Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Bimbingan dan Konseling Belajar (Akademik) dalam Perspektif Islam Yuni Novitasari; Muhammad Nur
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.729 KB) | DOI: 10.30653/001.201711.6

Abstract

The goal of national education as set forth in the Law of the Republic of Indonesia looks not only focused on the development of cognitive but also affective, and psychomotor. To realize the quality of the knowledge of the learner, the learning experience (academic) becomes so important. Learning gains are not limited to the cognitive but also the character of the students. Learning is a way to acquire knowledge is a precious suggestion in Islam. The subject teachers as facilitators in helping students learn. Similarly, guidance and counseling teachers, in the field of academic, guidance and counseling teacher seeks to help learners to understand themselves and their environment so that learners are able to adapt and fulfill the task of learning (academic) it well. This study aims to produce a study on the Islamic perspective regarding guidance and counseling learning (academic). The method used is the study of literacy. With reviewing or studying libraries or literacy, both print and electronic that have a study on the topic. Based on the results of the study, it can be concluded that the counseling and guidance of learning (academic) aims to help facilitate the individual in the learning process. So in the view of Islam, teacher guidance and counseling have a glorious opportunity to teach goodness and benefits for other people especially in the study.
Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Berbasis Spiritual-Preneurship Melalui Sistem Pembudidayaan Lele Bioflok Cahaya Khaeroni; Muhammad Nur
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1478

Abstract

AbstrakPengembangan kewirausahaan pesantren menjadi sesuatu yang perlu untuk dikembangkan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat kemandirian pada para pengelola pondok pesantren. Hanya saja, sejauh ini masih banyak faktor kendala mengenai minimnya pengetahuan dan wawasan dari pihak pengelola pesantren mengenai pengelolaan wirausaha yang tepat, khususnya dalam hal pembudidayaan lele. Budidaya lele ini dipilih, mengingat peluang pasarnya sebenarnya cukup besar, dan pembudidayaannya cenderung relatif mudah dan praktis. Hanya saja sangat disayangkan, pola pembudidayaan lele yang pernah dicoba sejauh ini masih menggunakan sistem yang cenderung konvensional, sehingga selalu mengalami kegagalan. Padahal jika mau dikelola dengan sistem yang baik dan benar, peluang usaha dari budidaya lele ini bagitu sangat menjanjikan.Beranjak dari persoalan itulah, kegiatan pengabdian ini mencoba menawarkan pola pembudidayaan ikan lele dengan sistem bioflok. Berbeda dengan pola pengelolaan konvensional, sistem ini memungkinkan pembudidayaan ikan dengan lahan yang tidak perlu luas, namun dapat dilakukan dengan sistem tebar bibit ikan yang tinggi, hemat pakan ikan dan sekaligus ramah dari polusi lingkungan. Program ini mengambil tempat di Pondok pesantren Imadul Bilad Putri ‘Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro. Model pendekatan yang dipilih dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Partisipatoris. Pendekatan ini digunakan sebagai sebuah elemen dasar proses pemberdayaan masyarakat berupa partispasi dan mobilisasi sosial (social mobilisation). Target luaran dari kegiatan ini diantaranya, Pertama, Pembuatan kolam lele dengan sistem bioflok, kedua, Pembentukan kelompok/tim pengelola budidaya lele., ketiga, Penerbitan artikel pada jurnal ilmiah ber-ISSN. Kata kunci: Kemandirian Pesantren, pola pembudidayaan lele melalui sistem bioflok AbstractEntrepreneurship development of pesantren is something that needs to be developed with the aim to foster a spirit of independence in the boarding school managers. It's just that, so far there are still many obstacles to the lack of knowledge and insights from the pesantren management regarding proper entrepreneurial management, especially in terms of catfish cultivation. This catfish cultivation was chosen, considering the market opportunity is actually quite large, and cultivation tends to be relatively easy and practical. It's just a pity, the pattern of catfish farming that has been tried so far still uses a system that tends to be conventional, so it always fails. Whereas if it is managed with a good and right system, the business opportunity of catfish cultivation is very promising. Up from that problem, this service activity tries to offer a pattern of catfish farming with a biofloc system. In contrast to conventional management patterns, this system allows fish cultivation with land that does not need to be extensive, but can be done with a high fish seed stocking system, saving fish feed and at the same time friendly from environmental pollution. This program is located at Imadul Bilad Putri Islamic Boarding School 'Aisyiyah Imadul Bilad Metro City. The approach model chosen in the implementation of community service uses a participatory approach. This approach is used as a basic element of the community empowerment process in the form of participation and social mobilization. The output targets of this activity include, first, the making of catfish ponds with biofloc systems, second, the formation of catfish culture management groups / teams. Third, the publication of articles in ISSN scientific journals. Keywords: Islamic Boarding School Independence, catfish cultivation pattern through biofloc system
Pelatihan Multimedia Dalam Pembuatan Media Dakwah Bagi Santri Pondok Pesantren Islam Babul Hikmah Kalianda Lampung Selatan Muhammad Nur; Junaidi Songidan; Masruh Sidik; Abdul Muis
SINAR SANG SURYA Vol 6, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v6i2.2180

Abstract

ABSTRAK Dakwah multimedia merupakan salah satu dakwah masa kekinian yang dapat dinikmati oleh semua orang. Pemanfaatannya sebagai sarana dakwah merupakan salah satu bentuk inovasi dakwah. Pada masa lalu, dakwah identik dengan mimbar, mesjid, mushallah, pengajian dan lainnya.Adanya dakwah multimedia mempermudah bagi juru dakwah untuk menyampaikan dakwah dan juga agar mudah di pahami oleh sasaran dakwah (mad'u), maka sebaiknya dakwah dilakukan dengan menggunakan salah satu media yang ada. Hal ini untuk menyesuaikan keadaan masyarakat yang tidak sama, disatu sisi sudah modern disisi lain masih tradisional.Pemanfaatan salah satu aplikasi media yaitu film mora, sebagai alternative pilihan dalam mengembangkan media dakwah bagi santri, Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Babul Hikmah Kalianda, Dusun. Umbul Tengah,  Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.Tujuan kegiatan ini pertama sebagai edukasi multimedia bagi santri, kedua mengenalkan alternative pemanfaatan multimedia melalui aplikasi film mora sebagai salah satu cara bagi santri di pondok dalam mengembangkan media dakwah. Dengan menggunakan aplikasi  Wondershare Filmora X santri dapat membuat materi dakwah audio visual dengan mudah dikarnakan aplikasi tersebut memiliki fitur yang mudah dipahami oleh pemula. Kata Kunci : Multimedia, Media, Dakwah, Santri Pondok Pesantren  ABSTRACT Multimedia da'wah is one of the modern da'wah that can be enjoyed by everyone. Its use as a means of da'wah is one form of da'wah innovation. In the past, da'wah was synonymous with pulpits, mosques, prayer rooms, recitations and others.The existence of multimedia da'wah makes it easier for da'wah interpreters to convey da'wah and also so that it is easily understood by the da'wah target (mad'u), so it is better for da'wah to be done using one of the existing media. This is to adjust the conditions of society that are not the same, on the one hand it is modern on the other hand it is still traditional.Utilization of one of the media applications, namely the film mora, as an alternative choice in developing da'wah media for students. This community service activity was held at the Babul Hikmah Kalianda Islamic Boarding School, Dusun. Umbul Tengah, Kedaton Village, Kalianda District, South Lampung Regency.The purpose of this activity is firstly as a multimedia education for students, secondly to introduce alternative uses of multimedia through the application of the film mora as a way for students at the boarding school to develop da'wah media. By using the Wondershare Filmora X application, students can easily create audio-visual da'wah materials because the application has features that are easy for beginners to understand. Keywords: Multimedia, Media, Da'wah, Boarding School Students.
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PEMBINAAN AKHLAK ISLAMI SANTRIWATI PONDOK PESANTREN MODERN AZ-ZAHRA ISLAMIC BOARDING SCHOOL Asri Yati; Junaidi Songidan; Muhammad Nur
DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI Vol. 2 No. 2 (2022): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/decoding.v2i2.3853

Abstract

Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran arus informasi. Dimana komunikasi saat ini menjadi suatu hal yang sangat penting karena segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan manusia selalu berhubungan dengan interaksi sosial. Akhlak adalah suatu bagian dari individu manusia yang tidak dapat dipisahkan, karena akhlak menjadikan manusia kembali kepada fitrahnya menjadi lebih baik. Pondok pesantren modern Az-Zahra merupakan salah satu organisasi lembaga islami yang membantu membina dari segi agama yang mencakup akhlak islami, pembinaan yang terjadi di pondok pesantren modern Az-Zahra dilakukan dengan membentuk sebuah komunikasi yang terjalin intensif dan efesien serta menekankan kedisiplinan sehingga tercipta habit yang baik dan kontinyu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola komunikasi yang berlangsung sesuai struktur aliran pesan yang disampaikan. Pada penelitian yang peneliti tuliskan ini ada 2 pola komunikasi yang diterapkan yaitu pola lingkaran dan pola roda. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Pola komunikasi yang diaplikasikan di Pondok Pesantren Modern Az-Zahra adalah pola komunikasi dua arah (two ways communication) dengan pendekatan antara pengasuh dengan santri, usatdz dengan santri, dan santri dengan para pengurus. Adapun pola yang digunakan adalah pola roda dan pola lingkaran. Hal ini dapat menghasilkan feedback dan kesamaan makna dalam proses penyampaian pesan dengan menjalin komunikasi lateral/kesamping yang menyebar keseluruh anggota organisasi.