Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN BINATANG DI DESA TANAH KAMPUNG Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1679

Abstract

Keracunan dan gigitan binatang berbisa merupakan kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi di masyarakat. Kondisi keracunan dapat disebabkan karena kontak langsung baik secara sengaja maupun tidak disengaja, melalui sistem pernapasan, pencernaan, dan kulit. Gigitan binatang berbisa seperti gigitan ular maupun serangga dapat berdampak meracuni peredaran darah individu. Kedua kondisi tersebut harus mendapat pertolongan dengan cepat dan tepat, sehingga dampak lanjut seperti kecacatan organ maupun kematian dapat dicegah. Oleh sebab itu masyarakat perlu diberikan informasi tentang pertolongan pertama pada keracunan dan gigitan binatang beracun. Keracunan dan gigitan binatang berbisa adalah kondisi kedaruratan yang sering terjadi di masyarakat kita. Kedua kondisi tersebut dapat mengancam nyawa apabila penanganannya terlambat. Keterlambatan penanganan biasanya diakibatkan karena masyarakat awam belum tahu cara tepat penatalaksanaannya sehingga yang terjadi adalah kepanikan saat menghadapi kondisi tersebut.Kata kunci :Pertolongan pertama, Gigitan binatang
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMURUP Novita Amri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1681

Abstract

Berdasakan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci penyakit Hipertensi masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak pada lansia di Kabupaten Kerinci. Sedangkan Berdasarkan data yang didapatkan dari Puskesmas Semurup, jumlah pasien yang terkena Hipertensi pada lansia yaitu 62 kasus.Cara pengobatan hipertensi secara herbal yaitu menggunakan air rebusan daun belimbing wuluh yang berfungsi sebagai antidiuretik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Semurup Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan tanggal 13 April sampai 25 Mei 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Semurup sebanyak 62 orang. Teknik sampel Purposive Sampling dengan jumlah 16 orang. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah sebelum diberikan air rebusan belimbing wuluh adalah sistolik 149,81mmHg dan diastolik 92,88 mmHg sedangkan sesudah diberikan air rebusan belimbing wuluh adalah sistolik 136,00 mmHg dan diastolik 86,31 mmHg. Berdasarkan uji statistik di dapatkan p value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Diharapkan pihak puskesmas dapat menjadikan ini salah satu program Puskesmas serta mampu mengajarkan pengolahan daun belimbing wuluh dengan benar.Kata Kunci : Air Rebusan Belimbing Wuluh, Penurunan Tekananan Darah, Lansia, Penderita Hipertensi
EFEKTIVITAS TEKNIK ACTIVE CYCLE OF BREATHING KOMBINASI POSTURAL DRAINAGE TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN CLEARANCE SPUTUM TB PARU MULTI DRUG RESISTANT Novita Amri; Siska Sakti Anggraini; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30667

Abstract

Tuberkulosis Paru Multi Drug Resistant (MDR-TB) merupakan salah satu tantangan kesehatan global dengan tingkat mortalitas yang tinggi dan terapi yang kompleks. Pasien MDR-TB kerap mengalami hipoksemia akibat gangguan pertukaran gas serta retensi sputum yang berisiko menimbulkan komplikasi berupa atelektasis dan perburukan fungsi paru. Kondisi ini membutuhkan intervensi tambahan selain pengobatan farmakologis. Teknik Active Cycle of Breathing (ACBT) dan Postural Drainage (PD) secara teoritis mampu meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki clearance sputum, namun bukti empiris mengenai efektivitasnya pada pasien MDR-TB masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi gap pengetahuan tersebut sekaligus mengeksplorasi intervensi fisioterapi yang sederhana dan terjangkau sebagai terapi adjuvan dalam tatalaksana MDR-TB.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi ACBT dan PD dalam meningkatkan saturasi oksigen serta clearance sputum pada pasien MDR-TB. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan rancangan pretest–posttest control group. Sebanyak 30 pasien MDR-TB direkrut sebagai sampel penelitian dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=15) yang mendapatkan terapi ACBT + PD dan kelompok kontrol (n=15) yang hanya memperoleh perawatan standar. Intervensi diberikan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, sedangkan clearance sputum dievaluasi berdasarkan volume dan karakteristik sputum. Analisis data dilakukan dengan paired t-test untuk melihat perbedaan intrakelompok dan independent t-test untuk membandingkan hasil antar kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 91,80% ± 3,25 menjadi 95,60% ± 2,80 (p=0,018), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna dengan nilai rata-rata 91,40% ± 3,10. Pada aspek clearance sputum, kelompok intervensi mengalami peningkatan volume dari 8,90 ± 2,20 ml menjadi 15,70 ± 3,05 ml (p=0,007), sedangkan kelompok kontrol tetap relatif stabil yaitu 9,10 ± 2,30 ml. Analisis bivariat menegaskan bahwa terdapat perbedaan bermakna baik pada saturasi oksigen maupun volume sputum antara kelompok intervensi dan kontrol.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ACBT dan PD terbukti efektif dalam meningkatkan oksigenasi serta memperbaiki clearance sputum pada pasien TB paru MDR.Kata Kunci : Active Cycle of Breathing; Postural Drainage; MDR-TB; saturasi oksigen; clearance sputum ABSTRACTMultidrug-resistant pulmonary tuberculosis (MDR-TB) remains a major global health challenge with high mortality rates and complex treatment regimens. Patients with MDR-TB often experience hypoxemia due to impaired gas exchange and sputum retention, which may lead to complications such as atelectasis and further deterioration of lung function. These conditions require adjunctive interventions in addition to pharmacological therapy. The Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) and Postural Drainage (PD) are theoretically capable of improving oxygen saturation and enhancing sputum clearance; however, empirical evidence regarding their effectiveness in MDR-TB patients remains limited. Therefore, this study is important to address the existing knowledge gap and explore simple, affordable physiotherapy interventions as adjuvant therapy in the management of MDR-TB.This study aimed to analyze the effectiveness of combining ACBT and PD in improving oxygen saturation and sputum clearance in MDR-TB patients. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed. A total of 30 MDR-TB patients were recruited and divided into two groups: the intervention group (n=15), which received ACBT + PD therapy, and the control group (n=15), which received standard care only. The intervention was administered for four weeks with a frequency of three sessions per week. Oxygen saturation was measured using a pulse oximeter, while sputum clearance was evaluated based on volume and characteristics. Data analysis was conducted using paired t-tests for intragroup comparisons and independent t-tests for intergroup comparisons.The results showed that the mean oxygen saturation in the intervention group significantly increased from 91.80% ± 3.25 to 95.60% ± 2.80 (p=0.018), while the control group showed no significant changes with a mean value of 91.40% ± 3.10. In terms of sputum clearance, the intervention group experienced a significant increase in sputum volume from 8.90 ± 2.20 ml to 15.70 ± 3.05 ml (p=0.007), whereas the control group remained relatively stable at 9.10 ± 2.30 ml. Bivariate analysis confirmed significant differences between the intervention and control groups in both oxygen saturation and sputum volume.In conclusion, the combination of ACBT and PD is proven effective in improving oxygenation and enhancing sputum clearance among patients with MDR pulmonary tuberculosis.Keywords: Active Cycle of Breathing; Postural Drainage; MDR-TB; oxygen saturation; sputum clearance 
PENGARUH PURSED LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID 19 Bri Novrika; Novita Amri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1319

Abstract

Kecemasan adalah rasa takut yang tidak jelas disertai dengan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi,dan ketidakamanan. Pandemi virus corona telah menambah kecemasan dan ketidakpastian, terutama padaibu hamil. Jika kecemasan ini terus menerus terjadi pada ibu hamil terutama pada saat trimester III, makadapat menyebabkan dampak yang negatif baik pada ibu maupun janinnya, baik itu pada saat persalinanmaupun setelah persalinan, seperti meningkatkan resiko kejadian BBLR dan kelahiran premature,melemahnya kontraksi otot rahim saat proses persalinan, lemahnya kontraksi otot rahim dapatmenyebabkan partus lama sehingga dapat meningkatkan kejadian infeksi dan kelehahan pada ibu.Kecemasan yang terjadi pada ibu hamil juga berkaitan dengan depresi postpartum karena terjadinyagangguan emosional ibu yang tidak stabil, baik pada sebelum persalinan hingga setelah persalinan. Salahsatu cara yang dapat dilakukan ibu hamil agar dapat mengurangi rasa cemasnya yaitu dengan melakukanlatihan relaksasi pernafasan (pursed-lip breathing exercise). Tujuan penelitian mempelajari pengaruhpursed lip breathing exercise terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapipandemi COVID -19. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan pendekatan TwoGroup Pretes and Posttes design. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil yang mengalami kecemasan diRSUD H. Abdul Manap Kota Jambi dengan kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 16responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat menggunakan ujistatistik t-indenpenden. Luaran yang direncakanan adalah artikel ilmiah di muat di jurnal internasional,artikel ini dimuat diprosiding internasional terindeks dan pembuatan draf buku ajar yang dapatdimanfaatkan dalam pembelajaran Keperawatan Maternitas. TKT dalam penelitian ini adalah 3 denganpembuktian konsep tentang tingkat kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi pandemi COVID -19.Hasil penelitian diperoleh diperoleh rata-rata tingkat kecemasan responden intervensi (sebelum) adalah2,25 dengan standar deviasi 0,683, rata-rata Tingkat kecemasan responden intervensi (sesudah) adalah1,19 dengan standar deviasi 0,834 dan rata-rata Tingkat kecemasan responden kontrol (sebelum) adalah2,38 dengan standar deviasi 0,500, rata-rata tingkat kecemasan responden kontrol (sesudah) adalah 2,31dengan standar deviasi 0,704 sehingga diperoleh hasil uji statistik dengan menggunakan uji t testindependent di dapatkan nilai p value = 0,000 (p≤0,05), maka terdapat pengaruh Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dalam Menghadapi PandemiCovid -19
EFEKTIFITAS FISIOTERAPI DADA DALAM MENINGKATKAN FUNGSI PERNAPASAN PASIEN DI RUANGAN INTENSIF CARE UNIT : STUDI KASUS PADA PARAMETER RESPIRATORIK Siti Aisyah Nur; Indah Komala Sari; Honesty Diana Morika; Novita Amri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2943

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fisioterapi dada terhadap status respiratorik pasien di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Kota Padang. Kehadiran intervensi yang efektif dalam meningkatkan fungsi pernapasan pasien ICU, mengurangi risiko komplikasi pernapasan, dan mempercepat pemulihan menjadi motivasi utama dalam penelitian ini. Metode penelitian akan mengawali dengan pemilihan sampel pasien ICU yang memenuhi kriteria inklusi, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan yang memerlukan perawatan intensif. Evaluasi awal terhadap status respiratorik pasien akan dilakukan dengan mengukur parameter-parameter  seperti PCO2, SaO2, dan PO2 sebelum sesi fisioterapi dada. Selanjutnya, sesi fisioterapi dada akan dijalankan sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan oleh terapis yang berpengalaman. Setelah intervensi dilakukan, perubahan dalam parameter respiratorik akan terus dimonitor untuk mengevaluasi efektivitas intervensi tersebut. Dengan menggali efektivitas fisioterapi dada dalam meningkatkan status respiratorik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas perawatan pasien ICU. Hasil penelitian didapatkan dari penelitian ini diharapkan dapat membuktikan manfaat dari fisioterapi dada sebagai bagian integral dari manajemen pernapasan pasien ICU, serta dapat menjadi dasar untuk merekomendasikan penggunaan rutin intervensi ini dalam praktik klinis sehari-hari.Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini adalah memberikan bukti ilmiah yang mendukung efektivitas fisioterapi dada dalam meningkatkan status respiratorik pasien ICUKata Kunci : Fisoterapi dada ; Pernapasan ;Parameter respiratorik, intensif care unit;Efektifitas
THE EFFECTIVENESS OF CHEST PHYSIOTHERAPY IN INCREASING OXYGENATION SATURATION IN PATIENTS WITH CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE AT THE WEST SUMATRA LUNG HOSPITAL Honesty Diana Morika; Siti Aisyah Nur; Indah Komala Sari; Rhona Sandra; Siska Sakti Anggraini; Novita Amri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2942

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan kesejahteraan pasien. Salah satu komplikasi serius dari PPOK adalah rendahnya saturasi oksigenasi, yang berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Fisioterapi dada telah diakui sebagai intervensi yang efektif dalam meningkatkan fungsi pernapasan dan saturasi oksigenasi pada pasien PPOK.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fisioterapi dada dalam meningkatkan saturasi oksigenasi pada pasien PPOK di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi klinis acak terkontrol dengan dua kelompok. Kelompok intervensi menerima fisioterapi dada tambahan selain perawatan standar, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima perawatan standar. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan dalam penelitian ini. Saturasi oksigenasi diukur sebelum dan setelah intervensi fisioterapi dada. Intervensi fisioterapi dada terdiri dari serangkaian teknik yang ditujukan untuk meningkatkan volume udara yang masuk ke paru-paru dan meningkatkan pernapasan.Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigenasi pada kelompok intervensi meningkat secara signifikan setelah menerima fisioterapi dada, dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,750 dan p-value = 0,046. Ini menunjukkan bahwa fisioterapi dada secara signifikan meningkatkan saturasi oksigenasi pada pasien PPOK dibandingkan dengan kelompok kontrol.Kesimpulan: Fisioterapi dada terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigenasi pada pasien PPOK. Hasil penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk memasukkan fisioterapi dada sebagai bagian dari protokol perawatan rutin untuk pasien PPOK di rumah sakit. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan protokol perawatan yang lebih efektif dan memberikan wawasan tambahan bagi praktisi kesehatan mengenai peran fisioterapi dada dalam manajemen PPOK.Kata Kunci : PPOK,fisoterapi dada,saturasi oksigenasi.