Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

pengaruh pemberian pupuk kotoran burung puyuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah podsolik merah kuning yanto, meggi; sirojul, ahmad mulyadi; palupi, tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.4774

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kandang kotoran puyuh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak, sejak 24 Agustus sampai dengan 25 November 2013. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor yaitu dosis pupuk kandang kotoran puyuh, dengan 5 taraf perlakuan yakni : (1) k0(kontrol); (2) k1(500 g/polybag); (3) k2(1000 g g/polybag); (4) k3(1500 g g/polybag); (5) k4(2000 g g/polybag) terdiri dari 5 ulangan, setiap perlakuan dengan 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi, tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), bobot kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), bobot buah pertanaman (g), dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran puyuh memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot kering tanaman, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman namun tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga dan volume akar. Kata kunci: Kotoran Burung Puyuh, Tanah PMK, Tomat Tymoti
Bioecology of Simpakolak Fish (Puntius anchisporus) in Empurut River in Entikong Sub-districts, Sanggau Regency Lestari, Eni; Sirojul, Ahmad Mulyadi; Hurriyani, Yeni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42017

Abstract

Simpakolak fish (Puntius anchisporus) is one of the potential ornamental fish that is not widely known by the public. The development of potential fishery commodities requires a study of fish bioecology one of which includes growth patterns and habitat conditions. This research was conducted in March - June 2020 in Empurut River, Entikong Subdistrict, Sanggau Regency. The total fish caught was 100 fish, consisting of 57 males and 43 females. The growth pattern of simpakolak fish is allometric negative where the value of b = 1.302553185 in male simpakolak fish and value of b = 1.152323795 in female simpakolak fish. (R2) value 0,403 for male and (R2) value 0,531 for female. The results of the analysis of water quality analysis based on physics-chemical parameters indicated that the waters of the Empurut River are in good condition for simpakolak fish habitat. However based on biological parameters, the plankton abundance and diversity are relatively low. Keywords: Puntius anchisporus, Bioecology, growth patterns, habitat conditions.
POTENTIAL OF COMMUNITY BASED MANGROVE ECOWISATA DEVELOPMENT IN THE BAKAU BESAR LAUT VILLAGE SUNGAI KUNYIT SUBDISTRICT MEMPAWAH REGENCY Rinda, Rinda Rinda; Soetignya, Widadi Padmarsari; Sirojul, Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.36843

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the potential of mangrove ecotourism in the Bakau Besar Laut Village area, know the suitability of mangrove ecotourism in the Bakau Besar Laut Village area, know the community perceptionof the Bakau Besar Besar Village of the development of ecotourism community-based mangrove. This research was conducted from September 2018-January 2019. The method used in sampling the potential of this mangrove forest is the purposive sampling method to determine the observation station, while the perception data collection is done by interviewing the community and visitors whose sample is determined by the proportional random sampling method. The results of the study found the potential of mangrove resources for ecotourism development consists of 8 types of mangroves and included in the conditional category to be used as ecotourism areas. Other potentials there are a variety of potential mangrove fauna in the form of monitor lizards, storks, kepah, crowak and shot fish that indicate the area has a value suitable to be managed as an ecotourism area. The availability of facilities and infrastructure is sufficient to support tourism activities. The Bakau Besar Laut has an ecotourism suitability index that is very suitable to be developed as an ecotourism area with suitability values ranging from 82-86.6%. And the carrying capacity of the area in the village of Bakau Besar Laut is only able to accommodate tourists as many as 40 people / day, so that the mangrove forests of the Bakau Besar Laut have the potential to be developed as an ecotourism area. Mangrove forests in the Bakau Besar Laut Village have ecotourism potential that can be seen from the perception and participation of the community in utilizing the habitat and function of mangrove forests as ecotourism areas and the community contributes to the management of mangrove ecotourism.Key words: Regional Carrying Capacity, Public Perception
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH IKAN TERHADAP EFEKTIVITAS PEMUPUKAN PADA TANAMAN KEDELAI DI TANAH GAMBUT Zahara, Syarifah Anita; Sasli, Iwan; Sirojul, Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2494

Abstract

Tanah gambut sebagai medium tumbuh tanaman dibatasi sifat gambut yang masam, kejenuhan basa rendah, kadar P, K dan Ca rendah, sehingga perlu upaya untuk membuat gambut siap digunakan untuk budidaya kedelai. . Sementara itu secara fisik tanah gambut bersifat lebih berpori dibandingkan tanah mineral sehingga hal ini akan mengakibatkan cepatnya pergerakan air pada gambut yang belum terdekomposisi dengan sempurna sehingga jumlah air yang tersedia bagi tanaman sangat terbatas. Pemberian limbah ikan dan penambahan pupuk N, P, K merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah ikan terhadap efektivitas pemupukan pada tanaman kedelai di tanah gambut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan dengan 5 taraf perlakuan dan 2 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Variabel yang diamati adalah volume akar, jumlah bintil akar, jumlah polong isi, berat biji kering, dan berat kering tanaman. Pemberian limbah ikan memberikan pengaruh nyata bagi jumlah bintil akar, jumlah polong, berat biji kering, dan berat kering tanaman, sedangkan perlakuan pemupukan N, P, K, memberikan pengaruh nyata pada volume akar, jumlah bintil, dan berat kering tanaman. Kata kunci: Gambut, Kedelai, Limbah ikan, Pupuk N, P, K.
DENSITY AND DISTRIBUTION PATTERN OF KEPAH (Polymesoda spp) IN MANGROVE FORESTS OF MENDALOK VILLAGE SUNGAI KUNYIT SUB DISTRICTS MEMPAWAH REGENCY WATI, LIA; SIROJUL, AHMAD MULYADI; M.SI, INPURWANTO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.33880

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the density and pattern of distribution of kepah (Polymesoda spp) in the mangrove forest of Mendalok village. The sampling study used the method of sweeping with excavation (MSDG). To determine the location of sampling using purposive random sampling method that is how to collect samples from members of the population randomly by selecting the regions that tepresent the location of the study. The research area was divided into 3 stations, namely station I zone mangrove Rhizophora, station II zone mangrove Bruguiera and station III zone mangrove Nypah. The distance between stations was 50 m2. Earch station is divided into 3 transect lines with a distance of 10 m2 and each transect line consists of 8 plots with a distance of 10 m2. Sampling of mussels was carried out one time during the study. Substrate retrieval and measurement of environmental parameters such as temperature, pH, and salinity were carried out at each station two times during the study. This research was conducted in September-November 2018. The populasin of kepah in this study location is classified as very low, with Polymesda erosa densities ranging from 0.25-1.83 individual/m ², the density of Polymesoda expansa ranges from 0.13-0.25 individual/m ². The distribution pattern in the location of this study as a whole is clustered on this matter, as indicated by the morisita (id) index value of Polyesoda erosa 1.74 and Polymesoda expansa 1.72 greater than 1(>1), which means the distribution pattern is clustered.Keywords : Density, Distribution pattern, Kepah shells
STRUKTUR KOMUNITAS DAN KOMPOSISI HUTAN MANGROVE DI DESA BAKAU BESAR LAUT KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH ADAWIYAH, ROBIATUL; INPURWANTO, INPURWANTO; SIROJUL, AHMAD MULYADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.35388

Abstract

STRUKTUR KOMUNITAS DAN KOMPOSISI HUTAN MANGROVE DI DESA BAKAU BESAR LAUT KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH Robiatul Adawiyah(1), Inpurwanto(2), Ahmad Mulyadi(2) (1)Mahasiswa Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertaniandan(2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi seta keanekaragaman jenis hutan mangrove yang terdapat di Desa Bakau Besar Laut. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2018 - Januari 2019. Metode penelitian yang digunakan adala metode purposive sampling dan transek. Data vegetasi mangrove diambil dari tiap transek, dengan menggunakan transek kudrat berukuran 10 m x 10 m (tingkat pohon), 5 m x 5 m (tingkat pancang) dan 2 m x 2 m (tingkat semai). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 9 (sembilan) spesies mangrove yang termasuk kedalam 5 (lima) familia yaitu Rhizopora mucronata dan Rhizopora stillosa (Rhizoporaceae), Avicennia officinalis, Avicennia marina dan Avicennia lannata (Avicenniaceae), Bruguiera cylindrica dan Bruguiera gymnoriza (Bruguieraceae) dan Nypa fruticans, Exoecaria agallocha (Exoecariaceae). Nilai INP (Indek Nilai Penting) tergolong tinggi pada jenis Bruguiera cylindrica. Nilai indeks keanekaragaman tergolong rendah, nilai keseragaman jenis tergolong rendah dan nilai indeks dominansi tergolong sedang. Kata Kunci : Struktur dan Komposisi Vegetasi Mangrove, Keanekaragaman Jenis, Keseragaman Jenis, Indek Dominanasi, Desa Bakau Besar Laut
Fish Community Structure in Lake Sayok in Telabang Hilir Hamlet Subah Village Tayan Hilir Sub-district Sanggau District Andri, Andri; Sirojul, Ahmad Mulyadi; Inpurwanto, Inpurwanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42240

Abstract

Lake Sayok has been utilized by the community for fishing. Its close location to oil palm plantations affects the quality of the waters. This study aims to identify the fish community structure in Lake Sayok, Telabang Hilir Hamlet, Subah Village, Tayan Hilir Sub-district, Sanggau District including Relative Abundance (KR%), Species Diversity (H'), Domination (C), and Uniformity (E), as well as supporting physical, chemical and biological parameters in aquatic environments. The research used a purposive sampling method in which the determination of station points was divided into 4 points to represent the area of the lake. The result showed that the number of fish species reached 985 species individuals consisting of 9 families and 20 species. The highest relative abundance value was Kumpang fish (Belontia hasselti) with a value of 12.18% and the lowest abundance was Lais species (Belodontichthys dinema) with a value of 0.91%. The Diversity Index value was 2.70 included in the medium category. The Dominance Index value was 0.08 included in the low category. The Uniformity Index value reaches 0.90 indicating the high uniformity of the type at the station with even distribution or the number of individuals of each species is relatively the same.
Struktur Komunitas Ikan di Danau Serantangan Kelurahan Sagatani Kecamatan Singkawang Selatan Kota Singkawang Kurnianto, Riski; Sirojul, Ahmad Mulyadi; Inpurwanto, Inpurwanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.43899

Abstract

Serantangan lake has an area of ± 258 Ha, the condition of this lake is horrible because there had been from unlicensed gold mining activities in the area, causing many changes ranging from the color of the waters, depth to the number of fish caught. This study was conducted to determine the composition, uniformity, and diversity of fish and plankton species as well as the dominant fish species in Serantangan Lake. This research was conducted for 3 months at Lake Serantang using a purposive sampling method, namely by going directly to the waters of Serantangan Lake to install fishing gear (1.5-inch trawlers, traps and scoops) from station 1 to station 5. Based on the results of the study fish caught during the study were included in 12 species and 7 families. Diversity index is 2,74; the uniformity index value is 0.96; the dominance index value is 0.07.
Inventarisasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Di Taman Nasional Danau Sentarum Veronica, Velda; Padmarsari, Widadi; Sirojul, Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.58216

Abstract

Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) terletak di dataran banjir Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) seluas 132.000 hektar terdiri atas sekumpulan danau musiman dan beberapa formasi hutan rawa yang unik dan kaya akan keanekaragaman hayati (Giesen and Aglionby). Selain itu, di dalam kawasan terdapat juga beberapa bukit yang merupakan habitat dari hutan meranti dan kerangas. Sejak tahun 194, kawasan ini telah dinyatakan sebagai situs ramsar, sebagai bukti pengakuan masyarakat internasional sebagai lahan basah yang penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati. Taman Nasional Danau Sentarum mendukung industri perikanan tradisional skala besar dan menjadi penyumbang sumberdaya perikanan air tawar terbesar di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum adalah tempat hidup ikan arwana (Scleropages formosus) jenis super merah (super red dragon fish) yang harganya sangat mahal, dan termasuk dalam daftar CITES. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu. Penelitian telah dilaksanakan selama 2 bulan di Taman Nasional Danau Sentarum dan identifikasi ikan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil penelitian terdahulu. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan survey lapangan, pengambilan dan pemeriksaan sampel ikan dan kualitas fisika dan kimia perairan. Variabel pengamatan dilakukan dengan pengamatan jenis ikan, jumlah individu disetiap spesies, parameter fisika dan kimia perairan Danau Sentarum, pemanfaatan ikan dan status konservasi. Berdasarkan hasil penelitian hasil penelitian tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), ditemukan ikan sebanyak 17300 ekor yang termasuk kedalam 69 spesies dan 22 famili. Ikan famili Cyprinidae yang paling banyak diperoleh yaitu 29 spesies.