Sri Widodo
Departemen Teknik Pertambangan, Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIK MINERAL PIRIT PADA BATUBARA BERDASARKAN HASIL ANALISIS MIKROSKOPI, PROKSIMAT, SULFUR TOTAL, DAN X-RAY DIFRACTION Sri Widodo; Sufriadin Sufriadin; Ansyariah Ansyariah; Agus Ardianto Budiman; Nur Asmiani; Nurlia Jafar; Muh. Firman Babay
Geosapta Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.068 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i2.6224

Abstract

Mineral pirit merupakan salah satu mineral sulfida yang sangat sering dijumpai di dalam batubara. Kehadiran mineral pirit sangat berpotensi menimbulkan masalah pada kegiatan penambangan dan pemanfaatan batubara. Terkhusus pada kegiatan penambangan, mineral pirit berpotensi menimbulkan air asam tambang (acid mine drainage) dan pada pemanfaatannya menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Permasalahan tersebut melatarbelakangi penulis untuk melakukan kegiatan penelitian dan analisis terhadap karakteristik mineral pirit yang terkandung pada batubara di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis mikroskopi (petrografi), ultimat (total sulfur) dan X-Ray Diffraction. Hasil analisis mikroskopi menunjukkan bahwa mineral pirit pada batubara di bawah mikroskop terlihat dalam keadaan bebas (tidak terikat) dan tidak terinklusi oleh mineral lain. Kenampakan di bawah mikroskop juga memperlihatkan adanya mineral kuarsa yang diinklusi oleh mineral karbonat. Kenampakan mineral pirit (FeS2) (iron sulfide) memperlihatkan warna krem pucat, isotropik, relief tinggi, berbutir halus, tersebar tidak merata pada massa maseral. Hasil pengamatan mikroskop menunjukkan bahwa bentuk mineral pirit yang dominan adalah bentuk pirit framboidal yang terdiri dari kristal oktahedral, ukuran halus dan speroidal. Hasil analisis XRD memperlihatkan mineral pirit terdeteksi dalam difaktogram pada semua conto batubara ML-1, ML-2A, ML-3, ML-4 dan ML-F. Pada sampel ML-1 terlihat peak tertinggi dengan sudut 2θ 33.26o dan  intensitas 2.6195Å. Pada Conto ML-1 juga terlihat di sudut 2θ 57.982o dengan intensitas 1.5893Å dan peak pirit masih sangat mendominasi dan mempunyai sistem kristal isometrik. Hasil analisis ultimat (total sulfur) conto batubara yang diteliti memiliki kandungan sulfur minimum 1,54% (sampel ML-F) dan  maksimum 11,86% (sampel ML-1). Rata-rata kandungan sulfur total pada sampel batubara di daerah penelitian memperlihatkan nilai rata-rata sebesar 5,18%. Hal ini menunjukkan bahwa batubara yang dianalisis dikatagorikan sebagai batubara dengan kandungan sulfur yang tinggi. Mineral pirit merupakan mineral sulfida yang paling umum dijumpai pada batubara dan memberikan kontribusi yang besar terhadap kandungan sulfur pada batubara. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, karakteristik pirit pada batubara yang terdapat di daerah penelitian berpotensi memicu terbentuknya air asam tambang dan dapat menimbulkan masalah dalam pemanfaatannya.Kata Kunci: batubara, mineral pirit, total sulfur, mikroskopi, XRD, air asam tambang.
Analisis Kualitas Batubara Tipe Lignit Berdasarkan Kandungan Air, Nilai Kalori, dan Total Sulfur Di Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur: Analysis of Lignite Coal Quality Based on Moisture Content, Calorific Value, and Total Sulfur in Paser Regency, East Kalimantan Province Husni; Sri Widodo; Anshariah; Suriyanto Bakri
Journal of Engineering Science and Technology Applications Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Engineering Science and Technology Applications
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jesta.v4i1.375

Abstract

Coal quality is largely determined by physical and chemical parameters, including moisture content, calorific value, total sulfur content, air-dry loss, and ash fusion temperature. This study aims to determine the quality of lignite coal in Paser Regency, East Kalimantan Province, based on the parameters of air-dry loss, moisture content, total moisture, total sulfur, and calorific value. The method used was laboratory analysis of three coal samples—PL, M, and SM—with the tested parameters including air-dry loss, moisture content, total moisture, calorific value, and total sulfur. The results showed that sample PL had an air-dry loss of 11.04%, moisture content of 13.45%, total moisture of 24.97%, and a calorific value of 5,117 kcal/kg; sample M had an air-dry loss of 12.48%, moisture content of 13.62%, total moisture of 24.97%, and a calorific value of 4,909 kcal/kg; while sample SM had an air-dry loss of 19.34%, moisture content of 15.01%, total moisture of 32.31%, and a calorific value of 4,352 kcal/kg. Based on these results, the PL sample had the highest quality with a calorific value of 5,117 kcal/kg, due to its lower dry loss and moisture content compared to the M and SM samples. Physically, the PL sample also exhibited better characteristics, namely a darker color, producing less dust during the crushing process, and being less brittle. The conclusion of this study is that the quality of lignite coal in the study area is largely determined by its low moisture content and high calorific value, with the PL sample being the highest-quality sample among the three tested