Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Deteksi Dini Peripheral Arterial Disease pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Linda Widiastuti; Liza Wati; Yusnaini Siagian; Soni Hendra Sitindaon
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 1 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i1.35384

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Jumlah penderita DM di Tanjungpinang tahun 2019 mengalami peningkatan 31,8% dari tahun sebelumnya. Peripheral arterial disease (PAD) merupakan salah satu komplikasi pada penderita DM tipe 2 akan terjadinya ulkus diabetikum dan dapat menyebabkan gangren dan amputasi pada ektermitas bawah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko PAD melalui anamnesis, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah,  pemeriksaan kaki dengan menggunakan vascular dopler dan monofilament. Anamnesis  dan pemeriksaan  kesehatan  dilakukan  pada  34  orang  peserta  dalam  satu  waktu  menggunakan screening sensitivitas kaki. Hasil pemeriksaan kesehatan berusia 45-49 tahun, berjenis kelamin perempuan, tekanan darah hipertensi grade 1, dan memiliki kadar glukosa darah hiperglikemia. Mayoritas peserta memiliki faktor risiko tinggi mengalami PAD berdasarkan hasil deteksi dini menggunakan vascular dopler dan monofilament. PAD dapat dicegah melalui deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko secara tepat. Dibutuhkan intervensi  lanjut berupa edukasi tentang gaya hidup sehat dan pencegahan PAD seperti melakukan diabetic foot spa sebagai tindakan mandiri peserta akan menurunkan tingkat ketergantungan dalam perawatan diri guna mempertahankan kesehatannya. Kata kunci : Diabetes melitus, foot spa diabetic, Peripheral Arterial Disease.
Pendidikan Kesehatan dan Pelatihan Dasar Keselamatan Penyelaman Masyarakat Pesisir sebagai Upaya Pencegahan Barotrauma Telinga Utari Yunie Atrie; Linda Widiastuti; Liza Wati; Yusnaini Siagian; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1540

Abstract

Mayoritas para nelayan yang ada di wilayah pesisir Indonesia merupakan jenis penyelam tradisional, yaitu nelayan yang melakukan penyelaman secara turun-temurun tanpa berbekal ilmu pengetahuan kesehatan dan keselamatan penyelaman yang memadai (safety diving). Berbagai resiko penyakit penyelaman dapat dialami oleh nelayan penyelam tradisional, salah satunya barotrauma telinga. Barotrauma merupakan salah satu kegawatdaruratan penyelaman yang sering diabaikan oleh nelayan tradisional. Tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir khususnya nelayan tradisional di Desa Malang Rapat mengenai keselamatan penyelaman. Metode pendidikan kesehatan dilakukan secara ceramah, diskusi dan pelatihan prosedur penyelaman yang tepat. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2022 dengan target responden adalah nelayan penyelam tradisional yang berjumlah 74 orang di Desa Malang Rapat Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Hasil PKM menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test responden adalah 42,78 (SD 12.083), sedangkan rata-rata nilai post-test responden setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dan pelatihan dasar keselamatan penyelaman adalah 83,22 (SD 13.407). Berdasarkan uji paired t test menunjukan bahwa p-value adalah 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan partisipan setelah mengikuti pendidikan kesehatan dan pelatihan dasar keselamatan penyelaman masyarakat pesisir di Desa Malang Rapat Kabupaten Bintan. Pendidikan kesehatan dan pelatihan terkait keselamatan terbukti efektif dalam meningkatkan aspek kognitif dan keterampilan nelayan penyelam tradisional. Melalui upaya ini diharapkan dapat memberikan upaya preventif terhadap masalah-masalah kesehatan yang dapat dialami oleh penyelam, merubah perilaku dan meningkatkan keterampilan para penyelam dalam melakukan penyelaman yang aman dan sehat sehingga terhindar dari berbagai masalah kesehatan akibat penyelaman.
Hubungan Perilaku dan Persepsi dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi pada Nelayan Maisyarah; Soni Hendra Sitindaon; Linda Widiastuti; Mawar
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jxw70450

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia, danmeskipun dapat dicegah dan dikendalikan, prevalensinya semakin meningkat. Nelayan,sebagai kelompok rentan, juga terkena dampak. Kondisi ini, ditandai dengan tekanan darah tinggi berkelanjutan, meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti jantung, stroke, dan komplikasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku dan persepsi dengan kepatuhan minum obat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Palmatak pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis korelatif menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 76 nelayan yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Palmatak. Hasil analisis statistik menggunakan spearman rank menunjukkan terdapat hubungan antara perilakudengan kepatuhan minum obat hipertensi pada nelayan p-value sebesar 0,013 (p<0,05). Selainitu, penelitian ini juga menemukan terdapat hubungan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat pada nelayan di wilayah kerja Puskesmas Palmatak p-value sebesar 0,000(p<0,05). Hasil ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan komprehensif yang mencakup edukasi dan peningkatan kesadaran untuk memastikan persepsi yang tepat mengenaipengobatan. Kesimpulannya, penelitian ini menyimpulkan bahwa baik perilaku maupun persepsi memiliki dampak terhadap tingkat kepatuhan minum obat hipertensi pada nelayan di wilayah kerja Puskesmas Palmatak.
Hubungan Pengetahuan Perawat Bedah dengan Kepatuhan Surgical Safety Checklist (SSC) di Ruang Operasi Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang Tahun 2024 Eli Yulius; Soni Hendra Sitindaon; Zakiah Rahman
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/kdevzt96

Abstract

Surgical Safety Cheklist (SSC) bertujuan untuk meningkatkan keamanan operasi dan mengurangi kesalahan dalam prosedur pembedahan. Rendahnya tingkat kepatuhan pengisian SSC berpotensi menimbulkan masalah terkait keselamatan pasien. Berbagai faktor menentukan kepatuhan, namun pengetahuan menjadi salah satu faktor utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat bedah dengan kepatuhan Surgical Safety Checklist (SSC) Di Ruang Operasi Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional dan metode analitik observasional. Sampel perawat bedah di ruang kamar operasi yang berjumlah 30 responden dengan teknik sampel yaitu total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Februari-15 Maret 2024. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 18 pernyataan dan kuesioner  kepatuhan SSC yang terdiri dari 22 pertanyaan terkait Sign in (9 pertanyaan), Time out (6 pertanyaan), Sign out (7 pertanyaan). Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square dengan taraf signifikansi α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat sebagian besar berada pada kategori Baik yaitu sebesar 16 orang (53,3%) dengan melaksanakan penerapan SSC secara patuh yaitu sebanyak 15 orang (50%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p value = 0,00 < α (0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penerapan SSC perawat bedah Di Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Penelitian ini merekomendasikan adanya penyegaran pengetahuan pada perawat bedah terkait SSC untuk meningkatkan  kepatuhan perawat.