Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Makna Tabarruj dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 33 Widia Astika; Khairunnisa Syamsu; Muhammad Rezky; Danial; Hasan Basri
Gunung Djati Conference Series Vol. 14 (2022): Mercusuar 2022: Studi Keislaman dan Pemberdayaan Umat
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.645 KB)

Abstract

This study aims to examine tabarruj in Q.S al-Ahzab verse 33. And how to understand the meaning of tabarruj in the Qur'an. This research uses library research method. The primary sources in writing this article include references that discuss implicitly or explicitly about tabarruj in the Qur'an. The obtained references are then edited, reduced, verified and analyzed, to be further studied further in order to find the right understanding related to tabarruj. The results of this research and discussion show that tabarruj behavior from the jahiliyah period to the present is still being carried out. This study concludes that the tabarruj interpreted in the Qur'an and the tabarruj that occur today are still very contradictory. This study also recommends that tabarruj behavior is contrary to the instructions of the Qur'an so that it must be understood with the right understanding.
Penerapan Tahdzir dan Hajr dalam Dakwah Salafi: Persfektif Eksternal dan Internal Ayyub; Aswan Malaba; Hasan Basri; Mansur; Rahmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 14 (2022): Mercusuar 2022: Studi Keislaman dan Pemberdayaan Umat
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.641 KB)

Abstract

This article discusses how to apply Tahdzir and Hajr in Salafi da'wah from external and internal perspectives. The method in this research is using data triangulation technique. Based on the results of research conducted on Dai and the salafi congregation, it was found that the purpose of salafi applying the tahdzir and hajr methods was as a form of da'wah efforts in enforcing amar makruf nahi munkar, when they found deviations in terms of creed and practice that were not found in the salafushshaleh generation. The application of tahdzir and hajr is not only limited to external salafi groups, but internal salafis can also be applied when they have deviated from the salaf manhaj. As for the application of tahdzir in the form of reprimands and warnings addressed to dai and religious groups deemed deviant; while the form of hajr is the severance of muamalah relations with deviant mad'u, by not socializing, speaking, listening to the contents of lectures and not have assemblies. The basis for its application from an external point of view is based on the principles of tahdzir and hajr da'wah written in books, lectures and fatwas of local salafi preachers, while internally following the fatwas of major international salafi scholars.  
Holistic Monitoring Model Based on Islamic Theology in the Education Management Control System Samsuri Samsuri; Akhmad Sukardi; Hasan Basri
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 10 No. 3 (2025): Transformative Islamic education management
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndhq.v10i3.272

Abstract

This article examines the limitations of conventional management control mechanisms, which tend to focus on structural and procedural controls. It proposes a holistic supervision model based on Islamic theology to align personnel work behavior with organizational goals in a more sustainable manner. This study aims to develop a comprehensive conceptual framework of supervision that integrates organizational supervision, transcendental supervision, and self-supervision as a unified control system. The research employs a qualitative approach through a systematic literature review, examining management books, national and international journal articles, as well as classical and contemporary Islamic theology literature obtained from Google Scholar, Dimensions, DOAJ, and the SINTA portal. The data were analyzed using content analysis techniques in a critical paradigm to identify patterns of relationships between formal control mechanisms and individual spiritual awareness. The results of the study show that supervision based solely on organizational structure tends to produce formalistic and situational compliance. Conversely, the integration of transcendental supervision, based on the belief in Allah SWT's supervision and eschatological accountability, with faith-based self-supervision has proven to be the most effective foundation for shaping integrity, honesty, and consistency in work behavior. Organizational supervision functions optimally when positioned as a complement that supports individual internal control. This study recommends a paradigm shift in leadership from coercive supervision to the cultivation and internalization of spiritual awareness, thereby building an effective, ethical, and sustainable management control system, particularly in the context of Islamic education management.
Eksplikasi Pendidikan Islam terhadap Konsep Merdeka Belajar Hasan Basri; Syahrur Ramli; Moh In'ami; syamsul bahri; Mustafa Mustafa
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13505

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan kritis perspektif pendidikan Islam terhadap konsep merdeka belajar. Pendekatan yang digunakan adalah kulitatif dengan menggunakan library reseach guna menemukan litertur dari buku terutama artikel di jurnal yang diterbitkan dalam kurun tahun 2020 ÔÇôdimana wacana merdeka belajar sudah digulirkan, sampai 2024. Literatur yang terkumpul diklasifikasi dan dirangkum intinya sesuai topik pembahasan dengan menggunakan content analysis secara fleksibel, lalu dibangun kesimpulan dengan menggunakan analytical construct. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep merdeka belajar yang terambil dari konsep filsafat progresivisme menghendaki kebebasan dan kemajuan dalam pendidikan. Dalam pendidikan Islam, konsep merdeka belajar terwujud dalam bentuk kebebasan peserta didik untuk memilih menekuni suatu bidang ilmu sesuai minatnya pada kategori sains dan ß╣íaq─üfah Islam. Adapun terkait pendidikan pada aspek pembentukan kepribadian Islam, tidak diberlakukan kebebasan dalam arti bahwa setiap peserta didik tidak memilih untuk memiliki kepribadian Islam atau tidak, melainkan mereka mesti memiliki kepribadian Islami, yakni memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku berdasarkan ajaran Islam.┬áKata Kunci: Merdeka belajar, eksplikasi, pendidikan Islam, progresivisme.┬á
Efektivitas Muhadharah Dalam Meningkatkan Kualitas Publik Speaking Santri Pesantren Ummushabri Kendari Jodi Setiawan Olindo; Hasan Basri; Aldilal
Connected: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2024): CONNECTED: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Soal dan Ilmu Politik. Universitas Pejuang Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan masyarakat bahwa kegiatan Muhadharah merupakan media untuk melatih santri di pondok pesantren, yang bertujuan untuk menguji efektivitas Muhadharah (pidato Islami) sebagai metode dalam meningkatkan kualitas berbicara di depan umum para santri di Pesantren Ummushabri Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif eksplanatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validitas data yang digunakan meliputi triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode induktif yang mencakup: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhadharah memberikan manfaat dalam melatih tanggung jawab, mentalitas, bakat, ekspresi, dan keterampilan berbicara di depan umum para santri. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan sarana hiburan dan telah mencapai prestasi yang membanggakan. Metode pelatihan Muhadharah yang digunakan meliputi impromptu, menghafal, membaca naskah, dan ekspositori. Evaluasi dan penilaian dilakukan untuk melihat pencapaian kemampuan santri dalam berbicara di depan umum.