Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMISAHAN LOGAM MERKURI DENGAN CARA ELEKTRODIALISIS Redjeki, Sri
Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v1i2.71

Abstract

Pencemaran merkuri di perairan kebanyakan disebabkan oleh limbah industri, dimanakandungan merkurinya melebihi standar yang telah ditetapkan. Menurut standar Abidin 1997, FDA, danWHO 1990, kadar merkuri yang ditoleransi adalah 15 µg/liter dalam darah, 3.5 µg/liter dalam ASI, 1 ppmdalam ikan dan makanan, 2 ppm dalam kuku, dan 4 ppm dalam urine, (Rahem, 2004), 2 hingga 7 ppmpada rambut. Normalnya, kadar merkuri dalam tubuh adalah dibawah 0.1 ppm. Dan seharusnya, nilaiambang batas untuk merkuri di perairan hanya 0.005 ppm. (http:/www.pdpersi.co.id).Limbah merkuri yang dibuang inilah yang lebih berbahaya, sebab setelah menjadi limbahdan merkuri tersebut masuk ke perairan, maka merkuri dengan mudah berikatan dengan klor dalam airlaut. Ikatan dengan klor yang disebut merkuri inorganik itu akan mudah masuk kedalam plankton dandapat berpindah ke biota laut lain, lalu akan tertransformasi menjadi merkuri organik (metil merkuri),yang dalam bentuk inilah merkuri lebih mudah diserap oleh tubuh. (http:/www.jawapos.co.id)Teknologi pemisahan dengan membran sendiri telah membuat kemajuan yang pesat dalamtahun-tahun belakangan ini. Proses elektrodialisis menghilangkan ion-ion dari air dengan mendorongnyamelewati membran dengan arus DC. Teknologi ini dipilih karena biayanya yang murah, pemakaian energiyang rendah, sederhana, dan ramah lingkungan, tidak memerlukan bahan-bahan tambahan sepertipengekstrak, juga tidak memerlukan energi (panas), yang juga sangat sensitif terhadap produk-produktertentu.Dengan pengurangan konsentrasi ( % konversi) yang cukup besar, yaitu 88.5197 % tersebut, makamodul Elektrodialisis mampu mengurangi konsentrasi diluat dengan cukup baik. Untuk konsentrasi umpan10 ppm, 20ppm, 30 ppm, dan 40 ppm, konversi terbesar adalah pada 12 Volt, dengan keberhasilanpengurangan konsentrasi diluat hingga sebesar 88.5197 % yaitu pada konsentrasi umpan 40 ppm.Kata Kunci : Mecuri, elektrodialisis
ALTERNATIVE ENERGY BIOGAS FROM CHOCOLATE PEEL Mardhita Arlindawati, Sri redjeki, Dias Asmoro Putra,
Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v6i1.81

Abstract

The development of alternative energy fuel technology at present many are produced from biologicalresources, eg the manufacture of biodiesel and biodiesel as a fuel substitute for gasoline. This aims to obtainbiogas that can be used as alternative energy and find operating conditions that produce appropriate levelsof CH4 in the standard Indonesian. The first stage is done by preparing 1 liter of raw materials ie brown rindand water are then mixed with a starter (cow dung) 10% of the volume of raw materials and the addition ofyeast and grass after it is mixed until blended. Then put into containers / bottles that have been fitted hose,water manometer, and the gas holder. The research was done in stages with the conditions that you run.Variables that run is a comparison of raw material (1:1; 1:1.5; 1:2; 1.5:1; 2:1), observation time (5 days, 10days, 15 days, 20 days, 25 days , 30 days), and the variable addition of grass (50 gr, 100 gr, 150 gr, 200 gr).From the results of this study found the greatest level of 74.22% in comparison 1 (water): 1.5 (brown skin)with the addition of 150 g of grass while low levels of 60.04% in comparison 2 (water): 1 (brown skin ) withthe addition of 200 g of grass, the results of this study meets the National Standards of Indonesia.Key words: Biogas, grass, yeast
KINETIKA FERMENTASI VCO SECARA SINAMBUNG DALAM BIOREAKTOR TANGKI IDEAL Redjeki, Sri; Kurniati, Ely
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.711

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan kinetika reaksi pada proses fermentasi sinambung, pada pembuatan VCO. Fermentasi sinambung dijalankan dengan mengalirkan substrat dengan laju aliran tertentu dan pada saat yang sama produk hasil metabolisme dikeluarkan dengan laju alir yang sama. Penambahan medium baru dengan laju yang sesuai dapat menghasilkan keadaan tunak (steady state), pada keadaan tunak tersebut konsentrasi sel, laju pertumbuhan, konsentrasi produk tidak mengalami perubahan selama waktu fermentasi berlangsung. Penentuan parameter Yp/s, vp, km’ dapat ditentukan dari berbagai percobaan laju pengenceran. Hasil yang diperoleh adalah untuk nisbah (1:2): vp= 0,06 jam-1, km’ = 4,0451 g/l, dan Yp/s = 6 g asam laktat/g glukosa.
Pengelolaan Genangan Air Dangkal untuk Meningkatkan Hasil Padi dengan Kerangka Kerja System of Rice Intensification (SRI) Maftukhah, Rizki; Erni R, -; Purwanto, Benito Heru; Sri R, -; Arif, Sigit Supadmo
Jurnal Irigasi Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Teknik Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.313 KB) | DOI: 10.31028/ji.v10.i1.41-48

Abstract

Nowadays, the issues of water scarcity, high fertilizer cost, and negative environmental impacts due to high agrochemicals use are escalating so that the improvement of resource efficiency on rice cultivation is necessary. Based on many studies, SRI is a very promising approach. Pot experiment was conducted under SRI framework with continuous flooding (CF), shallow water depth (SWD), and field capacity (FC) irrigation; together with four different doses of organic fertilizer (F100, F50, F0, and LF). The aim of this study is to figure out the effect of water and organic fertilizer managements on rice performances. Our experiment showed soil Eh was significantly different between three water management treatments (p < 0.05) where FC gained the highest soil Eh, followed by SWD and CF. Whereas, organic fertilizer management gave insignificant effect on soil EH. Under SWD management, number of tillers was significantly higher than CF and FC. On the other hand, water management and organic fertilization had no significant effect on plant height. SWD significantly increased yield and biomass followed by CF and FC. Organic fertilizer caused significant reduction on number of tiller, yield and biomass. In conclusion, SWD provided better environment for rice growth and enhance the rice performances, while the effect of organic fertilizer was not clearly seen.
GARAM SEHAT RENDAH NATRIUM MENGGUNAKAN METODE BASAH Redjeki, Sri; Muchtadi, Dimas Faizal Akbar; Putra, Muhamad Reza Arief
Jurnal Teknik Kimia Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2040

Abstract

Garam konsumsi (NaCl) merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, diantaranya sebagai bumbu dan pengawet makanan. Selama ini kebanyakan orang mengonsumsi makanan hanya memikirkan selera dan rasanya saja sehingga kurang memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Hipertensi adalah salah satu permasalahan dalam tubuh, karena peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Sebenarnya, garam konsumsi yang dijual bukanlah penyebab dari meningkatnya tekanan darah. Namun, kandungan natrium di dalam garam itulah yang menyebabkan hipertensi. Garam sehat diharapkan dapat menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi yang memiliki kadar maksimum natrium sebesar 60% berat dan kadar kalium maksimum sebesar 40% berat. Pada penelitian ini akan dibuat garam rendah Natrium dengan penambahan Kalium Klorida (KCl) sebagai bahan campuran. Kadar Natrium dalam garam konsumsi nantinya akan menurun dengan penambahaan kalium klorida, penambahan dilakukan dengan perbandingan massa NaCl dan KCl 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, 3:1 dari total massa bahan yang nantinya setiap bahan akan dilarutkan dan diaduk menjadi satu dengan suhu pengadukan 40°C, 70°C, 100°C. Diaduk hingga terjadi proses rekristalisasi. Perbandingan yang paling baik dalam percobaan ini,  untuk mendekati garam dengan kadar NaCl 60% dan KCl 40%, yaitu pada perbandingan massa NaCl dan KCl 1:1 pada suhu 70°C. Kata kunci : garam konsumsi ; garam sehat ; hipertensi ; kalium klorida ; natrium klorida. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2040
Increase the Sugar Concentration of the Solution Sugar by Reverse Osmotic Membrane Sri Redjeki; Nur Hapsari; Iriani
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology in Publication, Implementation and Co
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugar is one of the basic needs of people and food and drink industry. As technology advances and the demand for efficient usage of sugar rises, crystal sugar is seen as less advantageous than liquid sugar. If sugar is always dissolved in water before use, then it will be more efficient and practical for consumers to use sugar in liquid form than in crystal form. Other than that, liquid sugar is also attractive to consumers because it is economical, hygienic, instantly soluble in hot and cold water, fresher and longer-lasting, able to thicken and enrich the texture of foods and drinks, and functions as sweetener, syrup, and flavor enhancer. Liquid sugar is also more beneficial for sugar producers because of simpler production process, cheaper production cost, and similar yield with no extra cost. In sugar production, separation process is found in most of its stages and therefore the use of membrane technology for separating solute and water content has a good potential. In this research, water content reduction of sugar solution was done in order to increase the sugar concentration of the solution. The parameters of this research were 4%, 5%, and 6% starting concentration of sugar solution; 20, 40, and 60 minutes of process time; and 85 and 60 PSI ?P. The best result was acquired on 4% starting concentration, 60 PSI ?P, and 60 minutes process time.
KARAKTERISTIK KUALITAS BIOCHAR DARI LIMBAH BATANG UBI KAYU DENGAN PROSES PIROLISIS Redjeki, Sri; Abdullah, Achyar; Dwitama, Santa Kristi
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4121

Abstract

Ubi kayu biasanya diolah menjadi tepung atau bahan pangan setelah dipanen, namun bagian batang dari ubi kayu ini hanya termanfaatkan sebanyak 10% dari tinggi total batang yang dapat ditanam kembali, sisanya menjadi limbah. Limbah batang ubi kayu berpotensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai biochar karena memiliki kadar C yang tinggi sehingga dapat menyediakan lingkungan yang baik bagi mikroba tanah dan banyak manfaat lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat biochar dari limbah batang ubi kayu sesuai dengan SNI dan juga sesuai sebagai syarat pembenah tanah. Kualitas biochar ini dapat diketahui berdasarkan karakteristiknya, yakni kadar air, abu, zat mudah menguap, dan karbon. Pada penelitian ini digunakan proses pirolisis dengan hasil yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari variasi kondisi operasi terhadap karakteristik kualitas biochar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu dan suhu pirolisis sebesar 30;45;60;75;90 menit serta 250;300;400;450˚C dan diperoleh kondisi yang relatif baik pada suhu 400˚C selama 75 menit yaitu: kadar karbon sebesar 72,43%; kadar abu 8,85%; kadar air 1,64%; dan kadar volatile matter 17,07%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4121
Potensi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Bioreduktor Untuk Biosintesis Nanopartikel Hawa Aritma Sunarko Putri; Rahmi Oktarini; Syuaibatul Islamiyah; Sri Redjeki; Rachmad Ramadhan Yogaswara
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.4.497-503.2024

Abstract

One type of antioxidant that is usually found in plants such as fruit, skin, leaves, and others is flavonoids. In addition, flavonoids can be used for the formation of nanoparticles (NPs) as a bioreductor. The purpose of this study was to examine the utilization of red dragon fruit peel extract as a bioreductor in the synthesis of zinc oxide nanoparticles from zinc nitrate precursors using the biosynthesis method. Red dragon fruit peel was macerated to obtain flavonoids. Zinc nitrate was used as a precursor to make ZnO NPs. UV-VIS spectrophotometric analysis showed that the total flavonoids contained in the extract were 5.6 x 10-4 mg QE/g. By FTIR test, ZnO nanoparticles are known to contain OH groups characterized by a peak in the 3374.10 cm-1 region. XRD results show that ZnO nanoparticles have a hexagonal wurtzite shape. SEM-EDX results show that the ZnO nanoparticles formed have a size of 157-174 nm and contain the constituent composition of 69.41% zinc and 29.35% oxygen. ZnO nanoparticles have anticancer effects that can be used in anticancer drugs, which can efficiently suppress synergistic cytoxicity in leukemia cell lines under UV irradiation. 
GARAM INDUSTRI DARI GARAM RAKYAT DENGAN PENAMBAHAN REAGEN Na2CO3 DAN NaOH Redjeki, Sri; Abdullah, Muhammad Adam; Krisnanto, Ardo
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4822

Abstract

Garam merupakan salah satu bahan penting yang banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun bidang industri. Di Indonesia, sumber produksi garam berasal dari garam rakyat yang masih memiliki kualitas rendah dengan kadar NaCl sekitar 84%. Rendahnya kualitas garam disebabkan oleh masih banyaknya bahan impurities seperti MgCl2, MgSO4, CaSO4, dan lain-lain. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas garam rakyat dengan menggunakan metode rekristalisasi disertai penambahan reagen kimia Na2CO3 dan NaOH agar garam yang dihasilkan sesuai dengan SNI garam industri. Penambahan reagen kimia tersebut digunakan untuk mengikat impurities pada garam rakyat (Ca2+dan Mg2+) sehingga membuat kadar NaCl meningkat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi penambahan konsentrasi Na2CO3 dan NaOH secara berlebih (excess) menurut kebutuhan stokiometri, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Garam dilakukan uji AAS untuk mengetahui kadar Ca2+ dan dan Mg2+ serta uji titrasi argentometri untuk kadar NaCl. Hasil terbaik diperoleh dengan penambahan Na2CO3 sebesar 0% dan NaOH sebesar 20% menghasilkan garam dengan kadar NaCl 97,27%, kadar Ca2+ 0,038% dan kadar Mg2+ 0,0196%. Kemurnian garam ini telah memenuhi spesifikasi dari garam industri.
Preparation of Calcinite Fertilizer from Golden Snail Shells by Calcination and Crystallization Processes Nur Halizah Hadi; M. Hadid Muhaimin; Sri Redjeki
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 6 No. 4 (2024): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v6i4.788

Abstract

The golden apple snail is a significant pest that damages crops and can lead to crop failure because it has a habit of consuming various soft plants, including young rice plants. Golden snail shells have a high calcium carbonate content of around 60.56%. Large calcium content can be used as a source for the production of calcium nitrate fertilizer. The stages in making calcinit fertilizer are washing the shell of gold snails and drying for 1-2 days. After that, size reduction is carried out to 50 mesh. After that, the calcination process was carried out with a variable temperature of 700,750,800,850,900 ℃ for 4 hours. The calcined shell is dissolved with HNO3 with a variable of 1-5 N for 1 hour. After that the solution is filtered from impurities and neutralized to pH 7. After that the solution is crystallized into white crystals. The largest Ca and N content was obtained at a calcining temperature of 900 and HNO3 5 N concentrations, namely Ca of 21.94% and N of 16.52%. The results showed that the higher the calcining temperature and the higher the HNO3 content, the higher the Ca content and N content