Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN BINATANG DI DESA TANAH KAMPUNG Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1679

Abstract

Keracunan dan gigitan binatang berbisa merupakan kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi di masyarakat. Kondisi keracunan dapat disebabkan karena kontak langsung baik secara sengaja maupun tidak disengaja, melalui sistem pernapasan, pencernaan, dan kulit. Gigitan binatang berbisa seperti gigitan ular maupun serangga dapat berdampak meracuni peredaran darah individu. Kedua kondisi tersebut harus mendapat pertolongan dengan cepat dan tepat, sehingga dampak lanjut seperti kecacatan organ maupun kematian dapat dicegah. Oleh sebab itu masyarakat perlu diberikan informasi tentang pertolongan pertama pada keracunan dan gigitan binatang beracun. Keracunan dan gigitan binatang berbisa adalah kondisi kedaruratan yang sering terjadi di masyarakat kita. Kedua kondisi tersebut dapat mengancam nyawa apabila penanganannya terlambat. Keterlambatan penanganan biasanya diakibatkan karena masyarakat awam belum tahu cara tepat penatalaksanaannya sehingga yang terjadi adalah kepanikan saat menghadapi kondisi tersebut.Kata kunci :Pertolongan pertama, Gigitan binatang
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMURUP Novita Amri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1681

Abstract

Berdasakan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci penyakit Hipertensi masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak pada lansia di Kabupaten Kerinci. Sedangkan Berdasarkan data yang didapatkan dari Puskesmas Semurup, jumlah pasien yang terkena Hipertensi pada lansia yaitu 62 kasus.Cara pengobatan hipertensi secara herbal yaitu menggunakan air rebusan daun belimbing wuluh yang berfungsi sebagai antidiuretik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Semurup Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan tanggal 13 April sampai 25 Mei 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Semurup sebanyak 62 orang. Teknik sampel Purposive Sampling dengan jumlah 16 orang. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah sebelum diberikan air rebusan belimbing wuluh adalah sistolik 149,81mmHg dan diastolik 92,88 mmHg sedangkan sesudah diberikan air rebusan belimbing wuluh adalah sistolik 136,00 mmHg dan diastolik 86,31 mmHg. Berdasarkan uji statistik di dapatkan p value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Diharapkan pihak puskesmas dapat menjadikan ini salah satu program Puskesmas serta mampu mengajarkan pengolahan daun belimbing wuluh dengan benar.Kata Kunci : Air Rebusan Belimbing Wuluh, Penurunan Tekananan Darah, Lansia, Penderita Hipertensi