Berdasakan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci penyakit Hipertensi masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak pada lansia di Kabupaten Kerinci. Sedangkan Berdasarkan data yang didapatkan dari Puskesmas Semurup, jumlah pasien yang terkena Hipertensi pada lansia yaitu 62 kasus.Cara pengobatan hipertensi secara herbal yaitu menggunakan air rebusan daun belimbing wuluh yang berfungsi sebagai antidiuretik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Semurup Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan tanggal 13 April sampai 25 Mei 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Semurup sebanyak 62 orang. Teknik sampel Purposive Sampling dengan jumlah 16 orang. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah sebelum diberikan air rebusan belimbing wuluh adalah sistolik 149,81mmHg dan diastolik 92,88 mmHg sedangkan sesudah diberikan air rebusan belimbing wuluh adalah sistolik 136,00 mmHg dan diastolik 86,31 mmHg. Berdasarkan uji statistik di dapatkan p value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Diharapkan pihak puskesmas dapat menjadikan ini salah satu program Puskesmas serta mampu mengajarkan pengolahan daun belimbing wuluh dengan benar.Kata Kunci : Air Rebusan Belimbing Wuluh, Penurunan Tekananan Darah, Lansia, Penderita Hipertensi