Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kearifan Lokal Dalam Inovasi Pembelajaran Biologi: Strategi Membangun Anak Indonesia Yang Literate dan Berkarakter Untuk Konservasi Alam Siti Alimah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.021 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.574

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah mengkaji dan menganalisis kearifan lokal sebagai sumber belajar biologi. Sumber Belajar biologi merupakan segala sesuatu yang bersumber dari alam dan lingkungan sekitar siswa yang dapat memudahkan mereka belajar. Sumber belajar biologi dapat didesain oleh guru sebagai bentuk inovasi pembelajaran sesuai dengan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif untuk efektifitas pembelajaran biologi. Efektifitas pembelajaran biologi dapat tercapai jika guru mampu memberi kemudahan belajar untuk siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Ide/gagasan kearifan lokal merupakan salah satu bentuk lingkungan belajar yang dapat diinovasi guru sebagai sumber belajar. Inovasi sumber belajar tersebut dapat dimanifestasikan dalam bentuk POBATEL, yakni Pesan, Orang, Bahan, Alat, Teknik, dan Lingkungan. Parijoto, Gusjigang, Lembur, Nyadran, dan Mantenan merupakan contoh beberapa kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Metodologi digunakan untuk mewujudkan sumber belajar dalam bentuk POBATEL adalah model penelitian reseach and development. Bentuk produk yang dihasilkan berupa bahan ajar, media pembelajaran, metode, dan model pembelajaran biologi. Ragam sumber belajar tersebut jika dimanfaatkan sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pembelajaran dan cara pembelajaran yang benar mampu menggali potensi kemampuan berpikir analitik siswa untuk dapat secara kritis dan kreatif melakukan pemecahan masalah. Jika hal tesebut dibiasakan di setiap pembelajaran biologi mereka, maka anak yang literate dan berkarakter mampu dihasilkan dalam pembelajaran tersebut.
ASPEK TEKNOLOGI PENENTUAN DESALINASI YANG DI KOPLING DENGAN REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL siti alimah; Erlan Dewita; Heni Susiati; Teguh Aryanto
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3227

Abstract

BATAN berencana membangun dan mengoperasikan Reaktor Daya Eksperimental (RDE). RDE dengan tipe reaktor gas temperatur tinggi (HTGR), merupakan salah satu kandidat desain reaktor yang limbah panasnya cocok untuk aplikasi desalinasi air laut. Kopling desalinasi dengan RDE, membuat teknologi desalinasi lebih menarik, karena selain menghemat cadangan bahan bakar fosil, ramah lingkungan, juga dapat menambah pasokan kebutuhan air bersih. Terdapat berbagai teknologi desalinasi komersial yaitu menggunakan energi thermal dan menggunakan membran dalam proses pemisahannya. Multi-Stage Flash Distillation (MSF) dan Multi-Effect Distillation (MED) adalah proses desalinasi yang menggunakan energi thermal, sedangkan Reverse Osmosis (RO) adalah proses desalinasi yang menggunakan membran. Temperatur keluaran uap dari pembangkit RDE adalah 520oC dan selanjutnya uap mengalir ke turbin dengan temperatur keluaran 256oC. Uap tersebut dalam bentuk superheated (lewat jenuh) dan yang diperlukan untuk desalinasi adalah uap saturated (jenuh). Tujuan studi adalah menentukan teknologi desalinasi yang sesuai dikopling dengan RDE berdasar aspek teknologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terkait permasalahan dan analisis dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Hasil studi diperoleh bahwa teknologi desalinasi MSF lebih sesuai untuk dikopling dengan RDE, dengan skema pengambilan sumber panas sesudah keluar turbin uap
PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TANI MILENIAL DI SMA WIJAYA PUTRA KOTA SURABAYA Dwiyana Anela Kurniasari; Siti Alimah; Didik Daryanto; Yusuf Baunsele; Summarningsih Summarningsih
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1688

Abstract

Generasi milenial memegang peran besar bagi Indonesia untuk mewujudkan visi kemandirian dan ketahanan pangan nasional. SMA WIJAYA PUTRA merupakan salah satu sekolah di Kota Surabaya yang mendukung isu ketahanan pangan dengan memiliki program pertanian pada Proyek Hidroponik. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan wawasan siswa SMA WIJAYA PUTRA untuk lebih mengenal pertanian dan ketahanan pangan. Namun minat siswa SMA Wijaya Putra mengalami penurunan. Hal tersebut dikarenakan minat generasi milenial terhadap pertanian menurun. Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan minat dan memperkenalkan generasi milenial pada urban farming. Upaya tersebut akan dilaksanakan melalui Sekolah Tani Milenial, program ini akan memberikan edukasi dan pendampingan tentang urban farming dengan Budidaya Hidroponik. Berdasarkan hasil wawancara dan obserbasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah (1) Minat, (2) Kemampuan, (3) Ketersediaan Instalasi. Metode pelaksanaan adalah edukasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 80% siswa memiliki minat untuk budidaya hidroponik, dan 84% memiliki kemampuan budidaya hidroponik.