Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF GENDER (Studi Kritis Ekofeminisme Vandana Shiva) Khaeroni, Cahaya; Halidin, Ali
AL-MAIYYAH Vol 11 No 2 (2018): AL-MAIYYAH
Publisher : AL-MAIYYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.594 KB)

Abstract

Vandana Shiva in her thinking of Ecofeminism, tried to deconstruct the paradigm of masculinity (its an ideology or principle that emphasizes more competitive, dominant, ambitious, vertical and fulfilling personal interests, it has hegemony many things, especially in terms of feminism and mainstream ecology, and also offers alternative understandings in the form of marriage between ecological thinking and feminism. Secondly, here I would like to discribe, the concept of ecofeminism. Vandana Shiva had been emphasized the need to restore feminine values (love, and nurturing), as a formulation or solution of the hegemony for masculinity that has been penetrated in many aspects. Third, the most important thing according to Vandana Shiva, is the restoration of the feminine values based on the overall principle, namely the creative existence and awareness in nature, women, and men. The implication for the nature is as a living organisms. For women, as a women productive and active beings. And finally the implication of the principle restoration of men is the transfer of life's actions, not to create a life-threatening society that had destroys the life.
PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF GENDER (Studi Kritis Ekofeminisme Vandana Shiva) Khaeroni, Cahaya; Halidin, Ali
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 11 No 2 (2018): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.594 KB)

Abstract

Vandana Shiva in her thinking of Ecofeminism, tried to deconstruct the paradigm of masculinity (its an ideology or principle that emphasizes more competitive, dominant, ambitious, vertical and fulfilling personal interests, it has hegemony many things, especially in terms of feminism and mainstream ecology, and also offers alternative understandings in the form of marriage between ecological thinking and feminism. Secondly, here I would like to discribe, the concept of ecofeminism. Vandana Shiva had been emphasized the need to restore feminine values (love, and nurturing), as a formulation or solution of the hegemony for masculinity that has been penetrated in many aspects. Third, the most important thing according to Vandana Shiva, is the restoration of the feminine values based on the overall principle, namely the creative existence and awareness in nature, women, and men. The implication for the nature is as a living organisms. For women, as a women productive and active beings. And finally the implication of the principle restoration of men is the transfer of life's actions, not to create a life-threatening society that had destroys the life.
NURCHOLISH MADJID (1939-2005) (Gagasan-Gagasan Pembaruan Pemikiran Islam Kontemporer di Indonesia) cahaya khaeroni
AT-TAJDID Vol 4, No 02 (2020): JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v4i02.1464

Abstract

Nurcholish Madjid merupakan salah satu tokoh pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Lewat gagasannya tentang teologi Islam Inklusif dan sekularisasi yang dipopulerkannya pada era 1970-an, Nurcholish Madjid tampil menjadi sosok intelektual dan pembaharu yang berdiri di garda depan dalam kancah pemikiran Islam di-Indonesia. Kendatipun demikian, juga tidak dapat dipungkiri bahwa  pemikiran-pemikiran yang dilontarkannya juga kerap memunculkan polemik-polemik mendalam diantara banyak kalangan elit intelektual Muslim. Menanggapi hal inilah, penelitian ini berusaha mengkaji lebih lanjut mengenai pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid, seorang tokoh pembaharu kontemporer yang cukup kontroversial  baik dikalangan masyarakat awam maupun elit intelektual di Indonesia. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan filosofis. Karakteristik dari pendekatan ini lebih menekankan pada fundamental structure dan ide-ide dasar serta menghindarkan detail-detail persoalan yang kurang relevan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemikiran pembaharuan Nurcholish Madjid terbagi ke dalam 3 wilayah: Pertama, gagasan Modernisasi Islam; Kedua, Sekularisasi; dan ketiga, gagasan teologi inklusif.
GAGASAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD ABDUH (1849-1905) Cahaya Khaeroni
AT-TAJDID Vol 1, No 01 (2017): JANUARI-JUNI 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.452 KB) | DOI: 10.24127/att.v1i01.340

Abstract

This paper analyzes the contributions of Shaykh Muhammad ‘Abduh to modernity, and his struggle for change and reform in Egyptian society. Abduh was hailed as the “first leader of modern thought in Egypt”, “the father of the 20th century Muslim thought” and “pioneers of the modernist movement in the Arab world”, whose legacy in the history of Islamic reform was significant, carrying dynamic role in the transformation and reinterpretation of Islam in contemporary thought. His contribution to Islamic modernism was clearly seen in liberalizing the educational system, transforming the Islamic worldview, and integrating western and Islamic ideals and tradition. Keywords: Muhammad Abduh, Islamic modernism, educational reform.  
Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Berbasis Spiritual-Preneurship Melalui Sistem Pembudidayaan Lele Bioflok Cahaya Khaeroni; Muhammad Nur
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1478

Abstract

AbstrakPengembangan kewirausahaan pesantren menjadi sesuatu yang perlu untuk dikembangkan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat kemandirian pada para pengelola pondok pesantren. Hanya saja, sejauh ini masih banyak faktor kendala mengenai minimnya pengetahuan dan wawasan dari pihak pengelola pesantren mengenai pengelolaan wirausaha yang tepat, khususnya dalam hal pembudidayaan lele. Budidaya lele ini dipilih, mengingat peluang pasarnya sebenarnya cukup besar, dan pembudidayaannya cenderung relatif mudah dan praktis. Hanya saja sangat disayangkan, pola pembudidayaan lele yang pernah dicoba sejauh ini masih menggunakan sistem yang cenderung konvensional, sehingga selalu mengalami kegagalan. Padahal jika mau dikelola dengan sistem yang baik dan benar, peluang usaha dari budidaya lele ini bagitu sangat menjanjikan.Beranjak dari persoalan itulah, kegiatan pengabdian ini mencoba menawarkan pola pembudidayaan ikan lele dengan sistem bioflok. Berbeda dengan pola pengelolaan konvensional, sistem ini memungkinkan pembudidayaan ikan dengan lahan yang tidak perlu luas, namun dapat dilakukan dengan sistem tebar bibit ikan yang tinggi, hemat pakan ikan dan sekaligus ramah dari polusi lingkungan. Program ini mengambil tempat di Pondok pesantren Imadul Bilad Putri ‘Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro. Model pendekatan yang dipilih dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Partisipatoris. Pendekatan ini digunakan sebagai sebuah elemen dasar proses pemberdayaan masyarakat berupa partispasi dan mobilisasi sosial (social mobilisation). Target luaran dari kegiatan ini diantaranya, Pertama, Pembuatan kolam lele dengan sistem bioflok, kedua, Pembentukan kelompok/tim pengelola budidaya lele., ketiga, Penerbitan artikel pada jurnal ilmiah ber-ISSN. Kata kunci: Kemandirian Pesantren, pola pembudidayaan lele melalui sistem bioflok AbstractEntrepreneurship development of pesantren is something that needs to be developed with the aim to foster a spirit of independence in the boarding school managers. It's just that, so far there are still many obstacles to the lack of knowledge and insights from the pesantren management regarding proper entrepreneurial management, especially in terms of catfish cultivation. This catfish cultivation was chosen, considering the market opportunity is actually quite large, and cultivation tends to be relatively easy and practical. It's just a pity, the pattern of catfish farming that has been tried so far still uses a system that tends to be conventional, so it always fails. Whereas if it is managed with a good and right system, the business opportunity of catfish cultivation is very promising. Up from that problem, this service activity tries to offer a pattern of catfish farming with a biofloc system. In contrast to conventional management patterns, this system allows fish cultivation with land that does not need to be extensive, but can be done with a high fish seed stocking system, saving fish feed and at the same time friendly from environmental pollution. This program is located at Imadul Bilad Putri Islamic Boarding School 'Aisyiyah Imadul Bilad Metro City. The approach model chosen in the implementation of community service uses a participatory approach. This approach is used as a basic element of the community empowerment process in the form of participation and social mobilization. The output targets of this activity include, first, the making of catfish ponds with biofloc systems, second, the formation of catfish culture management groups / teams. Third, the publication of articles in ISSN scientific journals. Keywords: Islamic Boarding School Independence, catfish cultivation pattern through biofloc system
PENGARUH PROFESI ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER ANAK DI DESA INDRA PUTRA SUBING Heni Wulan Sari; Kuliyatun Kuliyatun; Cahaya Khaeroni
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2021): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v2i1.1829

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pofesi orang tua terhadap perkembangan karakter anak di desa indra putra subing. Populasi penelitian adalah 189 profesi orang tua pedagang dan guru sampel yang di ambil berjumlah 36 orang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan variabel profesi orang tua (variabel bebas) dan perkembangan karakter anak (variabel terikat). Metode pengumpulan data penelitian menggunakan: angket dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment, sedangkan N uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji Normalitas metode Kolmogorov –Smirnov test dan uji Linieritas. Pada uji analisis data menggunakan Regresi Linier Sederhana. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan: 1). Profesi orang tua petani diperoleh koefisien korelasi 0,679 dan thitung sebesar 2,259 lebih besar dari ttabel 1,688 (>ttabel ) dan sig. 0,05 (<0,05) lebih kecil dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat di artikan regresi antara variabel terikat perkembangan karakter anak (Y) dengan variabel bebas profesi orang tua petani (X) berpengaruh positif dan signifikansi. 2). Profesi orang tua pedagang diperoleh koefisien korelasi 0,291 dan thitung sebesar 1,783 lebih besar dari ttabel 1,688 (>ttabel) dan sig 0,112 > 0,05 (> 0,05) lebih besar dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat diartikan regresi antara variabel terikat perkembangan karakter anak (Y) dengan variabel bebas profesi orang tua pedagang (X) tidak berpengaruh dan tidak signifikansi. Sedangkan profesi orang tua guru diperoleh koefisien korelasi -0,023 dan thitung sebesar -0,084 lebih besar dari ttabel 1,688 (>ttabel ) dan sig. 0,935 > 0,05 (>0,05) lebih besar dari taraf signifikansi 5%, sehingga dapat diartikan regresi antara variabel terikat perkembangan karakter anak (Y) dengan variabel bebas profesi orang tua guru (X) tidak berpengaruh dan tidak signifikansi. Kontribusi variabel profesi petani, pedagang dan guru yang diberikan sebesar 92,2% sedangkan 7,8% dipengaruhi oleh variabel lain. Sehingga perhitungan tersebut berarti hipotesis kerja (H1) diterima yaitu: “Ada pengaruh yang signifikansi antara profesi orang tua petani terhadap perkembangan karakter anak di Desa Indra Putra Subing Tahun Ajaran 2020/2021”.
PENERAPAN SOSIODRAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAIT AL HIDAYAH PAMENANG KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG TAHUN AJARAN 2020/2021 Reza Pan Utami; M. Ihsan Dacholfany; Iswati Iswati; Cahaya Khaeroni
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 1 (2022): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v3i1.3061

Abstract

Sebagian besar minat belajar PAI pada siswa SMA masih dalam kriteria rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana penerapan metode sosiodrama sebelum digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (2) Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode sosiodrama setelah digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (3) Untuk mengetahui hasil dari penerapan sosiodrama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan (4) Untuk mengetahui apa saja kendala dan solusi penerapan Sosiodrama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAIT Al Hidayah Pamenang Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode sosiodrama di Kelas XI SMAIT Al Hidayah Pamenang untuk menjelaskan solat jenazah. Teknik pengumpulan data pada hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan observasi dan penyebaran angket minat belajar diperoleh hasil yang menunjukan perbedaan minat belajar PAI. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan minat belajar dengan menerapkan metode sosiodrama dalam pembelajaran PAI SMAIT Al Hidayah. Metode sosidrama dalam pembelajaran terdapat beberapa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kekurangan penggunaan metode sosiodrama dalam pembelajaran diantaranya adalah pesiapan yang cukup banyak, sedangkan kelebihan pengunaan metode sosiodrama diantaranya belajar lebih bervariasi, lebih menyenangkan dan tidak monoton sehingga siswa tidak mudah bosan.
Pendampingan Digital Marketing Untuk Umkm Rengginang Udang di Kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur Iswati Iswati; Heri Cahyono; Cahaya Khaeroni; Kuliyatun Kuliyatun; Wulan Nur Azizah; Faizah Kanti; Atiq Kundaratul; Fatiya Asri; Annisa’ul Insyirah
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v2i4.1551

Abstract

The food and beverage business in Indonesia, especially the snack business, has developed very rapidly, players in this sector are not only dominated by old players who have great reputations in the Indonesian food and beverage industry, but are also surrounded by new players, imported products. , even now snacks produced by home industries or what are known as small and medium unit products (SMEs), have been distributed to the modern market, which is making this sector increasingly busy and congested. One of the traditional snacks available and consumed by Indonesian people is Rengginang. Rengginang is a snack usually made from sticky rice. Rengginang Udang is one of the processed snack products in Rw 06, Yosodadi Village, East Metro District, which was founded in 2020. Marketing management really needs to be understood by companies, so that they can take advantage of market opportunities by applying production concepts, product concepts, sales concepts, marketing concept, and social-oriented marketing concept. What needs to be done is to carry out a marketing strategy analysis which can be done through appropriate digital marketing to overcome these problems using various stages and analytical tools in the marketing strategy. It is hoped that the results of this marketing strategy analysis will be able to determine the right marketing strategy for entrepreneurs so that they can continue to survive and develop an appropriate competitive strategy to face all possible changes that occur in the business environment. Through digital marketing strategies, you can also create or open new markets that were previously closed due to limited time, communication methods or distance.
PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO Halima, Hariyanti; Khaeroni, Cahaya; Widayat, Prabowo Adi
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v4i1.5102

Abstract

Perilaku prokrastinasi mengacu pada kecenderungan seseorang yang menunda penyelesaian tugas atau pekerjaan, perilaku prokrastinasi yang tak hanya berlaku di kalangan masyarakat umum, melainkan juga kerap ditemui di komunitas akademik, khususnya di antara mahasiswa. Menunda-nunda penyelesaian tugas-tugas seperti makalah, review jurnal ilmiah, dan skripsi menjadi kebiasaan yang tidak jarang terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendalami bentuk- bentuk perilaku prokrastinasi akademik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada mahasiswa Fakultas Agama Islam pada Tahun Akademik 2019-2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan psikologis, yang termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan teknik kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan rumus perhitungan presentase dan tabel kriteria indikator. Selanjutnya, penelitian ini menetapkan sampel penelitian sebanyak 80 responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku akademik mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Metro menunjukkan tingkat prokrastinasi yang cukup tinggi. Terdapat dua bentuk perilaku prokrastinasi yang diamati, pertama functional procrastination, yaitu penundaan dalam mengerjakan tugas karena mahasiswa ingin memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat yang dimaksud karena adanya prioritas yang lebih penting seperti karena sakit atau mencari referensi. Hasil presentase menunjukkan tingkat kecenderungan functional procrastination adalah sebagai berikut: Sangat Sering 28%, Sering 18%, Kadang-Kadang 17%, dan Tidak Pernah 38%.
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF BUYA HAMKA DAN IMPLIKASINYA PADA PENGEMBANGAN MORAL REMAJA Amanullah, Farhan; Khaeroni, Cahaya; Widayat, Prabowo Adi
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v4i1.5106

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan ukuran kualitas hidup seseorang dan tidak dilihat pada tingkat status, golongan atau harta, tetapi yang membedakan makhluk hidup satu dengan yang lainnya adalah keutamaan budi pekerti. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pendidikan akhlak dalam perspektif Hamka serta implikasi konsep pendidikan akhlak Hamka dalam pengembangan moral remaja. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan riset pustaka (library research), yaitu penelitian yang mengkaji data-data kepustakaaan sebagai sumber datanya. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku Hamka yang berjudul Falsafah Hidup dan karya-karyanya yang lain seperti Lembaga Budi, Lembaga Hidup, Tasawuf Modern, Falsafah Hidup, Akhlakul Karimah, dan yang lainnya. Buya Hamka meyakini moralitas manusia berasal dari tauhid yang diperkenalkan oleh Nabi. Untuk membentuk karakter remaja, penting menanamkan kesopanan serta menggunakan hikmah untuk memilah tindakan benar dan salah. Syaja’ah (kekuatan emosi) harus dipandu oleh nalar, sedangkan iffah (kemampuan menahan diri) diperkuat dengan metode pembiasaan seperti berpuasa. Mengembangkan sifat syaja’ah melalui bergaul dengan individu berani dan membangun rasa percaya diri, serta memperkuat sikap adil dengan pembiasaan yang baik dan motivasi. Pengembangan sifat hikmah dilakukan melalui bimbingan dan teladan yang baik, serta melalui kegiatan risma.