Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

THE ROLE OF ISLAMIC EDUCATION AS A MORAL FOUNDATION TO THE YOUNG GENERATION OF ISLAM IN DISRUPTION ERA Muhammad Danial; Mgr Sinomba Rambe; Tahmid Miftachurrozaq; Riskawati Saleh
Proceeding International Seminar of Islamic Studies INSIS 5 (March 2023)
Publisher : Proceeding International Seminar of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya perbuatan maksiat dan berbagai persoalan maksiat merupakan masalah yang mengancam akhlak generasi muda umat Islam di era disrupsi; hal ini menunjukkan pentingnya keberadaan pendidikan Islam dalam upaya menjawab permasalahan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji moralitas generasi muda umat Islam dan peran pendidikan Islam di era disrupsi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan tinjauan pustaka (literature review). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pesatnya arus informasi di era disrupsi yang tidak diimbangi dengan penguatan moral menjadi penyebab munculnya berbagai permasalahan moralitas di kalangan generasi muda umat Islam. 2) Penanaman nilai-nilai moral pada generasi muda muslim yang terintegrasi dengan kemajuan di era disrupsi merupakan pondasi pendidikan Islam saat ini. 3) Penerapan gaya hidup menurut ajaran Islam menunjukkan pentingnya pendidikan Islam sebagai landasan moral generasi muda umat Islam di era disrupsi. Internalisasi nilai-nilai moral dalam pendidikan Islam belum maksimal sehingga menimbulkan permasalahan moral bagi generasi muda umat Islam. Untuk itu diperlukan integrasi pendidikan Islam dengan kemajuan di era disrupsi untuk menjadi media pembiasaan gaya hidup sesuai ajaran Islam. Pada level seperti itu, pendidikan Islam menjadi landasan moral generasi muda umat Islam.
Meningkatkan Keterampilan Menyikat Gigi Melalui Metode Demonstrasi Pada Anak Tunagrahita Ringan Kelas II di SLB Negeri 1 Tana Toraja Nirwana; Muhammad Danial; Ganti
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.569

Abstract

Adanya ketidak mampuan anak tunagrahita ringan di kelas II dalam keterampilan menyikat gigi disebabkan oleh kurangnya anak berlatih secara intensif dengan baik dan benar menjadi masalah yang melatarbelakangi hadirnya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menyikat gigi melalui metode demonstrasi, 2) Membuktikan metode demonstrasi dalam pembelajaran menyikat gigi dapat meningkatkan keterampilan menyikat gigi bagi anak tunagrahita ringan kelas II di SLB Negeri Tana Toraja. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan guru pamong. Subjek penelitian ini yaitu dua orang anak tunagrahita ringan kelas II dan satu orang guru. Data diperoleh melalui observasi dan tes, data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses pembelajaran menyikat gigi dengan metode demonstrasi terhitung efektif tercapai dalam dua siklus. Siklus I dengan 3 kali pertemuan dan siklus II dengan 2 kali pertemuan. 2) hasil pembelajaran dengan metode demonstrasi terlihat peningkatan dari setiap siklus. Hal ini dapat dilihat dari data sebelum tindakan terhadap kemampuan anak dalam melakukan langkah-langkah menyikat gigi yakni : OR adalah (30%), FP adalah (40%) sedangkan pada akhir siklus I kemampuan OR meningkat (50%), FP telah meningkat (60%) Pada siklus II kemampuan OR meningkat (80%), FP meningkat (90%). Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa kedua anak ini mengalami peningkatan kemampuan menyikat gigi setelah diterapkan metode demonstrasi secara intensif kepada anak tunagrahita ringan kelas II di SLB Negeri 1 Tana Toraja.
The Adaptation of Islamic Religious Education Learning Model of the Independent Curriculum Danial, Muhammad; Widodo, Hendro
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2022): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v13i2.15733

Abstract

Indonesian curriculum transformation into an independent curriculum necessitates the readiness of schools and all of their components to adapt to these changes. As a result, every school's Islamic religious education learning process is required to conduct learning by following the independent curriculum. This study employs the qualitative method with a descriptive design. The data is gathered through observation and interviews with informants. The study’s respondents were school principals, vice principals of the curriculum section, Islamic Religion education teachers, and student representatives from SMA Negeri 5 Tana Toraja. The data found in this study was analyzed by collecting data in process and data in the field. According to the findings, Islamic religious education is taught at SMA Negeri 5 Tana Toraja in the framework of implementing differentiated learning in the independent curriculum. The adoption of the independent curriculum in learning Islamic Religious Education at SMA Negeri 5 Tana Toraja lays a greater emphasis on teacher readiness in carrying out differentiated learning. Adopting the Independent Curriculum in learning Islamic Religious Education in schools necessitates facilities, space, and many policies to increase teachers' knowledge and creative power.
Relevansi Pendekatan Deep Learning Berbasis Cultural Neuroscience untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Agama Islam Danial, Muhammad; Rukaya, Rukaya; Hamsudi, Alfaridzi
FASTABIQ: JURNAL STUDI ISLAM Vol 6, No 2 (2025): Fastabiq: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47281/fas.v6i2.256

Abstract

The limited internalization of religious values and information in Islamic Religious Education learning in schools is often caused by insufficient consideration of neuroscience and cultural aspects in the learning process. This research aims to discover an appropriate Islamic Religious Education learning model with a Deep Learning approach that aligns with efforts to strengthen cultural values embedded in the learning process, adapting this learning model in Islamic Religious Education with a cultural approach implemented based on neuroscience knowledge. This research employs a mixed methods research model, utilizing qualitative data with a phenomenological approach to identify students' learning style tendencies in schools, while quantitative data is used to confirm and test findings from the qualitative data. The results of this research demonstrate that 1) the three dimensions of the deep learning approach are interconnected and influence Islamic Religious Education learning at every educational level, 2) adapting the Deep Learning approach based on Cultural Neuroscience into the learning process supports the existence of cultural values in learning implementation, 3) the implementation of Islamic Religious Education learning through the Deep Learning approach with the Cultural Neuroscience concept not only has implications for improving Islamic Religious Education learning competencies, but also for developing cognitive abilities and students' capacity to contextualize Islamic Religious Education learning.Keywords: Learning approach, Deep learning, Cultural neuroscience, Islamic education
Relevansi Pendekatan Deep Learning Berbasis Cultural Neuroscience untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Agama Islam Muhammad Danial; Rukaya Rukaya; Alfaridzi Hamsudi
FASTABIQ: JURNAL STUDI ISLAM Vol. 6 No. 2 (2025): FASTABIQ: JURNAL STUDI ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47281/fas.v6i2.256

Abstract

The limited internalization of religious values and information in Islamic Religious Education learning in schools is often caused by insufficient consideration of neuroscience and cultural aspects in the learning process. This research aims to discover an appropriate Islamic Religious Education learning model with a Deep Learning approach that aligns with efforts to strengthen cultural values embedded in the learning process, adapting this learning model in Islamic Religious Education with a cultural approach implemented based on neuroscience knowledge. This research employs a mixed methods research model, utilizing qualitative data with a phenomenological approach to identify students' learning style tendencies in schools, while quantitative data is used to confirm and test findings from the qualitative data. The results of this research demonstrate that 1) the three dimensions of the deep learning approach are interconnected and influence Islamic Religious Education learning at every educational level, 2) adapting the Deep Learning approach based on Cultural Neuroscience into the learning process supports the existence of cultural values in learning implementation, 3) the implementation of Islamic Religious Education learning through the Deep Learning approach with the Cultural Neuroscience concept not only has implications for improving Islamic Religious Education learning competencies, but also for developing cognitive abilities and students' capacity to contextualize Islamic Religious Education learning.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI TERINTEGRASI NEUROSAINS DAN KECERDASAN SPIRITUAL DI ERA SOCIETY 5.0 Muhammad Danial
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i2.933

Abstract

Minimnya pengetahuan terhadap mekanisme kerja dan fungsi otak manusia turut mempengaruhi gagalnya ketercapaian tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami implementasi pembelajaran Agama Islam yang terintegrasi dengan konsep neurosains melalui optimalisasi pengembangan pembelajaran di era Society 5.0. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan desain studi kasus di UPT SMA Negeri 5 Barru, melibatkan guru, siswa dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi serta bantuan angket yang bersifat Open Ended Questionnaire. Menggunakan analisis hermeneutik dan phenomenologik untuk menginterpretasikan fenomena yang terjadi seputar implementasi pembelajaran Agama Islam yang terintegrasi dengan konsep neurosains. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1) Integrasi neurosains dalam pembelajaran Agama Islam sebagai bagian dari proses internalisasi nilai-nilai keislaman dengan menghubungkan pemahaman kognitif dengan kesadaran transendental siswa. 2) Model Pembelajaran Agama Islam dikembangkan dengan memadukan prinsip kerja otak dan keterlibatan emosi positif dalam proses pembelajaran, penguatan memori jangka panjang melalui pengalaman bermakna. 3) Aspek kecerdasan spiritual di ukur dengan melihat kemampuan siswa dalam memaknai setiap peristiwa, kemampuan berpikir fleksibel dalam menyelesaikan masalah, kesadaran tujuan hidup sesuai nilai-nilai Islam.
Transforming Education in the Digital Era: Trends, Innovations, and Future Directions Mulyarti Mulyarti; Afif Zuhdy Idham; Muhammad Danial; Wahyuddin Rauf
Jurnal Edukasi Saintifik Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Edukasi Saintifik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jes.v6i2.1560

Abstract

Innovative teaching methods have emerged as a result of the educational environment being drastically altered by the quick development of technology and shifting societal needs. The goal of this research is to investigate current developments and trends that are influencing education going forward, such as gamification, immersive learning technology, artificial intelligence (AI)-based customized learning, hybrid learning, and lifelong learning programs. To have a thorough grasp of how instructors and students view and experience these advances, a qualitative study approach was utilized. Teachers and students with prior experience with innovative teaching methods made up the participants, who were chosen through purposive sampling. Semi-structured interviews and questionnaires with both multiple-choice and open-ended questions were used to gather data. Thematic analysis, which included coding, classification, and theme formulation, was used to examine the gathered data. Peer review, member verification, and triangulation methods were used to make sure the results were reliable. The results show that by boosting accessibility, engagement, and flexibility, digital technologies have improved student learning outcomes and instructional effectiveness. Key developments that promote more flexible and learner-centered education include gamification, AI-driven tailored training, hybrid learning models, and immersive technologies like virtual reality (VR) and augmented reality (AR). But there are still a lot of obstacles to overcome, including the digital divide, teacher preparedness, ethical issues with AI, and institutional reluctance to change. The study comes to the conclusion that human-centered learning strategies that foster critical thinking, lifelong learning, character development, and social skills must be combined with technology innovation to shape education in the future. To prepare students for the complexity of the future, educational institutions must embrace technology breakthroughs and implement adaptable curriculum while upholding the core principles of education.
Optimalisasi Kecerdasan Emosional dan Relevansinya Terhadap Penguatan Religiusitas dalam Pendidikan Islam Muhammad Danial
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergeseran nilai yang nampak kontras terjadi di masyarakat sedikitnya menggambarkan masih sangat minimnya pengembangan kecerdasan emosional dalam peningkatan religiusitas. Penelitian ini ditujukan untuk menemukan dan menndeskripsikan pentingnya kecerdasan emosional dioptimalkan dalam pelaksanaan Pendidikan Islam serta perannya dalam penguatan religiusitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian kepustakaan, data penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis isi terhadap berbagai literatur yang relevan, fenomena dalam penelitian ini dikaji menggunakan analisis hermeneutic dan phenomenologik. Hasil ini menunjukkan bahwa: 1) Nilai-nilai moral dalam pendidikan Islam berkaitan erat dengan konsep kecerdasan emosional baik dalam konteks kemampuan mengelola emosi maupun kemampuan membangun relasi, 2)  Dalam hal kemampuan mengelola emosi dimana kecerdasan emosional berperan sangat penting dalam penguatan religiusitas dalam aspek kesadaran melaksanakan kewajiban ibadah dan pengamalan beragama, 3) Upaya penguatan religiusitas dalam Pendidikan  Islam dengan mengoptimalkan potensi kecerdasan emosional dapat meningkatkan kemampuan individu menciptakan suasan hidup yang humanis dan saling terhubung lewat nilai-nilai moral yang berkembang di masyarakat, 4) Kecerdasan emosional menjadi Instrument yang efektif dalam meningkatkan religiusitas untuk menjawab berbagai problematika Pendidikan Islam.