Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

GAMBARAN PERSEPSI REMAJA PUTRI TENTANG KEKERASAN DALAM PACARAN DI SMK NEGERI 01 NANGGULAN KULONPROGO Yusuf, Nuuva; Riyan Ariestantia, Dwi; Diah Anggraini, Ryzky
Jurnal Kebidanan Mutiara Mahakam Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.468 KB) | DOI: 10.36998/jkmm.v7i1.36

Abstract

Dating violence is often found as community problem which is part of intimate partnerviolence but many adolescents do not understand and aware themselves as victims of violence. Theaim of the study was to describe the perceptions of young women about dating violence on femalestudents at dating violence of students of vocational school SMK Negeri 1Nanggulan KulonProgousing descriptive descriptive method with a cross sectional approach. Data analysis using Chi squarewith an error rate of 0.05. The results of this study on the perceptions of adolescents about violenceon female students of SMK Negeri 1 Nanggulan were 89 students (62.2%). Poor perception of 54female students (37.8%). Adolescents 'perceptions of violence both indicate that respondents have anunderstanding that violence is wrong and unnatural in a dating relationship and respondents'understanding is good about the form of violence
POTENSI MINUMAN DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU POSTPARTUM Herni Johan; Ryzky Diah Anggraini; Siti Noorbaya
Sebatik Vol 23 No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.064 KB)

Abstract

Praktek menyusui merupakan optimalisasi kesehatan dan perkembangan anak. Namun, pemberian Air Susu Ibu terkadang mengalami hambatan, beberapa ibu sering mengalami kesulitan dalam menyusui bayinya karena ASI yang tidak keluar ataupun ASI yang dirasa kurang . Memanfaatkan tanaman berupa daun kelor yang mengandung laktagogum dapat membantu merangsang produksi ASI, sehingga dapat membantu ibu dalam mengatasi masalah menyusui. Tujuanpenelitian ini menganalisis potensi daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI Pada Ibu Postpartum. Metode yang digunakan Quasi Experiment dengan rancangan Nonequivalent Control Group Desain yang dilakukan pada 22 ibu postpartum dan dibagi menjadi 2 kelompok dengan memberikan air rebusan daun kelor pada kelompok intervensi. Penelitian dilakukan selama 7 hari. Hasil dari uji Friedman dan Mann Whitney menunjukkan nilai P <0,05 hal berarti makna peningkatan produksi ASI antara 2 kelompok. Kesimpulannya daun kelor memiliki potensi dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu Postpartum.
PERANCANGAN APLIKASI ANDROID “SI BULAN MERAH” SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENANGANAN AWAL DISMENOREA PADA REMAJA Eva Purwaningsih; Dwi Riyan Ariestantia; Ryzky Diah Anggraini
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i2.597

Abstract

Perkembangan dibidang komunikasi dan informasi berupa android dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan berbasis aplikasi android memberikan kemudahan, fleksibitas dan interaktivitas antar pengguna termasuk dikalangan remaja. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan aplikasi “Si Bulan Merah” sebagai sarana pendidikan kesehatan terhadap penanganan awal dismenore pada remaja.  Aplikasi ini memungkinkan remaja untuk mengakses informasi yang tersedia pada aplikasi kapanpun dan dimanapun. Informasi yang tertera dalam aplikasi ini diperoleh dari buku refrensi dan literatur yang berhubungan dengan penanganan awal dismenore. Tahapan dalam pembuatan aplikasi ini terdiri dari perencanaan sistem, analisa, desai sistem secara umum, evalusi, implementasi dan perawatan terhadap aplikasi yang sudah dihasilkan. Aplikasi ini menggunakan java sebagai bahasa pemrogramannya dan dapat diakses pada android versi jellybean sampai versi terbaru.
Studi Deskriptif tentang Toddlers Tubuh Body Berat di Puskesmas Kesehatan Jasmine 1 Desa Belang Wetan, Klaten Ryzky Diah Anggraini; Ellyka Prihatiningtyas Sutarjo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.817 KB)

Abstract

Balita adalah bayi yang berusia di bawah limatahun. Pada saat ini, otak anak mengalami pertumbuhan pesat,disebut golden age atau golden period. Masa keemasan yang terjadipada masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting dalampertumbuhan anak karena pada saat ini otak anak berkembangsangat pesat dan kritis. Untuk mengoptimalkan perkembangan anakdi zaman keemasan, mereka membutuhkan banyak rangsangan yangberasal dari lingkungannya, terutama dari orang tua. Kebutuhannutrisi sama pentingnya untuk mengoptimalkan keemasan usia anak.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran bobot balita di PuskesmasMelati 1, Desa Belang Wetan, Klaten. Metode: Jenis penelitian yangdigunakan adalah deskriptif dengan bentuk pendekatan pendekatantime time. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling,dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden balita. Teknik analisisdata yang digunakan adalah analisis univariat dengan teknikpersentase.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 65 anak balita,61 balita (93,8%) memiliki status gizi baik, 3 balita (4,6%) memilikistatus gizi kurang dan 1 balita (1,5%) memiliki status gizi kurang.Kesimpulan: Gambaran berat badan menurut umur, selalu dikaitkandengan status gizi seseorang, mayoritas anak di puskesmas melati 1,Desa Belang Wetan, Klaten, memiliki status gizi baik sekitar 61 anak(93,8%).
Effectiveness Of Mobile Website-Based SIPALING KB On The Selection Of Contraceptive Methods Ryzky Diah Anggraini; Dwi Riyan Ariestantia; Nuuva Yusuf
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.362 KB)

Abstract

Counseling is a very important aspect of family planning (KB) services. By doing counseling, it means that the officer helps in choosing and deciding the type of contraception to be used according to the client's choice. An estimated 225 million women in developing countries wish to delay or terminate fertility but do not use any contraceptive method due to limited choice of contraceptive method and experience of side effects. The SIPALING KB Mobile Website is a development of a family planning counseling method that can be accessed easily anytime and anywhere by prospective family planning acceptors using only a smartphone. In its design, SIPALING KB has a knowledge base for a particular domain and is designed based on a problem-solving model from an expert, making it easier for users to obtain information and determine early on which contraceptive method to use. The purpose of this research is to develop a counseling system through a mobile website with the name SIPALING KB which will assist prospective acceptors in determining which contraception to use. The research method used in this study was an experimental method with a randomized control group pretest-posttest design. With the group that was given the mobile website for family planning and the group that was given counseling using leaflets
Optimalisasi Pencegahan Postpartum Blues Melalui Terapi Hubby Healing Touch Pada Ibu Postpartum Primipara Desi Pertiwi; Bebi Lovita; Ryzky Diah Anggraini; Hamsiah; Serni Ramadhani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.262

Abstract

Postpartum blues adalah kondisi yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan cemas, tidak nyaman, dan kesulitan dalam beradaptasi dengan peran baru sebagai ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh terapi hubby healing touch dalam mencegah postpartum blues pada ibu postpartum primipara. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima terapi berupa healing touch yang melibatkan suami dan kelompok kontrol yang hanya mendapatkan dukungan dari suami. Pengukuran gejala postpartum blues dilakukan menggunakan kuisioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil awal menunjukkan bahwa terapi hubby healing touch dapat mengurangi gejala postpartum blues secara signifikan, dengan penurunan rata-rata skor EPDS sebesar 24,04% pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan emosional dari suami dalam mengatasi postpartum blues, serta perlunya pendekatan terapeutik yang melibatkan sentuhan untuk meningkatkan kesejahteraan mental ibu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi tenaga kesehatan dan keluarga dalam mendukung ibu postpartum
Pengaruh KIE dan Dukungan Suami Terhadap Pencegahan Postpartum Blues pada Ibu Nifas Eka Putri Febriyanti; Ryzky Diah Anggraini
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol12.Iss1.2471

Abstract

If left untreated, postpartum blues can lead to depression in the first two weeks after delivery. In Indonesia, postpartum blues is still common, and family-based prevention efforts are still incomplete. This study examines how Communication, Information, and Education (IEC) and partner support can reduce postpartum blues in postpartum women. This study used a quantitative pretest-posttest design with a control group. The sample consisted of 30 postpartum women in the intervention and control groups. The intervention group received IEC and husband support, while the control group received standard care. This study was conducted at PMB Puji Handayani, Sungai Kunjang District, Samarinda City, East Kalimantan Province. Measurements were conducted using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. The results showed a greater reduction in postpartum blues scores in the intervention group. IEC accompanied by husband support is effective in reducing postpartum blues symptoms. Emotional, instrumental (housework/baby care assistance), and informational support from partners increase maternal coping capacity, reduce care stress, and accelerate psychological recovery. It is recommended that this be implemented in obstetric services.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Terapi Batimung dan Aromaterapi Lavender terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Ibu Postpartum Hamsiah Hamsiah; Ryzky Diah Anggraini
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol12.Iss1.2476

Abstract

Sleep disruptions after postpartum might impair mother recovery owing to hormonal changes, exhaustion, and psychological stress. Batimung and lavender aromatherapy will be tested for their effects on postpartum moms' sleep. This quasi-experimental research separated 30 postpartum moms into intervention and control groups using purposive selection and a pretest–posttest control group technique. The intervention group got batimung treatment and lavender aromatherapy for six days, whereas the control group received simply lavender. Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and Wilcoxon Signed Rank and Mann-Whitney tests examined sleep quality. Both groups saw substantial improvements in sleep quality (p < 0.001), with the intervention group having a considerably lower PSQI score (p = 0.003). Batimung and lavender aromatherapy improve postpartum moms' sleep quality more effectively and might be used as a non-pharmacological intervention in obstetric care.
Penerapan e-modul dalam kunjungan nifas sebagai upaya peningkatan pengetahuan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada ibu pospartum Desti Melyana; Ryzky Diah Anggraini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2168

Abstract

Background: Postpartum mothers' low knowledge of long-acting contraceptive methods can influence their decision to use contraception and increase the risk of unplanned pregnancy. Effective education during postpartum visits is an important strategy to improve postpartum mothers' understanding of long-acting contraceptive methods. Purpose: To analyze the effect of using e-modules during postpartum visits on improving postpartum mothers' knowledge of long-acting contraceptive methods Method: This quantitative research used a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest. The sample consisted of 30 multiparous postpartum mothers selected using purposive sampling and divided into two groups: 15 participants in the intervention group who received education using an e-module, and 15 participants in the control group who received leaflets. The research instruments were pretest and posttest questionnaires. Data analysis was performed using paired t-tests and independent t-tests. Results: The intervention group experienced an average increase in knowledge scores of 32.3 points (p<0.001), while the control group experienced a 17.1-point increase, but this was not statistically significant (p=0.072). An independent t-test showed a significant difference between the groups (p<0.005). Conclusion: The implementation of the e-module during postpartum visits significantly improved postpartum mothers' knowledge regarding long-term contraceptive methods.   Keyword: E-Module; Long-Term Contraceptive Methods; Postpartum Visit; Postpartum Mother Ordered.   Pendahuluan: Rendahnya pengetahuan ibu postpartum terhadap metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dapat memengaruhi keputusan penggunaan kontrasepsi dan meningkatkan risiko kehamilan tidak direncanakan. Edukasi yang efektif selama kunjungan nifas menjadi strategi penting untuk meningkatkan pemahaman ibu postpartum mengenai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh penggunaan e-modul dalam kunjungan nifas terhadap peningkatan pengetahuan ibu postpartum mengenai MKJP. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe two group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu postpartum multipara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 partisipan kelompok intervensi yang diberikan edukasi menggunakan e-modul dan 15 partisipan kelompok kontrol yang diberikan leaflet. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 32.3 poin pada kelompok intervensi dengan nilai p<0.001, sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 17.1 poin namun tidak signifikan secara statistik (p=0.072). Hasil uji independent t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok dengan p<0.005 Simpulan: Penerapan e-modul dalam kunjungan nifas secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu postpartum mengenai MKJP.   Kata Kunci : E-Modul; Ibu Post Partum; Kunjungan Nifas; Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Peningkatan Pengetahuan Remaja mengenai Pencegahan Kekerasan dalam Pacaran Nuuva Yusuf; Ryzky Diah Anggraini; Sri Agustin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 02 (2020): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i02.917

Abstract

Setiap tahun sebanyak 20% dari remaja menjadi korban atau melakukan kekerasan secara fisik dan 10 - 20% korban atau melakukan kekerasan secara seksual. Penyebab tingginya angka kekerasan dalam pacaran terjadi akibat banyaknya perempuan yang tidak paham bentuk kekerasan fisik maupun psikis dalam suatu hubungan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan remaja putri, maka diperlukan penyuluhan dan pemberdayaan remaja putri dalam mencegah kekerasan dalam pacaran. Hasil dari penyuluhan ini didapatkan bahwarata-rata Pengetahuan Remaja tentang kekerasan dalam pacaran pada Remaja meningkat dari 33, 87 menjadi 34,85, didapatkan nilai p-value 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada sebelum penyuluhan dan sesudah penyuluhan kekerasan dalam pacaran pada remaja. Hasil studi bisa menjadi informasi penting bagi dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan Forum remaja PIK-Remaja untuk mensosialisasikan program aplikasi android khususnya kepada remaja perempuan.