon Linn.) peel extract contains active components such as resveratrol, tannin, steroid, flavonoid, and saponin. Ginger (Zingiber officinale Rosc.) also contains active components such as gingerol, paradol, and shogaol. These components in ginger and yellow melinjo peels are reported to have the activity to inhibit α-glucosidase. This research aim was to utilize yellow melinjo peel extract and ginger steep as functional drink that might have the activity to inhibit α-glucosidase. This research was divided into two stages. The preliminary stage was done to characterize yellow melinjo peel extract and ginger steep through activity inhibition of α-glucosidase, total phenolic, total flavonoid, and antioxidant activity. Main research was done to apply yellow melinjo peel extract and ginger steep into functional drink that use different concentration of yellow melinjo peel extract (0,12%, 0,16%, and 0,20%) and also using different concentration of stevia sweetener (0,3%; 0,4%; and 0,5%). All functional drinks’ formula was analyzed in organoleptic (scoring and hedonic), color, pH, and total soluble solids tests. The selected functional drink was analyzed for its activity of α-glucosidase inhibition, α-glucosidase inhibition kinetics, total phenolic, total flavonoid, and antioxidant activity. Yellow melinjo peel extract has activity inhibition of α-glucosidase (IC50)99.87 ppm, total phenolic 21.36 mg GAE/g, total flavonoid 11.97 mg QE/g, and antioxidant activity (IC50)1386.80 ppm. The ginger steep has activity inhibition of α-glucosidase (IC50)247811.5 ppm, total phenolic 0.29 mg GAE/g, total flavonoid 0.08 mg QE/g, and antioxidant activity IC50 60227.61 ppm. The selected functional drink from the hedonic test is the one with 0,20% extract and 0,5% stevia sweetener. The selected functional drink has inhibition of α-glucosidase IC50 194125 ppm, antioxidant activity (IC50)55497.12 ppm, total phenolic 0.64 mg GAE/mL, and total flavonoid 0.21 mg QE/mL.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) DAN SERBUK DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) DALAM PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL [Utilization of Guava (Psidium guajava) Leaves Extract and Stevia (Stevia rebaudiana) Leaves Powder in The Preparation of Functional Drink] Stella, Stella; Siregar, Tagor Marsillam
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 1 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Functional drink from guava (Psidium guajava Linn.) leaves are beneficial for human health, as a medicine for diarrhea, cough, antidiabetic, and antioxidants. Guava leaf in Indonesia has many varieties. This research uses guava leaves ”˜Kristal’, ”˜Sukun Merah’, and ”˜Australia’ varieties. The purpose of this study was the utilization of guava leaves extract in functional drinks with the addition of stevia leaves as a sweetener. This research was divided into 2 stages. Preliminary stage was carried out to determine guava leaves extract that will be used in functional beverages based on α-glucosidase inhibition activity and antioxidant activity. The main research was carried out by making functional drinks using different concentration of guava leaves extract (0.15; 0.175; and 0.2%) and different concentration of stevia leaves powder (0.025; 0.05; and 0.075%). All functional drink formulations were tested for sensory test (scoring and hedonic), pH, total soluble solids, and color tests. The functional drink was selected based on the results of the hedonic tests and analyzed for total phenolic, total flavonoid, antioxidant activity, and α-glucosidase inhibition activity. Selected guava leaves extract was ”˜Sukun Merah’ with α-glucosidase inhibition activity (IC50) of 38.18 ppm and antioxidant activity (IC50) of 21.69 ppm. The concentration of guava leaves extract and stevia leaves powder significantly affected the pH and °Hue of functional drinks. The chosen functional drink formulation is the one with 0.175% guava leaves extract and 0.075% stevia leaves powder. Selected functional drink have a total phenolic of 5.42 mg GAE/mL, total flavonoid of 0.07 mg QE/mL, antioxidant activity (IC50) of 3041.04 ppm, and α-glucosidase inhibition activity of 17066.65 ppm.Abstrak Daun jambu biji (Psidium guajava Linn.) telah dimanfaatkan bagi kesehatan tubuh manusia, seperti sebagai obat diare, batuk, antidiabetes, dan antioksidan. Di Indonesia tanaman jambu biji  memiliki berbagai varietas. Penelitian ini menggunakan daun jambu biji varietas Kristal, Sukun Merah, dan Australia. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan ekstrak daun jambu biji dalam minuman fungsional dengan penambahan daun stevia sebagai pemanis. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan varietas daun jambu biji yang akan digunakan pada pembuatan minuman fungsional berdasarkan aktivitas inhibisi α-glukosidase dan aktivitas antioksidan. Pada Penelitian utama dilakukan pembuatan minuman fungsional dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun jambu biji (0,15; 0,175; dan 0,2%) serta konsentrasi serbuk daun stevia (0,025; 0,05; 0,075%). Seluruh formulasi minuman fungsional dianalisis meliputi uji sensori (scoring dan hedonik), uji pH, uji total padatan terlarut, dan uji warna. Minuman fungsional terpilih ditentukan berdasarkan  parameter hedonik, total fenolik, total flavonoid, aktivitas antioksidan, dan aktivitas inhibisi α-glukosidase. Ekstrak daun jambu biji terpilih yaitu varietas Sukun Merah dengan aktivitas inhibisi α-glukosidase (IC50) sebesar 38,18 ppm dan aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 21,69 ppm. Konsentrasi ekstrak daun jambu biji dan serbuk daun stevia berpengaruh signifikan terhadap pH dan °Hue minuman fungsional. Formulasi minuman fungsional terpilih yaitu konsentrasi ekstrak daun jambu biji sebesar 0,175% dan konsentrasi serbuk daun stevia sebesar 0,075%. Minuman fungsional terpilih memiliki total fenolik sebesar 5,42 mg GAE/mL, total flavonoid sebesar 0,07 mg QE/mL, aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 3.041,04 ppm, dan aktivitas inhibisi α-glukosidase (IC50) sebesar 17.066,65 ppm. Minuman terpilih berpotensi menjadi minuman fungsional dengan manfaat sebagai antioksidan dan antidiabetes. 
PENGARUH JENIS DAUN DAN KONSENTRASI ETANOL TERHADAP AKTIVITAS INHIBISI α-GLUKOSIDASE DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELIMBING Siregar, Tagor Marsillam
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun belimbing memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, fenolik, dan flavonoid yang memiliki fungsi sebagai antioksidan dan inhibitor α-glukosidase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan ekstrak daun belimbing sebagai antioksidan dan inhibitor α-glukosidase. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui karakteristik daun belimbing dengan uji kadar air. Pada penelitian utama dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi pada 2 jenis daun belimbing (A. carambola L. dan A. bilimbi L.) menggunakan pelarut etanol dengan konsentrasi berbeda (50%, 70%, 96%). Pada seluruh ekstrak yang dihasilkan dilakukan analisis rendemen, total fenolik, total flavonoid, aktivitas antioksidan, dan aktivitas inhibisi α-glukosidase. Ekstrak daun belimbing manis (A. carambola L.) dengan pelarut etanol 96% memiliki nilai rendemen tertinggi, yaitu sebesar 11,38±0,90%. Ekstrak etanol 96% daun belimbing manis (A. carambola L.) dan daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.), serta ekstrak etanol 70% daun belimbing manis (A. carambola L,) memiliki nilai total fenolik tertinggi, yaitu sebesar 142,07±4,50 mg GAE/g, 134,81±4,08 mg GAE/g ekstrak, dan 139,52±6,38 mg GAE/g ekstrak secara berurutan. Ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.) dengan pelarut etanol 96% memiliki nilai total flavonoid tertinggi sebesar 48,22±0,95 mg QE/g ekstrak. Daun belimbing manis (A. carambola L.) dan daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.) yang diekstraksi dengan etanol 96% menghasilkan ekstrak daun belimbing dengan aktivitas antioksidan dan inhibisi α-glukosidase terbaik. Ekstrak etanol 96% daun belimbing manis (A. carambola L.) dan daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 111,07±5,98 ppm dan 123,49±4,52 ppm secara berurutan, serta memiliki aktivitas inhibisi α-glukosidase dengan nilai IC50 sebesar 180,72±8,43 ppm dan 205,45±10,42 ppm secara berurutan.
Pengaruh Konsentrasi Minyak Atsiri Daun Kari (Murraya koenigii (L.) Spreng) dan Madu Terhadap Karakteristik Minuman Fungsional [The Effect of Curry Leaves (Murraya koenigii (L.) Spreng) Essential Oil and Honey Concentration on Characteristics of Functional Drink] Siregar, Tagor M
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 2 (2022): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v6i1.5216

Abstract

Curry leaves have high content of flavonoids, alkaloids, terpenoids, and essential oils that have potential as antioxidants. The purpose of this study was to utilize the essential oil of curry leaves in the production of functional drink. In the preliminary stage, the hydrodistillation process, analysis of the physicochemical characteristics and antioxidant activity of the curry leaf essential oil were carried out. The main research was carried out by producing functional drinks with different concentrations of the essential oils of curry leaves (0.05%; 0.10%; 0.15%) and honey (5%; 10%; 15%). All formulations were tested for their sensory attributes (scoring and hedonic) and physicochemical properties (pH, total soluble solids, and color test). Based on GC-MS analysis, the chemical composition of the essential oils of curry leaves were Humulene (7.56%) and β-Phellandrene (3.80%) as antibacterial agents, whereas caryophyllene (20.45%), phytol (1.99%), Copaene (0.80%), and α-cubebene (0.29%) as antioxidants. Curry leaves produced essential oil with a yield of 0.44%, density of 0.9596 g/mL, clear yellow color, total phenolic content of 2.21±0.09 mg GAE/g, and antioxidant activity (RSA) of 77.95% at the concentration of 90000 ppm. The best formulation of functional drink was by the addition of essential oil of curry leaves at 0.05% and honey at 15% with resulted pH value of 6.03, total soluble solids of 12.03°Brix, Lightness of 53.91, °Hue of 87.98, and with overall acceptance at moderately like. The best functional drink had a total phenolic content of 4.13 mg GAE/L and antioxidant activity (RSA) of 79.41% at the concentration of 700000 ppm.Bahasa Indonesia Abstract:Daun kari (Murraya koenigii (L.) Spreng) memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan minyak atsiri daun kari pada pembuatan minuman fungsional. Pada tahap pendahuluan dilakukan proses hidrodestilasi, analisis karakteristik fisikokimia dan aktivitas antioksidan minyak atsiri daun kari yang diperoleh. Pada tahap penelitian utama dilakukan pembuatan minuman fungsional dengan menggunakan konsentrasi minyak atsiri daun kari (0,05%; 0,10%; 0,15%) serta konsentrasi madu (5%; 10%; 15%). Seluruh formulasi minuman fungsional diuji sensori (skoring dan hedonik) dan fisikokimia (pH, uji total padatan terlarut, dan uji warna). Berdasarkan hasil analisis GC-MS, komposisi kimia minyak atsiri daun kari meliputi senyawa Humulene (7,56%) dan β-Phellandrene (3,80%) yang berfungsi sebagai antibakteri, sedangkan caryophyllene (20,45%), phytol (1,99%), Copaene (0,80%), dan α-cubebene (0,29%) berfungsi sebagai antioksidan. Minyak atsiri daun kari yang diperoleh memiliki rendemen 0,44%, berat jenis 0,9596 g/mL, warna kuning jernih, total fenolik 2,21±0,09 mg GAE/g, dan aktivitas antioksidan (RSA) 77,95% pada konsentrasi 90000 ppm. Minuman fungsional terpilih adalah minuman dengan konsentrasi minyak atsiri daun kari sebesar 0,05% dan konsentrasi madu sebesar 15% dengan pH 6,03, total padatan terlarut 12,03°Brix, Lightness 53,91, °Hue 87,98, nilai penerimaan keseluruhan agak suka. Minuman fungsional terpilih memiliki total fenolik sebesar 4,13 mg GAE/L dan aktivitas antioksidan (RSA) sebesar 79,41% pada konsentrasi 700.000 ppm.
PENGARUH RASIO SUSU SAPI DENGAN SUSU ALMOND DAN KONSENTRASI SARI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP KARAKTERISTIK ES KRIM [THE EFFECT OF THE RATIO OF COW’S MILK TO ALMOND MILK AND THE CONCENTRATION OF BLUE PEA FLOWER (Clitoria ternatea L.) EXTRACT ON THE CHARACTERISTICS OF ICE CREAM] Siregar, Tagor M
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v6i2.6109

Abstract

Ice cream is a food product that made using milk. Generally, the milk used in making ice cream comes from animals, namely cow’s milk, which contains saturated fatty acid components so that it can cause various degenerative diseases. Almond milk comes from plants so it can be used to reduce the amount of cow's milk and produce low-fat ice cream. The blue pea flower has long been known for its benefits as a source of antioxidants and natural dye. The purpose of this research is to determine the effect of the ratio of cow's milk to almond milk and the concentration of blue pea flower extract on the characteristics of ice cream. The factors in this research were the ratios of cow’s milk to almond milk (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100) and the concentrations of blue pea flower extract (10, 20, 30%). The obtained ice cream was analyzed based on physicochemical and sensory properties. The best ice cream was ice cream with a ratio of cow's milk to almond milk of 25:75 and concentration of 10% blue pea flower extract. The results of the sensory analysis showed that the addition of blue pea flower extract could decrease the acceptability of ice cream. The best ice cream was preferred by the panelists and gave the best physical characteristics based on the level of preference (hedonic). The best ice cream has an antioxidant activity (IC50) of 20349 ± 0,06 ppm, overrun of 40,44±2,69%, melting time of 18,10±0,23 minutes, viscosity of 55,13 ± 0,32 cP, ohue of 290,09°, fat content of 1,60 ± 1,16%, and total anthocyanin content of 23,67 ± 1,75 mg/L.Bahasa Indonesia Abstract:Es krim merupakan salah satu produk makanan yang dibuat menggunakan susu. Pada umumnya, susu yang digunakan dalam pembuatan es krim berasal dari sumber hewani  yaitu susu sapi yang memiliki kandungan asam lemak jenuh sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif. Susu almond yang berasal dari sumber nabati dapat dipilih untuk mengurangi penggunaan susu sapi dan menghasilkan produk es krim rendah lemak. Bunga telang telah lama dikenal manfaatnya sebagai sumber antioksidan dan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio susu sapi dengan susu almond dan konsentrasi sari bunga telang terhadap karakteristik es krim. Pada penelitian ini yang menjadi faktor penelitian adalah rasio susu sapi: susu almond (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100) dan konsentrasi sari bunga telang (10%, 20%, 30%). Es krim yang dihasilkan dianalisis berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori. Es krim terbaik adalah es krim dengan rasio susu sapi: susu almond 25:75 dan konsentrasi sari bunga telang 10%. Hasil analisis sensori menunjukkan bahwa penambahan sari bunga telang hingga 30% dapat menurunkan tingkat penerimaan es krim. Es  krim terbaik lebih disukai panelis dan menunjukkan karakteristik fisik terbaik berdasarkan tingkat kesukaan (hedonik). Es krim terbaik memiliki aktivitas antioksidan 20349 ± 0,06 ppm, overrun  40,44±2,69%, waktu leleh 18,10±0,23 menit, viskositas 55,13 ± 0,32 cP, ohue  290,09°, kadar lemak 1,60 ± 1,16%, dan kandungan antosianin 23,67 ± 1,75 mg/L.
Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan pada Komoditas Jagung di STT-SAPPI Ciranjang Kabupaten Cianjur Siregar, Tagor M.; Wijaya, Julia Ratna; Natania, Natania; Mastuti, Titri Siratantri; Sanaky, Florecita; Teo, Claudius; Julian, Beatrice
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.26319

Abstract

Sekolah Tinggi Teologi Studi Alkitab untuk Pengembangan Pedesaan Indonesia merupakan Sekolah Tinggi Teologi, dimana lulusannya diharapkan dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Berkaitan dengan hal ini maka Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan Pada Komoditas Jagung. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan dilakukan uji coba proses pengolahan dan penentuan formulasi dan diperoleh produk olahan berbasis jagung di Laboratorium Pengolahan Pangan. Hasil dari tahap ini dirumuskan menjadi bagian dari materi pelatihan berupa deskripsi dan penjelasan tentang bahan, alat, prosedur pengolahan yang meliputi preparasi bahan, pengeringan, proses pembuatan dan penentuan formulasi produk pangan berbasis jagung yaitu tepung jagung, tortilla chips, dan sup jagung instan. Pada tahap pelaksanaan, tim PkM memaparkan, menjelaskan dan mempraktikkan materi pelatihan yang telah disiapkan kepada para mahasiswa di STT-SAPPI Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan pelatihan dilakukan pada tanggal 24 April 2025 oleh 7 orang tim PkM yang terdiri dari 4 orang dosen, 1 orang asisten dosen dan 2 orang mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UPH, serta diikuti oleh 25 orang peserta yaitu mahasiswa STT-SAPPI Ciranjang kabupaten Cianjur. Evaluasi kegiatan pelatihan berdasarkan pengisian kuesioner menunjukkan seluruh (100%) peserta menyatakan bahwa kegiatan pelatihan dapat diikuti dengan baik dan sangat bermanfaat.