Suwarno Suwarno
Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Kadirii

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGELOLAAN DANA KELURAHAN DALAM PERSPEKTIF COMMUNITY DRIVEN DEVELOPMENT Mashuri Mashuri; Suwarno Suwarno; Teguh Pramono
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v4i1.819

Abstract

Sebagai bagian dari perangkat kecamatan dengan fungsi pelaksana pelayanan masyarakat, kelurahan mendapatkan dukungan anggaran tambahan dari pemerintah yang disebut sebagai dana kelurahan. Pengelolaan dana kelurahan di Kelurahan Kauman, Kabupaten Tulungagung dilakukan melalui kolaborasi antara kelurahan dengan masyarakat. Masyarakat diwakili oleh kehadiran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan dana kelurahan oleh LMP Kelurahan Kauman dalam perspektif Community Driven Development (CDD). Hasilnya, secara garis besar pengelolaan dana kelurahan oleh LPM Kelurahan Kauman telah menunjukkan lima karakteristik utama konsep CDD, yaitu: (1) Fokus pada masyarakat; (2) Perencanaan dan perancangan partisipatif; (3) Kontrol Masyarakat atas sumberdaya; (4) Pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan serta (5) Monitoring dan evaluasi berbasis masyarakat.Kata Kunci: Pembangunan Berbasis Komunitas; Dana Desa; Pelayanan Masyarakat
PENDAMPINGAN MASYARAKAT ADAPTASI KEHIDUPAN BARU DALAM MENCIPTAKAN KAWASAN TANGGUH BENCANA COVID-19 STUDI PADA FASILITAS UMUM KOTA KEDIRI Ajie Hanif Muzaqi; Heylen Amildha Yanuarita; Suwarno Suwarno; Fauziah Hanum
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat November 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i1.1352

Abstract

ABSTRACT Vigilance and discipline in implementing health protocols during the Covid-19 pandemic have animportant role in preventing the spread of Covid-19 virus. Something that can be done is to provideassistance in a persuasive, participatory, and integrative manner. Recently, the people of KediriCity, especially those in public facilities, have not been disciplined in implementing health protocols.By providing assistance, it is hoped that the community will be more disciplined and vigilant so thatthey can create a community that cares about the environment which will have implications for theresilient area of the Covid-19 disaster ini Kediri. This assistance activity was carried out in August2020 which focused on 4 (four) public facilities such as the Bus station, Selomangkleng Cave,Sekartaji Park, and Bandar Traditional Market. This activity uses socialization and counselingapproach persuasive manner. Based on the results of the evaluation, many people have not usedpersonal protective equipment such as masks and shops that have not provided a hand washingarea. However, if the cadres care for Covid-19, it is hoped that the 4 (four) areas will increase theirstatus to become a resilient area for the Covid-19 disaster.Keywords: Accompaniment, Disaster Resilient Area, Covid-19. ABSTRAK Kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemic Covid19ini berperan penting dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Salah satu cara yang bisadilakukan adalah dengan melakukan pendampingan secara persuasif, partisipatif, dan integratif.. Belakangan ini, masyarakat Kota Kediri khususnya di lokasi-lokasi fasilitas publik belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ada. Dengan pendampingan yang dilakukan diharapkanmasyarakat lebih disiplin dan waspada sehingga dapat membentuk kader-kader peduli lingkunganyang nantinya akan menciptakan kawasan Tangguh Bencana Covid-19 di Kota Kediri. Kegiatanpendampingan ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 yang berfokus pada 4 (empat) lokasifasilitas publik yaitu Terminal Kota, Obyek Wisata Goa Selomangkleng, Taman Sekartaji, dan PasarBandar Kota Kediri. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan penyuluhan secara persuasif.Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan yang telah dilakukan banyak masyarakat yang belummengunakan alat pelindung diri seperti masker serta tempat usaha yang belum menyediakan areacuci tangan. Namun apabila sudah di bentuk kader-kader peduli Covid-19 di harapkan 4 (empat)kawasan tersebut dapat meningkat statusnya menjadi kawasan tangguh bencana Covid-19.Kata Kunci: Pendampingan, Kawasan Tangguh Bencana, Covid-19
PENERAPAN BLENDED LEARNING DALAM RANGKA MEMPERSIAPKAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT UNTUK TATANAN KEHIDUPAN BARU Suwarno Suwarno; Teguh Pramono; Ajie Hanif Muzaqi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat November 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i1.1353

Abstract

ABSTRACT The COVID 19 pandemic has demanded that people adapt to a new normal life, including theeducation sector. This condition is a challenge for schools and the community. To avoid thewidespread spread of the Covid-19 virus, schools must temporarily stop face-to-face learningactivities. The blended learning method is a solution to these conditions. Blended learningactivities are not only seen as a combination of online and face-to-face learning. However,this learning activity has a great opportunity to integrate innovation in educationaltechnology and can be done online or face-to-face. Besides, blended learning is a solution toanswering challenges in assembling learning and developing students' creativity. Even in thelong term, blended learning is an important requirement for every school to face a brighterfuture. The implementation method in this program consists of the planning, implementation,and evaluation stages. The partners involved in this program are a team of IT experts at theLocal Government of Kediri. Also, the partners involved are also active as speakers ofeducational technology. The results of this program are expected that teachers and schoolscan innovate in developing learning methods so that education in Indonesia will develop.Keywords: Blended Learning, School, EducationABSTRAKPandemi Covid 19 memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan yangbaru tak terkecuali di dunia pendidikan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah,dan masyarakat. Guna menjaga dari semakin maraknya penyebaran virus Covid-19, sekolahterpaksa menghentikan kegiatan belajar tatap muka di kelas untuk sementara. Metodepembelajaran blended learning menjadi solusi di tengah kondisi seperti ini. Aktivitaspembelajaran blended learning bukan hanya dilihat sebagai kombinasi online denganpembelajaran tatap muka saja. Namun aktivitas pembelajaran ini sangat berpeluang untukmengintegrasikan inovasi di bidang teknologi pendidikan dan dapat di ajarkan secara onlinemaupun tatap muka. Selain itu, blended learning juga sebagai solusi dalam menjawabtantangan dalam merangkai pembelajaran serta pengembangan kreativitas peserta didik,bahkan dalam jangka panjang pembelajaran berbasis blended learning menjadi kebutuhanpenting bagi setiap sekolah guna menyongsong masa depan yang lebih cerah. Metodepelaksanaan dalam pengabdian ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.Mitra yang dilibatkan dalam pengabdian ini adalah tim tenaga ahli IT di Pemerintah Kota Kediri. Selain itu mitra yang terlibat juga aktif sebagai pembicara di bidang teknologipendidikan. Sedangkan sasaran dari pengabdian ini adalah guru dan Dinas Pendidikan. Hasildari program ini diharapkan guru dan sekolah mampu berinovasi mengembangkan metodepembelajaran agar dunia pendidikan di Indonesia semakin berkembang.Kata Kunci: Blended Learning, Sekolah, Pendidikan 
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI Suwarno Suwarno; Rizki Yudha Bramantyo
Transparansi Hukum Vol. 2 No. 1 (2019): TRANSPARANSI HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/transparansi.v2i1.338

Abstract

Gaya kepemimpnan (leadership style ) merupakan suatu model atau strategi dalam memimpin suatu organisasi atau lembaga. Style tersebut ada yang memang bisa dipelajari sebagai suatu ilmu kepemimpinan, namun dalam pelaksanannya biasanya sedikit banyak dipengaruhi oleh karakter atau kebiasaan yang dimiliki oleh orang tersebut. Oleh karena itu walaupun dipelajari secara bersama-sama namun dalam pelaksanaannya setiap orang cenderung tidak sama satu sama lain, tergantung pada kecerdasan dan kedalaman dalam memahaminya. Banyak macam gaya kepemimpinan, semuanya baik namun dalam pelaksanannya tergantung pada kepribadian pimpinan. Satu sama lain dari gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada pimpinan bagaimana pemimpin memaksimalkan apa yang menjadi kelebihan dan meminimalisir apa yaang menjadi kekurangan. Banyak faktor yang berpengaruh dalam keberhasilan kepemimpinan, antara lain keteladanan, nilai-nilai kemanusiaan dari pimpinan sendiri, penegakan aturan dan sanksi (norma ) yang ada di organisasi. Gaya kepemimpinan (leadership style ) berpengaruh terhadap keberhasilan dan peningkatan kinerja. Melalui gaya kepemimpinan seorang pemimpin mengelola lembaga dan memotivasi karyawan guna untuk dapat meningkatkan kinerjanya. Gaya kepemimpinan yang berhasil adalah (1). Gaya kepemimpinan yang dilakukan bersumber pada hati nurani, nilai-nilai norma, etika, kebebasan, pemberian kepercayaan, pengawasan, siap menerima kritik, saran yang bersifat membangun, tegas dan menghormati kreativitas, inovasi dan motivasi. (2). Gaya kepemimpinan tersebut berdampak  pada peningkatan kinerja yang meliputi peningkatan kompetensi profesional, peningkatan kompetensi kepribadian dan peningkatan kompetensi sosial. Adapun Gaya kepemimpinan yang tidak berdampak pada kinerja adalah gaya kepemimpinan yang tidak punya rencana kerja, sulit menerima masukan, tidak memahami atau mengerti apa yang harus dikerjakan, sering terjadi ketidakjelasan pekerjaan, menimbulkan disharmoni, iklim kerja yang kurang kondusif, kurang disiplin, dan tidak ada pemberian motivasi, kurang adanya kontrol atau pengawasan.