Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN UMUR KEHAMILAN, PARITAS, STATUS KEK, DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KLINIK EL’MOZZA KOTA DEPOK Desy Qomarasari; Lusy Pratiwi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 2, Juli 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i2.1050

Abstract

Di Indonesia ibu hamil dengan anemia mengalami peningkatan dari tahun 2007 sejumlah 24,5% dan tahun 2018 menjadi 48,9 %. Di Kota Depok prevalensi anemia tahun 2020 sebanyak 3.496. Hal ini menunjukkan masih tingginya kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur kehamilan, paritas, status KEK dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dikaji secara analitik di Klinik El ‘Mozza Kota Depok. Populasi penelitian semua ibu hamil yang periksa kehamilan di Klinik El’Mozza bulan Juni-Agustus 2022 berjumlah 52 responden. Sedangkan sampelnya sejumlah 52 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dengan univariat dan bivariat yang menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian yang mengalami anemia pada ibu hamil 21 responden (40,4%), umur kehamilan Trimester 1 dan 3 sebanyak 34 responden (65,4%), paritas ≤3 44 responden (84,6%), status KEK 26 responden (50,0%), dan pendidikan menengah 27 responden (51,9%). Hasil uji statistik chi square tidak ada hubungan umur kehamilan dengan anemia pada ibu hamil (0,873). Ada hubungan paritas (0,030), status KEK (0,002) dan tingkat pendidikan (0,001) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan tidak ada hubungan antara umur kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil tetapi ada hubungan antara paritas, status KEK dan tingkat Pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. In Indonesia, anemia in pregnant women has increased from 2007 at 24.5% and in 2018 it increased to 48.9%. In Depok City, the prevalence of anemia in 2020 is 3,496. This shows the high incidence of anemia in pregnant women. The purpose of this study was to determine the relationship between gestational age, parity, KEK status and education level of the mother with the incidence of anemia in pregnant women. The research method Quantitative with a cross sectional approach and analyzed analytically at the El 'Mozza Clinic, Depok City. The study population of all pregnant women who checked their pregnancies at the El'Mozza Clinic in June-August 2022 totaled 52 respondents. While the sample is 52 respondents using total sampling technique. Data analysis with univariate and bivariate using the chi square statistical test. The results of the study who experienced anemia in pregnant women were 21 respondents (40.4%), gestational age Trimester 1 and 3 were 34 respondents (65.4%), parity ≤3 44 respondents (84.6%), KEK status 26 respondents (50.0%), and secondary education 27 respondents (51.9%). The results of the chi square statistical test showed no relationship between gestational age and anemia in pregnant women (0.873). There is a relationship between parity (0.030), KEK status (0.002) and level of education (0.001) with the incidence of anemia in pregnant women. In conclusion, there is no relationship between gestational age and the incidence of anemia in pregnant women, but there is a relationship between parity, KEK status and education level and the incidence of anemia in pregnant women.
PENGARUH KONSUMSI AIR SERAI (CYMBOPOGON CITRATU), JAHE (ZINGIBER OFFICINALE), JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) DAN MADU HANGAT DALAM MENGATASI HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Lusy Pratiwi; Niati Ambarsari; Ani Nuraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i1.252

Abstract

Pada paruh pertama hingga tiga perempat masa kehamilan, mual dan muntah dialami oleh sekitar lima puluh persen hingga tujuh puluh lima persen wanita Indonesia, menurut statistik dari Kementerian Kesehatan. Terdapat metode farmakologis dan nonfarmakologis untuk menurunkan hiperemesis . Infus jahe, madu, serai, dan jeruk nipis merupakan salah satu jenis pengobatan herbal yang tidak mengandung bahan farmasi. Penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest design untuk penelitian pendahuluannya. Hiperemesis gravidarum dialami oleh 25 wanita hamil trimester pertama yang menjadi subjek penelitian ini. Metode pengambilan sampel menggunakan strategi pengambilan sampel yang komprehensif. Sebelum dan sesudah diberikan seduhan air serai, jeruk nipis, jahe, dan madu, partisipan akan mengisi kuesioner observasi pada lembar instrumen PUQE-24. Data akan dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat. Nilai p sebesar 0,000 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara hiperemesis gravidarum dengan trimester pertama kehamilan dan konsumsi infus serai, jeruk nipis, jahe, dan madu oleh ibu hamil. Karena nilai p kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan, ibu hamil trimester pertama dapat terbebas dari hiperemesis gravidarum setelah minum campuran jahe, serai, jeruk nipis, dan madu.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Sebagai Upaya Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Lusy Pratiwi; La Malihi; Anna Laila
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.626

Abstract

Latar Belakang : Salah satu masalah gizi utama yang sering terjadi pada usia remaja, khususnya di Indonesia, adalah anemia defisiensi besi. Remaja, terutama putri, rentan anemia karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan cepat dan menstruasi, ditambah pola makan yang tidak seimbang (diet ketat/kurang zat besi). Menurut data yang dirilis oleh Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 untuk kelompok usia 15-24 tahun, menyebutkan prevalensi anemia mencapai 32%, dimana prevalensi anemia putri sebesar 27,2%. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada remaja putri usia 14-15 tahun. Metode penelitian: Metode quasi-experiment Pretest-Posttest with Control Group Design. Populasi penelitian adalah remaja putri usia 14-15 tahun di Bekasi selatan pada bulan juni 2025 berjumlah 28 orang. Teknik Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 20 orang. Instrument pengumpulan data lembar observasi. Analisa data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan uji Independent Sample T test. Hasil Penelitian: Terdapat perubahan kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi pada remaja putri. Berdasarkan uji statistic Independent Sample T test terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin. Setelah perlakuan, nilai t diperoleh sebesar -2,293 dengan df = 18 dan nilai signifikansi 0,034 (p < 0,05). Simpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat pengaruh pemberian sari kacang hijau dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri usia 14-15 tahun.