Nirwana
Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tingkat Keaktifan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Belajar Daring Via WhatsApp Muhammad Hasan; Nirwana; Rahmatullah; Thamrin Tahir; Nur Arisah
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 4 No. 2 (2022): Maret
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijolec.v4i2.1632

Abstract

Kajian ini dibuat dengan tujuan untuk dapat mengetahui bagaimana pengimplementasian pendidikan pada jenjang sekolah dasar, dimana kita ketahui pada saat awal tahun 2020 Covid-19 memasuki Indonesia sehingga pembelajaran hanya dilakukan melalui tatap muka. Pada kajian ini kita menggunakan pendekatan kuantitatif, lalu akan dijabarkan melalui metode observasi berupa penyebaran kuesioner dan peninjauan langsung pada lapangan melihat apa yang terjadi di sekolah tersebut. Dengan informan yang ada yaitu guru, orangtua dan siswa serta kepala sekolah. Dalam menentukan tekniknya informan yaitu antara lain (a) berprofesi sebagai guru di Sekolah Dasar Negeri Balang Boddong (b) orang tua bertugas sebagai pendamping anaknya selama proses pembelajaran secara offline yang dilakukan di rumah yang disediakan datang kesekolah. Dan (c) siswa di sekolah SDN balang boddong cukup memahami cara penggunaan media yang digunakan selama pembelajaran tatap muka di rumah, mereka cukup memahami secara seksama
Meningkatkan Keterampilan Menyikat Gigi Melalui Metode Demonstrasi Pada Anak Tunagrahita Ringan Kelas II di SLB Negeri 1 Tana Toraja Nirwana; Muhammad Danial; Ganti
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.569

Abstract

Adanya ketidak mampuan anak tunagrahita ringan di kelas II dalam keterampilan menyikat gigi disebabkan oleh kurangnya anak berlatih secara intensif dengan baik dan benar menjadi masalah yang melatarbelakangi hadirnya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menyikat gigi melalui metode demonstrasi, 2) Membuktikan metode demonstrasi dalam pembelajaran menyikat gigi dapat meningkatkan keterampilan menyikat gigi bagi anak tunagrahita ringan kelas II di SLB Negeri Tana Toraja. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan guru pamong. Subjek penelitian ini yaitu dua orang anak tunagrahita ringan kelas II dan satu orang guru. Data diperoleh melalui observasi dan tes, data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses pembelajaran menyikat gigi dengan metode demonstrasi terhitung efektif tercapai dalam dua siklus. Siklus I dengan 3 kali pertemuan dan siklus II dengan 2 kali pertemuan. 2) hasil pembelajaran dengan metode demonstrasi terlihat peningkatan dari setiap siklus. Hal ini dapat dilihat dari data sebelum tindakan terhadap kemampuan anak dalam melakukan langkah-langkah menyikat gigi yakni : OR adalah (30%), FP adalah (40%) sedangkan pada akhir siklus I kemampuan OR meningkat (50%), FP telah meningkat (60%) Pada siklus II kemampuan OR meningkat (80%), FP meningkat (90%). Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa kedua anak ini mengalami peningkatan kemampuan menyikat gigi setelah diterapkan metode demonstrasi secara intensif kepada anak tunagrahita ringan kelas II di SLB Negeri 1 Tana Toraja.
ANALISIS TEKNIK COPYWRITING BAHASA  INDONESIA PADA CAPTION PROMOSI UMKM DI INSTAGRAM Safira Alviana Sahara; Nirwana
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Desember 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i6.161

Abstract

This study examines Indonesian-language copywriting techniques used in MSME (UMKM) promotional Instagram captions, focusing on how persuasive message structures are formed and how captions function alongside visual content in digital marketing. A descriptive qualitative approach was applied using four MSME post samples. Data were collected by documenting caption texts and observing visual elements as supporting (secondary) data, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that many MSMEs still treat captions as a complement to visuals, resulting in relatively simple persuasive structures. Frequently used strategies include social proof cues (e.g., framing products as “legendary” or “a local favorite”), emotion- and sensory-driven diction (taste, texture, experience), urgency signals, and clear calls to action directing audiences to specific ordering channels (e.g., WhatsApp). However, brand narrative and value justification (distinct product benefits and stronger reasons to purchase) are often inconsistent or underdeveloped. Overall, the results suggest that strengthening AIDA-based structure and sharpening word choice can help MSMEs produce more focused, relevant, and action-oriented captions in fast-paced social media contexts.
Teachers' Understanding of the Game-Based Learning Model in South and West Sulawesi: Rasch's Analysis Riskawati; Khaeruddin; Nirwana; Tisa Rifsa; Adinda Futri Syasbila; Nurhikma Syam; Hendra B; Sitti Rahma Yunus
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpkim.v10i3.188

Abstract

Game-based learning is an approach that applies elements of play to enhance student engagement, motivation, and conceptual understanding in interactive ways. This study analyzes teachers’ understanding of the model and evaluates the psychometric quality of the instrument used. A quantitative descriptive method with Rasch analysis was employed to test validity, reliability, and fairness. The sample consisted of 54 chemistry teachers in South and West Sulawesi, selected randomly from diverse demographic backgrounds. Data were collected using questionnaires designed to measure teachers’ comprehension of the concept and application of game-based learning. Results indicated that the instrument demonstrated strong psychometric properties, with high validity and reliability, and appropriate item difficulty relative to teachers’ abilities. No significant differences were observed across gender, age, or teaching level, confirming the fairness of the instrument. However, teachers aged 25–34 and those at the elementary level displayed higher understanding. These findings highlight the need for targeted training to support teachers with lower comprehension, thereby promoting optimal implementation of game-based learning across educational levels.