Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Psikologis Resiliensi Anak dari Ibu Penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada Konteks Prestasi Belajar Ahmad Jafar
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 4, No 2 (2019): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.642 KB) | DOI: 10.26618/jed.v4i2.2388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menndeskripsikan dinamika psikologis, faktor-faktor pendukung, faktor-faktor penghambat, dan dampak resiliensi anak dari ibu penyintas KDRT dalam konteks prestasi belajar.Karakteristik informan adalahanak SMA dan berprestasi di sekolah yang ibunya merupakan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara fisik.Informan berjumlah dua anak dan metode pengambilan data yang dipakai adalah wawancara. Hasil penelitian: 1)informan sebagai anak dari ibu penyintas KDRT dalam konteks prestasi belajar melakukan kompensasi dari emosi-emosi yang negatif ke hal-hal yang lebih positif dengan cara belajar dan adanya keinginan untuk membuktikan pada orang lain terutama kepada orang tuanya bahwa mereka bisa berprestasi walau dalam kondisi yang buruk.2) faktor pendukung resiliensi anak dari ibu penyintas KDRT dalam konteks prestasi belajar yaitu adanya hubungan positif dengan orang terdekat, lingkungan sekolah yang mendukung, dan perilaku coping yang berorientasi pada masalah. 3) faktor penghambat resiliensi anak dari ibu penyintas KDRT dalam konteks prestasi belajar yaitu masih terjadinya KDRT, dukungan negatif dari tetangga, kehilangan figur ayah, dan interaksi teman sebaya yang negatif. 4) dampak resiliensi terhadap anak dari ibu penyintas KDRT dalam konteks prestasi belajar yaitu harga diri yang tinggi, optimis, dan rasa syukur. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah informan sebagai anak dari ibu penyintas KDRT melakukan resiliensi sehingga dapat berprestasi di sekolah.Kata kunci: Resiliensi, Anak Penyintas KDRT, Prestasi Belajar
The Meaning of Denotation, Connotation, and Myth Used in Ariana Grande’s "God is A Woman" Song Lyrics Ahmad Jafar; La Aso; Neil Amstrong
ELITE: Journal of English Language and Literature Vol. 6 No. 1 (2021): Vol. 6 No. 1 June 2021
Publisher : Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.182 KB) | DOI: 10.33772/elite.v4i1.887

Abstract

This study focused on God is a woman song Lyrics. The writer took song lyrics as primary data and used a qualitative descriptive method that explained descriptively how the meaning used in Ariana Grande’s God is a woman song lyrics. The theory used in the study is semiotics, in particular, is the theory used by Roland Barthes. The result of this study based on Roland Barthes Semiotic’s theory in a way of denotative it is about sex and how she claims the chemistry will be so incredible that the guy is going to think she is God and in a way of connotative Ariana Grande campaigned for a struggle for gender equality and she showed off women's energy and independence. While the myth is God is a woman which this sentence represents gender differences in life. The answer to dismantling patriarchy is not raising a matriarchy in its place. But building our understanding of, as Ariana Grande puts it, "God as a woman," will help counterbalance almost every human's internalized beliefs that our creator is a man, a father, a guy in the sky. God is our mother, our father, our parents. Come to think of it, if God can be referred to with the masculine pronoun “he”, why is not okay for us to also use the female pronoun “she” when referring to God.