Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Konselor Dalam Meningkatkan Motivasi Berprestasi Akademik Siswa Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling Sri Bintang Anshar Alim Thorifah; Budiyanto; Eko Darminto
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 3 No. 1 (2020): September
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijolec.v3i1.473

Abstract

The research aims to determine the role of counselors in increasing students' academic achievement motivation through guidance and counseling services. The problem in this study is that students have low achievement motivation. Problems can be prevented by the role of the counselor through guidance and counseling services in schools. The research method used is literature study. The literature study was carried out because the research was in the co-19 pandemic period and this research had to be resolved. Data analysis uses analytical methods through books and articles. The results showed that the role of counselors is very important in increasing students' academic achievement motivation through guidance and counseling services, such as informative services, individual counseling services, guidance in class and outside the classroom, and group guidance.
Filosofi dan Prinsip Dasar Pendidikan Inklusi: Implikasi terhadap Masalah Sosial Masyarakat Eky Prasetya Pertiwi; A Zulkarnain Ali; Budiyanto; Endang Pudjiastuti Sartinah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1817

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan pendekatan strategis untuk mengatasi diskriminasi dan ketimpangan dalam akses pendidikan, terutama bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Filosofi pendidikan inklusi yang berlandaskan keadilan sosial, penghargaan terhadap keberagaman, dan kesetaraan hak menunjukkan relevansinya dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya infrastruktur ramah disabilitas, minimnya pelatihan bagi guru, dan stigma sosial terhadap ABK. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan filosofi pendidikan inklusi dalam membangun sistem pendidikan yang adil dan inklusif di Indonesia. Dengan metode kualitatif berbasis studi pustaka, data diperoleh dari artikel ilmiah dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusi memiliki dampak positif dalam meningkatkan partisipasi dan prestasi akademik ABK, membangun empati sosial, dan mengurangi stereotip negatif terhadap keberagaman. Namun, keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan berupa investasi pada infrastruktur, pelatihan guru, serta kampanye kesadaran publik. Integrasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi landasan penting dalam mendukung keberagaman sebagai kekuatan. Dengan upaya kolaboratif dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, pendidikan inklusi dapat menjadi alat strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan berkeadilan.
Analisis Kebijakan Standar Operasional Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang Berdampak pada Rencana Kenaikan Uang Kuliah Tunggal Ramadhan Maruta Pradana; Amin Fauzi; Budiyanto; Mufarrihul Hazin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1924

Abstract

Studi ini menganalisis kebijakan Standar Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang diatur dalam Permendikbud No 2 Tahun 2024. Penelitian ini menjelaskan pentingnya pendidikan sebagai hak dasar dan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi, terutama terkait biaya yang tinggi setelah pandemi Covid-19. Meskipun pemerintah berupaya memastikan kelayakan pembiayaan pendidikan, kebijakan baru ini menuai berbagai protes dari mahasiswa dan orang tua karena dianggap memberatkan, terutama di tengah pemulihan ekonomi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, yang mengeksplorasi berbagai sumber untuk memahami dampak kebijakan tersebut. Hasil penelitian Standar biaya oprasional perguruan tinggi yang berbeda menghasilkan kesenjangan pada perguruan tinggi rawan komersialisasi pendidikan, Kebijakan iuran pengembangan institusi yang berlebihan, pengurangan dan pembebasan UKT yang kurang Transparansi dan akuntabilitas, Perlunya pengawasan ketat terhadap kenaikan UKT, implementasi permendikbud dirasa kurang tepat saat kondisi perekonomian masyarakat indonesia dalam kondisi perbaikan. Perlu dilakukan peninjauan ulang untuk menerapkan Peraturan ini dan diatur secara detail regulasi kenaikan Uang kuliah Tunggal di Perguruan Tinggi Negeri.
Wawasan Globalisasi, Revolusi Industry 4.0 dan Society 5.0 dalam Bimbingan dan Konseling Florentina Ema Weking; Budiyanto; Evi Winingsih
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Apri : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/bki.v6i1.2440

Abstract

The changing dynamics of the times, marked by three major waves: the Globalization Era, the Industrial Revolution 4.0 (IR 4.0), and Society 5.0, have created both challenges and transformative opportunities for the Guidance and Counseling (BK) profession. Globalization demands that counselors possess global insight, sensitivity to students' psychological issues (Dahlan, 2017), and the ability to integrate local wisdom. Meanwhile, the Industrial Revolution 4.0 ushered in an era of disruption (El Fiah et al., 2021), producing a multitasking digital generation prone to psychosocial problems. This requires counselors to transform into innovators and prepare students to be adaptive and develop strong character. Ultimately, Society 5.0 offers a technology-based, human- centered society (Sugiono, 2020), where counselors are required to integrate digital technology (cybercounseling) without sacrificing the humanistic essence of service. Through this literature review, it was identified that the future relevance of guidance and counseling services depends heavily on two pillars of competency: Humanist Competence, which prioritizes social justice, cross-cultural understanding, and local wisdom; and Digital Competence, which encompasses digital media proficiency and soft skills. In conclusion, the guidance and counseling profession must immediately undertake a holistic and systematic transformation to ensure that the services provided remain effective, adaptive, and capable of producing a superior generation ready to face the complexities of global and digital challenges.